21 Desember 2025 Upacara Homa Bodhisatwa Sarvanivaranaviskambhin di Rainbow Temple

21 Desember 2025 Upacara Homa Bodhisatwa Sarvanivaranaviskambhin di Rainbow Temple

Liputan TBSN Lianhua Yun Shuang (蓮花韻霜)

Pada tanggal 21 Desember 2025, Dharmaraja Lian Sheng hadir di Rainbow Temple untuk memimpin Upacara Homa Bodhisatwa Sarvanivaranaviskambhin. Usai upacara, Dharmaraja memberitahukan kepada semua: Hari Minggu depan, tanggal 28 Desember 2025, jam 3 sore (Waktu Seattle, Amerika Serikat), di Rainbow Temple, akan memimpin Upacara Homa Vajra Vyaghravaktra (Hutou Jin’gang/虎頭金剛).

Vajra Vyaghravaktra adalah manifestasi dari Mahadewi Yaochi. Arah timur adalah Qinglong, barat adalah Baihu, selatan adalah Huode, utara adalah Shuijing, tengah adalah Huanglao. Mahadewi Yaochi di arah barat, sehingga Mantra Vajra Vyaghravaktra adalah Mantra Mahadewi Yaochi ditambah “Hom Hom Pei”, Mantra Hati: “Om. Jin Mu. Xi Di. Hom. Hom. Pei.”

Bodhisatwa Sarvanivaranaviskambhin, gelar Tantra adalah Vajra Klesanivarana (離惱金剛), yang sanggup menyingkirkan segala rintangan dan klesa. Mudranya adalah jari kelingking, jari manis, ditekuk masuk ke dalam telapak tangan, sedangkan jari tengah dan jari telunjuk berdiri tegak, ibu jari menekan jari manis.

Dalam Mandala Garbhadhatu terdapat Sala Nivaranaviskambhin, dikelilingi oleh Delapan Bodhisatwa, nama-namanya antara lain: Bodhisatwa Melenyapkan Keraguan, Bodhisatwa Anugerah Tak Gentar, Bodhisatwa Melenyapkan Semua Alam Rendah, Bodhisatwa Penyelamat Kebijaksanaan, Bodhisatwa Pikiran Karuna, Bodhisatwa Membangkitkan Maitri, Bodhisatwa Melenyapkan Semua Kerisauan, dan Bodhisatwa Kebijaksanaan Luar Biasa.

Bodhisatwa Sarvanivaranaviskambhin dapat melenyapkan kerisauan batin, daya karma, kelahiran dan kematian, serta rintangan pengetahuan. Ada yang membentuk mudra varada dan mudra abhaya, dapat menolak bala, mengabulkan harapan, serta menjemput arwah terlahir di Buddhaksetra nan suci.

Dharmaraja mengucapkan selamat festival Dongzhi kepada semua, kemudian dengan humoris mengatakan, bahwa semua orang berseru “kaya seketika!”, untuk membakar semangat, mengucapkan selamat merayakan Dongzhi, selamat hari Natal dan tahun baru.

Dharmaraja Lian Sheng tertawa menceritakan diri sendiri pada saat Dongzhi justru masuk kondisi hibernasi, yaitu di malam hari tidurnya sangat lama, bahkan duduk di atas Dharmasana atau saat masuk samadhi selalu mengantuk, sehingga titik balik musim dingin seolah-olah menjadi permulaan hibernasi.

Membicarakan tradisi makan ronde saat Dongzhi, setelah makan berarti usia bertambah setahun, tidak makan berarti usia berkurang setahun, tertawa mengatakan diri sendiri mengubah Dongzhi menjadi hibernasi.

Dilanjutkan dengan mengisahkan hal menarik mengenai makhluk halus di dalam bambu di rumah, mesti menyapa mereka “Apa kabar?!”, jika tidak menyapa, mereka akan bersuara. Dharmaraja Lian Sheng mengenang dahulu saat bermeditasi, sering mendengar suara hak tinggi, dan kini karena adanya Dewa Vajra yang menjaga, menyebabkan fenomena itu tidak lagi muncul, justru terasa sepi.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Lianhua Mei Mei dari Malaysia bertanya:
“Saat siswa berpartisipasi dalam pujabakti di wihara, ada umat yang memberitahu, saat bersadhana, yang terbaik adalah memilih tempat duduk paling depan, sebab cahaya Buddha paling kuat di bagian depan. Mohon petunjuk Mahaguru Lu, apakah memang demikian?”

Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Asalkan dalam hati ada Buddha, di mana pun adalah cahaya Buddha. Cahaya Buddha terpancar kepada semua, tidak seperti pelita di dunia, yang ada batasan. Tidak peduli di depan atau di belakang, jauh atau dekat, asalkan ada Buddha dalam hati, tidak peduli diri ini ada di mana pun, maka cahaya Buddha akan menerangi, tiada diskriminasi.

Pertanyaan kedua:
Siswa juga sering menjadi sukarelawan di wihara, mendapati bahwa umat suka membuat kubu-kubu kecil, membuat orang lain risau, siswa melihatnya sungguh tidak patut, seolah menjadi sisi yang sangat gelap. Mohon petunjuk Mahaguru Lu: Jika kita memiliki tekad untuk menjadi sukarelawan di wihara, tetapi suka membuat kubu-kubu kecil, apakah tekad seperti ini tergolong Bodhicitta?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Ini tergolong urusan antar sesama. Di dunia ada tiga hal sukar: Sukar mencapai alam surga, sukar mencari nafkah, suka menjadi manusia. Yang paling sukar adalah bhavana, dan yang kedua adalah sukar mencari nafkah, dan menjadi manusia sungguh menguji hati.

Dharmaraja mencontohkan konfigurasi nasib diri sendiri, menurut petunjuk dari metode ramalan menimbang tulang versi Yuan Tiangang: Dharmaraja Lian Sheng memiliki nasib “empat liang delapan qian”: enam kerabat tidak ada yang bisa menjadi sandaran, baru makmur di usia senja, semua bergantung pada ketekunan diri sendiri, menghimpun secara perlahan, dan bukan kaya mendadak. Bazi Dharmaraja tergolong: “Potensi tersembunyi dalam cabang bumi”, kayu dan api saling mendukung, setelah usia 50 hingga 80 tahun, bertahap makmur.

Terakhir, Dharmaraja mengingatkan:
Ada lahir, pasti ada mati, segalanya tidak bisa dibawa mati, hanya karma yang mengikuti Anda. Kekayaan, harta, nama, dan keuntungan, tidak bisa dibawa mati, yang benar-benar menentukan arah kita adalah karma baik dan karma buruk.

Kemakmuran dan kemuliaan dalam hidup sudah ada ketetapannya, tidak ada gunanya memaksakan. Seorang sadhaka wajib memandang penting pembinaan diri dan perilaku, jangan hanya mengejar kaya mendadak. Kecuali Anda sendiri punya berkah, jika Anda punya berkah, dengan sendirinya akan kaya mendadak.

◎ Pengulasan Sutra Surangama, Bab 4 ( Pengulasan ke-86 )

“Begitu cahaya pemahaman ditambahkan pada pencerahan, kegelapan unsur utama ruang muncul, dan interaksi kedua komplemen ini menghasilkan gangguan dalam pikiran. Gangguan itu menjadi cakram angin yang merupakan esensi dari unsur utama angin, dan cakram ini kemudian menopang dunia objek yang dipersepsikan.”

“Sebagai reaksi terhadap gangguan mental yang dihasilkan oleh interaksi kegelapan ruang mental dan pemahaman yang telah ditambahkan, muncul keterikatan yang kuat pada pemahaman itu, dan keterikatan yang kuat ini dikategorikan sebagai kekokohan. Kekokohan ini adalah cakram logam yang merupakan esensi dari unsur utama bumi. Beginilah, dari keterikatan yang kuat pada cahaya pemahaman yang ditambahkan, cakram logam, yang menyatukan dunia, tercipta.”

