9 November 2024 Pujabakti Sadhana Istadewata Padmakumara di Seattle

9 November 2024 Pujabakti Sadhana Istadewata Padmakumara di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Liputan Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (Xiyatu Leizangsi/西雅圖雷藏寺)

Pada tanggal 9 November 2024, Dharmaraja Liansheng memimpin semua untuk berpujabakti Sadhana Istadewata Padmakumara (Lianhuatongzi/蓮花童子), usai pujabakti, dalam upacara kelulusan Lokakarya Biksu dan Biksuni Baru, sertifikat kelulusan diberikan kepada Biksu Lianlai (蓮崃法師), Biksu Lianyin (蓮氤法師), Biksuni Lianyan (蓮研法師), Biksu Lianli (蓮吏法師), Biksuni Lianwa (蓮腽法師), Biksuni Lianxin (蓮芯法師), Biksu Lianli (蓮壢法師), dan Biksu Lianqi (蓮旂法師).

Dharmaraja Liansheng menyemangati para biksu dan biksuni baru, tanggung jawab penting anggota Sangha adalah menyeberangkan diri sendiri dan menyeberangkan makhluk lain, hingga diri sendiri dan segenap insan sempurna, barulah mencapai keberhasilan. Kelulusan bukan berarti akhir, justru inilah permulaan, mesti mendalami Tripitaka: sutra, vinaya, dan sastra. Sutra adalah Dharma yang dibabarkan oleh Buddha, vinaya adalah aturan para biksu dan biksuni, sastra adalah karya tulis dari para Acarya masa lampau yang telah menyaksikan Buddhata, ada ketiga hal ini, baru menjadi biksu/biksuni sejati, baru bisa disebut biksu/biksuni Tripitaka.

Sejak kini, segala sesuatu adalah Buddhadharma, baik itu makan, berpakaian, menetap, beraktivitas, semua adalah Buddhadharma. Makan berarti memberi persembahan, berpakaian berarti simabandhana, menetap berarti melakukan dhyana-samadhi, beraktivitas sambil melafal nama Buddha atau melafal sutra. Tidak peduli kita berada di alam mana pun, mesti senantiasa menyeberangkan diri dan makhluk lain, menyadarkan diri sendiri dan makhluk lain, diri sendiri menyaksikan Buddhata, dan wajib mengajari supaya insan lain juga menyaksikan Buddhata, hingga sempurnanya pencerahan diri dan karya mencerahi makhluk lain, dengan demikian baru bisa mencapai Kebuddhaan.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan – Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya:
Jika ibu hamil berpartisipasi dalam upacara, dan menerima abhiseka, apakah janin dalam kandungan juga ikut menerima abhiseka? Apakah kelak boleh langsung menekuni sadhana? Atau masih perlu abhiseka lagi?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
(Dharmaraja Liansheng memohon petunjuk Buddha dan Bodhisatwa, baru kemudian menjawab) Saat sang ibu mengandung, jika janin sudah punya kesadaran spiritual, berarti ia telah menerima abhiseka. Jika janin sama sekali tidak punya kesadaran spiritual, saat ibunya menerima abhiseka, anak itu tidak menerima abhiseka.

Ini ada contohnya, dahulu Pangeran Siddhartha menggunakan cambuk kuda menunjuk perut Yaosdhara, beliau pun hamil. Raja Sudhodhana tidak percaya itu adalah putra dari Pangeran Siddhartha, sehingga ia pun menyiapkan api, memasukkan Yasodhara ke dalam lubang api, saat itu anak dalam kandungannya sudah punya kesadaran spiritual, janin itu kelak adalah Rahula, salah satu sepuluh siswa utama Buddha, yang terutama dalam guhyacarya, saat dalam kandungan sang ibu, beliau sudah menjapa sebuah mantra rahasia, lubang api menjadi kolam teratai putih. Anak dalam rahim, telah menolong nyawa Yasodhara.

Ibunda dari Sang Buddha, Ratu Mahamaya, bermimpi gajah besar bergading enam masuk ke dalam rahimnya, begitu lahir, satu tangan Pangeran Siddhartha menunjuk langit, dan satu tangan lainnya menunjuk bumi, mengatakan: “Di atas langit dan di bawah bumi, hanya Aku yang utama.” Ini semua karena sejak semula telah memiliki kesadaran spiritual.

