Dharmaraja Lian-sheng Mengulas Satya Buddha Sutra

( Pengulasan Kesembilan )

Dharmadesana 17 Desember 1988

 

Kutipan Teks Sutra Mandarin :

 

大白蓮花童子即說。諸佛菩薩救度眾生。

Dàbái liánhuātóngzǐ jí shuō. Zhūfo púsà jiùdù zhòngshēng. 

 

有最勝世界。妙寶世界。圓珠世界,無憂世界。

Yǒu zuìshèng shìjiè. Miàobǎo shìjiè. Yuánzhū shìjiè, wúyōu shìjiè. 

 

淨住世界。法意世界。滿月世界。妙喜世界。 妙圓世界。

Jìngzhù shìjiè. Fǎyì shìjiè. Mǎnyuè shìjiè. Miàoxǐ shìjiè. Miàoyuán shìjiè. 

 

華藏世界。真如世界。圓通世界。如今將有真佛世界。

Huácáng shìjiè. Zhēnrú shìjiè. Yuántōng shìjiè. Rújīn jiāng yǒu zhēnfo shìjiè.

 

於是佛菩薩聲聞緣覺及諸天眾聞聖尊開演真佛世界。

Yúshì fo púsà shēngwén yuánjué jí zhū tiānzhòng wén shèngzūn kāiyǎn zhēnfo shìjiè. 

 

知是過去現在未來之吉祥善逝大悲因果。

Zhīshì guòqù xiànzài wèilái zhī jíxiáng shànshì dàbēi yīnguǒ. 

 

是聖尊為眾生化身示現。 各各歡喜得未曾有。 

Shì shèngzūn wèi zhòngshēng huàshēn shìxiàn. Gègè huānxǐ dé wèicéngyǒu. 

 

稽首稱讚而說偈言。

Qǐshǒu chēngzàn ér shuō jì yán.

 

Kutipan Sutra Bahasa Indonesia :

  

    Maha Padmakumara Putih berkata : “Para Buddha Bodhisattva dalam menuntun para insan telah mewujudkan Vijaya-loka, Suratna-loka, Paripurna-mani-loka, Asoka-loka, Subha-sthita-loka, Dharmamati-loka, Paripurna-candra-loka, Abhirati-loka, Manju-sampanna-loka, Padma-garbha-loka,  Tathata-loka, Paripurna-vinivarana-loka dan kini akan hadir  Satya-buddha-loka.

 

    Kemudian Para Buddha,Bodhisattva, Sravaka , Pratyeka-buddha dan Para Devata mendengarkan Arya Bhagavan membabarkan Satya-buddha-loka. Ketahuilah bahwa ini merupakan hetu-phala Maha-karuna masa lampau, saat ini dan yang akan datang atas diri Sri Sugata. merupakan manifestasi Arya Bhagavan demi para insan. Semua bersukacita karena telah memperoleh suatu yang belum pernah ada, kemudian bernamaskara memuji serta melantunkan gatha:

  

Pengulasan Sutra :

 

    Maha Padmakumara Putih berkata : “Para Buddha Bodhisattva dalam menuntun para insan telah mewujudkan Vijaya-loka, Suratna-loka, Paripurna-mani-loka, Asoka-loka, Subha-sthita-loka, Dharmamati-loka, Paripurna-candra-loka, Abhirati-loka, Manju-sampanna-loka, Padma-garbha-loka,  Tathata-loka, Paripurna-vinivarana-loka dan kini akan hadir  Satya-buddha-loka.

 

    Malam hari ini bertepatan dengan saat untuk menghaturkan mahapujana, saya terus berpikir mengapa sepertinya tidak ada apapun untuk dipersembahkan kepada Buddha Bodhisattva. Begitu memejamkan mata, mungkin karena telah melihat pelita-pelita yang indah ini, maka saya memanifestasikan tiap pelita menjadi Bodhisattva. Sebenarnya setelah saya melihat pelita-pelita ini, saya ingin mempersembahkannya kepada Buddha Bodhisattva, tak disangka pelita-pelita tersebut berubah menjadi Buddha Bodhisattva. Pelita ini tak terhingga, oleh karena itu Buddha Bodhisattva juga berbaris berlapis-lapis tak terhingga. Dalam hati saya berpikir, mana boleh menggunakan Bodhisattva untuk dipersembahkan kepada Bodhisattva ? Saya merasa ini kurang tepat. Saat ini kita membaca sutra sampai ke bagian ini , berarti menggunakan Bodhisattva untuk dipersembahkan kepada Bodhisattva. 

