Bag 16. Dharmadesana 27 November 1992

Pengulasan Tata Ritual Sadhana Tantra Yang Lengkap dan Mendetail
 
Bag 16. Dharmadesana 27 November 1992
 
- Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng
- Rainbow Temple, 27 November 1992
 
Selamat siang Para Acarya dan para umat semuanya. Hari ini adalah hari keempat dalam acara pengulasan lengkap tata ritual sadhana tantra, sebelum mulai Berdharmadesana, saya akan berbincang sejenak dengan Anda semua mengenai apakah itu 'Kebuddhaan Melalui Penjemputan' ? Apakah itu 'Kebuddhaan Dalam Kehidupan Saat Ini' ?
 
Pernah saat seorang mahabhiksu Berdharmadesana, ada banyak orang yang bertanya kepadanya, apakah benar ada 'Kebuddhaan Dalam Kehidupan Saat Ini' ? Mahabhiksu itu menjawab, samasekali tidak ada 'Kebuddhaan Dalam Kehidupan Saat Ini', itu semua hanya kebohongan.” Ucapan ini dilontarkannya tanpa berpikir terlebih dahulu, sebab ucapannya ini berarti telah menghina Sakyamuni Buddha, sebab Sakyamuni Buddha mencapai Kebuddhaan dalam Kehidupan saat ini, benar tidak ? Sakyamuni Buddha di dunia ini, di bawah Pohon Bodhi, pada hari gelap Beliau menatap bintang terang dan Tercerahkan mencapai Kebuddhaan, inilah Sakyamuni Buddha. Namun mahabhiksu ini mengatakan “Tidak ada Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga, Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini merupakan kebohongan.” Bukankah ini berarti dia mengatakan tidak pernah terjadi Sakyamuni Buddha mencapai Kebuddhaan, apakah Kebuddhaan Sakyamuni Buddha di dunia ini adalah kebohongan ?
 
Ada juga orang yang berpendapat bahwa Sakyamuni Buddha tentu dapat mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan ini, sebab Sakyamuni Buddha memiliki akar yang sangat agung ! Telah menekuni bhavana dalam banyak kehidupan, pasti dapat mencapai Kebuddhaan, hanya Beliau yang mampu, kita tidak mampu, banyak orang yang menyatakan tidak masalah bila yang mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini adalah Sakyamuni Buddha. Mahabhiksu itu mengatakan semua insan tidak mungkin mampu mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga. Sebenarnya Sakyamuni Buddha juga adalah manusia yang mencapai realisasi, Beliau mempunyai fondasi bhavana dalam banyak kehidupan, namun akhirnya ada satu kehidupan di dunia ini Beliau mencapai Kebuddhaan. Di sinilah letak perbedaan antara ‘Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini ‘ dengan ‘Kebuddhaan melalui penjemputan’.
 
 
Adakah orang yang mencapai Kebuddhaan di dunia ini , seperti halnya Sakyamuni Buddha sendiri ? Ada. Seperti Nagarjuna Bodhisattva, Asvaghosa Bodhisattva, banyak sekali Bodhisattva yang mencapai Kebuddhaan di dunia ini. 
 
 
Namun pencapaian Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga bukan hanya menunjuk pada Kebuddhaan di dunia ini, seperti Ardharma Buddha, Beliau merupakan Kebuddhaan di arupadhatu, Buddha Asali naivasamjna-nasamjnayatana, Beliau juga Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga. 
 
 
Selain itu adalah Maha-vairocana Tathagata, Beliau di Rupadhatu, mencapai Kebuddhaan dalam tubuh saat ini juga di Surga Mahesvara. Sedangkan Sakyamuni Buddha mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga di dunia , yang telah kita sebutkan sudah ada beberapa Buddha, semua mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga.
 
Oleh karena itu kita Tantrayana mengajarkan Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga, sedangkan Sutrayana kebanyakan adalah Kebuddhaan melalui penjemputan, di manakah letak perbedaan keduanya ini ? Dalam Sutrayana , kunci dari ‘Kebuddhaan melalui penjemputan’ ada empat kata, yaitu ‘Penuh Konsentrasi Tak Terkacaukan’, ini ada tertulis dalam Amitabha Sutra, asalkan Anda melafal nama Buddha selama sehari sampai tujuh hari, sepenuh konsentrasi tak terkacaukan, Amitabha Buddha akan muncul di hadapan menjemput Anda untuk mencapai Kebuddhaan. 
 
