
022 Berkah dan Postur Gemuk
Ada yang bertanya, “Apakah pada umumnya sadhaka yang punya berkah akan berpostur agak gemuk? Kalau begitu bagaimana dengan Acarya Lianming yang bertubuh ramping, apakah berarti ia hanya memiliki sedikit berkah?”
Saya akan jelaskan lewat sebuah kisah, sebagai berikut:
Pada zaman Sang Buddha masih menetap di dunia, dua orang siswa utama bertingkat Arahat, Yang Arya Mahakasyapa dan Yang Arya Ananda, ditempatkan di sisi Sang Buddha di baktisala vihara. Tugas mereka sebagai dayaka Buddha. Yang Arya Mahakasyapa dikenal sebagai yang paling ketat bersadhana. Yang Arya Ananda dikenal sebagai yang paling banyak mendengar Dharmadesana.
Setiap kali Yang Arya Mahakasyapa pergi berpindapatra, ia lebih memilih keluarga orang miskin yang persembahan makanannya lebih sedikit, tidak begitu bergizi, lebih sederhana, dan kasar. Oleh sebab itu, tubuh Yang Arya Mahakasyapa sangatlah kurus!
Sedangkan Yang Arya Ananda setiap pergi berpindapatra lebih memilih keluarga orang kaya yang persembahan makanannya lebih banyak, lebih bergizi, dan lebih lezat. Oleh sebab itu, tubuh Yang Arya Ananda agak gemuk!Yang Arya Mahakasyapa suka bertapa di tempat-tempat yang sengsara seperti sitavana, bawah pohon, gua batu.
Sedangkan Yang Arya Ananda mengikuti Sang Buddha menerima persembahan tempat tinggal di Taman Venuvana dan Anathapindakasyarama yang berupa rumah mewah di zaman itu. Menurut Yang Arya Mahakasyapa, ia berpindapatra pada orang miskin karena orang miskin hidupnya melarat, berpindapatra pada mereka berarti memberi berkah kepada mereka agar membantu meningkatkan berkah mereka!
Sedangkan menurut Yang Arya Ananda, ia berpindapatra pada orang kaya karena orang kaya memiliki makanan yang berlimpah, dengan demikian tidak akan menambah beban mereka.
Kedua Arya ini masing-masing memiliki prinsip yang masuk akal. Kalau begitu, kelihatannya Yang Arya Ananda lebih punya berkah dibanding dengan Yang Arya Mahakasyapa. Tetapi kenyataannya bukan begitu, semua orang mengakui bahwa tingkat sadhana Yang Arya Mahakasyapa paling unggul. Ia yang duluan mencapai pencerahan, duluan berhasil memperoleh siddhipala. Sedangkan Yang Arya Ananda lebih menikmati hidup, tatkala Buddha Sakyamuni berparinirvana, ia masih belum tercerahkan!
Dari sini diketahui bahwa, berkah di Alam Manusia mungkin saja merupakan rintangan bersadhana! Coba jawab, siapa yang lebih punya berkah, Yang Arya Mahakasyapa atau Yang Arya Ananda?
Patriark Zen ke-6 Huineng membedakan berkah dan pahala:
- Berkah, sesuatu yang tidak ada apa-apanya.
- Pahala, bekal di akhirat.
Sebagai seorang sadhaka masa kini, selain butuh berkah, kita juga harus mengutamakan pahala; jika keduanya tidak dapat diperoleh sekaligus, maka hendaknya mendahulukan pahala. Berkah di Alam Manusia mana mungkin menandingi berkah di akhirat?
●
Pertanyaan mengenai berkah dan postur tubuh ini terkesan aneh, apa hubungannya? Dewasa ini, kebanyakan orang lebih menganggap postur gemuk sebagai suatu hal yang kurang sahabat, alasannya:
- gemuk air.
- keracunan.
- fisik lemah.
Berpostur gemuk sungguh tidak berarti memiliki berkah.Tentu, berpostur kurus juga bukan berarti tidak memiliki berkah. Coba perhatikan postur seorang konglomerat Wang Yongqing yang kurus kerempeng, bukankah berkahnya berlimpah-limpah?
Banyak orang kurus yang punya berkah berlimpah. Oleh sebab itu, tidak masuk akal jika berkah dikaitkan dengan postur tubuh. Apakah wanita yang punya berkah lantas selalu berpostur gemuk?
Sumber: https://reader.tbboyeh.org/#/mybook?id=536&highlight=220