  

    Dalam Tantrayana ada satu sadhana yang menggunakan beras untuk merepresentasikan para insan kemudian mempersembahkan semua insan kepada Buddha Bodhisattva. Ini bermakna bahwa kita sadhaka menggunakan hati sendiri untuk menuntun para insan, kemudian para insan yang telah kita tuntun kita persembahkan kepada Buddha Bodhisattva. Sesungguhnya para insan adalah Buddha masa yang akan datang. Secara eksternal nampak sebagai insan awam, namun sesungguhnya memiliki Buddhata, oleh karena itu insan adalah Buddha.  Dalam Buddhisme ada kalimat yang sangat indah : “Yang tidak sadar adalah insan, yang telah sadar adalah Buddha.” Insan setara dengan Buddha.

 

    Hari ini saya melihat ada banyak pelita , Hei ! Pelitanya sudah tidak ada lagi, sudah dipersembahkan, tentu sudah tidak ada lagi. Mendadak pelita itu lenyap, semua telah dipersembahkan. Mahaguru menggunakan Buddha untuk dipersembahkan kepada Buddha, juga berarti mempersembahkan para insan kepada Buddha, sama saja. Oleh karena itu memakai Buddha untuk dipersembahkan kepada Buddha, merupakan persembahan yang tertinggi. Memakai Buddha untuk dipersembahkan kepada Buddha berarti telah bermanifestasi menjadi Buddha-loka. 

  

    Loka yang dibicarakan dalam sutra ini bukanlah dunia fana ini, semuanya menunjuk pada Buddha-loka. Di dalamnya ada beberapa loka yang dulu, beberapa kehidupan yang lampau, bahkan berkalpa-kalpa yang tak terhingga di masa lampau, Mahaguru pernah mengunjunginya.  Saya beritahukan kepada Anda, bahwa ada beberapa yang tidak pernah saya kunjungi, saya tidak berani sembarang berbicara. Yang pernah saya kunjungi, akan saya ceritakan kepada Anda semua. 

   

    Vijaya-loka pernah dikunjungi, sebab di dalamnya ada kata ‘Vijaya’ (sheng). Sama seperti nama saya. Loka itu disebut Yang Paling Vijaya, tentu saja saya harus mengunjunginya, sebab di dalam saya ada aksara ‘sheng’ ( vijaya ). Benar tidak ?

 

Sebenarnya vijaya-loka adalah sebuah loka sumber, yaitu loka dari Maha-vairocana Tathagata, yaitu Loka Istana Vijaya. 

 

    Meskipun dalam nama saya ada kata ‘sheng’ ( vijaya ) , namun saya mengakui bahwa dulu saya sangat agresif, dulu dalam menulis juga sedikit lebih keras. Bagaikan pepatah ‘Menjumpai ketidak adilan, langsung mencabut golok untuk membela.’ Seperti ada semangat kepahlawanan. Namun bagaimana dengan saat ini ? Telah menekuni Catur-apramana, telah menekuni sadhana shanti, meneladani Bodhisattva, sehingga hati menjadi lebih lembut. Dunia Mahaguru saat ini adalah Dunia Yang Paling Kalah. Oleh karena itu nama saya harus diganti dari Lu Sheng-yan menjadi Lu Shu-yan. Bukan menang, melainkan kalah, tidak hanya kalah, malahan kalah habis-habisan. 

 

    Dulu Mahaguru pernah mengunjungi Vijaya-loka, sebab Istana Vijaya Dharmadhatu adalah loka dari Maha-vairocana Tathagata, dalam Buku Danau Phantom, Mahaguru telah menulis mengenai Istana Vijaya Dharmadhatu. 

 

    Loka yang kedua adalah Suratna-loka, saya juga pernah mengunjunginya. Ada yang mengatakan : “Anda pernah pergi ke Suratna-loka, ratna mutu manikam apa yang Anda bawa dari sana untuk diperlihatkan kepada kami ?” Suratna yang dimaksudkan di sini bukanlah benda-benda mustika, bukan menunjuk pada benda berharga yang dapat dibawa untuk diperlihatkan . Makna dari Suratna ini adalah Dharma Ratna, sebab Dharma Ratna-lah yang merupakan mustika terluhur. Loka ini merupakan loka dari Ratnasambhava Buddha, oleh karena itu disebut sebagai Suratna-loka.

