10 Oktober 2020 Pujabakti Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva di Seattle Ling Shen Ching T

10 Oktober 2020 Pujabakti Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple⁣

#Liputan TBS Seattle⁣

Malam hari ini, vihara cikal bakal berpujabakti Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva. Di bagian akhir ritus, Mahaguru melimpahkan jasa mengundang Avalokitesvara Bodhisattva untuk memancarkan cahaya menjemput para arwah terlahir di Buddhaksetra nan suci, memohon Avalokitesvara Bodhisattva dan Tara Peredam Wabah untuk mengadhisthana supaya wabah segera berakhir, memancarkan cahaya melindungi siswa Zhenfo Zong, supaya semua sehat sentosa, segala harapan yang baik dan wajar dapat terpenuhi, segala petaka berubah menjadi manggala, sraddha berakar dengan baik, sambhara berkecukupan, kebijaksanaan sempurna, dan menganugerahkan daya vasikarana tanpa batas. ⁣

Mahaguru memohon supaya Avalokitesvara Bodhisattva berwelas asih menyingkirkan penderitaan para insan, supaya segenap siswa dapat berbahagia, senantiasa bermudita dan selaras dengan nidana, selamanya berbahagia, tiada diskriminasi, mencapai kebijaksanaan tertinggi, dapat mencapai keberhasilan yang sama seperti Avalokitesvara Bodhisattva dalam menyeberangkan para insan. ⁣

Usai pujabakti, terlebih dahulu Mahaguru memberitahu semua, belajar Buddha adalah urusan seumur hidup. Tekad awal memang sangat penting, namun konsistensi lebih penting, belajar Buddha mesti sepenuh hati. Mengapa bisa sepenuh hati belajar Buddha? Sebab utamanya adalah karena muak terhadap tumimbal lahir, enam alam samsara adalah derita, hanya Buddhadharma yang dapat mengikis karmavarana, terbebas dari samsara, mencapai empat tingkat kesucian.⁣

Berikutnya, Mahaguru mulai menjawab pertanyaan siswa.⁣

Siswa bertanya:⁣

Mahaguru pernah Berdharmadesana, dalam berlatih Vajrajapa, visualisasikan Adharma Buddha. Tetapi Adharma Buddha sulit divisualisasikan, siswa juga belum pernah mendapatkan abhiseka Adharma Buddha, bolehkah diganti dengan visualisasi Istadevata?⁣

Mahaguru menjawab:⁣

Saat berlatih Vajrajapa, bisa visualisasi Adharma Buddha, boleh juga visualisasi Mulacarya. Dalam Tantra, Adharma Buddha adalah Vajradhara, sedangkan Mulacarya memiliki kualitas Triratna, memiliki kualitas Triratna juga disebut Vajradhara. Pikiran Mulacarya adalah Buddha, ucapan Mulacarya adalah Dharma, tubuh Mulacarya adalah Sangha. Seorang Vajracarya yang berkualifikasi memiliki kualitas Triratna: Buddha, Dharma, dan Sangha, merupakan perwujudan Vajradhara. ⁣

Sebenarnya Adharma Buddha tidak sukar untuk divisualisasikan, sekujur tubuhnya sebiru langit, kedua tangan bersilang membawa vajra dan ghanta, memiliki 32 tanda keagungan. Kemudian dari visualisasi Buddha Anda bisa visualisasi bijaksara, bijaksara memasuki tubuh Anda, padma Anda mekar menjadi sebuah nampan atau cakra surya candra. Di atas cakra terdapat aksara Sansekerta, ada mantra Beliau. Aksara mantra berputar, demikianlah cara visualisasinya.⁣

Siswa bertanya:
Saat bermeditasi, ada banyak anubhava yang berbeda, antara lain: Tubuh penuh dengan prana, saat prana bersirkulasi dalam tubuh, ia dapat menembus sekujur tubuh. Pada saat yang sama, kadang diri sendiri tiada pikiran, jika memasuki samadhi mendalam, apakah akibatnya tidak akan bisa keluar dari samadhi? ⁣

Mahaguru menjawab:⁣

Memasuki samadhi yang mendalam, pasti masih bisa keluar. Seperti Mahabiksu Hsu Yun, saat berada di Thailand, beliau pernah memasuki samadhi, terus bersamadhi sampai hari ke-10, beliau baru keluar dari samadhi setelah ada orang yang membunyikan ghanta. Namun karena kedua kaki terus membentuk postur padmasana dalam waktu lama, menyebabkan pembuluh darah tersumbat, sehingga beliau mengalami cedera dan cara berjalan menjadi pincang.⁣

