22 Februari 2020 Puja Bakti Sadhana Istadevata Amitabha Buddha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

22 Februari 2020 Puja Bakti Sadhana Istadevata Amitabha Buddha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

(Berita TBS Seattle Ling Shen Ching Tze Temple)

Sabtu, 22 Februari 2020, Dharmaraja Liansheng Lu Shengyan (蓮生活佛盧勝彥) memimpin puja bakti Sadhana Istadevata Amitabha Buddha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺), dan melanjutkan pengulasan Lamdre. Para Acarya, Dharmacarya, biksu, biksuni, para pandita dan para umat dari berbagai negara telah memenuhi bhaktisala, semua menantikan kedatangan Dharmaraja Liansheng.

Pada pukul 8 tepat, Mantra Hati Padmakumara berkumandang menyambut kedatangan Mahaguru. Dipandu oleh pewara puja, semua mengikuti jalannya tata ritual Sadhana Istadevata Amitabha Buddha dengan khidmat. Usai puja bakti, Mahaguru Berdharmadesana, terlebih dahulu memperkenalkan setiap tamu agung yang hadir, kemudian menyapa Gurudara, Rinpoche, Acarya, Dharmacarya, biksu, biksuni, para pandita, para umat yang hadir, serta para umat yang menyaksikan secara daring.

Mahaguru Berdharmadesana, Amitabha Buddha merupakan pemimpin spiritual di Sukhavatiloka alam suci barat, ada yang menyebut Beliau sebagai Amitayus Tathagata, sebab usia Beliau tanpa batas ; Ada yang menyebut Beliau sebagai Amitabha Buddha ( Buddha Cahaya Tanpa Batas ), sebab cahaya terang yang dipancarkan tanpa batas.

Amitabha Buddha memiliki banyak sekali penjelmaan, seperti yang sering kita japa : “Namo Amitabha Buddhaya dalam nama agung berjumlah tiga ratus enam puluh triliun seratus sembilan belas ribu lima ratus” ini banyak sekali, bahkan tak terhitung. Guru Padmasambhava juga merupakan penjelmaan Amitabha Buddha, semua Padmakumara juga merupakan penjelmaan Amitabha Buddha, dan kelak mesti berpulang ke alam suci Amitabha Buddha.

Para Devata memiliki usia yang sangat panjang, Mahabrahma bisa hidup sampai 100 kalpa, satu kalpa sudah mencakup proses pembentukan, terbentuk, pelapukan, dan sunya dari bumi ini. Mahabrahma bisa hidup sampai 100 kali proses pembentukan dan musnahnya bumi. Sedangkan usia Amitabha Buddha lebih panjang lagi, oleh karena itu disebut sebagai Amitayus ( Buddha Usia Tanpa Batas ). Amitabha berarti cahaya terang yang menyinari segalanya, tiada yang luput dari sinar-Nya.

Mahaguru mengatakan, akhir-akhir ini setiap malam selalu berkumpul bersama Amitabha Buddha, Avalokitesvara Bodhisattva, dan Mahastamaprapta Bodhisattva. Ketiga Adhinatha ini muncul di hadapan, Avalokitesvara Bodhisattva menggunakan ranting dedalu untuk memercikkan adhisthana amerta tirta, Mahastamaprapta Bodhisattva menggunakan padma untuk mengadhisthana Mahaguru, sedangkan Amitabha Buddha memancarkan cahaya ratusan mestika untuk mengadhisthana Dharmaraja, hampir setiap malam sekali.

Dharmaraja sendiri berubah menjadi Amitabha Buddha, ini sangat jelas, diri sendiri menjadi Amitabha Buddha, ini disebut sebagai kemunculan dari diri, ada juga kemunculan di hadapan, yaitu Amitabha Buddha berdiri di hadapan mata sadhaka. Mengalami kedua proses ini, baik itu kemunculan di hadapan, dan kemunculan dari diri.

Kali ini terjadi wabah, virus tidak bisa terlihat mata jasmani, mesti diperbesar beberapa kali lipat baru bisa nampak, oleh karena itu, kita tidak bisa mengatakan bahwa sesuatu yang tidak nampak oleh mata jasmani berarti tidak ada, padahal sesungguhnya ada. Saat bhavana Anda mencapai tingkat tertentu, Anda dapat melihat Istadevata, dan Anda pun mengetahui bahwa Istadevata itu benar-benar ada.