 

    Kemudian adalah Paripurna-mani-loka, jika Anda pernah melihat mandala tantra saya, kemudian melihat Kristal bulat di sana, Anda mengatakan : “Paripurna-mani-loka adalah dunia bola Kristal.” Bukan demikian ! Saya tidak pernah mengunjungi loka tersebut, tidak mengetahui bagaimana kondisinya, oleh karena itu tidak dapat mengungkapkannya. Kelak jika saya telah mengunjunginya, akan saya ceritakan kepada Anda semua.

 

    Kemudian ‘Asoka-loka’, seharusnya ini adalah loka dari Maitreya Bodhisattva, Mahaguru pernah mengunjunginya. Ada dua jenis Mahkota Merah Berpita Suci, yang pertama adalah Mahkota Merah tak berwujud, yang hanya bisa disaksikan oleh orang yang memiliki Dharmacaksu, Prajnacaksu, Buddhacaksu dan Divyacaksu, tak terlihat oleh mata jasmani, Mahkota Merah yang terlihat oleh mata jasmani adalah Mahkota yang diberikan oleh Acarya Zheng Yu-xin kepada saya. Sebab Acarya Zheng melihat mahkota tersebut lebih murah, sebenarnya Mahkota Merah itu adalah yang paling kasar di antara semua Mahkota Pancadhyani Buddha, namun mahkota itu nampak paling indah dan paling agung saat dikenakan. Tapi memang paling murah dan paling kasar, sejujurnya saya merasa sayang untuk mengenakannya. Sedangkan Mahkota yang lain adalah yang tak berwujud, ada pada Maitreya Bodhisattva, namun adakalanya ada pada Mahaguru, adakalanya dia akan terbang kembali kepada Maitreya Bodhisattva.

 

Kemudian adalah, Subha-sthita-loka, yang ini belum pernah dikunjungi. Dharmamati-loka juga belum pernah, kelak akan diceritakan setelah mengunjunginya.

 

    Yang berikutnya adalah ‘Paripurna-candra-loka’, yang ini pernah dikunjungi, saat imlek tanggal 15, bulan purnama, semua bisa melihatnya. Dulu dalam survei astronomi untuk survei bintang dan bulan, yaitu nama sebuah survei. Kami menggunakan astrolab, rembulan terpancar masuk ke dalam alat , kemudian muncul di dalam air raksa, berbentuk bundar. Kami melihatnya sangat jelas. Loka itu merupakan loka dari Bhaisajyaguru Vaiduryaprabha Tathagata. Tentu saja pernah mengunjunginya, sebab merupakan salah satu dari Delapan Yidam.

 

    Rembulan adakalanya berwarna putih, adakalanya berwarna vaidurya, adakalanya biru. Apakah Anda pernah menyaksikan bulan yang berwarna biru ? Dulu ada sebuah lagu berjudul ‘Rembulan bagaikan lemon’, lemon itu berwarna biru. Loka dari Bhaisajyaguru Vaidurya Prabha Raja Buddha , dikarenakan warna vaidurya sangat banyak, bahkan bagaikan bulan purnama, sangat paripurna. Ini berarti di sana segala sesuatunya sangat murni , sangat paripurna dan terang. Loka yang demikian merupakan Bhaisajyaguru Vaidurya Prabha Raja Buddha-loka.

 

    Berikutnya adalah ‘Abhirati-loka’, saya pernah mengunjunginya, ini merupakan loka dari Aksobhya Buddha, segalanya sangat sukacita, semua yang berada di sana penuh sukacita, sama sekali tiada pertikaian, merupakan loka tanpa perselisihan. Tiap Buddha, tiap Bodhisattva di sana, saat berjumpa, mereka dipenuhi Dharmasukha. Makanan di loka ini sangat unik, mereka makan dari Dharmasukha Samadhi. Bagaimana memakannya ? Kelak jika Anda terlahir di loka tersebut, baru Anda akan mengetahuinya.

 

Kemudian adalah, Manju-sampanna-loka, yang ini belum pernah.