Demikian pula dengan Sadhana Tujuh Hari Kebuddhaan dalam tantrayana, Anda tekun memvisualisasikan diri sendiri adalah bijaksara Hum, sedangkan Buddha adalah aksara ‘A’, sehari sampai tujuh hari, bijaksara ‘A’ ini turun, menggunakan bentuk kaitannya, mengait lingkaran pada bijaksara Hum, mengaitnya dan membawanya ke angkasa, ini merupakan Tujuh Hari Kebuddhaan dalam tantrayana. Namun tidak peduli apakah Anda melatih Tujuh Hari Kebuddhaan dalam sutrayana atau Tujuh Hari Kebuddhaan dalam tantrayana, semua termasuk sebagai Kebuddhaan Melalui Penjemputan. 
 
Kemarin saya membicarakan seorang yang menekuni Buddha Dharma, begitu mata terpejam langsung dapat menyaksikan Amitabha Buddha hadir di hadapan, asalkan kemampuan Anda telah mencukupi, karena setiap hari Anda melatihnya, tidak pernah melupakan Amitabha Buddha, tidak peduli Anda menjapa mantra atau melafal Nama Buddha, begitu mata terpejam, Amitabha Buddha hadir di hadapan, pasti menjemput Anda untuk mencapai Kebuddhaan. 
 
Metode pelafalan Nama Buddha dalam sutrayana yang lebih mendalam adalah Pelafalan Nama Buddha yang disertai dengan visualisasi, pasti dapat mencapai Kebuddhaan, dapat menuntun sampai ke Sukhavatiloka.  Saat ini kebanyakan adalah Kebuddhaan melalui penjemputan, metode ini mengandalkan kekuatan diri sendiri dan kekuatan luar, kekuatan luar adalah Buddha, Amitabha Buddha telah menyatakan ikrar, asalkan selama satu sampai tujuh hari Anda mampu melafalkan sepenuh konsentrasi tanpa terkacaukan, maka Beliau pasti hadir menjemput Anda terlahir di Sukhavatiloka. Sementara itu Anda juga menggunakan kekuatan diri sendiri, apakah itu ? Yaitu Anda juga berusaha melafal Nama Buddha sampai sepenuh konsentrasi tak terkacaukan, sehingga saat meninggal dunia, Anda sepenuh hati mengarah pada Sukhavatiloka, sepenuh hati terhadap penjemputan Amitabha Buddha, Anda melafal Nama Buddha tanpa terputus, saat itu Beliau akan datang menjemput Anda, ini adalah kekuatan Anda sendiri, yaitu kekuatan batin Anda untuk mengarah pada Sukhavatiloka, ditambah dengan ikrar yang dinyatakan oleh Amitabha Buddha, dua kekuatan ini saling beryukta, saat  itulah disebut Kebuddhaan melalui penjemputan, yaitu Kebuddhaan hasil dari penyatuan kekuatan diri dengan kekuatan luar , inilah yang disebut dengan Kebuddhan melalui penjemputan. 
 
Apakah yang disebut dengan Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga ? Yaitu tidak mengandalkan kekuatan luar, sepenuhnya mengandalkan bhavana diri sendiri, saat Anda hidup di dunia telah Tercerahkan, memperoleh Anuttaraprajna Buddha, dari kesadaran Anda ditransformasikan menjadi Jnana, karma Anda ditransformasikan menjadi murni, dari trikarma menjadi triguhya, tubuh – ucapan dan pikiran. Karma tubuh – ucapan dan pikiran ditransformasikan menjadi guhya tubuh-ucapan dan pikiran. Anda telah memperoleh guhya Tathagata, yaitu kemurnian tubuh, ucapan dan pikiran dari Maha-vairocana Tathagata. Kemudian kesadaran Anda ditransformasikan menjadi Pancamahajnana dari Buddha, begitu ditransformasikan berarti Anda mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga. 
 
