26 Juli 2025 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Buddha Amitabha di Seattle

26 Juli 2025 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Buddha Amitabha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Sabtu, 26 Juli 2025, Dharmaraja Lian Sheng yang welas asih memimpin pujabakti Sadhana Istadewata Buddha Amitabha serta mengulas Sutra Surangama, empat golongan siswa berkumpul bersama di baktisala, dengan tulus mengikuti sadhana sesuai tata ritual, pujabakti berakhir dengan sempurna di bawah adhisthana cahaya Buddha.

Saat memberikan Dharmadesana, Dharmaraja Lian Sheng pertama-tama menyambut 22 umat dari Malaysia, kemudian menyinggung Sheng-Yen Lu Foundation, yang tidak hanya membantu berbagai institusi amal di Negara Bagian Washington, panti jompo Kin On, klinik internasional, dan memberikan beasiswa kepada pelajar dengan nilai yang baik yang berasal dari keluarga prasejahtera, juga membantu warga terdampak bencana di berbagai belahan dunia, seperti gempa bumi besar di Nepal dan Haiti, serta banyak bencana besar internasional lainnya, juga membangun sekolah di Nepal. CEO Sheng-Yen Lu Foundation, Dr. Fo-ching Lu memberi tahu Dharmaraja Lian Sheng, yayasan dalam beberapa tahun terakhir akan bertransformasi menjadi unit bantuan bencana internasional, karena dana amal yayasan semuanya berasal dari umat Zhenfo Zong di seluruh dunia.

Dharmaraja Lian Sheng berkata, Sheng-Yen Lu Foundation di masa depan bertransformasi menjadi unit bantuan bencana internasional, di berbagai belahan dunia, negara mana yang mengalami bencana, Sheng-Yen Lu Foundation akan pergi ke sana untuk membantu, seperti Afrika, juga banyak negara yang dilanda kelaparan dan kedinginan, seperti Ethiopia, mereka semua tinggal di gubuk jerami, tidak ada pakaian untuk dikenakan, anak-anak tidak ada makanan untuk dimakan, dilanda kemiskinan dan penyakit. Ketika ada negara mana pun yang mengalami bencana, dapat pergi dengan darurat menolong mereka, juga membantu rekonstruksi pasca bencana, ini adalah tekad dari Sheng-Yen Lu Foundation. Jika Dharmaraja Lian Sheng sudah tidak ada, Sheng-Yen Lu Foundation juga akan terus beroperasi, diwariskan dari generasi ke generasi. Dharmaraja Lian Sheng berterima kasih kepada semua umat yang mendukung Sheng-Yen Lu Foundation.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan

Siswa bertanya: Semua makhluk karena avidya, terus-menerus bertumimbal lahir, ikrar agung Bodhisatwa Ksitigarbha selama neraka belum kosong bersumpah tidak akan menjadi Buddha, Dharmaraja Lian Sheng juga dengan welas asih mengikrarkan ikrar agung dari kehidupan ke kehidupan menyeberangkan semua makhluk, tetapi semua makhluk tidak dapat lepas dari keserakahan, kebencian, dan kebodohan, sehingga ikrar agung tidak ada batas waktunya. Jika demikian, mengapa pada saat kita bertumimbal lahir, harus menghapus ingatan kehidupan lampau? Jika kehidupan selanjutnya datang lagi ke dunia Saha, maka akan mengulangi kesalahan dan mengakumulasi rintangan karma, lalu bagaimana neraka bisa kosong? Dan kapan rintangan karma baru bisa sepenuhnya dihilangkan?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab: Buddha berkata kekuatan karma tidak dapat dibayangkan, dilahirkan di mana, tumbuh di keluarga mana, akan menghadapi apa, semuanya adalah karma, adalah tumimbal lahir, tidak bisa dihindari. Sekalipun Anda tahu kehidupan lampau seperti apa, tetapi karena belenggu kekuatan karma, kebiasaan Anda di kehidupan ini masih sulit untuk diubah, kecuali Anda belajar agama Buddha, mengandalkan kekuatan bhavana sendiri untuk menghilangkan rintangan karma, baru bisa mendapatkan Batin Sejati Terang nan Luhur, kemudian mempraktikkannya, maka dapat mengubah nasib dan peruntungan, mengubah karma, menjadi Anuttara Samyak Sambodhi, tidak perlu lagi bertumimbal lahir.

