Bag 11. Dharmadesana 26 Nov 1992

Pengulasan Tata Ritual Sadhana Tantra Yang Lengkap dan Mendetail
 
Bag 11. Dharmadesana 26 Nov 1992 
 
- Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng
- Rainbow Temple, 26 November 1992
 
Selamat siang, Para Acarya  dan para umat sekalian. Hari ini adalah hari ketiga kita berada di Rainbow Villa untuk mengulas Tata Ritual Sadhana Tantra dengan lengkap dan mendetail. Sebelum melanjutkan pengulasan, hari ini saya ingin menekankan sedikit mengenai keutamaan sadhana tantra,  juga hendak membagikan beberapa pengalaman pribadi yang peting saat diri sendiri sedang menekuni sadhana tantra.  Semuanya mengetahui bahwa saat saya berusia 26 tahun , di Yu-huang Gong, Yaochijinmu membuka divya-caksu saya, malam itu langsung di bawa ke Mahapadminiloka. Menurut sepengetahuan saya, seharusnya ada orang yang memiliki pengalaman serupa, namun memang sangat jarang. Pengalaman setiap hari yang saya alami saat  usia 26 tahun sangatlah nyata, menyaksikan Padmakumara memancarkan sinar putih cemerlang, bagaikan kilat, tiap kuntum Padma besarnya seperti roda kereta, sama dengan penuturan kondisi Sukhavatiloka dalam Amitabha Sutra.
 
Pengalaman sejati ini menjadi semangat bagi saya dalam menekui Taoisme dan Buddhisme, sebelumnya saya tidak pernah terpikirkan apa itu Padmakumara, sebelum saya berusia 26 tahun , saya sama sekali tidak mengetahui apa itu Padmakumara, barulah setelah terbukanya divya-caksu , malam hari itu, mengetahui keberadaan Padmakumara, sebutan ini juga dituturkan oleh-Nya secara langsung saat saya melihat-Nya, diberitahukan bahwa ini disebut Padmakumara. Pengalaman semacam ini sangat jarang, saya tahu di dunia ini sangat jarang. Saya benar-benar tiba di Mahapadminiloka dalam Sukhavatiloka, saya sering menekankan dan mengulangi kisah ini, maksud saya adalah supaya semuanya mempunyai sradha yang kokoh, sama seperti saya memiliki sradha nan kokoh, dengan demikian barulah Sarana kita pada Satya Buddha benar-benar memiliki tujuan sejati, dengan demikian barulah dapat mempunyai keberhasilan sejati, oleh karena itu sradha sangat penting. Saya sendiri seringkali ingin menyatakan sumpah, namun setelah direnungkan, walau sumpah telah dinyatakan , apa manfaatnya ?  Saat Anda tidak berdusta, dengan setulus hati mengatakan kepada dunia bahwa Anda telah tiba di Mahapadminiloka dalam Sukhavatiloka, maka yang memiliki keyakinan akan yakin, namun yang tidak percaya tetap tidak akan percaya, ini merupakan suatu hal yang sudah tidak dapat diapa-apakan lagi, sebab ini semua adalah nidana.
 
Hari ini, di sini, saya akan menyatakan sumpah yang belum pernah dinyatakan, “Apabila semua hal yang saya lihat dan saya dengar saat saya berusia 26 tahun, malam hari itu tiba di Mahapadminiloka dalam Sukhavati,  dan memberitahukan saya perihal Padmakumara, merupakan karangan saya belaka, maka saya rela terjerumus ke dalam Neraka Vajra, selamanya tidak akan terlahir kembali.” ( tepuk tangan hadirin ) Dulu saya tidak menyatakan sumpah, sebabnya adalah walau setelah dinyatakan toh juga tidak bermanfaat, toh akan ada juga orang yang menyatakan bahwa sumpah saya ini juga palsu, jadi saya tidak berdaya lagi, di hadapan Devata, Buddha Bodhisattva, saya telah menyatakan sumpah ini : “Apabila semua hal yang saya lihat dan saya dengar saat saya berusia 26 tahun, malam hari itu tiba di Mahapadminiloka dalam Sukhavati,  dan memberitahukan saya perihal Padmakumara, merupakan karangan saya belaka, maka saya rela terjerumus ke dalam Neraka Vajra, selamanya tidak akan terlahir kembali.” Ini adalah sumpah yang sangat penting, di Neraka Vajra selamanya tidak akan menyaksikan sinar mentari ! Selamanya tidak akan terlahir sebagai manusia, selamanya menetap dalam Neraka Vajra, ini merupakan sumpah yang sangat sangat berat, sumpah di hadapan Buddha Bodhisattva ini adalah sejati.
 