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre :

Teks Lamdre :
2. Penyadaran Dhyana-samadhi
Rintangan yang muncul dalam wujud, diatasi menggunakan penyadaran dhyana-samadhi, ada tiga, antara lain : Saat diri sendiri menekuni Bhagavan Hevajra, wujud ini muncul di angkasa di hadapan sadhaka, menjadi Istadevata yang ditekuni oleh diri sendiri, atau menjadi Bhagavan Cakrasamvara, demikian pula berubah seperti sebelumnya. Saat diganggu oleh mara, cara mengatasinya seperti yang telah dituturkan sebelumnya, jika Istadevata di hadapan tidak berubah, namun kadang muncul dan kadang lenyap, ini merupakan fenomena dalam dhyana-samadhi ; Bila wujud hadir di hadapan, sebutkan Nama Guhya, Istadevata akan memberi vyakarana, dan sadhaka mesti berdoa supaya dapat mencapai keberhasilan.

Penjelasan :
Saat Dharmaraja setiap malam manunggal dengan Amitabha Buddha, bisa muncul beberapa fenomena. Baru – baru ini muncul dalam rupa satu tangan memegang padma, dan satu tangan membentuk mudra varada, tapi kadang tidak memegang padma, dan muncul dalam wujud yang berbeda. Jika saat bermeditasi tidak memasuki samadhi yang stabil, wujud Buddha akan nampak berubah. Kadang saat mengundang kehadiran Amitabha Buddha, yang datang adalah Mahabala Vajra, atau Yamantaka Vajra. Namun jika yang muncul adalah Manjusri Bodhisattva atau Yamantaka Vajra, sebenarnya tidak menjadi masalah, karena Beliau semua saling berkaitan, satu cakra, ibarat teman satu kelas.

Apakah Vajra tersebut yang benar-benar hadir ? Pada saat meditasi mesti japa Nama Guhya Beliau, atau japa Mantra Hati Beliau tiga kali, jika tidak lenyap, berarti ia benar.

Bila dalam mimpi berjumpa dengan Mahaguru, maka japa Mantra Hati Mahaguru tiga kali, jika wujud Mahaguru tidak lenyap, berarti itu benar Mahaguru. Jika setelah Mantra Hati dijapa ia lenyap, berarti wujud itu palsu, berarti sesuatu yang tidak baik datang untuk mengganggu. Meditasi adalah sebuah alam spiritual, demikian pula dengan mimpi dan kondisi jaga, sebenarnya semua sama.


Teks Lamdre :
3. Penyadaran Mantra Tantra
Saat muncul rintangan ucapan, gunakan Mantra Tantra untuk mengatasinya, ketiga tanda-tanda dibedakan menjadi : Saat menjapa Mantra Tantra Istadevata Diwabizhu, ia dapat meniru penjapaan tersebut, kemudian muncul suara mantra lain : “Ha Ha Ha”, ikut berubah, berarti gangguang mara ; Tapi jika tetap menggunakan Mantra Istadevata dan tidak diubah menjadi mantra lain, kadang ada kadang tiada, merupakan fenomena dalam dhyana-samadhi, pertahankan keleluasaan batin. Jika dalam fenomena sebelumnya memeproleh vyakarana, Istadevata hadir di hadapan, mesti berdoa mohon keberhasilan.

Penjelasan :
Saat Anda menjapa Mantra Hevajra : “Om. Diwa. Bizhu. Warila. Hum Hum Hum. Fazha. Suoha” Hevajra muncul. Jika mendadak muncul mantra lain, seperti : “Ha Ha Ha Ha” mengganggu, maka Anda mesti menyadari ada mara yang mengganggu. Jika mantra yang dijapa tidak terganggu oleh mantra lain, kadang ada dan kadang tiada, maka boleh dibiarkan alamiah saja.

Jika saat menjapa Mantra Hevajra, Hevajra muncul di hadapan, Beliau memancarkan cahaya kepada Anda, atau bahkan menumpangkan tangan di atas kepala Anda, memberi Anda vyakarana, ini merupakan fenomena yang sangat baik. Anda mesti berdoa, memohon kepada Hevajra, supaya Hevajra membuat Anda mencapai keberhasilan Hevajra.

Sebenarnya banyak siddhi yang bergantung pada adhisthana Istadevata, vyakarana dari Istadevata, sadhaka mesti memanjatkan doa memohon keberhasilan. Oleh karena itu sangatlah penting untuk menemukan Mulacarya yang tepat, Istadevata yang tepat, dan Dharmapala yang tepat, jika telah menemukan yang tepat, maka kelak pasti Anda dapat mencapai keberhasilan.

Dharmaraja menggunakan beberapa cerita humor untuk menyampaikan makna Dharma memancing gelak tawa para hadirin, dan di saat yang sama semua yang mendengar dapat memahami makna mendalam dari Buddhadharma.

Di penghujung acara, Dharmaraja berwelas asih memberikan Abhiseka Sarana, mengadhisthana Air Mahakaruna Dharani, dan mengabhiseka rupang Buddha, dilanjutkan dengan memberikan adhisthana jamah kepala kepada setiap umat yang hadir. Hati ini sungguh penuh rasa terima kasih atas welas asih Dharmaraja kepada kita semua !

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。