10 Mei 2026 Liputan Upacara Homa Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung di Rainbow Temple
Liputan TBSN Lianhua Li Hua (蓮花麗樺)
Pada 10 Mei 2026, Rainbow Temple dengan tulus mengundang Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin Upacara Homa Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung. Setelah Homa manggala, Dharmaraja pertama-tama mengumumkan bahwa Upacara Homa Bodhisatwa Manjusri akan diadakan pada hari Minggu minggu depan, tanggal 17 Mei, pukul 3 sore, dan mengambil kesempatan ini untuk memberikan serangkaian Dharmadesana yang mendalam mengenai kebijaksanaan, kelahiran dan kematian, serta pemahaman yang diperoleh saat sakit.
Simbol Kebijaksanaan: Gaden Tripa dan Pedang Mestika Manjusri
Dharmaraja Lian Sheng mengenang kembali peristiwa saat Dharmaraja Gaden Tripa ke-100 mengunjungi Rainbow Temple. Pada saat itu Gaden Tripa melemparkan khata putih ke arah mandala, dan kebetulan tersangkut pada pedang mestika Bodhisatwa Manjusri, keajaiban ini masih ada hingga saat ini.
Dharmaraja Lian Sheng menjelaskan secara terperinci status mulia dari Gaden Tripa: Dalam Agama Buddha Tibet, Gaden Tripa adalah perwakilan dari Guru Tsongkhapa pendiri Gelugpa, yang dipilih dari seluruh anggota Sangha dengan tingkat bhavana tertinggi dan kualifikasi paling senior untuk menjabat. Bodhisatwa Manjusri adalah perwujudan kebijaksanaan, khata yang tersangkut di pedang tersebut, melambangkan pewarisan kebijaksanaan Buddhadharma. Dharmaraja menekankan, alasan mengapa manusia berbeda dari binatang sepenuhnya bergantung pada kebijaksanaan, hanya mereka yang memiliki kebijaksanaan penuh yang mengerti cara berbhavana, jika tidak maka akan terjerumus ke dalam tiga alam buruk.
Akar Bhavana: Penggunaan Enam Indra
Selanjutnya, Dharmaraja berbicara tentang hubungan dialektis antara Dharma lokiya dan Dharma Lokuttara. Beliau menunjukkan bahwa, baik ingin mencapai pencapaian Buddha dan Bodhisatwa, maupun terjerumus ke dalam tumimbal lahir di enam alam, yang diandalkan adalah sama yaitu mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran. Bhavana bukanlah menjauhi kehidupan, melainkan melihat bagaimana sadhaka menggunakan keenam indra ini.
Di tengah ajaran yang serius, Dharmaraja tidak kehilangan selera humornya dengan bercanda tentang pengaturan baru di Rainbow Temple. Dua siswa pria yang tinggi dan kekar (Acarya Shi Lian Qi, Acarya Shi Lian Yi) memegang tongkat vajra menjaga di samping, Dharmaraja sambil tertawa mengatakan: Beliau yang bertinggi 158 cm berjalan di tengah, sementara mereka yang satu 181 cm, dan yang lainnya 178 cm, ini benar-benar seperti Gunung Tai yang menimpa dari atas! Dharmaraja dengan humor mengatakan, bagi seorang lansia daripada dijaga oleh pria besar, lebih baik didukung oleh wanita cantik, lansia paling takut jatuh, jika ada wanita cantik di sisi, suasana hati dalam berbhavana juga akan sangat berbeda, hal ini mengundang tawa seluruh hadirin.
Kebenaran Sejati Dalam Kondisi Sakit: Sutra Raja Agung dan Penyelamatan Buddha Amitabha
Dharmaraja Lian Sheng membagikan kontak batin nyata selama masa rawat inap di rumah sakit baru-baru ini. Di kamar rumah sakit, Dharmaraja sempat melihat banyak ilusi makhluk roh yang mengelilingi, bahkan merasa tangan dan kaki diikat oleh tali tak kasat mata, berjuang dan sulit untuk melepaskan diri.
