15 Maret 2026 Liputan Upacara Homa Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan dan Bodhisatwa Maitreya

15 Maret 2026 Liputan Upacara Homa Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan dan Bodhisatwa Maitreya di Rainbow Temple

Laporan TBSN Lianhua Yun Shen (蓮花云紳)

Pada 15 Maret 2026, Rainbow Temple dengan tulus mengundang Dharmaraja Lian Sheng, untuk memimpin Upacara Homa dengan dua Istadewata utama, Namo Bodhisatwa Maitreya dan Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan. Ini merupakan pertama kalinya Dharmaraja kembali naik ke Dharmasana untuk memimpin upacara setelah rehat pemulihan! Semua yang hadir merasakan sukacita yang tiada tara di dalam hati.

Dharmaraja terlebih dahulu mengumumkan bahwa Sabtu depan adalah Upacara Agung Musim Semi Bodhisatwa Avalokitesvara tahunan, yang diselenggarakan oleh Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, sekaligus transmisi perdana Sadhana Rahasia Makmur Mendadak Drashi Lhamo serta abhiseka, dengan lokasi di Meydenbauer Center; keesokan harinya, hari Minggu, akan diadakan upacara peresmian Zashi Temple di Rainbow Temple, dan pada pukul 15.00 akan dipimpin Upacara Homa Musim Semi Drashi Lhamo serta Abhiseka Sadhana Rahasia Makmur Mendadak Drashi Lhamo.

Dharmaraja menekankan bahwa transmisi sadhana kali ini benar-benar belum pernah terdengar sebelumnya, luar biasa dan tidak biasa. Namun Dharmaraja juga melanjutkan bahwa makmur mendadak tidak akan datang begitu saja, harus memiliki berkah kebajikan dan peruntungan kekayaan yang mencukupi; Dharmaraja juga mengungkapkan bahwa pada upacara yang akan datang, Beliau akan membuka rahasia makmur mendadak.

Dharmaraja menyebutkan bahwa sebelumnya pernah memberi isyarat secara samar, “Jika kali ini berjalan lancar, saya akan memimpin upacara.” Dharmaraja berkata, “Mengapa saya mengatakan kalimat ini? Pertama, tubuh saya. Saya tahu di depan ada suatu bencana pada tubuh; alasan kedua, situasi seluruh dunia juga akan berpengaruh.” Dharmaraja juga membagikan pengalaman Beliau dirawat di rumah sakit dan menjalani operasi serta pengalaman spiritual, serta lebih lanjut berterima kasih atas pertolongan para Buddha dan Bodhisatwa serta pelimpahan jasa dari semua pihak.

◎ Pengulasan Sutra Surangama, Bab 4

"Raja Mulia Anuttara nan Suci Yang Maha Welas Asih, telah membuka hatiku dengan sangat baik. Mampu dengan berbagai sebab dan kondisi seperti ini, menggunakan upaya-upaya yang tepat untuk membimbing dan mendorong, menuntun semua yang tenggelam dalam kegelapan keluar dari lautan penderitaan. Begawan, kini walaupun aku menerima ajaran Dharma seperti ini, mengetahui bahwa Tathagatagarbha, Batin Sejati Terang nan Luhur, meliputi sepuluh penjuru alam, mengandung dan memelihara negeri-negeri Buddha di sepuluh penjuru, alam Buddha Raja Bodhi Luhur Permata Suci nan Agung. Namun Tathagata kembali menegur bahwa banyak mendengar tidak membawa hasil, tidak sebanding dengan praktik. Kini aku bagaikan seorang pengembara, tiba-tiba memperoleh anugerah istana indah dari Raja Dewa; walaupun telah memperoleh rumah besar, tetap harus masuk melalui pintu. Semoga Tathagata tidak meninggalkan welas asih agung, memperlihatkan kepadaku dan semua yang hadir yang masih terselubung kegelapan, untuk meninggalkan Hinayana, hingga akhirnya memperoleh jalan awal membangkitkan Bodhicitta menuju Nirwana tanpa sisa dari Tathagata. Agar para pelajar mengetahui bagaimana menundukkan keterikatan masa lampau, memperoleh dharani, dan masuk ke dalam pengetahuan dan pandangan Buddha.' Setelah berkata demikian, ia bersujud dengan lima anggota tubuh menyentuh tanah. Seluruh hadirin dengan satu hati menantikan titah welas asih Buddha."

