undefined

037 Penglihatan Semu dan Penglihatan Riil 


Dahulu, saya punya seorang guru SD bernama Yan Shouzhen. Guru saya ini pernah menceritakan sebuah kisah nyata kepada kami yang sampai sekarang masih sangat membekas dalam benak saya. Seingat saya, kisah ini adalah sebagai berikut:

Ada dua orang abang beradik yang memiliki hubungan sangat harmonis, mereka tumbuh bersama, dan memiliki ikatan kasih sayang yang kuat satu sama lain.

Di kemudian hari mereka bekerja di dua tempat berbeda, terpisah oleh lokasi pekerjaan yang sangat jauh.

Suatu siang, sang adik sekonyong-konyong merasa mengantuk, begitu memejamkan mata, ia melihat abangnya sedang berdiri di hadapannya.

Abangnya mengenakan kemeja berwarna merah, ada dua pena tersemat di saku dadanya. Melihat sang adik, abangnya melambai-lambaikan tangan kemudian berkata: “Selamat tinggal!”

Sang adik kontan tersentak bangun, firasatnya mengatakan ada pertanda buruk.

Sang adik pun langsung cuti dari pekerjaannya, kemudian bergegas menuju lokasi kediaman abangnya.

Setiba di kediaman abangnya, tak ada respons walau pintu diketuk berulang-ulang.

Sang adik mencari orang membukakan pintu. Setelah terbuka, begitu masuk ke dalam, tidak ada orang di ruang tamu, tidak ada orang di ruang dapur.

Tiba di kamar mandi, ia melihat abangnya duduk di kloset, mengenakan kemeja merah tanpa mengenakan celana, dua pena tersemat di saku dadanya.

Setiba sang adik, badan abangnya miring sendiri, sekonyong-konyong darah mengucur dari kedua lubang hidungnya.

Ternyata abangnya hendak buang hajat di kamar mandi, lantaran mengejan terlalu keras, tekanan darahnya naik, mengakibatkan pembuluh darah otaknya pecah, ia langsung stroke dan mati di tempat.

Usai menceritakan kisah ini, guru memberi tahu kami, inilah yang disebut “kontak batin”.

 

 

Ada orang bertanya kepada saya, “Mohon tanya, Guru Lu, disebut apakah penglihatan ini?”

Saya menjawab, “Penglihatan kontak batin.”

Tanya: “Apakah penglihatan kontak batin itu termasuk penglihatan semu?”

Saya menjawab, “Benar.”

Tanya: “Nenek Hantu mengondisikan umat menaiki tangga surga, memakan buah persik dewata Mahadewi Yaochi, membaca kitab langit, memeriksa kehidupan masa lampau sendiri, dan lain sebagainya, lewat hipnotis dan sugesti, disebut apakah semua penglihatan semacam ini?”

Saya menjawab, “Penglihatan semu, sama seperti ritual tinjau alam baka. Ada orang yang pikiran bawah sadarnya bisa dikondisikan, ada pula yang tidak bisa dikondisikan.”

Tanya: “Apakah yang disebut penglihatan riil?”

Jawaban saya:  Ada metode untuk menekuni penglihatan riil, sebagai berikut:

-. Metode eksternal:

Pertama-tama, saripati tidak tiris, prana mesti halus, kesadaran mesti terpusat.

Metode eksternal adalah metode pelatihan yang berkondisi.

-. Metode internal:

Metode internal adalah metode pelatihan yang tak berkondisi.

Sepenuhnya mengosongkan jasmani dan rohani.

Esensi metode internal adalah realisasi pengosongan diri.

Langkah menekuni penglihatan riil adalah menekuni metode eksternal terlebih dahulu, baru selanjutnya menekuni metode internal.

Disebut penglihatan riil apabila melibatkan penekunan dua aspek, yakni aspek eksternal dan aspek internal.

Penekunan dua aspek ini juga disebut sebagai “dwi-sadhana. (semua ini adalah teknik keyogaan)

Metode eksternal bisa menyembuhkan penyakit dan memperpanjang usia.

Metode internal bisa memperoleh penerobosan seketika, melepaskan keberadaan dan memasuki kekosongan.

Menurut hemat saya, yang dipraktikkan Nenek Hantu hanyalah metode semu, yakni menjadikan Buddha Bodhisattva penjelmaan makhluk halus sebagai penglihatan riil. (inilah kemelekatan)

Mesti mengosongkan aspek eksternal dan aspek internal terlebih dahulu barulah dapat memperoleh penglihatan riil.


Sumber: https://reader.tbboyeh.org/#/mybook?id=1000150

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。