Kemudian, yang kedua adalah, saya pernah menceritakan kepada Anda semua, bahwa tahun ini saat saya di Taiwan, bukankah saya berjumpa dengan Sakyamuni Buddha ? Minum kopi bersama Sakyamuni Buddha. Semua merasa heran, Sheng-yen Lu makin sembarangan bicara, minum kopi ? Sakyamuni Buddha minum kopi bersama Sheng-yen Lu ?  Padma-prabha-svara Buddha yang dituliskan oleh Sakyamuni Buddha untuk saya, apakah ini nyata ? Saya beritahu Anda, ini adalah palsu ! Palsu bagaimana ? Sebab pada awalnya Beliau bukan menuliskan Padma-prabha-svara Buddha, Beliau menulis Maha-prabha-svara Buddha, itulah yang Beliau tuliskan untuk saya,  namun saya tidak menyukai kata Maha itu, saya katakan kepada Hyang Buddha , Sheng-yen Lu tidak menghendaki kata ‘Maha’, tidak ingin disebut sebagai Guru Besar maupun Guru Kecil, mungkin bisa diganti ‘Buddha Sinar Kecil Nan Leluasa’, jika ‘Sinar Kecil’ ( xiao-guang ) bukankah akan menjadi Bhiksu Xiao-guang ? ( hadirin tertawa ), bukan ‘Xiao’ ( senja ) itu, melainkan ‘Xiao’ ( kecil ).
 
Saya meminta Sakyamuni Buddha supaya jangan menggunakan Maha-prabha ( Sinar Agung ) , saya sendiri tidak menginginkan ‘besar’,  saya rela menjadi kecil, akhirnya Sakyamuni Buddha merubahnya untuk saya, merubah ‘Maha’ menjadi ‘Padma’,  inilah Padma-prabha-svara Buddha, ini nyata, mengganti namanya juga nyata, saya lihat dengan sangat jelas, Sakyamuni Buddha mengenakan setelan jas. “Apabila yang saya saksikan mengenai Sakyamuni Buddha menuliskan ‘Maha-prabha-svara Buddha’ untuk saya, kemudian setelah saya meminta akhirnya Buddha mengubah ‘Maha’ menjadi ‘Padma’, apabila peristiwa ini merupakan karangan Sheng-yen Lu belaka, jika sebenarnya tidak ada peristiwa ini, tidak melihatnya, tidak mendengarnya, hanya karangan Sheng-yen Lu, maka saya rela terjerumus ke dalam Neraka Vajra selamanya tidak akan tumimbal lahir.” ( tepuk tangan hadirin ), di hadapan Buddha Tathagata, Bodhisattva, Vajra Dharmapala, Para Adinata, saya telah menyatakan sumpah berat ini, ini adalah sumpah berat yang kedua.
 
