Ritual Suci Vajrapani Bodhisattva, Umat Memohon Pelindungan dan Terbukanya Jalan Kebajikan
Palembang – Ratusan umat Buddha mengikuti Upacara Api Homa Vajrapani Bodhisattva yang digelar di Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya, Palembang, Minggu 19 April 2026.
Ritual yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Acarya Shi Lian Pu, di dampingi para pandita lokapalasraya.
Upacara Api Homa merupakan salah satu ritual penting dalam praktik Tantrayana, yakni persembahan ke dalam api suci yang didedikasikan kepada Vajrapani Bodhisattva, sosok pelindung Dharma yang melambangkan kekuatan dan kebijaksanaan.
Dalam prosesi tersebut, umat mengikuti pembacaan mantra Vajrapani Bodhisattva, yaitu: Om Biezha Bani Hom Pei, dengan penuh konsentrasi sebagai bagian dari praktik spiritual.
Penyelenggaraan upacara ini bertujuan untuk memohon perlindungan, menghilangkan rintangan karma, serta mengumpulkan kebajikan demi meningkatkan kualitas spiritual umat.
Selain rangkaian ritual, acara juga diisi dengan Dharmadesana yang disampaikan oleh Acarya Shi Lian Pu.
Dalam penyampaiannya, Vajrapani Bodhisattva memiliki peranan yang sangat penting bagi seorang sadhaka. Pada masa awal tradisi Zhenfo Zong, praktik Simabandhana (perlindungan diri) dilakukan dengan visualisasi Wei Tuo Pu Sa di empat penjuru. Namun, seiring perkembangan, praktik ini telah diseragamkan dengan pelafalan mantra : Om. Borulan. Zhe.li. disertai visualisasi Vajrapani Bodhisattva.
Lalu, apakah praktik Simabandhana Vajrapani hanya digunakan saat bersadhana? Dalam ajaran yang tertuang dalam buku Mahaguru, dijelaskan bahwa meskipun praktik ini merupakan bagian dari tata ritual sadhana, penggunaannya tidak terbatas hanya saat bersadhana.
Dalam kehidupan sehari-hari, mantra ini juga dapat dilafalkan sebagai bentuk perlindungan diri.
Misalnya, saat hendak bepergian, mengerjakan suatu tugas, menjenguk orang sakit, menghadiri acara, atau aktivitas lainnya, sadhaka dapat melafalkan mantra: “Om. Borulan. Zhe.li” sebagai upaya memohon perlindungan diri serta memperkuat energi batin dalam menjalani aktivitas tersebut.
Sepanjang jalannya upacara, suasana berlangsung tertib.
Para umat tampak mengikuti setiap tahapan ritual dengan penuh konsentrasi hingga kegiatan berakhir.
Sebagai penutup, upacara ini menjadi momentum bagi umat untuk memperkuat batin, menumbuhkan keyakinan, serta memohon pelindungan Vajrapani Bodhisattva dalam menjalani praktik Dharma di kehidupan sehari-hari.