31 Oktober 2020 Pujabakti Sadhana Istadevata Jambhala Kuning di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

31 Oktober 2020 Pujabakti Sadhana Istadevata Jambhala Kuning di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple⁣

[Liputan TBS Seattle Ling Shen Ching Tze Temple]⁣

Pada hari Sabtu, tanggal 31 Oktober 2020, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺) menyelenggarakan pujabakti Sadhana Istadevata Jambhala Kuning. Suara tepuk tangan meriah menyambut kedatangan Mulacarya Dharmaraja Liansheng Lu Shengyan dan Gurudara Acarya Lianxiang memasuki mandala untuk melakukan mahanamaskara. Setelah mempersilakan Mahaguru naik Dharmasana, semua mengikuti ritus pujabakti Sadhana Istadevata Jambhala Kuning dengan sangat khidmat.⁣

Saat melakukan pelimpahan jasa, Mahaguru teristimewa mengundang kehadiran Panca Tathagata untuk menjemput para arwah terlahir di Buddhaksetra, memohon supaya Jambhala Kuning mengadhisthana semua umat, mencukupi sambhara, supaya bisnis umat dapat berjalan lancar dan makin berkembang, supaya segenap umat memiliki kebijaksanaan sempurna, sehat sentosa, semua petaka menjadi kemujuran, sraddha berakar dengan baik, memperoleh adhisthana Guru, Istadevata berkenan menerima, dan Dharmapala senantiasa melindungi, serta supaya pandemi segera berakhir.⁣

Mahaguru bersembah puja kepada segenap Guru Silsilah: Biksu Liaoming, Guru Sakya Zhengkong, Gyalwa Karmapa ke-16, Guru Thubten Dhargye, Triratna Mandala, serta Istadevata pujabakti hari ini Jambhala Kuning. Kemudian, Mahaguru menyapa Gurudara, Tenzin Gyaltso dan Thubten Ksiti Rinpoche, serta segenap Acarya, Dharmacarya, pandita Dharmaduta, pandita lokapalasraya, ketua vihara, dan segenap umat, serta umat yang menyaksikan melalui internet: "Selamat malam semuanya, apa kabar semuanya!" Mahaguru menyapa dalam berbagai bahasa.⁣

Sebelum Berdharmadesana, terlebih dahulu Mahaguru mengawali dengan sebuah kisah humor. Mahaguru juga mengungkapkan ada umat yang tekun melakukan Sadhana Tantra Zhenfo dan memperoleh kontak batin yang nyata. Mahaguru mengatakan: "Dalam belajar Sadhana Tantra, asalkan Anda menjapa satu mantra, satu sutra, melakukan satu Caturprayoga, atau melakukan satu kali sadhana, semua pasti menghasilkan pahala."

Berikutnya, sesi "Anda Bertanya Aku Menjawab" - Interaksi Adalah Kekuatan:⁣

Siswa bertanya:⁣
Saya merasakan ada banyak arwah berada di luar rumah yang memohon bantuan saya untuk bersarana kepada Mahaguru, jika ini benar adanya, maka apa yang harus dilakukan?⁣

Mahaguru menjawab:⁣
Lakukan! Bantu mereka untuk memohon sarana kepada Mahaguru. Berarti arwah tersebut tergolong bajik, mereka punya niat untuk berbuat bajik, punya niat untuk belajar Buddha. Jangan menghalangi mereka, Anda mesti bantu mereka untuk bersarana, tulis surat ke True Buddha Foundation (TBF), Mahaguru akan memberikan abhiseka sarana untuk mereka.⁣

Siswa bertanya:⁣
Tahun ini, siswa berusia 87 tahun, sedang melakukan persiapan untuk mangkat kelak. Siswa telah menjapa Mantra Hati Guru, Nama Agung Amitabha Buddha, dan Mantra Dewa Bumi selama 13 tahun, namun belum bisa visualisasi Mahaguru hadir untuk mengadhisthana, hanya saja kadang saat menjapa Mantra Hati Guru atau melafal Nama Amitabha Buddha akan melihat sinar merah muncul di altar mandala.⁣