Mahaguru mengisahkan, dulu saat mengalami selulitis, Mahabiksu Hsu Yun, Bhaisajyaguru Buddha, dan Prthivi Bodhisattva (Dimu) datang mengadhisthana sehingga bisa sembuh. Jika siswa bersamadhi terlalu lama, maka orang rumah pasti akan mencarinya, oleh karena itu tidak berbahaya. ⁣

Ada orang yang takut mengalami roh keluar dari tubuh, namun saat roh keluar dari tubuh pasti diikuti oleh rantai perak, sejauh apa pun perginya, pada saatnya pasti akan ditarik kembali, oleh karena itu tidak perlu kuatir. Demikian pula dengan meditasi, pasti ada seutas benang yang menyambung. Istadevata pun akan membangunkan siswa.⁣

Siswa bertanya:⁣
Mahaguru, dalam latihan persembahan di Tantra Tibet ada visualisasi 37 persembahan yang merepresentasikan 37 Bodhipaksikadharma, 37 persembahan antara lain:⁣

Gunung Sumeru, 4 benua besar (Purvavideha, Jambudvipa, Aparagodaniya, dan Uttarakuru), 8 benua kecil (Deha, Videha, Camara, Varacamara, Satha, Uttaramantrina, Kurava, Kaurava), saptaratna Cakravartin (cakraratna, maniratna, striratna, parinayakaratna, hastiratna, asvaratna, senapatiratna, ratnagarbhakalasa), Delapan Dewi (Lasidevi, Maladevi, Gitadevi, Natadevi, Puspadevi, Gandhadevi, Dipadevi, Vilepanadevi). Selain itu, ada matahari, rembulan, ratnapatra, Usnisadhvaja, ratnagiri, kalpataru, cintamani, kamadhenu, dan gandum. Mohon petunjuk Mahaguru, dalam Sadhana Tantra Zhenfo, bagaimana cara visualisasi 37 persembahan?⁣

Mahaguru menjawab:⁣

Dalam Sadhana Tantra Zhenfo, Gunung Sumeru yang berada di tengah 37 persembahan seperti berada di bagian atas rel, bagian bawahnya besar, bagian tengah kecil, merupakan sebuah bidang datar. Empat benua besar antara lain: Purvavideha, Jambudvipa, Aparagodaniya, dan Uttarakuru, dalam Sutra Buddha juga ada tertulis mengenai delapan benua kecil.⁣

Saptaratna milik Raja Cakravartin, antara lain, cakraratna yang berupa mestika berupa Dharmacakra, maniratna adalah mutiara seperti kristal, striratna adalah selir; Parinayakaratna adalah para pejabat militer dan sipil; Hastiratna adalah gajah tunggangan raja; Asvaratna adalah kuda tunggangan para jenderal; Senapatiratna adalah jenderal militer.⁣

Selain itu, ada ratnagarbhakalasa, Delapan Dewi: Lasidevi adalah gadis yang terampil dalam pertunjukan; Maladevi adalah gadis yang merias diri dengan sangat cantik; Gitadevi adalah gadis yang bersuara merdu; Natadevi adalah gadis yang terampil menari; Puspadevi adalah gadis yang merias diri dengan hiasan bunga; Gandhadevi adalah gadis pembawa dupa; Dipadevi adalah gadis pembawa pelita atau lentera; Vilepanadevi adalah gadis yang membawa borehan wangi.⁣

Matahari dan rembulan bisa divisualisasikan. Ratnapatra adalah payung yang menaungi para Buddha dan Bodhisattva. Usnisadhvaja seperti dhvaja yang ada di dalam bhaktisala ini (Mahaguru menunjuk), yang berwarna-warni, itulah dhvaja. Ratnagiri adalah gunung yang dipenuhi dengan berbagai ratna mutu manikam. Kalpataru adalah pohon yang dapat menghasilkan pangan, pakaian, tempat tinggal dan berbagai benda yang diinginkan. Cintamani sama seperti yang tadi. Kamadhenu adalah sapi yang bisa memenuhi harapan, yang bisa melakukan banyak hal.⁣

Mahaguru mengatakan, “Sejak dahulu, yang diajarkan oleh Guru saya adalah pancapujana, yaitu persembahan yang utama, seperti bunga, dupa, pelita, teh, dan buah. Sedangkan astapujana adalah pancapujana ditambah dengan sankha, vilepana, dan air mandi. Kita Zhenfo Zong cukup menggunakan pancapujana atau astapujana.⁣

Siswa bertanya:⁣
Tiap kali bersadhana, saat menjapa Mantra Sataksara, tubuh bisa merasakan hangat, bahkan bisa berkeringat. Apakah penyebabnya?⁣

