
【Catatan Dharmaraja】
📕 Artikel ini berpangkal dari lelucon tentang tebing di mana seseorang baru bisa berbalik arah setelah menemui jalan buntu, secara langsung mengungkapkan kekakuan dan sikap keras kepala manusia di dunia, serta menyingkapkan bahwa pencerahan adalah berbhavana tanpa melekat dengan formalitas bhavana, sebuah kebebasan dan keleluasaan yang mengikuti arus sebab dan kondisi (nidana) di mana bahkan sikap keras kepala pun tidak perlu.
Bahkan "Keras Kepala" pun Tidak Perlu
Kumpulan Dharmadesana Dharmaraja Lian Sheng Lu Sheng-Yen ke-232 【Xiao Hua Zhong De Chan Ji】
Sebuah lelucon:
Xiaowang pergi bermain ke hutan pegunungan, berjalan dan berjalan, di samping sebuah jalan kecil, ia melihat sebuah papan tanda:
"Jalan ini buntu, pengunjung dilarang masuk."
Xiaowang berpikir, ini hanyalah trik untuk menakut-nakuti, ia sangat penasaran, mengapa jalan ini buntu?
Maka ia pun tetap maju. Tak disangka setelah berjalan setengah jam, ia malah sampai di tepi jurang. Jurang itu sangat dalam, dan di dasar jurang ternyata ada sebuah sungai besar dengan ombak yang menderu deras. Hal ini membuat Xiaowang mau tidak mau harus berbalik arah. Sesampainya di tempat yang ada papan tanda tersebut, ia melihat bagian belakang papan tanda tertulis:
"Selamat datang kembali, kelak jangan terlalu keras kepala!"
Ha! Ha! Ha!
●
Petunjuk Mahaguru Lu:
Setiap orang, pada kenyataannya, memiliki sisi "keras kepala dan tidak masuk akal" masing-masing. "Kemelekatan" sebenarnya bisa diubah. Namun, manusia tetaplah manusia, manusia suka memaksakan kehendak (keras kepala), tidak mendengarkan nasihat orang tua, sehingga menelan kerugian di depan mata.
Sedangkan mencapai pencerahan dan memahami batin adalah: "Bahkan keras kepala pun tidak perlu!"
Siswa suci sekalian! Mengapa bisa "bahkan keras kepala pun tidak perlu!"? Silakan bahas dan uraikan hal ini.
Ada seorang biksu bertanya kepada Mahaguru Lu:
"Anda setiap hari rutin menulis satu artikel, setiap hari rutin bersadhana, setiap hari melukis satu lukisan, benarkah begitu?"
Saya menjawab: "Benar."
Biksu itu bertanya: "Bukankah ini adalah sikap keras kepala (kemelekatan) Anda?"
Saya menjawab: "Meskipun menulis artikel, tetapi juga tidak menulis satu kata pun; meskipun bersadhana, tetapi sebenarnya tidak bersadhana; setiap hari melukis sebuah lukisan, namun tidak tahu apa yang dilukis? Apakah dengan begini Anda mengerti?"
Biksu itu berkata: "Tidak mengerti!"
Saya berkata: "Sebenarnya bahkan keras kepala pun tidak perlu!"
●
Di Shuzhou, Gunung Simian, Guru Zen Jin.
Seorang biksu bertanya: "Apa itu Buddha?"
Guru Zen Jin menjawab: "Karakter 'Wang' (王 - Raja) tanpa dibubuhi titik!"
(Catatan: Karakter 王 jika ditambah titik di atasnya menjadi 主/Zhu yang berarti Tuan/Penguasa)
Biksu itu berkata: "Siswa tidak paham."
Guru Zen Jin menjawab: "Titik!"
Biksu bertanya: "Apa makna kedatangan Patriark dari Barat?"
Guru Zen Jin menjawab: "Gunung itu dingin, air itu sejuk."
Guru Zen Jin memiliki sebuah "Gatha Tongkat" yang berbunyi:
Di Gunung Simian ada sebuah tongkat.
Sesuai kapasitas menguji naga dan gajah (para sadhaka unggul).
Ketika kepala dan tanduk sedikit menunduk atau mendongak.
Cahaya kilat (sabetan tongkat) akan menyambar di atas punggung.
Petunjuk Mahaguru Lu:
Karakter 'Wang' (王) tanpa titik, artinya bahkan karakter 'Wang' (Raja) pun tidak bisa digunakan. Jika masih belum paham, renungkanlah karakter 'Titik' (點) ini.
Bahkan "menitik pun tidak menitik", bahkan "keras kepala" pun tidak perlu, jika sudah tembus perenungannya, maka akan mengerti apa itu "Buddha".
"makna kedatangan Patriark dari Barat", Guru Zen Jin menjawab "gunung itu dingin, air itu sejuk."
Pada dasarnya memang demikianlah adanya, begitulah adanya.
Saya telah membaca "Gatha Tongkat" dari Guru Zen Jin, dan saya merasa itu untuk memverifikasi "Pencerahan".
Beliau membantu memberikan petunjuk kepada orang lain.
Agar orang dapat mencapai pencerahan dan memahami batin.
Sangat bagus! Sangat bagus! Saya tidak perlu bertele-tele lagi!
Membaca lebih banyak Petuah Mulia Dharmaraja, silakan klik:
https://id.tbsn.org/verse/index
Situs Web: https://id.tbsn.org
Facebook TBSN Indonesia: http://www.facebook.com/syltbsnindonesia
Facebook TBSNTV Indonesia: facebook.com/tbsntv
YouTube: http://www.youtube.com/@TBSNTVIndonesia
Tik Tok: https://www.tiktok.com/@tbsntvindonesia
Instagram: https://www.instagram.com/tbsntvindonesia