Siswa sungguh dungu, karena tidak mengetahui apakah sinar merah ini adalah sinar Istadevata yang hadir mengadhisthana? Namun saat saya memejamkan mata, saya lebih berharap untuk melihat Mahaguru dan sinar terang. Kelak saat jelang wafat apakah cukup mengenali sinar merah ini?⁣

Mahaguru menjawab:⁣
Saat nenek ini menjapa Mantra Hati Guru dan Nama Agung Amitabha Buddha, beliau melihat kemunculan sinar merah di altar mandala, ini sudah luar biasa, cukup mengenali sinar merah itu, karena sinar merah itu adalah sinar Amitabha Buddha, sedangkan perwujudan Amitabha Buddha adalah Padmakumara, yaitu Mahaguru. Oleh karena itu, Anda mesti tenang menekuni penjapaan Nama Amitabha Buddha dan Mantra Hati Padmakumara, jangan berhenti, kelak dalam kondisi kritis terus menjapa, pasti bisa melihat sinar merah, Amitabha Buddha dan Padmakumara akan muncul untuk menjemput Anda, dan Anda pasti bisa terlahir di Sukhavatiloka. Tidak ada masalah sama sekali!

Siswa bertanya:⁣
Mohon tanya, bagaimana mengetahui lewat manakah roh keluar dari badan di saat manusia meninggal dunia? Apakah bisa dilihat melalui tulang sisa kremasi?⁣

Mahaguru menjawab:⁣
Pada umumnya, setelah manusia meninggal dunia, bagian telapak kaki akan dingin duluan, dan bagian ubun-ubun masih hangat. Yang paling penting adalah roh keluar melalui ubun-ubun, paling rendah bisa terlahir di alam surga, paling tinggi bisa terlahir di ksetraparisuddhi, atau empat alam kesucian. Jika keluar melalui mata, lubang hidung, mulut, cakra manipura, atau cakra svadhisthana, ini pertanda tidak baik.⁣

Yang terbaik adalah dapat berjumpa dengan sadhaka yang menguasai metode samkranti (pemindahan kesadaran), memindahkan kesadaran, seperti yang sering Mahaguru katakan: "Buka pintu langit, tutup pintu bumi, sumbat alam manusia, rintangi jalan preta.", hanya menyisakan satu jalan: "ubun-ubun" untuk keluar roh, inilah Sadhana Samkranti Antarbhava (Bardo Phowa). Setelah manusia meninggal dunia, orang lain tidak akan bisa melihat atau mendengar dari mana rohnya keluar, yang lebih penting adalah mengetahui ke mana rohnya pergi, oleh karena itu selama masa 49 hari mesti bantu mendiang untuk menghimpun pahala penyeberangan arwah, japa sutra dan mantra, bersadhana, berbuat kebajikan, mencetak buku kebajikan, melimpahkan jasa pahalanya bagi mendiang, inilah yang paling penting.⁣

Siswa bertanya:⁣
Jika sering menjumpai banyak orang yang merasa dengki dan berniat mencelakai kita, bagaimana cara mengatasinya dengan menggunakan Sadhana Tantra?⁣

Mahaguru menjawab:⁣
Apa makna dari: "Tak goyah walau angin bertiup dari delapan penjuru"? Batin sadhaka tak tergoyahkan, bagaimanapun orang mencelakai Anda, mendengki, menghujat, mencurigai Anda, memuji Anda, mengapresiasi Anda, hati Anda tak tergoyahkan, ini yang paling penting.⁣

Bagaimana mengatasinya? Gunakan metode pembalasan, Bodhidharma sendiri yang membabarkan kepada saya: "Metode Pembalasan", balas kebencian dengan kebajikan, semakin dia mencelakai Anda, semakin dengki, maka Anda mesti semakin baik kepadanya, semakin memujinya, suatu hari nanti, ia akan berubah. Sama seperti yang diajarkan oleh Yesus, "Kasihilah musuhmu", dengan demikian bisa menguraikan ikatan dendam. Jika Anda membalasnya dengan kebencian, maka ikatan itu akan semakin erat, dendam akan semakin dalam.⁣

