Upacara Festival Qingming 清明節 2026 - Vihara Vajra Bumi Kertayuga

Upacara Festival Qingming 清明節 2026 - Vihara Vajra Bumi Kertayuga 真德雷藏寺 Pontianak, Kalimantan Barat

Liputan: Tim Publikasi dan Dokumentasi Vihara Vajra Bumi Kertayuga

Pada tanggal 26-29 Maret 2026, Vihara Vajra Bumi Kertayuga Pontianak 真德雷藏寺telah terselenggara rangkaian kegiatan Dharma dalam rangka festival Qingming yang penuh berkah dan diikuti dengan antusias oleh umat saudara/i sedharma. Seluruh kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat, hangat, serta dipenuhi semangat untuk memperdalam ajaran Dharmaraja Liansheng dan Buddha Dharma untuk meningkatkan praktik spiritual.

Rangkaian diawali pada tanggal 26 Maret 2026 dengan kegiatan Bedah Buku karya tulis ke-153 Dharmaraja Liansheng berjudul “Biarkan Sinar Mentari Menerangi” yang dibawakan oleh Acarya Shi Lianzu. Sebanyak 95 umat hadir untuk mendengarkan penjelasan mendalam dari Acarya yang mengulas sekitar 7 bab dari buku tersebut. Para umat saudara/i sedharma mengikuti sesi ini dengan penuh perhatian dan antusiasme yang tinggi. Banyak umat mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman terhadap isi buku, sehingga suasana diskusi terasa hidup dan penuh semangat belajar. Antusiasme umat juga terlihat dari kebiasaan membaca karya Dharmaraja Liansheng melalui website tbboyeh.org. Dalam kesempatan ini juga, Acarya berpesan bahwa ketika seseorang sedang mengalami kesusahan ataupun kebingungan, membaca salah satu karya tulis Dharmaraja Liansheng dapat membantu menemukan jawaban dan pencerahan. Saat ini, sekitar 60 buku karya Dharmaraja Liansheng telah tersedia dalam terjemahan Bahasa Indonesia, sehingga semakin memudahkan para umat untuk mempelajari ajaran Dharma Beliau. Kegiatan hari pertama ditutup dengan pembagian doorprize yang telah dipersiapkan oleh pengurus vihara bagi saudara/i sedharma yang hadir.

Pada 27–28 Maret 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Pertobatan Air Samadhi 三昧水懺. Dalam dharmadesana, Acarya menjelaskan asal-usul praktik Pertobatan Air Samadhi serta menegaskan bahwa umat yang mengikuti pertobatan harus hadir dengan hati yang tulus menyesal dan tekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan yang salah. Dijelaskan pula bahwa praktik pertobatan seperti Pertobatan Air Samadhi, Pertobatan Kaisar Liang, dan Pertobatan 3000 Buddha berasal dari tradisi Mahayana. Dalam Tantrayana, praktik pertobatan tersebut tetap dilakukan namun disertai tambahan visualisasi saat bersujud. Umat diajak memvisualisasikan Maha Namaskara dengan jelas, membayangkan Trimula cahaya menyinari diri sadhaka, serta saat bersujud telapak tangan terbuka menopang Buddha, Adinata Upacara, dan Mahamulacarya. Acarya juga menegaskan pentingnya melakukan pertobatan versi Tantrayana melalui penjapaan Mantra Sataksara secara konsisten. Ditekankan pula bahwa karma perlu dikikis terlebih dahulu agar seseorang dapat menerima berkah, dan untuk memperoleh kemakmuran diperlukan keberkahan yang cukup. Sebagai penutup rangkaian pertobatan, Acarya memberikan Abhiseka Kalasa Kemakmuran agar seluruh saudara/i sedharma yang hadir dapat segera memperoleh kemakmuran dan berkah dalam kehidupan.

Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada 29 Maret 2026 melalui Upacara Api Homa Bhagavati Sitatapatra 大白傘蓋佛母護摩法會 yang berlangsung dengan sangat manggala dan khidmat. Upacara ini dihadiri oleh ratusan umat Zhenfo Zong dari Pontianak maupun luar kota, serta turut dihadiri oleh Bapak Suyadi, S.Pd.B selaku Penyelenggara Buddha Kabupaten Kubu Raya. Dalam dharmadesana, Acarya menjelaskan asal-usul Bhagavati Sitatapatra. Dikisahkan bahwa ketika Dewa Indra mengalami kekalahan dalam peperangan melawan para asura, beliau memohon pertolongan kepada Buddha Sakyamuni. Dari usnisa Buddha Sakyamuni bermanifestasi Sita Aparajita Maha Bhagavati, Bhagavati Agung Berwarna Putih yang Tak Terkalahkan, yang memiliki seribu lengan dan seribu kaki. Bhagavati Sitatapatra kemudian membabarkan Sitatapatra Dharani dan memayungi seluruh surga Dewa Indra sehingga para asura tidak dapat menyerang dan peperangan pun mereda.

Acarya juga menjelaskan kiat mudra Sitatapatra Bhagawati, yaitu memutar jari telunjuk tangan kiri sebanyak dua kali di bawah telapak tangan kanan sebelum melakukan visualisasi sadhana. Payung Sitatapatra diyakini mampu melindungi suatu area, rumah, kota, bahkan negara, tergantung pada kekuatan visualisasi yang dilakukan. Pada akhir upacara, empat umat menerima Abhiseka Catur Sarana dan resmi bergabung dalam Tantrayana Satya Buddha. Acarya kemudian memberikan Abhiseka Pemberkatan dan Pemberkahan Bhagavati Sitatapatra kepada seluruh saudara/i sedharma yang hadir.

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。