Dalam aspek Dharma duniawi, ini berbicara tentang sebab akibat, dalam aspek Dharma pencerahan, karena Anda telah berbhavana dan mencapai pencerahan, memunculkan Batin Sejati Terang nan Luhur, maka dapat terlepas dari tumimbal lahir. Oleh karena itu, kita menghargai Buddhadharma adalah di titik ini.

Buddha memberikan obat sesuai dengan penyakit, karena Anda memiliki penyakit ini, saya memberikan obat ini untuk menyembuhkannya, baru Anda dapat melampaui, mencapai keberhasilan, tidak lagi bertumimbal lahir. Bodhisatwa Ksitigarbha dan Dharmaraja Lian Sheng semuanya telah mengikrarkan ikrar agung untuk menyelamatkan semua makhluk.

Menekuni metode pelafalan nama Buddha aliran Tanah Suci, menekuni sadhana tujuh hari menjadi Buddha, di masa depan memiliki pencapaian, maka tidak perlu lagi bertumimbal lahir. Neraka tentu saja tidak akan kosong, menanam sebab apa mendapat akibat apa, Sutra Ksitigarbha menulisnya dengan sangat jelas.

◎ Pengulasan Sutra Surangama

“Ananda, meskipun engkau telah memahami bahwa Batin Sejati Terang nan Luhur bukanlah tercipta karena sebab-akibat (hetu-pratyaya), dan bukan pula ada dengan sendirinya, namun engkau masih belum memahami sumber kesadaran ini; ia tidak lahir dari perpaduan, dan tidak pula lahir dari ketidakberpaduan.”

Buddha Sakyamuni berkata kepada Ananda: “Engkau meskipun telah menyadari bahwa Batin Sejati Terang nan Luhur tidak terbentuk karena sebab-akibat, dan bukan pula terbentuk secara alami, tetapi engkau masih belum memahami Batin Sejati Terang nan Luhur, ia tidak lahir dari perpaduan, dan bukan pula dari ketidakberpaduan.”

“Ananda, hari ini Aku bertanya lagi kepadamu menggunakan objek-objek duniawi. Engkau saat ini masih merasa ragu karena perpaduan khayalan duniawi dan sifat sebab-akibat.”

Ananda, hari ini Aku mengulangi kata-kata sebelumnya untuk bertanya kepadamu. Engkau hari ini masih diliputi keraguan karena perpaduan khayalan duniawi dan sifat dari segala sebab-akibat.

“Jika engkau berpikir bahwa Bodhicitta terbentuk melalui perpaduan, maka saat ini, di mana esensi penglihatanmu yang murni dan luhur berpadu dengan cahaya? Apakah ia berpadu dengan kegelapan? Apakah ia berpadu dengan ruang kosong? Ataukah ia berpadu dengan hambatan?”

Buddha Sakyamuni bertanya kepada Ananda: “Dulu engkau berpikir, dengan apa Batin Sejati Terang nan Luhur berpadu? Apakah berpadu dengan cahaya? Atau berpadu dengan kegelapan? Apakah berpadu dengan ruang kosong? Atau berpadu dengan hambatan?”

“Jika dikatakan berpadu dengan cahaya, saat engkau mengamati cahaya, ketika cahaya muncul di hadapanmu, di mana letak penglihatan yang bercampur?”

Buddha Sakyamuni mengulangi lagi kata-kata sebelumnya kepada Yang Arya Ananda: “Jika berpadu dengan cahaya, engkau hanya bisa melihat cahaya, engkau tidak bisa melihat hal lainnya.”

“Melihat bentuk dapat dibedakan, bercampur dengan rupa apa?”
Melihat banyak rupa.

“Jika bukan penglihatan, bagaimana bisa melihat cahaya?”
Jika tidak ada cahaya, tidak ada Batin Sejati Terang nan Luhur, bagaimana mungkin bisa melihat cahaya?

“Jika itu adalah penglihatan, bagaimana bisa melihat penglihatan?”

