
042 Pelatihan YogaTantrayana
Tanya:“Selain menekuni kebersihan tubuh, ucapan, dan pikiran, apa lagi aspekterpenting dalam menekuni Tantrayana?”
Jawab:“Pernapasan.”
Tanya:“Setiap orang pasti melakukan pernapasan, apakah pernapasan Tantrayana ituberbeda?”
Jawab:“Memang berbeda. Pernapasan kebanyakan orang hanya terbatas di seputar hidung,tenggorokan, dan paru-paru. Sedangkan pernapasan Tantrayana itu meliputiseluruh sel dalam tubuh, dari kepala hingga kaki.”
Tanya:“Apa saja metode pernapasan Tantrayana?”
Jawab:“Sembilan Tahap Pernapasan Buddha, Penjapaan Vajra, Pernapasan Ratnakalasa.”
Tanya:“Bagaimana mempraktikkan metode ini?”
Jawab:“Boleh minta petunjuk Vajra Acarya (Guru) yang sejati perihal teknik mengolah dua alur pernapasandan teknik pengendalian sendiri.”
Tanya:“Apa manfaat metode ini?”
Jawab:“Meningkatkan vitalitas, memperoleh kesehatan dan memperpanjang usia, mengikisrintangan, mengendalikan energi kehidupan. Bahkan bisa terhubung denganKesadaran Semesta, memperoleh pemanunggalan dengan Yang Mahatinggi. Bisamemperoleh pembebasan melalui kekuatan samadhi.”
Tanya:“Mohon Guru Lu membabarkan tahapannya!”
Jawab:
-.Fokus.
-.Meninggalkan keduniawian.
-.Menyatu.
-.Melebur.
Tanya:“Berinteraksi dengan Yidam itu di tahapan apa?”
Jawab:“Sudah ada dalam tahapan pemfokusan diri.”
Tanya:“Bagaimana mendapatkan pemfokusan diri?”
Jawab:“Latihan mengolah napas dan menahan napas dapat membuat pikiran delusiberkurang. Seiring berkurangnya pikiran delusi, daya fokus akan semakinmeningkat, hingga sampai di tahap bisa terhubung dengan Yidam, langsungtersambung sendiri secara alamiah. Hal ini umumnya terjadi dalam samadhi,sedangkan tingkatan yang lebih tinggi lagi adalah di kala pikiran sadar, bahkandi tengah aktivitas sehari-hari pun bisa berkomunikasi dengan Yidam.”
Tanya:“Apa manfaat menekuni Sadhana Pernapasan?”
Jawab:“Sukacita, kebahagiaan abadi, kehidupan abadi (keabadian), mencerahi persoalan hidup dan mati, segalanya alamiah danleluasa.”
Tanya:“Apakah mesti meninggalkan dunia materi?”
Jawab:“Tidak, materi dan spiritual itu menyatu adanya. Saya pribadi menekankan, bukansepenuhnya spiritual dan bukan pula sepenuhnya materi.”
Tanya:“Mesti menekuni berapa sesi sehari?”
Jawab:“Idealnya menekuni 2 sesi sehari, setiap sesi dipraktikkan 12 kali, ini bagikalangan awam. Untuk kalangan Biksu/Biksuni, sebaiknya 4 sesi. Niscaya kualitasspiritual Anda bisa berkembang perlahan-lahan. Pernapasan hendaknya lembut,pelan, dan dalam.”
Tanya:“Benarkah hidup yang terbatas ini bisa tak terbatas?
Jawab:“Secara materi terbatas, secara spiritual tak terbatas, abadi, dan sukacita.”