Trikarma ditransformasi menjadi triguhya, dari kesadaran awam bertransformasi menjadi Pancamahajnana Buddha, ini disebut sebagai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga. Dalam tantrayana di saat mencapai tingkatan tertinggi, saat sepenuhnya merealisasi Buddhata, inilah mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga. Saat itu tidak memerlukan penjemputan Amitabha Buddha, sebab Anda sendiri pada hakekatnya adalah Svabhava Buddha, Dharmakaya Buddha, trikaya hadir dalam diri Anda. 
 
Oleh karena itu bhavana tantra sangat agung, keistimewaannya yaitu pada Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga, ini semua dapat direalisasikan. Oleh karena itu antara Kebuddhaan melalui penjemputan dengan Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga, semuanya sama, semua sangat agung, namun ada perbedaan dalam tahapan.
 
Manusia hidup di dunia ini, bhavana adalah yang paling utama dan paling berharga, saya harap Anda dapat memahami apakah itu Kebuddhaan melalui penjemputan dan apakah itu Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini juga.  Sebab di antara para siswa juga banyak yang mengatakan bahwa mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini sangatlah sukar, cukup dengan Kebuddhaan melalui penjemputan, ini boleh saja, asalkan Anda menekuni sadhana luar dari sadhana tantra Satya Buddha dengan baik, asalkan Anda beryukta dalam Sadhana Yidam Yoga, maka  saya jamin Anda pasti dapat mencapai Kebuddhaan melalui penjemputan. 
Bila Anda telah mencapai yukta dengan yidam dan Anda berpendapat bahwa sadhana dalam seperti prana, nadi dan bindu tidak perlu, sebab terlampau rumit, Anda juga tidak ingin menekuni Anuttarayogatantra, semua ini terlampau rumit, Anda juga tidak mau menekuni Mahaparipurna, Anda hanya ingin mencapai Kebuddhaan melalui penjemputan, cukup santai saja, Buddha datang membawa saya, saya tidak ingin pergi sendiri, ini boleh saja.
 
Namun dalam tantrayana, selain beryukta dengan yidam, paling tidak Anda telah beryukta dalam Catur-sarana, ini sudah merupakan fondasi bagi Kebuddhaan melalui penjemputan. Apabila Anda telah beryukta dengan Sadhana Guru Yoga, bila Mahaguru tidak menjemput Anda, berarti Mahaguru sedang vacation ( hadirin tertawa ), ini tidak akan terjadi, sebab Padmakumara mempunyai Dharmakaya, bila Anda hendak meninggal dunia dan Anda telah beryukta dengan Guru,  Dharmakaya Beliau pasti menjemput Anda, meskipun Mahaguru sendiri sedang vacation, namun Dharmakaya pasti menjemput Anda, pasti ada Padmakumara yang hadir menjemput Anda menuju Mahapadminiloka,  yukta dalam Sadhana Guru Yoga menjamin kelahiran di Mahapadminiloka. Bila Anda telah beryukta dengan yidam, maka dijamin pasti yidam menjemput Anda terlahir di Sukhavatiloka maupun Tanah Suci yidam,  inilah yukta merupakan sebuah jaminan, jika Anda tidak beryukta, maka tidak akan  ada jaminan.  Jika Anda tekun menjapa mantranya dan Anda telah beryukta, begitu mata terpejam, Beliau akan hadir di hadapan, ini pasti telah beryukta. 
 
Oleh karena itu Kebuddhaan melalui penjemputan , memerlukan yukta dalam Sadhana Yidam , sehingga Anda dapat terlahir di Tanah Suci yidam. Sedangkan yukta dengan Sadhana Guru Yoga, Anda dapat terlahir di Mahapadminiloka. Yukta dengan Catur-sarana berarti Anda telah memiliki fondasi penjemputan dari Buddha . 
 
Oleh karena itu dalam penekunan Sadhana Tantra Satya Buddha, Anda harus mencapai yukta dalam Catursarana, juga dengan Sadhana Guru Yoga, kemudian dengan Sadhana Yidam Yoga, maka Anda dijamin, tingkatan Anda setara dengan tingkatan dalam sutrayana, yaitu setara dalam Kebuddhaan melalui penjemputan. Bahkan saya dapat menjamin Anda bahwa tingkatan Anda melampaui tingkatan dalam sutrayana, sebab kita masih ada metode memasuki Samadhi. 
 