“Demikianlah cakram logam dihasilkan dari keterikatan yang kuat pada pemahaman yang ditambahkan, dan cakram angin dihasilkan dari gangguan yang timbul dari interaksi kedua komplemen, cahaya pemahaman yang ditambahkan dan kegelapan ruang mental. Dari gesekan antara cakram angin dan cakram logam muncullah cahaya cakram api, yang dicirikan oleh sifatnya yang mudah berubah. Kelembapan muncul dari pancaran cakram logam dan berubah menjadi uap di hadapan api. Demikianlah cakram air tercipta dan meliputi dunia di sepuluh penjuru. Saat api berkobar dan air turun, interaksi keduanya menghasilkan kekerasan. Dari unsur utama air, lautan tercipta, sementara benua dan pulau tercipta dari unsur utama bumi.”

“Demikian pula api terkadang muncul dari lautan, dan sungai serta aliran air mengalir di daratan. Gunung terbentuk di tempat unsur utama api lebih kuat daripada unsur utama air; demikianlah batu mengeluarkan percikan api saat dipukul dan meleleh saat dipanaskan. Tumbuhan tumbuh di tempat unsur utama air lebih kuat daripada unsur utama bumi; demikianlah pohon dan rumput berubah menjadi abu saat dibakar dan mengeluarkan cairan saat ditekan. Interaksi yang terdistorsi ini bersama-sama menghasilkan benih yang menjadi penyebab keberlangsungan dunia objek yang dipersepsikan.”

Buddha Sakyamuni menjawab Purna: Dunia ini semula adalah angkasa, dikarenakan pergerakan satu pikiran avidya, angkasa bergerak menghasilkan angin, terlebih dahulu membentuk cakram angin.

Cakram angin bergesekan dengan angkasa, menghasilkan cakram logam, menjadi bumi; Cakram logam kemudian bergesekan dengan cakram angin dan angkasa, menghasilkan cakram api. Dalam transformasi api, unsur utama bumi menjadi gunung dan dataran, unsur utama basah menjadi air, membentuk cakram air.

Sirkulasi air, sesuai berat dan ringannya, menjadi lautan dan sungai, air dan tanah berpadu menghasilkan kayu, dan pada akhirnya membentuk lima elemen. Lima elemen saling mendukung dan saling mengalahkan, terus berputar tanpa henti, demikianlah dunia terus hidup.

Proses pembentukan ini, sama seperti yang dibabarkan dalam Tao: “Wuji menghasilkan Taiji, Taiji menghasilkan Liangyi, Lianyi menghasilkan Sancai, Sancai menghasilkan Sixiang, Siciang menghasilkan Wuxing, Wuxing menghasilkan Liuhe, Liuhe bertransformasi menjadi Qizheng, Qizheng menjadi Bagua, Bagua menjadi Jiugong, Jiugong menjadi Shiquan.”

Demikianlah seperti ini: “Interaksi yang terdistorsi ini bersama-sama menghasilkan benih yang menjadi penyebab keberlangsungan dunia objek yang dipersepsikan.”, pikiran delusi, sebab dan kondisi, saling sinambung, dan terbentuklah gunung, sungai dan daratan.

Buddha Sakyamuni membabarkan terbentuknya dunia: Pada awalnya adalah cakram akasa (angkasa), bergerak karena delusi, cakram akasa bergerak menghasilkan cakram angin; Cakram angin dan cakram akasa bergesekan menghasilkan cakram api. Dalam fungsi api, yang kering menjadi gunung dan dataran, yang basah menjadi air, sehingga muncul cakram air. Air dan tanah saling berpadu dalam fungsi, kayu dan tumbuhan lahir dan tumbuh, demikianlah bumi terbentuk. Bumi terus menerus bertransformasi, terbentuk dan lenyap, kadang ada, kadang tiada, demikianlah dunia sinambung.

Purna bertanya: “Semula adalah angkasa, mengapa bisa muncul gunung, sungai, dan daratan?” Buddha Sakyamuni membabarkan asal-usul gunung, sungai, dan daratan melalui konsen kemunculan elemen akasa, angin, air, dan api, serta transformasi. Ini terkait dengan sifat lima elemen yang saling dukung dan saling berlawanan. 2600 tahun lampau, Sang Buddha telah dengan sangat jelas membabarkan tahapan sebab dan kondisi dari tiada menjadi ada, ini sesungguhnya merupakan kebijaksanaan luar biasa.