Pada saat kritis tersebut, Dharmaraja dengan sepenuh hati merapal nama agung para Buddha dalam Sutra Avalokitesvara Raja Agung. Dharmaraja menyadari dan berkata: Ketika merapal Buddha Amitabha, tali itu langsung terputus. Beliau menggunakan hal ini untuk menyemangati semua, Sutra Raja Agung dapat melenyapkan penderitaan hidup dan mati, bukan hanya pembebasan setelah kematian, yang lebih penting adalah dapat menghilangkan penderitaan sakit dan ketakutan pada masa-masa sebelum kematian.
Leluasa atas Kehidupan dan Kematian: Tidak Melekati Harta, Rupa, dan Nama Dunia Saha
Dharmaraja mengutip contoh nyata meninggalnya ibunda dari Hanifa: Lansia ini setiap hari rajin merapal Sutra Raja Agung dan Mantra Hati Guru, sebelum ajal hanya karena pusing beliau duduk di kursi untuk beristirahat, lalu meninggal dunia dengan tenang dan damai, serta menghasilkan banyak sarira.
Dharmaraja menghela napas dan berkata, nama, keuntungan, harta, dan rupa di dunia ini semuanya seperti ilusi:
Harta dan nama: Saat pergi tidak ada sebatang jarum pun yang bisa dibawa, reputasi di negara asing juga tidak ada gunanya.
Kecantikan rupa: Pada akhirnya akan menua dan kecantikan memudar, kembang pasar juga akan berubah menjadi lansia.
Dharmaraja terus terang mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kemelekatan terhadap dunia ini, jika bisa meninggal dunia dengan damai seperti itu, kapan pun dan di mana pun beliau bersedia melepaskan segalanya.
◎ Interaksi Adalah Kekuatan
Pada sesi Interaksi Adalah Kekuatan, siswa dari Malaysia bertanya:
(Sadhana Simabandhana Perlindungan Diri Vajra Trisula) Dharmaraja Lian Sheng pernah mengatakan bahwa berbaring pun bisa melakukan visualisasi, tetapi siswa memiliki kebiasaan melepas pakaian saat tidur, tidur dengan bertelanjang dada, siswa ingin bertanya, apakah melepas pakaian boleh melakukan visualisasi?
Dharmaraja Lian Sheng menjawab, sadhana ini, dilakukan dengan berpakaian rapi, bertelanjang dada, atau bahkan telanjang bulat, visualisasi tetap dapat dilakukan, menekankan bahwa ada pakaian sama dengan tidak ada pakaian, inti dari bhavana terletak pada pikiran, bukan pada pakaian luar.
Untuk mematahkan kemelekatan siswa, Dharmaraja membagikan pengalamannya sendiri saat dirawat di rumah sakit untuk operasi. Beliau menggambarkan bahwa di rumah sakit, memakai celana adalah sebuah kemewahan, demi operasi dan pemasangan kateter urine, sering kali harus telanjang bulat, hanya bisa mengenakan baju pasien yang seperti celemek. Di saat hidup dan mati yang paling nyata dan tanpa penutup itu, tenaga medis dengan kasar menyeka seluruh tubuhnya, dirinya tetap harus menghadapi rasa sakit dan melakukan bhavana. Dharmaraja menggunakan contoh ini untuk menjelaskan, di hadapan kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian, manusia pada dasarnya berhadapan dengan karma dalam keadaan telanjang bulat, oleh karena itu visualisasi simabandhana tidak boleh dibatasi oleh kain di luar kulit tubuh. Dharmaraja terakhir menyimpulkan, baik itu sadhana vajra trisula atau berbagai sadhana vajra lainnya, kekuatan visualisasi semuanya tidak terpengaruh oleh pakaian.