 

    Kemudian adalah ‘Padma-garbha-loka’,  jika Anda membaca sutra , di sana terdapat berbagai penuturan mengenai Padmagarbhaloka, semua sinar di sepuluh penjuru loka tersimpan di sini, inilah Padmagarbhaloka. Saya tidak pernah menetap di loka ini, hanya melewatinya.

 

 

‘Tathata-loka’ ini merupakan loka dari Amoghasiddhi Buddha, saya hanya mengetahuinya namun tidak pernah mengunjunginya.

 

‘Paripurna-vinivarana-loka’ adalah loka dari Avalokitesvara Bodhisattva, sekaligus merupakan loka dari Lokesvararaja Tathagata.

 

    Kemudian bagaimana selanjutnya ? Sejak hari ini, sejak dikatakan, kelak akan ada Satyabuddha-loka. Mohon tanya kepada Anda sekalian, Satyabuddha-loka ini merupakan tempat yang bagaimana ? Yaitu loka tempat Padmakumara atau Padma Bodhisattva, ialah Mahapadminiloka.

 

    Mengapa kita perlu mengulas mengenai beberapa loka ini ? Seperti halnya bumi kita ini juga merupakan sebuah loka. Loka di bumi ini disebut Svahaloka. Saya merasa heran, mengapa di dalam sutra Buddha bumi ini disebut sebagai Sha-po Shijie ? Menurut saya sendiri, aksara ‘Sha’ menunjuk pada pasir di bumi ini. Oleh karena itu Sakyamuni Buddha sangat pandai, bagaimana mengungkapkan dunia ini ? Begitu mata memandang, Ah ! semuanya adalah pasir, di mana-mana semua pasir, kalau demikian berarti merupakan dunia pasir.   

  

    Mengenai aksara ‘Po’ saya tidak dapat memikirkannya. Mungkin Sakyamuni Buddha sering melihat manusia di dunia ini, semua sangat dungu, tidak ingin menekuni bhavana, diminta untuk menekuni bhavana juga tidak tahu harus melakukan apa, diberitahu betapa indahnya Sukhavatiloka, dia juga tidak mengerti ? Bisu dan tuli, pelupa, dungu, tidak memiliki pengetahuan, seperti nenek tua ; Pada akhirnya terpikirkan, ternyata Sakyamuni Buddha melihat duni ini dimana-mana adalah pasir dan setiap orangnya demikian tidak berpengetahuan seperti nenek tua, oleh karena itu disebut sebagai Sha-po Shijie. 

 

Sedangkan Vijaya-loka dan loka-loka yang lain , tentu saja bukan berada di Svahaloka bumi kita ini.

 

Kata ‘vijaya’ ini berarti nomor satu.

Suratna berarti Dharmaratna yang sangat luhur.

Paripurna-mani adalah terang yang sempurna.

Asoka adalah tidak pernah ada kerisauan.

Subha-sthita adalah loka yang sepenuhnya murni.

Dharma-mati adalah penuh kesadaran Buddha Dharma.

Paripurna-candra adalah vaidurya nan sempurna.

Abhirati adalah penuh dengan Dharmasukha nan luhur.

Manju-sampanna adalah kesempurnaan luhur.

Padma-garbha adalah loka yang penuh aneka ragam Padma tak terhingga.

Tathata adalah sepenuhnya sejati, sedangkan aksara ‘Ru’ ( Ket penterjemah : Nama Mandarin loka ini adalah Zhen-ru Shijie ) berarti Tathagata.

Paripurna-vinivarana adalah Sepuluh Penjuru Dharma, Sepuluh Penjuru Buddha, Sepuluh Penjuru Sangha, semua paripurna, memenuhi loka.

Satya-buddha adalah loka yang akan datang, merupakan Buddha Dharma sejati, Satya Buddha Dharma. Di dalam Buddha Dharma yang sejati menampilkan Dharma yang sejati, semua Buddha Bodhisattva ada di dalam loka ini.