Hari ini saya akan menyatakan tiga sumpah berat, yang ketiga adalah, banyak orang yang menekuni Sadhana Tantra Satya Buddha, saya juga sama setiap hari menekuni Sadhana Tantra Satya Buddha, saya telah menekuninya dua puluhan tahun, tidak ada seharipun terhenti. Tentu saja di antara para siswa, banyak yang telah menekuni bertahun-tahun, ada yang mengatakan kepada saya, ada yang memperoleh respon , ada yang memperoleh yukta, namun ada pula yang belum beryukta, saya beri contoh diri sendiri, saat saya tinggal di sebuah tempat di sudut Utara Seattle, di  Ballard, saat saya bersadhana, dalam setiap bersadhana ada perolehan yang berbeda, ada kalanya perolehan yang dirasakan sangat baik, ada kalanya juga tidak ada rasa, sedangkan respon spiritual adakalanya sangat kuat, ada kalanya juga sangat lemah, demikianlah yang saya alami saat itu. Beberapa tahun ini berbeda, bersadhana di Zhen-fo Mi-yuan, setiap saat bersadhana , bagaimanakah rasa perolehannya ? Perolehan saya saat itu sekujur tubuh saya terdapat sekelompok prana, yang melingkari , bagian luar prana ini bercahaya, di antara cahaya dengan prana ada api, sehingga sekujur tubuh diliputi prana, kemudian di luar prana ada api dan di luar api ada sinar, tubuh ini ditopang di angkasa. Tiap kali bersadhana rasa itu sangat kuat, bahkan juga ada rasa sentuhan, prana yang meliputi Anda menghasilkan sensasi sentuhan, bukan terasa seperti tiupan angin, melainkan rasanya seperti menyentuh listrik, terasa bahwa ada suatu yang sangat kokoh menopang Anda, tiap kali sadhana perolehan saya sangat jelas dan kuat, bagaimana mengenai kontak batin Anda sekalian, saya tidak dapat mewakili Anda untuk bersumpah, saat ini hanya saya yang bersumpah “ Tiap kali saya bersadhana selalu ada prana, api dan sinar yang meliputi, rasa saling melebur itu, sangat kokoh, sangat jelas, apabila yang dinyatakan oleh Sheng-yen Lu ini merupakan karangan belaka, sebenarnya tiada hal ini, maka saya rela terjerumus ke dalam Neraka Vajra, selamanya tidak akan terlahir kembali.” ( tepuk tangan hadirin )
 
Maksud terutama saya membicarakan mengenai tiga sumpah berat ini adalah berharap supaya Anda sekalian dalam proses bersadhana, tiap kali bersadhana, memiliki perolehan yang sangat jelas dan kokoh seperti saya, juga berharap Anda dapat tiba sendiri ke Mahapadmini Sukhavatiloka, terlebih berharap kalian dengan jelas berjumpa dengan Buddha, Bodhisattva, memohon Buddha Bodhisattva mengabhiseka Anda, memberikan vyakarana kepada Anda.
  
Maksud saya sangat jelas, supaya Anda yang belum pernah ke Sukhavatiloka dapat pergi ke sana juga dapat kembali lagi, ini satu hal. Hal yang kedua adalah berharap supaya dalam bhavana Anda memperoleh vyakarana dari Buddha Bodhisattva.  Yang ketiga adalah dalam tiap sadhana kalian memperoleh rasa yang sangat jelas, kokoh dan luhur. Jika Anda memperoleh ketiganya ini, maka dengan sendirinya tekad mula Anda tidak akan luntur , sradha juga tidak akan luntur, Anda dapat dengan kokoh menekuni sadhana tantra Satya Buddha, bahkan semua memperoleh Kebuddhaan, demi menolong para insan yang lebih banyak lagi.
 
Jalan bhavana memang sangat sukar ditempuh, namun menurut saya sangat disayangkan jika dalam hidup ini Anda tidak menempuh jalan bhavana. 
 
Saat saya belum Tercerahkan, saya sangat sedih, berusaha keras dan sangat tekun untuk melakukan ini semua, namun setelah Anda memperolehnya, tetap saja Anda akan sedih , mengapa ? bukan demi diri sendiri, melainkan karena menyaksikan para insan di dunia, meskipun Anda telah tercerahkan, menyadari dan memahami, namun para insan di dunia masih banyak yang belum tercerahkan, banyak yang diliputi ketidaktahuan, tentu saja saya merasa sangat sedih ! Sebelum tercerahkan saya sedih, setelah tercerahkan malah tambah sedih, sebab para insan dunia tidak memahami betapa baik dan pentingnya bhavana.
 