Mahaguru menjawab:⁣

Ini merupakan salah satu dari anubhava tubuh, yaitu: Sparsa hangat. Dalam kamus agama Buddha ada 10 jenis sparsa, 8 sparsa, atau 16 sparsa, merupakan rasa yang dicerap melalui tubuh, ada gatal, gerakan, ringan, berat, dingin, hangat, kasar, halus dan lain sebagainya, rasa ini bisa timbul saat bersadhana atau saat menjapa mantra.⁣

Rasa gatal seolah-olah ada semut yang merayap di permukaan kulit; Sparsa gerakan yaitu saat bermeditasi, tubuh akan bergerak, bergoyang-goyang; Sparsa ringan, merasa tubuh sangat ringan; Sparsa berat, merasakan tubuh sangat berat, seberat gunung; Sparsa dingin, tubuh menjadi dingin; Sparsa hangat, tubuh menjadi hangat; Sparsa kasar, kulit terasa kasar; Sparsa halus, merasa kulit menjadi sangat halus; Sparsa mengapung, tubuh seolah-olah melayang; Sparsa tenggelam, tubuh terasa tenggelam; Sparsa kukuh, tubuh terasa sangat keras dan kukuh; Sparsa lembut, tubuh semakin lembut.⁣

Dharmaraja Liansheng melanjutkan pengulasan Lamdre.⁣

Mahaguru mengatakan, “Anubhava bertambahnya bindu”, apa yang dimaksud dengan “Bertambahnya bindu”? Air dan cairan sekresi dalam tubuh tergolong sebagai bindu, anubhava bertambahnya bindu adalah anubhava berupa bertambahnya bindu. Semakin tua usia seseorang, bindu akan semakin sedikit. Pada tubuh kita ada 72,000 nadi halus, seperti yang disebutkan dalam teks Lamdre: “Ada 72,000 nadi halus, menambah bindu yang halus.”, jika air bindu bertambah, atau bersekresi, dalam “Fenomena”, saat melihatnya dengan mata terbuka atau mata tertutup, akan nampak titik - titik cahaya putih seperti bintang. Atau di dalam mimpi, atau dirasakan oleh tubuh, bahkan dari pori-pori tubuh terpancar sinar bintang. Ini tergolong sebagai anubhava tubuh.⁣

Apa yang disebut dengan “Cahaya bindu”? Saat diri sendiri berada dalam kondisi samadhi, akan nampak lingkaran-lingkaran cahaya putih, disebut sebagai: “Cahaya Bindu Prajna”, kadang berupa titik-titik cahaya yang sangat halus, muncul dengan berputar-putar. Perlahan-lahan, kadang di bagian tengah akan muncul Istadevata, Buddha atau Bodhisattva. Terlebih dahulu nampak “Cahaya Bindu”, kemudian nampak “Cahaya Prajna”, kemudian “Cahaya Prajna” terangkai menjadi “Vajrabandha” (Rantai Vajra), terakhir semua cahaya bindu akan nampak di hadapan menjadi “Vajrapata” (Layar Vajra), muncul Istadevata dari dalam layar, muncul Buddha, sadhaka pun bisa melihat Buddha.⁣

Seperti yang disebutkan dalam teks Lamdre: “Fenomena” dan “Anubhava Mimpi”, nampak bintang di trisahasralokadhatu, serta dalam anubhava tubuh merasakan pori-pori sekujur tubuh memancarkan cahaya bintang, “Ini merupakan anubhava berbagai jenis atribut dan sifat.”, di saat mencapai tingkatan Lokuttaramarga, Anda akan sepenuhnya memahami fenomena semacam ini.⁣

Mahaguru juga mengungkapkan bahwa diri sendiri berubah menjadi Istadevata: Amitabha Buddha, tangan membentuk mudra varada (memberi anugerah), menggunakan daya vikurvana dari Mahadewi Yaochi, dan 10 daya Tathagata dari Amitabha Buddha, Mahaguru telah menyeberangkan arwah Acarya Yang Zhongchi (楊忠恥上師) beserta para arwah lainnya.⁣

Usai Dharmadesana yang sarat makna, Mahaguru berwelas asih mengadhisthana Air Mahakaruna Dharani dan mengabhiseka pratima Buddha. Kemudian Mahaguru berwelas asih mengadhisthana dan memberkahi semua yang hadir dengan menggunakan vyajanacamara. ⁣

Terima kasih kepada Mahaguru dan Gurudara yang telah berkenan untuk menghadiri pujabakti di vihara cikal bakal, kami segenap siswa di seluruh dunia sepenuh hati memanjatkan doa semoga Mahaguru sehat sentosa, senantiasa menetap di dunia. Semoga Gurudhara sehat sentosa, senantiasa tenteram dan bahagia.⁣

Artikel Dharmadesana lengkap dapat disimak melalui tautan True Buddha News di bawah ini:
www.tbsva.org/tbnw/epaper_detail1247.htm

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。