Saat saya lahir, sekujur tubuh dibalut kasa putih, kemudian menggunakan minyak wijen untuk mengelupas kasa tersebut, bayi pun keluar. Semua disertai fenomena istimewa.

◎ Pengulasan Sutra Vimalakirti

Bagian 11, Varga Laku Bodhisatwa


“Ananda! Engkau menyaksikan berbagai Buddhaksetra, bumi ada batasnya, tetapi angkasa tidak terbatas.”

Buddha Sakyamuni memberitahu Ananda: “Anda menyaksikan bahwa semua Buddha punya alam suci, tetapi lihatlah angkasa, angkasa tanpa batas.”

“Demikian pula Anda menyaksikan tubuh jasmani Buddha ada batasnya, tetapi prajna tanpa rintangan tiada batasnya.”

Anda lihat tubuh jasmani dan atribut Buddha, semua terbatas, tetapi kebijaksanaan para Buddha tak terhingga, tidak ada rintangan.

“Ananda, wibawa wujud dan atribut, sila, samadhi, prajna, vimoksa, vimuktijnanadarsana, daya, abhaya, Dharma avenika, mahamaitri mahakaruna, laku wibawa, jangka kehidupan, pembabaran Dharma, dan ajaran Sarwa Buddha, adalah demi semua makhluk mencapai keberhasilan, memurnikan Buddhaksetra.”

Ananda! Keberhasilan, wibawa, karakteristik, sila, samadhi, prajna, vimoksa, vimuktijnanadarsana, dasabala, abhaya, 18 avenika Dharma, mahamaitri mahakaruna, laku wibawa, jangka kehidupan, pembabaran Dharma, dan berbagai ajaran Buddha, adalah demi menuntun semua makhluk mencapai keberhasilan, memurnikan Buddhaksetra.

“Sempurna dalam Sarwa Buddhadharma, semua setara.”

Para Buddha adalah setara, Buddhata adalah setara, tiada berbeda. Yang berbeda, juga adalah Buddhadharma, pada akhirnya, semua tiada berbeda, inilah Buddhata tiada berbeda, semua setara.

Sukhavatiloka menggunakan suara untuk menyeberangkan makhluk, Buddhaksetra Sarvagandhasudgandha menggunakan nasi wangi untuk menyeberangkan semua makhluk, masing-masing ada perbedaan, tetapi semua adalah Buddhadharma. Meskipun Buddha Sakyamuni ada di dunia saha, tetapi tetap tiada rintangan, hanya berbeda dalam hal metode menyeberangkan makhluk.

Buddha Sakyamuni menggunakan duka untuk menyeberangkan makhluk, setelah semua tahu penderitaan, barulah ingin mencapai vimoksa, menggunakan duka, inilah Buddhadharma. Sebab semua makhluk punya kerisauan batin, menggunakan kerisauan batin ini sebagai Buddhadharma untuk menyeberangkan makhluk, sehingga kerisauan batin adalah Bodhi. Duka dan suka adalah setara, tidak pernah ada Dharma dualisme, hanya ada Dharma tunggal, ini adalah Pintu Dharma nondualisme.

“Oleh karena itu disebut Samyaksambuddha, disebut Tathagata, disebut Buddha.”

Sebutan ini adalah Pencerahan Sempurna Tertinggi, yaitu Tathagata, Buddha.

“Ananda! Jika Aku mengulas luasnya makna tiga gelar ini, sekalipun usia Anda berkalpa-kalpa, pengulasannya tidak akan habis.”

Ananda! Hanya menjelaskan makna tiga gelar tersebut, jika Anda menggunakan seumur hidup Anda untuk mendengarnya, tidak akan usai dibabarkan.

“Sekalipun semua makhluk dalam trisahasra mahasahasra lokadhatu, semua sama seperti Ananda, nomor satu dalam banyaknya pengetahuan lisan dan daya ingat, semua insan tersebut, sekalipun usianya berkalpa-kalpa, tetap tidak dapat menerimanya sampai habis.”

Ketiga gelar tersebut, dalam hal ruang adalah tidak terhingga, dalam hal waktu pun tidak terhingga, mengandung makna luas tak bertepi, tidak ada yang bisa mendengarnya sampai habis dan memahaminya.