Demikian juga dengan tubuh manusia, yang terbentuk dari empat elemen utama: tanah, air, api, dan angin. Saat empat elemen harmoni, tubuh pun sehat. Saat empat elemen tidak seimbang, muncul penyakit. Saat elemen api terlalu besar, akan mengalami demam. Saat elemen air besar, mengalami bengkak. Saat elemen tanah kehilangan keseimbangan, terjadi sakit otot dan persendian. Saat elemen angin tidak seimbang, muncul masalah pada napas dan paru-paru. Empat elemen utama saling mendukung dan saling menekan, ini adalah proses nyata dari lima elemen.

Dharmaraja Lian Sheng mengingatkan supaya semua tidak melekati segala di dunia, segala hal di dunia tidak perlu terlalu dilekati, sebab kerisauan batin dan kemelekatan tidak bisa mengubah akhir, dan pada akhirnya kembali pada sunya.

Hidup ini adalah lahir dan mati, hidup ini jika bukan derita, maka adalah sukacita. Karier hanya sebatas berduit dan tidak berduit. Asmara jika bukan berkumpul maka berpisah. Memahami semua ini, kita bisa menjalani dengan selaras jodoh, tidak perlu menyalahkan pihak lain.

Dalam keseharian, waktunya hibernasi maka hibernasi, hal-hal yang wajib dilakukan, maka kerjakan, dan setiap hari lakukan hal yang berarti, kurangi karma buruk, bahkan jangan berbuat karma, inilah menjaga sila yang sesungguhnya. Ingat satu kata: “Bebas sesuai kehendak, tanpa melanggar norma.” Ingin melakukan apa pun, bisa melakukannya, tetapi jangan melampaui batas, jangan berbuat karma buruk, dengan demikian barulah hidup ini bisa leluasa.

Acarya Lian Ci (蓮慈上師) bertanya: Memasuki zaman AI, pemikiran dan penggunaan umat manusia terhadap AI, apakah bisa menghasilkan karma baik dan karma buruk?

Jawaban Dharmaraja Lian Sheng:
AI adalah kecerdasan buatan manusia, bukan kebijaksanaan manusia itu sendiri. Manusia punya batin dan spiritual, sedangkan saat ini, AI hanya alat yang sudah didesain dan untuk dimasukkan perintah, dia tidak memiliki kesadaran batiniah, jika AI tidak memiliki kesadaran batiniah, maka ia tidak bisa menciptakan karma, juga tidak ada pembedaan baik maupun buruk. Yang benar-benar menciptakan karma, justru adalah hati manusia yang menggunakan dan menciptakan AI.

Kunci persoalan ada pada:
Jika hati insan mengarah pada kebajikan, AI dapat didesain untuk membantu umat manusia, menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. Jika hati insan mengarah pada kejahatan, mungkin saja tercipta AI yang jahat, robot yang jahat, khusus berbuat keburukan, bahkan digunakan untuk berperang, melanggar hukum, hal ini akan menciptakan persoalan sukar dan baru bagi hukum dan etika.

Dharmaraja menunjukkan, kelak jika muncul AI atau robot yang khusus berbuat jahat, bagaimana hukum menanganinya? Mereka tidak punya kehidupan, tidak punya roh, sehingga tidak bisa diadili seperti mengadili manusia, ini adalah persoalan baru yang mesti dihadapi oleh umat manusia. Sama seperti hewan liar yang melukai manusia, manusia juga tidak bisa menggunakan hukum biasa untuk mengadili mereka.

Kepandaian AI, mengarah pada kebajikan maupun kejahatan, sepenuhnya tergantung pada hati manusia. Sekalipun AI bisa berbohong, bisa mencuri, bisa berperang, ini semua adalah akibat yang ditanamkan sendiri oleh umat manusia.

Usai Dharmadesana yang menarik, Dharmaraja Lian Sheng berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Bodhisatwa Sarvanivaranaviskambhin kepada segenap siswa di arena, upacara pun berakhir dengan sempurna.

------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#BodhisatwaSarvanivaranaviskambhin
Istadewata Homa Minggu depan #VajraVyaghravaktra

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。