 

Kita lanjutkan kalimat berikutnya : 

 

    ‘Kemudian Para Buddha,Bodhisattva, Sravaka , Pratyeka-buddha dan Para Devata mendengarkan Arya Bhagavan membabarkan Satya-buddha-loka. Ketahuilah bahwa ini merupakan hetu-phala Maha-karuna masa lampau, saat ini dan yang akan datang atas diri Sri Sugata. merupakan manifestasi Arya Bhagavan demi para insan. Semua bersukacita karena telah memperoleh suatu yang belum pernah ada’

 

    Paragraf ini menyatakan bahwa Para Buddha, Bodhisattva, Sravaka , Pratyeka-buddha dan para Devata termasuk 28 Deva, 33 Deva di Mahapadminiloka, setelah mendengarkan pembabaran Mahapadmakumara Putih akan Satyabuddha-loka, sehingga mereka mengetahui bahwa ini merupakan afinitas Dharma nan agung dalam masa lampau, saat ini dan yang akan datang. Kemudian di sini dikatakan ‘Hetu-pala Maha-karuna dari Sri Sugata’, terlebih dahulu kita mengulas kata ‘Sri’ ( Ji-xiang ), banyak orang menerima balasan surat dari Mahaguru dan di atasnya tertulis Ji-xiang, apakah itu ‘Sri’ ? Yaitu yang paling bajik, Sangat Bajik, yaitu lebih baik dari semua yang baik, dengan kata lain tidak ada yang lebih baik lagi. Kemudian, apakah yang disebut dengan ‘Sugata’ ? ini sangat sukar dijabarkan, dulu, saya pernah demi kata ‘Sugata’ ini membolak-balik sutra Buddha dan kamus. Yaitu gelar hetupala dari Buddha, yaitu kematian yang sangat mulia. Jika dijabarkan berdasarkan aksara bukanlah demikian. ‘Su’ (Shan) berarti baik, Gata ( shi) adalah meninggal dunia. Sugata merupakan satu dari sepuluh gelar Tathagata, yaitu ‘Segalanya Baik’. 

 

    Sampai di sini semua tidak terpikirkan lagi, bagaimana mungkin demikian ? Di antara sepuluh gelar Tathagata terdapat kematian yang sangat baik. Saya beritahu Anda, ini sangat benar, hal yang paling membahagiakan dalam kehidupan adalah meninggal di saat yang tepat dan terlahir di saat yang tepat. Jadi muncul dengan baik, meninggal juga dengan baik, inilah Tathagata ! Saya ingin datang maka datang, saya ingin pergi maka pergi, tepat saat orang mengundangnya maka ia datang, tepat saat hendak terjadi perang dunia ia pun pergi, ia tidak perlu menjalani wajib militer. Saya beritahu Anda, dua aksara ini tidaklah mudah. Di dunia ini tidak ada manusia awam yang mampu meninggal dengan baik, hanya Tathagata yang mampu. Beliau mengetahui di sebuah dunia tidak ada Buddha Dharma, saat Ia harus datang maka Ia datang. Apabila banyak Tathagata yang telah tiba di dunia, maka Ia tidak perlu datang, Ia pun tidak datang. Oleh karena itu satu dari sepuluh gelar Tathagata adalah Sugata. Oleh karena itu, saat ini Mahaguru dapat membabarkan Dharma di sini  juga merupakan sugata. Kata ‘Sugata’ ini merepresentasikan kelahiran dan kematian, juga bisa berarti kemunculan yang tepat, ada beberapa makna di dalamnya.

 

    Selain itu kalimat ‘Hetu-pala Maha-karuna’, Mahaguru, Mahapadmakumara Putih, terlahir di Svahaloka ini, semua pasti ada sebab dan akibatnya, oleh karena itulah disebut hetu-pala. Apakah itu ‘Mahakaruna’ ? Yaitu Mahamaitri Mahakaruna. Loka yang demikian indah Beliau tidak menetapinya, malahan turun menetap di loka yang demikian keruh.  Apakah Anda kita Mahaguru sangat girang mengendarai Rolls-royce ? Sesungguhnya saat melihat meteran bahan bakar, saat membuang uang untuk bahan bakar, hati ini merasa sedih. Teringat di Mahapadminiloka saya naik padmasana putih, ingin kemanapun bisa, tidak seperti kendaraan ini yang boros bahan bakar dan boros air. Padmasana tidak perlu mengalami bocor bahan bakar, tidak perlu mengisi bahan bakar, juga tidak perlu menghamburkan uang. Begitu satu pikiran dikerahkan, maka ia akan terbang ke tujuan. Dikarenakan maitrikaruna terhadap para insan di dunia ini, inilah makna dari ‘Hetu-pala Mahakaruna’, oleh karena itulah menjadi Sugata, terlahir di sini, meninggal dunia di sini. 