◎ Pengulasan Sutra Surangama, Bab 4
“Aku akan menjelaskannya, agar engkau membuat kemajuan. Tathagata di sepuluh penjuru, di dalam delapan belas dhatu masing-masing berbhavana, semuanya mencapai pencerahan Bodhi tiada tara yang sempurna. Di antaranya, juga tidak ada yang lebih unggul atau lebih rendah. Tetapi kapasitasmu lebih rendah, belum mampu di dalamnya menyempurnakan kebijaksanaan yang leluasa. Oleh karena itu Aku membabarkannya, agar engkau cukup mendalami satu pintu saja. Memasuki satu pintu tanpa khayalan, maka keenam akar pengindraan tersebut, pada saat yang sama menjadi suci bersih.”
“Ananda berkata kepada Buddha: Bhagawan. Bagaimana bisa mengalir melawan arus mendalami satu pintu, dapat membuat enam indra pada saat yang sama menjadi suci bersih.”
Dharmaraja pertama-tama menjelaskan apa itu Tathagata Sepuluh Penjuru. Yang dimaksud dengan sepuluh penjuru, yaitu timur, selatan, barat, utara, tenggara, timur laut, barat daya, barat laut, ditambah atas dan bawah; sedangkan Tathagata adalah berbhavana pada delapan belas dhatu, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran (enam indra), rupa, suara, bau, rasa, sentuhan, dharma (enam objek indra), serta enam kesadaran yang bersesuaian di dalamnya satu per satu.
Dharmaraja menunjukkan bahwa, setiap dhatu dari delapan belas dhatu ini, pada dasarnya dilengkapi dengan seribu dua ratus jasa kebajikan, dalam alam Tathagata, pintu Dharma untuk berbhavana tidak ada perbedaan unggul atau rendah, tidak peduli dari dhatu mana pun memasukinya, pada akhirnya semuanya dapat membuktikan pencapaian Bodhi tiada tara, mencapai pencerahan sempurna yang tertinggi.
Buddha Memberi Petunjuk kepada Ananda: Mendalami Satu Pintu Tanpa Khayalan
Namun demikian, kapasitas sadhaka masing-masing berbeda. Dharmaraja menyebutkan bahwa dalam Sutra, Sang Buddha berkata kepada Arya Ananda: “Tetapi kapasitasmu lebih rendah, belum mampu di dalamnya menyempurnakan kebijaksanaan yang leluasa.”
Dharmaraja terus terang mengatakan bahwa meskipun Arya Ananda nomor satu dalam hal banyak mendengar (banyak pengetahuan), tetapi pada saat Buddha Parinirwana, Ananda belum mencapai pencerahan, kapasitasnya relatif belum matang, tidak bisa seperti Tathagata yang dapat mencapai kesempurnaan di mana saja di dalam delapan belas dhatu.
Oleh karena itu, Buddha dengan sangat welas asih membabarkan sebuah rahasia: karena tidak dapat merangkul semuanya secara komprehensif, maka mendalami satu pintu. Dharmaraja menjelaskan, sadhaka hanya perlu memilih satu indra yang paling cocok untuk dirinya di antara enam indra, tidak peduli apakah itu mata, telinga atau pikiran, asalkan bisa mencapai memasuki satu tanpa khayalan, dalam pintu ini memutuskan pikiran khayal dan memperoleh kesucian, maka enam indra pengetahuan lainnya juga akan pada saat yang sama, ikut memasuki alam suci bersih.
Mengenai pertanyaan lanjutan dari Arya Ananda, bagaimana bisa mengalir melawan arus mendalami satu pintu, dapat membuat enam indra pada saat yang sama menjadi suci bersih? Dharmaraja akan menjelaskannya pada kesempatan berikutnya.
Dharmaraja mengakhiri Dharmadesana untaian Dharma yang luar biasa ini di sini, dengan welas asih mengaruniakan Abhiseka Sadhana Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung. Sampai di sini, Upacara selesai dengan manggala.
---------------------------------------------------------
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia
#AvalokitesvaraRajaAgung
Istadewata Homa minggu depan #BodhisatwaManjusri