“Demikianlah, wahai Ananda, Samyaksambodhi para Buddha tidak ada batasnya, kebijaksanaan dan kefasihan berbicara-Nya tidak terperikan.”

Ananda, Samyaksambodhi para Buddha tiada batasnya, kebijaksanaan dan kefasihan berbicara para Buddha sama sekali tidak akan terbayangkan oleh Anda.

“Ananda berkata kepada Sang Buddha: ‘Sejak saat ini dan seterusnya, Aku tidak berani menyebut diri sendiri sebagai banyak pengetahuan.”

Arya Ananda berkata kepada Buddha Sakyamuni: “Mulai hari ini, Aku tidak akan lagi mengatakan diri sendiri sebagai nomor satu dalam pengetahuan lisan.”

“Buddha memberitahu Ananda: Jangan timbul keinginan untuk mundur, mengapa demikian?”

Buddha Sakyamuni memberitahu Ananda: “Anda jangan luntur dalam Bodhicitta, mengapa?”

“Aku menyatakan, Engkau, di antara Sravaka, merupakan yang paling banyak pengetahuannya, bukan Bodhisatwa, tunggu wahai Ananda, kebijaksanaan Anda, tidak dapat membatasi para Bodhisatwa.”

Dalam Sravakayana, Anda mendengar paling banyak, merupakan nomor satu dalam hal pengetahuan lisan, tetapi, Anda tidak sebanding dengan Bodhisatwa. Ananda, Anda adalah orang yang memiliki kebijaksanaan, meskipun kebijaksanaan Anda besar, tetapi sangat sukar untuk mengukur alam pencapaian Bodhisatwa.

“Kedalaman semua samudra bisa diukur. Dhyana-samadhi, prajna, dharani, kefasihan berbicara, dan berbagai kebajikan Bodhisatwa tidak terukur.”

Semua samudra bisa diukur, tetapi dhyana-samadhi, prajna, dharani, kefasihan berbicara, segala kebajikan para Bodhisatwa, sama sekali tidak bisa diukur.

“Ananda, Anda sekalian telah mencampakkan laku Bodhisatwa. Namun, daya abhijna yang ditampilkan oleh Arya Vimalakirti walau sesaat saja, tidak dapat dilakukan oleh para Sravaka dan Pratyekabuddha, walau mereka mengupayakannya selama ratusan ribu kalpa.”

Ananda, coba Anda lihat daya abhijna Arya Vimalakirti, sekalipun para Arahat dan Pratyekabuddha berlatih selama ratusan ribu kalpa, tetap tidak dapat melakukannya.

Sudah pasti hanya seorang Bodhisatwa Mahayana yang memiliki daya seperti itu, kecil bisa menjadi besar, besar menjadi kecil, sedikit nasi wangi bisa memberi makan puluhan ribu insan dan Bodhisatwa, bdalam sekejap bisa mencapai Buddhaksetra Sugandhakuta, dalam sekejap dapat membawa mereka semua hadir di Amravana untuk mendengar Dharma. Arya Vimalakirti sanggup melakukan ini semua, tetapi para Sravaka tidak sanggup. Oleh karena itu, Buddha Sakyamuni memuji Mahayana, berpandangan bahwa pencapaian Hinayana terbatas, sedangkan pencapaian Mahayana tanpa batas.

Usai Dharmadesana yang berharga, Dharmaraja Liansheng menganugerahkan Abhiseka Sarana kepada umat baru, kemudian mengadhisthana pratima Buddha dan Air Maha Karuna Dharani, dilanjutkan dengan menggunakan vyajanacamara untuk mengadhisthana tiap siswa yang hadir.

Semua menyambut terbitnya buku karya tulis Dharmaraja Liansheng yang ke-302, meskipun kini sudah tengah malam, Dharmaraja Liansheng tanpa kenal lelah, berwelas asih memberikan tanda tangan buku sebagai wujud anugerah berkah. Semua yang hadir penuh rasa syukur, semua dipenuhi sukacita Dharma.

------------------------
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#Padmakumara
Istadewata pujabakti mendatang #BuddhaBhaisajyaguru

「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。