【Catatan Dharmaraja】
📕 Artikel ini berawal dari kisah lucu tentang seseorang yang menginginkan jari dewa, secara langsung menunjuk pada keserakahan umat manusia yang tanpa batas, serta mengungkapkan bahwa mencerahi "tiada yang diperoleh" barulah inti pencerahan untuk memutuskan kilesa (kekotoran batin) seketika.

Kisah Menyentuh Batu Menjadi Emas
Kumpulan Dharmadesana Dharmaraja Lian Sheng Lu Sheng-Yen ke-232 【Xiao Hua Zhong De Chan Ji】

Sebuah kisah (juga sebuah lelucon):
Ada sesosok dewa yang memiliki ilmu kesaktian menyentuh batu menjadi emas. Dewa ini ingin menguji apakah ada manusia yang tidak serakah.

Dewa bertemu dengan orang pertama, lalu mengubah sebuah batu kecil menjadi emas dengan sentuhan jarinya, dan bertanya apakah orang itu mau?


Orang itu berkata, "Boleh tidak, yang lebih besar sedikit?"


Dewa bertemu dengan orang kedua, lalu mengubah sebuah batu besar menjadi emas, dan bertanya apakah ia mau?


Orang itu berkata, "Aku mau yang dua kali lipat lebih besar dari ini!"


Dewa bertemu dengan orang ketiga, lalu mengubah sebuah patung singa batu menjadi emas. Orang itu luar biasa kegirangan.


Dewa bertanya, "Apakah Anda mau singa batu emas yang besar ini?"


Orang itu menjawab, "Tidak mau!"


Dewa sangat gembira, mengira orang ini tidak serakah dan bisa diseberangkan untuk menjadi dewa.


Namun, orang itu berkata, "Dewa, tolong berikan jari Anda itu kepada saya!"

Ha! Ha! Ha!

●

Analisis Mahaguru Lu:
Di dunia fana ini, untuk mencari orang yang "tidak serakah" sangatlah sulit, karena "keserakahan" adalah hasrat besar manusia yang sudah ada sejak lahir.

Oleh karena itu, ada bait puisi yang berbunyi:
Semua orang di dunia berkata menjadi dewa itu menyenangkan,
Hanya keserakahanlah yang tidak bisa dilupakan!

Serakah akan harta, serakah akan rupa, serakah akan nama/popularitas, serakah akan makanan... Manusia di dunia ini nyaris "serakah" akan segala hal. Oleh sebab itu, para sadhaka harus menghentikan keserakahan. Hanya dengan menghentikan keserakahan, barulah ada harapan untuk membina diri.


Ketika kita telah "mencapai pencerahan dan memahami batin", kita akan memahami tiga kata ini: "tiada yang diperoleh".

Harta benda mengalir datang dan pergi ── tiada yang diperoleh.
Rupa perlahan-lahan menua ── tiada yang diperoleh.
Nama, kedudukan, dan kekuasaan hanya sekejap ── tiada yang diperoleh.
Cita rasa makanan hanyalah kenikmatan sesaat ── tiada yang diperoleh.

Karena telah mengetahui "tiada yang diperoleh", maka kilesa (kekotoran batin) akan terputus seketika. Semuanya benar-benar tiada yang diperoleh, tiada yang diperoleh, tiada yang diperoleh...

Seperti pepatah dalam Sutra Vajra:
"Pikiran yang telah lalu tidak dapat diperoleh, pikiran yang sekarang tidak dapat diperoleh, pikiran yang akan datang tidak dapat diperoleh."

●


Di Xiangzhou, Gunung Guangde, Guru Zen Zhiduan.

Seorang biksu bertanya, "Bagaimana keadaan Niutou sebelum bertemu dengan Patriark Keempat?" (Niutou adalah Patriark Kelima)

Guru Zen Zhiduan menjawab, "Mengenakan pakaian dan makan nasi."


Biksu itu bertanya lagi, "Bagaimana setelah bertemu?"


Guru Zen Zhiduan menjawab, "Mengenakan pakaian dan makan nasi."


Biksu bertanya, "Apa itu Gunung Guangde?"


Guru Zen Zhiduan menjawab, "Bunga yang menghadap matahari mudah mekar, salju yang berada di tempat teduh sulit mencair."


Biksu bertanya, "Siapa orang di dalam gunung?"


Guru Zen Zhiduan menjawab, "Saat rona merah fajar menyingsing, ia tidak keluar rumah; saat rona senja remang-remang, ia berkelana ribuan mil."


●


Analisis Mahaguru Lu:
Sebelum bertemu, mengenakan pakaian dan makan nasi; setelah bertemu, mengenakan pakaian dan makan nasi. Inilah cita rasa Dharma (Dharmarasa) yang paling agung, yakni mencerahi tiada yang diperoleh.

Guru Zen Zhiduan menjawab tentang Gunung Guangde, "Bunga yang menghadap matahari mudah mekar, salju yang berada di tempat teduh sulit mencair."

(Segala sesuatunya mengalir secara alamiah, ilusi muncul dan ilusi sirna)

"Siapa orang di dalam gunung?"


Jika saya yang menjawab, "Siapa yang Anda lihat?"


(Kalimat saya ini bukanlah hal yang sepele, melainkan mengguncang langit dan bumi, satu kalimat yang menyadarkan orang dari mimpinya. Siswa suci sekalian, jika kalian membuktikan pencerahan dari kalimat "Siapa yang Anda lihat?", maka kalian akan mengetahui di mana letak Inti sari Dharma yang sesungguhnya.)


Membaca lebih banyak Petuah Mulia Dharmaraja, silakan klik:
https://id.tbsn.org/verse/index 

Situs Web: https://id.tbsn.org 
Facebook TBSN Indonesia: http://www.facebook.com/syltbsnindonesia 
Facebook TBSNTV Indonesia: facebook.com/tbsntv
YouTube: http://www.youtube.com/@TBSNTVIndonesia 
Tik Tok: https://www.tiktok.com/@tbsntvindonesia
Instagram: https://www.instagram.com/tbsntvindonesia
持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。