Sepucuk Surat untuk Segenap Sadhaka Zhenfo - ​Nasihat Tulus dari Ayushmat

Sepucuk Surat untuk Segenap Sadhaka Zhenfo - ​Nasihat Tulus dari Ayushmat

​Para sadhaka Zhenfo yang terkasih,
Surat ini bukanlah sebuah pengumuman, melainkan pengingat dan wujud kepedulian bersama dari sesama sadhaka.

Pada tanggal 3 Januari 2026, dalam Dharmadesana di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, Buddha Guru secara pribadi membagikan sebuah pengalaman yang sangat mengguncang hati tak terhitung banyaknya siswa.

​Beliau mengatakan bahwa ketika Beliau sakit parah dan tidak sadarkan diri, roh-Nya memasuki alam asura.
Alam asura adalah dunia yang penuh dengan konflik, permusuhan, kemelekatan, perselisihan dan perjuangan tanpa akhir.

Beliau tidak ingin tinggal di sana, karena itu bukan tempat tinggal bagi sadhaka sejati.
​Namun, tepat sebelum pergi meninggalkan alam tersebut, seorang Asuri dengan dingin berkata kepada Buddha Guru: "Apakah Anda benar-benar berpikir, Anda tidak pernah melakukan kesalahan?"

Kata-kata ini menyambar bagaikan petir.
​Pada saat itu, Buddha Guru segera merenungkan kebiasaan, keinginan, dan ketidaktahuan masa lalu-Nya.

Setelah kembali ke alam manusia, Beliau tidak menyembunyikan, tidak menyamarkan, dan tidak menggunakan pencapaian spiritual apa pun untuk melindungi diri-Nya.
Beliau menangis di hadapan persamuhan, dan berulang kali bertobat lagi dan lagi kepada Mahadewi Yaochi dan kepada Buddha Amitabha atas karmavarana, dan atas ketidakmurnian.

Wahai para sadhaka Zhenfo yang terkasih,
mari tenangkan pikiran dan luangkan sejenak untuk merenung,
sadhaka macam apakah yang mampu melakukan hal ini?

Ini Bukan Kelemahan, Melainkan Bhavana Sejati
​Beberapa orang mungkin merasa bingung atau bahkan gelisah saat mendengar Dharmadesana Buddha Guru.
Kami ingin dengan lembut dan jelas memberitahu semuanya:

Apa yang seharusnya benar-benar menimbulkan rasa takut, bukanlah pertobatan Buddha Guru;
Apa yang seharusnya benar-benar kita waspadai, adalah sudah berapa lama kita sendiri mengabaikan pertobatan.

Bhavana, bukan tentang menjadikan diri sendiri orang yang "tidak bisa berbuat salah".
Bhavana, adalah tentang apakah ketika kesalahan muncul, kita bersedia untuk berbalik arah.

​Apa yang ditampilkan oleh Buddha Guru bukanlah untuk menunjukkan betapa sulit perjalanan-Nya,
melainkan untuk mengajar kita melalui hidup-Nya:

Sadhaka harus mengakui bahkan sekalipun itu satu pikiran yang tidak benar;
Bahkan sedikit saja ketidaktahuan tidak boleh diabaikan dengan gampangnya.

Penghormatan Sejati kepada Mulacarya, adalah Belajar Bagaimana Beliau Bertobat

Penghormatan Tantrika kepada Mulacarya,
Bukan tentang menempatkan Mulacarya di tempat tinggi dan melarang ruang untuk refleksi.

Penghormatan sejati adalah
ketika Mulacarya kita berbalik untuk bertobat, kita ikut berlutut bersama dan merenungkan diri kita sendiri.

Jika Buddha Guru saja bisa menangis di depan umum karena avidya,
lalu bagaimana kita, siswa awam,
bisa mengklaim bahwa kebiasaan kita "tidak begitu serius"?
atau berpikir bahwa kita "tidak perlu terlalu sering bertobat"?

Wahai para sadhaka Zhenfo,
tolong jangan hanya terharu hingga meneteskan air mata sesaat,
tetapi lupa akan transformasi hati kalian.

Dharmadesana Buddha Guru, sesungguhnya adalah welas asih-Nya yang paling mendalam kepada segenap siswa
Buddha Guru bisa saja memilih untuk tidak bicara.
Buddha Guru bisa saja hanya membabarkan makna Dharma, dan tidak menyebutkan diri-Nya sendiri.
Namun Beliau memilih untuk membuka sisi diri-Nya yang paling rapuh dan tulus,
Semua dibuka apa adanya di hadapan para siswa.

​Ini bukan untuk bahan perbincangan,
melainkan demi menyelamatkan kita.

Karena banyak siswa, semakin lama mereka berbhavana,
semakin enggan mereka mengakui kesalahan mereka;

Semakin lama masa bersarana,
semakin tinggi posisi mereka,
semakin dalam studi Buddhis mereka,
semakin enggan mereka bertobat.

Melalui air mata-Nya, Buddha Guru membunyikan peringatan bagi kita:
​Begitu bhavana menyimpang dari refleksi dan pertobatan, tidak peduli seberapa banyak metode Dharma atau tingkat kekuatan yang dicapai, seseorang masih bisa jatuh ke alam asura.

Ayushmat dengan tulus menasihati segenap siswa Zhenfo
Supaya setiap sadhaka Zhenfo, benar-benar dan dengan tulus memenuhi hal-hal berikut:

- Luangkan waktu setiap hari untuk merenungkan niat dan pikiran kalian sendiri.
- Bertobatlah bukan hanya untuk tindakan yang salah, tetapi juga untuk pikiran dan niat yang salah.
- Jangan gunakan dalih "Saya sudah melakukan bhavana untuk waktu yang lama" untuk melindungi ego kalian.
- Jangan jadikan bhavana sebagai alat untuk menghakimi orang lain.

Harap diingat:
Pertobatan bukan mencela diri sendiri;
Pertobatan adalah kembalinya hati seseorang.
Refleksi diri bukan menyangkal diri sendiri;
Refleksi diri adalah menolong diri sendiri.

Mengapa kita wajib belajar dari Buddha Guru sepanjang hidup kita
Karena bahkan sampai hari ini, Beliau berani berkata kepada para Buddha dan Bodhisattva: "Saya salah."

Karena bahkan sampai hari ini, Beliau bersedia mengakui di hadapan semua orang: "Saya masih terus membina diri."

Ini bukan tindakan yang mampu dilakukan oleh insan biasa.
Ini adalah keluhuran mulia dari seorang Sadhaka Sejati.

Para sadhaka Zhenfo yang terkasih!
Mari bertekad, supaya teladan Buddha Guru, tidak menjadi topik obrolan setelah makan malam, melainkan menjadi titik balik dalam jalur praktik kita dalam kehidupan ini.

Mari kita semua, bersama-sama, melakukan bhavana untuk menjadi sedikit lebih rendah hati, bertobat sedikit lebih tulus, dan membiarkan hati kita menjadi sedikit lebih lembut.

Semoga tak seorang pun dari kita gagal menghormati Mulacarya yang bersedia menangis demi siswa-siswa-Nya ini.

Dengan penuh ketulusan,
Segenap Ayushmat Divisi Pembabaran Dharma Zhenfo Zong
4 Januari 2026

請佛住世長壽佛心咒 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。