Menghimpun Kebajikan dalam Puja Api Homa Drashi Lhamo

Menghimpun Kebajikan dalam Puja Api Homa Drashi Lhamo

Minggu, 27 September 2026 pukul 15.00 WIB, Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya kembali dipenuhi antusiasme para umat yang hadir dalam pelaksanaan Upacara Puja Api Homa Drashi Lhamo.

Upacara dipimpin oleh Acarya Shi Lian Pu, didampingi Pandita Lokapalasraya Denny, Pandita Lokapalasraya Sukim, Pandita Lokapalasraya Bun Storojoyo dari Jakarta, serta Pandita Lokapalasraya Yudianto Tanri dari Jambi. Suasana semakin terasa sakral ketika api homa mulai dinyalakan. Satu per satu persembahan dihaturkan ke dalam api suci, diiringi lantunan mantra. Api yang menyala seolah menjadi pengingat bagi setiap umat untuk terus menyalakan semangat kebajikan dalam kehidupan.

Bagi umat yang hadir, upacara bukan hanya tentang mengikuti sebuah ritual, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengikis karma buruk, mengingat kembali pentingnya berbuat baik, serta memperkuat tekad untuk membawa kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah seluruh rangkaian Upacara Puja Api Homa selesai dilaksanakan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Dharma Desana yang disampaikan oleh Acarya Shi Lian Pu.

Dalam Dharmadesana tersebut, Beliau menyampaikan bahwa dalam sadhana Drashi Lhamo, banyak orang mengenal beliau sebagai sosok yang berkaitan dengan rezeki, atau yang sering disebut sebagai Dewi Rezeki. Namun, sifat utama beliau bukan sekadar memberikan berkah materi. Beliau juga memiliki sifat sebagai Dharmapala, yaitu melindungi dari berbagai gangguan.Sebagai Dharmapala, beliau memiliki kemampuan untuk memberikan pemberkatan, termasuk dalam hal yang berkaitan dengan ekonomi. Demikian pula para Buddha, Bodhisattva, Dharmapala, Dewa, dan para Adinata lainnya memiliki kekuatan pemberkatan masing-masing.

Karena itu, ketika melakukan sadhana, sesungguhnya umat sedang belajar untuk meminjam kekuatan dan cahaya pemberkatan dari para Adinata yang disadhana-kan. Lalu, bagaimana cara meminjam kekuatan tersebut? Dalam Tantrayana, salah satu metode yang digunakan adalah melalui persembahan Homa. Homa bukan sekadar upacara membakar persembahan. Di dalamnya terdapat tata krama yang perlu dipahami. Ketika datang untuk melakukan persembahan kepada seorang Adinata, umat menunjukkan penghormatan, ketulusan, dan kesungguhan hati dalam memohon pertolongan serta pemberkatan.

Selain mengikuti homa, umat juga dapat mempersiapkan persembahan secara pribadi kepada Adinata yang disadhana-kan. Persembahan tersebut bukan semata-mata karena Adinata membutuhkan benda-benda tersebut, melainkan sebagai bentuk ketulusan hati dan penghormatan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Maha Guru, homa merupakan salah satu bentuk persembahan yang terbesar. Melalui homa, umat juga belajar melepaskan keakuan dan kemelekatan terhadap benda maupun makanan yang dimiliki.

Sering kali muncul pertanyaan, “Mengapa makanan dibakar? Bukankah lebih baik makanan itu dibagikan dan dimakan?” Dari sudut pandang duniawi, makanan yang dibakar memang terlihat seolah-olah menjadi sesuatu yang hilang. Namun, dalam latihan Tantrayana, persembahan tersebut memiliki makna yang lebih dalam. Sebagai contoh, makanan yang ada di hadapan kita. Ketika dimakan, makanan tersebut masuk ke dalam tubuh dan menjadi energi. Kita tidak melihat secara langsung bagaimana energi itu terbentuk, tetapi manfaatnya dapat kita rasakan.

Demikian pula ketika persembahan dihaturkan ke dalam api homa. Kita tidak melihat secara langsung bagaimana energi dari persembahan tersebut bekerja. Namun, dalam keyakinan dan praktik Dharma, persembahan tersebut menjadi bagian dari proses penghormatan, ketulusan, dan pengembangan kebajikan. Rangkaian Upacara Puja Api Homa Drashi Lhamo pada sore hari itu berlangsung dengan lancar dan bermakna. Kehadiran para umat menjadi bagian dari kebersamaan dalam menjalankan praktik Dharma, memperkuat keyakinan, serta menumbuhkan semangat untuk terus melakukan kebajikan.

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。