Menjemput Berkah dan Ketekunan: Ketekunan menyambut berkah dalam Upacara Apihoma Jambhala Hitam
MEDAN – Suasana khidmat menyelimuti Vihara Satya Buddha Visudhi Marga, Jalan Pabrik Tenun No. 106, Medan, pada Sabtu (8/3/2026). Para umat berkumpul dengan penuh antusias mengikuti Upacara Apihoma Jambhala Hitam yang dipimpin oleh Acarya Shi Lian Zui.
Melalui ceramah yang penuh kehangatan, Acarya menjelaskan pahala dari memuja Jambala Hitam. Jambhala Hitam dikenal sebagai Dewa Rejeki yang melimpahkan berkah materiil maupun spiritual. Namun, di balik sosok pemberi kemakmuran, tersimpan pesan moral yang mendalam melalui legenda kuno yang ia bagikan kepada para hadirin.
Acarya menceritakan kisah seorang raja di India Kuno yang berada di titik nadir kehidupannya. Kas negara yang kosong, kesulitan ekonomi yang menghimpit, serta penderitaan rakyatnya membuat sang raja sempat putus asa hingga terpikir untuk mengakhiri hidup dengan menenggelamkan diri. Di saat itulah, muncul seorang anak laki-laki berkulit gelap berusia sekitar enam tahun. Melihat kegundahan sang raja, anak tersebut membimbingnya untuk mendirikan ruang meditasi kristal di samping sebuah pohon dan memerintahkannya untuk berlatih selama enam bulan.
"Dua bulan berlalu, raja yang merasa tidak melihat hasil apa pun kembali dilanda keputusasaan. Namun, anak laki-laki itu hadir kembali, mencegah niat buruk sang raja dan memintanya untuk kembali ke ruang meditasi," tutur Acarya Lian Zui di hadapan jemaat.
Keajaiban terjadi saat raja kembali ke ruang meditasi tersebut; ruangan itu kini telah dipenuhi dengan permata dan emas. Anak laki-laki tersebut ternyata adalah perwujudan Dewa Kekayaan Hitam yang muncul karena belas kasihan atas penderitaan rakyat sang raja.
Mengambil pelajaran dari legenda tersebut, Acarya Lian Zui menegaskan bahwa kemakmuran bukanlah hasil instan. Ia menekankan pentingnya kualitas batin bagi seorang sadhaka. "Sebuah sadhana atau latihan spiritual hanya akan membuahkan hasil bila dilaksanakan dengan ketekunan dan konsistensi," jelasnya.
Menurut Acarya, kisah raja tersebut adalah metafora bagi kehidupan manusia. Seringkali, manusia menyerah tepat sebelum hasil dari usaha dan doa mereka terwujud. Pesan utamanya adalah bahwa berkah sejati tidak datang hanya dengan memohon, tetapi memerlukan proses disiplin batin yang kuat.
Upacara Apihoma yang berlangsung hingga sore hari tersebut ditutup dengan doa bersama. Para umat tampak meninggalkan vihara dengan wajah yang lebih tenang, membawa bekal pelajaran berharga bahwa di setiap kesulitan selalu ada jalan keluar, asalkan kita memiliki keteguhan hati untuk terus berupaya.