Saat melihat cahaya maka tidak bisa melihat kegelapan, saat melihat kegelapan maka tidak bisa melihat cahaya, bagaimana mungkin keduanya bisa dilihat secara bersamaan?

“Penglihatan haruslah sempurna, di mana letak perpaduan dengan cahaya? Jika cahaya sempurna, maka tidak bisa berpadu dengan penglihatan. Penglihatan pasti berbeda dari cahaya; jika bercampur, maka akan kehilangan sifat dan nama cahaya itu sendiri. Bercampur berarti kehilangan sifat cahaya. Berpadu dengan cahaya bukanlah kebenaran. Begitu pula halnya dengan kegelapan, ruang kosong, dan berbagai hambatan. Sekali lagi Ananda, esensi penglihatanmu yang murni dan luhur saat ini, apakah berpadu dengan cahaya? Apakah berpadu dengan kegelapan? Apakah berpadu dengan ruang kosong? Ataukah berpadu dengan hambatan? Jika berpadu dengan cahaya, saat kegelapan tiba, cahaya telah sirna, maka penglihatan ini tidak lagi berpadu dengan kegelapan. Bagaimana mungkin bisa melihat kegelapan? Jika saat melihat kegelapan, tidak berpadu dengan kegelapan, melainkan berpadu dengan cahaya, seharusnya tidak melihat cahaya. Karena tidak melihat cahaya, bagaimana bisa berpadu dengan cahaya? Memahami cahaya bukanlah kegelapan. Begitu pula dengan kegelapan, ruang kosong, dan berbagai hambatan, semuanya pun demikian.”

Batin Sejati Terang nan Luhur adalah sempurna, maka ia tidak berpadu. Saya jelaskan dengan lebih sederhana, Batin Sejati Terang nan Luhur adalah sempurna dan meresap ke mana-mana, ia adalah tunggal, tidak berpadu dengan apa pun. Seperti saat melihat ruang kosong, engkau tidak bisa melihat benda lain; saat melihat ada awan di ruang kosong, maka engkau menjadi tidak kosong. Ruang kosong terhalang oleh awan gelap, engkau tidak bisa melihat ruang kosong tersebut. “Begitu pula dengan berbagai hambatan”, yang lainnya pun sama seperti ini. Batin Sejati Terang nan Luhur tidaklah seperti ini, melainkan sempurna dan meresap ke mana-mana, sehingga ia bukanlah perpaduan.

Segala fenomena material adalah hasil perpaduan. Sebagai contoh, manusia adalah perpaduan dari tanah, air, api, dan angin; rumah adalah perpaduan dari besi beton, semen, pasir, dan tanah; kursi adalah perpaduan dari kayu dan paku. Batin Sejati Terang nan Luhur bukanlah sesuatu yang merupakan hasil perpaduan, maka tidak bisa berpadu dengan cahaya; jika berpadu dengan cahaya, engkau tidak bisa melihat kegelapan; jika berpadu dengan kegelapan, engkau tidak bisa melihat cahaya; jika berpadu dengan ruang kosong, engkau tidak bisa melihat awan gelap; jika berpadu dengan awan gelap, engkau tidak bisa melihat ruang kosong.

Saat kita mencapai pencerahan, tiba-tiba terbuka luas, memahami segala sesuatu, itulah manifestasi dari Batin Sejati Terang nan Luhur. Di dalam segala sesuatu, terdapat Batin Sejati Terang nan Luhur, hanya saja engkau melupakan Batin Sejati Terang nan Luhur tersebut, sehingga apa yang terlihat semuanya hanyalah penglihatan yang palsu.

Dharmaraja Lian Sheng dengan welas asih memberikan Dharmadesana, menjelaskan dengan mendalam namun mudah dimengerti, para siswa memperoleh manfaat setelah mendengar Dharma, dan memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai makna Sutra Surangama dan Batin Sejati Terang nan Luhur.

Di akhir, Dharmaraja Lian Sheng mengadhisthana air Mantra Maha Karuna Dharani, mengabhiseka pratima Buddha, serta mengadhisthana seluruh umat yang hadir, pujabakti berakhir dengan sempurna dan manggala.

---------------------------------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。