Hari ini saya hendak mengulas mengenai 'Memasuki Samadhi', yaitu kondisi samadhi. Tentu saja dalam Pintu Dharma Sukhavati juga diajarkan mengenai dhyana, namun lebih jarang, yang terutama adalah pelafalan Nama Buddha, memohon terlahir di Tanah Suci, yaitu beberapa kata ini : 'Sepenuh Konsentrasi Tak Terpecah', sesungguhnya 'Sepenuh Konsentrasi Tak Terpecah' adalah samadhi. 
 
'Sepenuh Konsentrasi Tak Terpecah' adalah dhyana, namun kita telah menekuni dhyana ini, begitu kemampuan dhyana kita telah mencukupi, tingkatan telah tercapai, dhyana mendalam, mentransformasikan tri-karma menjadi Tri-guhya, mentransformasikan kesadaran menjadi Jnana, inilah Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini, ini juga diperoleh dari dhyana, demikianlah hal ini perlu dipahami oleh semua.
 
Saat Anda mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini, pemikiran Anda berbeda dengan orang awam, sudah pasti berbeda, pemikiran seseorang yang tercerahkan samasekali berbeda dengan orang awam. Tentu melampaui, sebuah kondisi yang sangat agung, Anda lihat dunia ini nampak seperti sebutir pasir. 
 
Bagaimanakan pencapaian Kebuddhaan ? Ada yang mengatakan demikian : sebutir pasir kembali pada sebuah gunung, setets air memasuki samudra, tentu saja perumpamaan ini tidak pasti tepat, namun ini merupakan perumpamaan yang lebih mudah untuk dipahami. 
 
Dulu siswa dari Acarya Norlha pernah memohon untuk mengungkapkan sebuah Mahasadhana yang paling cepat dan paling mudah mencapai keberhasilan, yang dapat segera mencapai Kebuddhaan, siswa itu menggengam pisau dan memaksa Gurunya, dia mengatakan : "Jangan bicara demikian banyak, hari ini juga segera beritahukan pada saya yang dapat segera mencapai Kebuddhaan." Ia ingin Acarya Norlha segera mengungkapkannya. Maka Acarya Norlha mengatakan : "Ambillah nafas panjang, ambil nafas yang sangat dalam, hirup nafas, kemudian hembuskan... Kemudian batin Anda keluar mengikuti hembusan tersebut, maka Anda mencapai Kebuddhaan."
 
Wah ! Mudah sekali ! Dia mengatakan ambil nafas dalam, kemudian hembuskan, batin Anda keluar mengikuti hembusan nafas, maka Anda mencapai Kebuddhaan. Ini mudah diucapkan namun sangat sukar dipraktekkan. Metode ini kita sebut 'Metode Kembali Pada Akasa', siapa yang mampu membuat batinnya keluar mengikuti hembusan nafas ? Memang benar, jika batin Anda keluar mengikuti hembusan nafas, maka Anda sungguh mencapai Kebuddhaan.
 
Coba Anda renungkan, semua yang dibahas dalam Metode Pertolongan Pada Bardo merupakan kesadaran, hanya berupa kesadaran keluar melalui ubun-ubun, bukankah batin adalah Buddha !
 
Buddha meninggalkan diri sendiri, Buddha ini keluar melalui hembusan nafas, keluar melalui ubun-ubun, bukankah Anda mencapai Kebuddhaan ?
 
Yang menakutkan adalah jika tidak bisa keluar, tiada jalan keluar, dan dikuatirkan Buddhata Anda tidak rela keluar, tidak rela meninggalkan dunia fana ini, tidak rela meninggalkan jasmani fana, itulah dukha, itulah tekanan.
 
Bila Anda sanggup merelakan tubuh Anda, dalam satu hembusan nafas menghantarkan Buddhata melebur dalam semesta, sungguh mencapai Kebuddhaan ! Ucapan Acarya Norlha sangat benar, namun untuk menghantar batin keluar, memerlukan usaha yang tidak sederhana.
慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。