Ganesha Dapat Mengabulkan Berbagai Macam Permohonan, Jangan Mengharapkan Rezeki Apabila Tidak Memili

Ganesha Dapat Mengabulkan Berbagai Macam Permohonan, Jangan Mengharapkan Rezeki Apabila Tidak Memiliki Berkah

Upacara Homa Pemberkatan dan Penyeberangan Ganesha
Liputan: Pandita Venny

Pekalongan, 15 April 2026 - Malam itu, Vihara Vajra Bumi Pekalongan (Lishan Leizangsi 禮善雷藏寺) yang berada di kota Pekalongan, Jawa Tengah, dipenuhi kemeriahan. Para umat Zhenfozong berdatangan dari kota Pekalongan dan sekitarnya, seperti Semarang, Lamuk, bahkan Surabaya, dan memadati bhaktisala, untuk mengikuti Upacara Homa Pemberkatan dan Penyeberangan Ganesha, yang dipimpin oleh Acarya Shi Lian-yuan (釋蓮元上師), didukung oleh Acarya Shi Lianpu (釋蓮菩上師) dan Acarya Shi Lianzui (釋蓮最上師). Para Pandita yang hadir mendukung upacara adalah Pandita Dharmaduta Suyamto (Suyamto 講師), Pandita Dharmaduta Suryati (蓮花一敏講師), Pandita Lokapalasraya Diana (蓮花玉婷助教), dan Pandita Lokapalasraya Venny (蓮花佩芬助教).

Tepat pukul 19.00 Upacara Homa dimulai dengan persembahan dupa diiringi Lagu Pendupaan (香讚), diikuti dengan Gatha Mahadhistana Guru Liansheng (祈請蓮生活佛加持文). Para umat ikut melantunkan lagu pujian dengan antusias. Setiap tahap sadhana dalam ritus berlangsung dengan khidmat. Sarana puja yang begitu banyak, semuanya tertata rapi dan indah, dipersembahkan masuk ke dalam tungku homa. Seusai homa, Acarya Shi Lian-yuan melakukan pemberkatan Altar Dirgahayu dan Altar Leluhur, diiringi dengan pelantunan Pelimpahan Jasa Altar Dirgahayu dan Altar Leluhur sesuai ritus. Selanjutnya, Acarya juga melakukan pemberkatan bagi nama-nama donatur dan simpatisan yang tertera pada Pelita Mahadewi Yaochi, Pelita Ganesha, dan Altar Buddha Amitabha.

Memasuki sesi Dharmadesana, Acarya Shi Lian-yuan menjelaskan bahwa Ganesha dikenal sebagai Dewa Rezeki sekaligus Dewa Perang. Umat Indonesia sangat berjodoh dengan Ganesha, hampir di setiap candi di Indonesia, baik Buddhis maupun Hindu, mempersemayamkan Ganesha. Ganesha dapat mengabulkan permohonan akan rezeki, jodoh, maupun keturunan. Mahaguru Liansheng mengajarkan, untuk menekuni Sadhana Ganesha perlu melafalkan Mantra Hati Bhagawati Saraswati. Begitu Saraswati memainkan sitar, Ganesha pasti datang, karena Ganesha adalah Dewa yang senantiasa bergembira, suka melihat tarian dan nyanyian. Hal ini sesuai dengan nama surgaloka Ganesha, yaitu Huanxi Tian, yang berarti Surga Sukacita. Meski demikian, Ganesha juga dapat menjadi pemarah, jika kita malas bersadhana. Tangan Ganesha yang memegang japamala, bermakna mengingatkan sadhaka untuk tekun bersadhana, barulah ia akan memberikan rezeki. Lobak dan daun wortel merupakan simbol rezeki dan harta yang dimiliki Ganesha. Kapak di tangan Ganesha bermakna kita harus memutuskan semua sifat yang tidak baik.

Acarya Shi Lianpu melanjutkan Dharmadesana, dengan menjelaskan bahwa Ganesha juga merupakan Dewa Pengetahuan, karena memiliki ingatan yang sangat kuat. Kitab Mahabrata ditulis oleh Ganesha dengan gadingnya sebagai alat tulis. Ganesha juga diyakini sebagai Dewa Pertanian, hal ini tampak dari banyaknya rumah yang mempersemayamkan Ganesha di desa pertanian di Indonesia, misalnya di Desa Lamuk. Para arkeolog yang menelusuri sejarah di Indonesia menyimpulkan bahwa pada zaman dahulu ada dua Sadhana Rezeki yang terkenal di Indonesia, yaitu Kubera dan Jambhala. Jambhala di sini mengacu pada Ganesha. Ajaran tentang Sadhana Rezeki ini diajarkan oleh seorang Guru Besar dari Indonesia, yaitu Dharmakirti, yang sangat dihormati di Tibet dengan nama Sherlingpa. Dalam Tantrayana, Ganesha memiliki kedekatan hubungan dengan Mahakala, Bhagawati Kurukulla, Manohara Vasudhara, serta Bodhisattva Marici. Ganesha dalam Tantrayana dikenal dengan nama Rakta Jambhala.

Mahaguru mengajarkan kiat Sadhana Ganesha. Ganesha berkepala gajah, sehingga kepalanya terasa sakit. Oleh sebab itu, kita menggunakan vajra untuk menyembuhkan sakit kepala Ganesha dan mengingatkan Ganesha akan ikrarnya. Sang Buddha mengingatkan Ganesha untuk berikrar pada Vajrapani, untuk memenuhi harapan sadhaka yang meletakkan vajra di kepalanya dan memohon setulus hati. Ganesha memberitahu Mahaguru Liansheng akan ikrarnya, agar dilafalkan saat bersadhana, karena Ganesha ingin membantu para siswa Zhenfo.

Selanjutnya, Acarya Shi Lianzui menyampaikan Dharmadesana perihal banyaknya Sadhana Rezeki yang ditransmisikan oleh Mahaguru. Semua sadhana ini memiliki inti yang sama, yaitu berdana. “Gudang harta” kita harus diisi dengan berdana. Jangan berharap mendapatkan rezeki apabila tidak memiliki berkah. Berkah tidak hanya berupa kekayaan, melainkan juga kesehatan dan keharmonisan. Salah satu cara memupuk berkah adalah dengan berdana. Berdana tidak selalu berupa uang, tetapi dapat pula berupa tenaga, pikiran, waktu, dan yang tertinggi adalah berdana Dharma. Mahaguru membabarkan begitu banyak Sadhana Rezeki, agar kita dapat lebih tenang dalam menekuni bhavana. Saat memperoleh rezeki, kita harus paham bagaimana menggunakannya untuk membantu kita kelak terlahir di Sukhavatiloka.

Sebagai penutup, Acarya Shi Lian-yuan mengingatkan bahwa Guru Sherlingpa yang terkenal hingga ke Dataran Tibet, merupakan Guru dari Yang Arya Atisa Dipamkara, dan Mahaguru Liansheng merupakan titisan dari Guru Atisa. Tubuh Mahaguru merupakan mandala suci. Oleh sebab itu, sebelum menekuni sadhana apa pun, awali dengan rapal Mantra Hati Mahaguru sebanyak tujuh kali, untuk memohon kesempurnaan sadhana.

Seusai Dharmadesana, Acarya Shi Lian-yuan memberikan adhistana pemberkatan Ganesha kepada semua umat. Upacara berlangsung dengan manggala. Semua umat yang hadir dipenuhi sukacita Dharma. Om Guru Liansheng Siddhi Hom.

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。