Arya Ananda berkata kepada Buddha Sakyamuni: Engkau adalah Guru Anuttara, Engkau memiliki Mahabelas Kasih, Engkau mencapai kemurnian, yang paling berharga, yang benar-benar merealisasi hakikat sejati, Dharmaraja yang mampu membuka hati dan pikiranku.

Dengan berbagai sebab dan kondisi, terus-menerus mengingatkan dan mendidikku, sehingga aku bersama semua makhluk yang berada di lautan penderitaan memperoleh bimbingan. Aku Ananda sekarang telah mendengar berbagai Dharma yang diajarkan oleh Buddha Sakyamuni, kini mengetahui bahwa Tathagatagarbha, Batin Sejati Terang nan Luhur, meliputi seluruh sepuluh Dharmadhatu; di dalam semua alam Dharma, semuanya adalah Tathagatagarbha Batin Sejati Terang nan Luhur, semuanya sangat murni, sangat agung, merupakan negeri Buddha.

Buddha Sakyamuni juga menegur Arya Ananda, bahwa banyak mendengar tidak memiliki banyak jasa kebajikan, karena tidak benar-benar dipraktikkan. Dan aku sekarang seperti seorang pengembara yang terlunta-lunta, tiba-tiba bertemu Raja Dewa yang menganugerahkan kepadaku rumah yang paling indah. Walaupun aku telah memperoleh harta terbesar, rumah terbesar, namun tidak ada pintu untuk masuk.

Semoga Buddha Sakyamuni tidak meninggalkan hati Maha Welas Asih, berkenan membabarkan kepadaku dan semua yang hadir yang masih dalam kebingungan, yang masih berada dalam Hinayana dan ingin berbhavana, agar tidak tetap dalam Hinayana melainkan masuk ke Mahayana, berharap dapat memperoleh Nirwana tanpa sisa yang direalisasi oleh Buddha Sakyamuni, sehingga diri sendiri benar-benar dapat berbhavana dan memperoleh Dharma yang sejati.

Semoga Buddha Sakyamuni dengan penuh welas asih kembali mengajar kami, para penganut Hinayana yang belum memperoleh pencapaian nyata, yang masih berputar dalam keraguan dan keterikatan, agar dapat memperoleh dharani yang sejati dan memperoleh Dharma yang sejati.

Dharmaraja menjelaskan, “Sakyamuni Buddha telah menjelaskan berkali-kali, namun Arya Ananda tetap tidak mengerti. Segala sesuatu di dunia ini yang bisa rusak, semuanya tidaklah nyata. Cinta juga adalah tidak nyata. Seorang pria terbaring di tempat tidur sudah mengalami demensia. Dahulu ia sangat mencintai istrinya, bahkan demi dia, ia rela melepaskan segalanya. Tetapi kemudian ia terkena penyakit demensia. Ketika istrinya bertanya di hadapannya, ‘Apakah kamu masih mencintaiku?’ pria itu menjawab, ‘Siapa kamu?’ Ia sudah tidak mengenalinya. Dahulu ia setiap hari terus-menerus mengatakan mencintainya, sekarang bahkan tidak mengenalinya lagi. Apakah cinta ini nyata? Cinta itu nyata, hanya saja lingkungan juga dapat mengubah segalanya! Maka Sakyamuni Buddha mengatakan, dunia saha ini, seluruh dunia saha senantiasa berada dalam perubahan, semuanya mengalami terbentuk, bertahan, rusak, dan hampa. Hanya ‘kesunyataan’ yang tidak berubah, karena pada hakikatnya memang sunya, sejak awal hanyalah kehampaan yang tidak berubah, yang lain semuanya berubah.”

Setelah Dharmadesana usai, segenap hadirin memberikan tepuk tangan meriah sebagai ungkapan terima kasih. Selanjutnya Dharmaraja turun dari Dharmasana dan saling menyapa dengan siswa yang berpartisipasi secara daring, dilanjutkan dengan menganugerahkan abhiseka “Sadhana Bodhisatwa Maitreya, Sadhana Mahadewi Yaochi, dan Sadhana Istadevata Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan” kepada seluruh hadirin. Upacara pun berakhir dengan sempurna, dan semua menantikan Upacara Agung Musim Semi yang akan datang, dengan penuh harap.

---------------------------------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。