Bagaimana menggunakan Sadhana Tantra untuk mengatasinya? Sering japa Mantra Hati Kurukulla Bhagavati, ini adalah Sadhana Vasikarana, limpahkan jasa untuknya. Tiap kali bersadhana para penagih utang karma duduk di hadapan, di antaranya ada dia (orang yang membenci Anda), di sisi tangan kanan Anda adalah kerabat dari pihak ibu, di sisi tangan kiri Anda adalah kerabat dari pihak ayah, di belakang Anda adalah para senior dan mereka yang berjasa kepada Anda, di depan Anda ada para penagih utang karma, sedangkan semua makhluk sadgati mengitari Anda di lingkar luar. Di antara para penagih utang karma, visualisasikan orang itu ikut bersadhana. Inilah metode Sadhana Tantra untuk menguraikan ikatan kebencian.⁣

Teks Lamdre:⁣

10.2, Makna Bagian⁣
Semua aksara setara dalam proses mula yang menetap atau naik dan turun, menampilkan corak fenomena naik, prana hati secara setara diserap dan dihimpun dalam aksara "A" putih di jalan alam surga, anubhava alam surga berupa rasa sukacita, merasa diri sendiri merupakan Dewata, dalam slokha disebut "menari", mengenakan untaian bunga, gerakan tubuh menjadi luwes; Dalam slokha disebut: "mantra", dapat berucap dengan fasih, serta bahasa para Dewata. Anubhava muncul di hati, tampil berupa tarian pada tubuh, dan mantra muncul melalui mulut, ini disebut: "Tiga purifikasi tahap awal."

Prana ini mengandung aksara mantra, semua aksara yang setara dalam proses naik maupun turun, dengan kata lain, aksara mantra juga bergerak, kadang naik, kadang turun. "Menampilkan corak fenomena naik", saat prana bergerak dalam tubuh, akan muncul berbagai macam fenomena.⁣

"Prana hati secara setara diserap dan dihimpun dalam aksara "A" putih di jalan alam surga", dengan kata lain: "Hati yang tenang, prana pun selaras", kondisi samadhi, hati dan prana terus secara setara berhimpun pada aksara "A" putih alam surga, akan timbul anubhava surga, merasakan sukacita dan kegembiraan para Dewata, Mahaguru pernah mengalaminya. "Merasa diri sendiri merupakan Dewata", menguasai bahasa Dewata.⁣

Jika prana berada pada hati, "Anubhava muncul di hati", ada di cakra anahata. "Tampil berupa tarian pada tubuh", tubuh Anda merasakan keberadaan untaian bunga. "Mantra muncul melalui mulut", mulut menjapakan mantra. Ini adalah: "Tiga purifikasi tahap awal." Mantra di mulut, berarti membersihkan mulut Anda sendiri. Tarian muncul melalui tubuh, terdapat untaian bunga pada tubuh, muncul bau harum, ini merupakan kemurnian tubuh. Kemurnian pikiran adalah menghimpun prana pada hati, merupakan kemurnian secara batiniah, ini disebu: "Tiga purifikasi tahap awal.", tiga jenis kemurnian yang paling awal, prana berhimpun di hati, mantra di mulut, tubuh memancarkan bau wangi.⁣

Usai mendengarkan Dharmadesana Mahaguru yang sangat berharga, kita selalu diliputi sukacita dan rasa syukur karena dapat memperoleh kesempatan untuk mendengarkan Dharma nan mulia. Di penghujung kegiatan malam hari ini, Mahaguru mengadhisthana Air Mahakaruna Dharani, mengabhiseka rupang Buddha, serta mengadhisthana segenap umat di arena dan semua yang menyakiskan secara daring melalui internet. Tepukan tangan semua hadirin mengakhiri kegiatan pujabakti yang sangat istimewa di malam hari ini.⁣

Untuk Dharmadesana lengkap (bahasa Mandarin), silakan simak melalui situs True Buddha News:⁣
www.tbsva.org/tbnw/epaper_detail1287.htm

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。