 

    Singkat kata, adalah demi : Hetu-pala Mahakaruna : ‘Arya Bhagavan bermanifestasi demi para insan’, sangat istimewa. Oleh karena itu para Buddha, Bodhisattva, Sravaka, Pratyekabuddha, Deva Trayastrimsa dan Para Devata 28 surga, setelah mendengarkan Dharmadesana ini merasa sangat sukacita, mengetahui bahwa ini belum pernah ada sebelumnya. Dulu, siapakah yang membabarkan Mahapadminiloka ? Dulu, siapakah yang telah membabarkan 18 Mahapadmakumara ? Samasekali tiada. Berarti Mahaguru adalah eksistensi yang terlahir dari ketiadaan ! ? Ah ! Bukan demikian ! Berasal dari tak berwujud menjadi berwujud, ini disebut juga ‘Eksistensi yang terlahir dari ketiadaan.’ Saya memang berasal dari Mahapadminiloka, harus membangkitkan sumpah  yang bagaimana supaya Anda semua meyakininya ? Sesungguhnya mau bersumpah seperti apapun tetap saja semua tidak percaya. Orang yang memiliki sraddha akan percaya, orang yang tidak percaya tetap tidak akan percaya, oleh karena itu sangatlah sukar menuntun para insan. Semenjak Divyacaksu saya dibuka oleh Yaochijinmu, malam itu juga mengarungi dunia astral, sungguh menyaksikan Mahapadminiloka, bahkan ada Buddha Bodhisattva memberitahu di telinga saya : “Itulah Padmakumara.” Saya melihat sangat jelas, malam hari itu saya benar-benar mendengar, benar-benar melihat. Saya telah pergi berkunjung ke banyak bhiksu,  mengunjungi banyak bhiksu senior yang melatih diri, mahabhiksu, saya memberitahu mereka semua, mereka semua mengatakan saya sedang menceritakan omong kosong. Jadi tidak bisa apa-apa lagi, sebab saya memang sungguh melihat, sungguh mendengar, jadi bagaimana ini ? Sebab Buddha Bodhisattva ingin supaya kelak saya menuntun banyak insan. 

 

    Dulu, sebelum buku yang  ke 16, saya menulis literatur dan seni, kisah percintaan, prosa dan novel. Kemudian mulai buku yang ke 16 barulah menulis mengenai Tao dan Buddhisme. Ada beberapa orang yang mengatakan : “Lu Sheng-yen ini punya niat buruk, mungkin dia ada tujuan tersembunyi, dia mengarang sebuah dunia Padmakumara, untuk menipu umat manusia.” Namun hari ini dengan apa adanya saya beritahu Anda semua, “Hari itu, semua yang dilihat dan didengar oleh Mahaguru, benar-benar tiada satupun kalimat yang palsu.” Sebab Anda semua percaya kepada saya , tidak perlu bersumpah di hadapan kalian ! Apa adanya, di hadapan ribuan orang saya membuat sumpah yang sangat berat. Tapi yang keras hati tetap tidak akan percaya, saya sungguh tidak ada cara lagi ! 

 

    Maka, Dharma ini sangat sukar diperoleh, sangat unggul. Kelak, demi mengulas loka dari Padmakumara, bahwa Mahapadminiloka adalah sejati, saya harus menampilkan sesuatu untuk Anda lihat. Mungkin saya harus membuang semuanya, kemudian menampilkan beberapa abhijna, yaitu manifestasi yang gaib, namun bukan sulap. Sebab di dunia masa kini, harus membuat semua melihatnya sendiri barulah bisa mempercayainya. Sangat sukar untuk meyakinkan para insan hanya dengan menggunakan kata-kata dan tulisan. Dulu ibu saya pernah mengatakan : “Sekalipun Anda membelah dada, kemudian mengambil jantung dan memberikannya kepada mereka, mereka akan mengatakan itu busuk.”  

 

    Saat ini saya hanya dapat demikian memberitahu Anda sekalian, saya benar-benar pernah mengunjunginya. Saya ulangi lagi “Sungguh pernah mengunjunginya.” Yang memiliki sraddha berarti memiliki berkah, yang tidak memiliki keyakinan berarti tidak berafinitas.  

 

Om. Mani. Padme. Hom

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。