Dharma Agung yang demikian baik, yang dapat menuntun pada Siddhi, yang melampaui, yang manunggal sepenuhnya dengan semesta, mengapa tidak dipahami ? Oleh karena itu sebelum tercerahkan merasa sangat sedih, setelah tercerahkan juga sangat sedih,  namun saya merasa kita semua dapat hadir di sini untuk mendengar Dharma, saya Berdharmadesana, kita semua sangat memiliki afinitas, dengan Buddha Bodhisattva memiliki afinitas yang sangat erat dan luar biasa, oleh karena itu hendaknya menghargai Dharma ini, mengutamakannya, setelah memperolehnya harus mempunyai konsistensi untuk terus menekuninya, saya sendiri telah menekuni selama lebih dari dua puluh tahun, jika Dharma ini adalah palsu adanya, bukankah saya telah menipu diri sendiri selama lebih dari dua puluh tahun lamanya ? 
 
Karena saya pernah menjalani ini semua, maka Anda juga pasti bisa, sama dengan saya, kelak tiba saatnya Buddha pasti memberikan vyakarana kepada Anda semua, bukankah ini sangat baik ? Memperoleh keleluasaan agung, memperoleh Mahaparipurna, memperoleh sinar terang, memperoleh Siddhi, dibandingkan dengan ratna manikam di seluruh dunia, dibandingkan dengan nama, keuntungan dan kedudukan, dibandingkan dengan putra putri dan kemakmuran, semua ini dilampaui jauh sekali, sehingga kehangatan keluarga, kesempurnaan hubungan suami istri juga bukan lagi luar biasa.  Di hadapan Buddha Bodhisattva semua itu adalah debu, meskipun Anda mendirikan gedung yang sangat megah, tetap saja adalah debu, setenar apapun nama dan setinggi apapun kedudukan, tetap saja adalah debu, yang terkaya di dunia juga adalah debu belaka, asmara suami istri juga debu, hanya melalui bhavana kita melampaui semua, semua kondisi terang , leluasa dan paripurna dalam semesta ini, merupakan Prajna Agung Yang Tertinggi, merupakan Kebuddhaan. 
 
Oleh karena itu saya harapkan di dalam aliran kita ini, semakin banyak yang sepenuh hati menapaki jalan ini. Saat ini banyak orang yang menekuni bhavana dengan jalan menjadi bhiksu, sepenuh perhatian semua dikerahkan pada jalan ini, maka kita harus memberikan mereka dorongan semangat, sebab keputusan yang demikian, tekad untuk melepaskan keduniawian dan Bodhicitta ini sangat langka dan berharga. Jika dikarenakan ikatan afinitas keduniawian, saat ini Anda masih belum dapat menjadi bhiksu, maka tidak usah kuatir, namun ingatlah kelak jika Anda sudah dapat merelakan semua urusan duniawi, maka relakanlah, sebab urusan duniawi semua pasti kembali pada debu dan tanah, debu adalah debu, seperti kalimat  ‘Prana kembali pada prana dan tanah kembali pada tanah.’  Segala hal duniawi selamanya akan kembali ke tanah, hanya kesadaran Anda yang melampaui. Oleh karena itu jalan bhavana ini merupakan yang paling tepat dan tiada pilihan lain, tapi manusia awam tidak memahaminya, kita tidak sanggup menyadarkannya, maka terlebih dahulu kita sadarkan diri sendiri, kemudian dengan kemapuan diri kita menuntun para insan, inilah beberpa patah kata yang hendak saya sampaikan sebelum Dharmadesana di hari ketiga ini.
慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。