26 Maret 2022 Pujabakti Sadhana Yidam Bodhisatwa Ksitigarbha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

26 Maret 2022 Pujabakti Sadhana Yidam Bodhisatwa Ksitigarbha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

#LiputanTBSSeattleLingShenChingTzeTemple

Dharmaraja Liansheng Berdharmadesana, Bodhisatwa Ksitigarbha yang memiliki maha pranidhana (ikrar agung) adalah Yidam dari Dharmaraja Liansheng, merupakan salah satu dari Delapan Yidam Utama Zhenfo Zong. Ketika Buddha membabarkan Dharma di istana surga Trayastrimsa, Beliau menitipkan semua makhluk kepada Bodhisatwa Ksitigarbha, umat Buddha di kemudian hari berdiskusi apa penyebabnya, mengapa Buddha tidak menitipkan semua makhluk kepada Bodhisatwa Avalokitesvara, kenapa tidak menitipkan kepada Bodhisatwa Manjusri dari Trini Arya Avatamsaka, atau kepada Bodhisatwa Samantabhadra, Bodhisatwa Akasagarbha, Bodhisatwa Sarvanivaranaviskambhin, atau kepada Bodhisatwa Vajrapani? Mengapa khusus menitipkan kepada Bodhisatwa Ksitigarbha? Sebab, di antara Asta Maha Bodhisatwa, Bodhisatwa Ksitigarbha tampil dalam rupa sravaka, sedangkan ketujuh Bodhisatwa yang lain berwujud upasaka dan upasika, oleh karena itu Buddha menitipkan kepada biksu, sedangkan siswa perumah tangga berkewajiban mendukung Buddhadharma. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa Bodhisatwa Ksitigarbha lebih dekat dengan semua makhluk, bisa diketahui dari gelar Beliau, Ksitigarbha, yaitu membumi. Ada Ksitigarbha Sadgati, berarti di enam alam ada Bodhisatwa Ksitigarbha.

◎ Anda Bertanya Saya Menjawab – Interaksi Adalah Kekuatan

Siswa bertanya:
Saat merapal mantra, kadang semakin bersemangat, kadang mengantuk, atau kadang semakin letih. Mohon petunjuk Mahaguru Lu, apa sebab fenomena tersebut? Apakah ini karena cukup atau tidaknya semangat diri?

Buddha Guru menjawab:
Demikian pengalaman saya, saat kondisi semangat sangat baik kita bisa bervisualisasi sangat jelas, rapal mantra juga sangat jelas. Saat tidak bersemangat, akan terasa dipaksakan. Kadang kondisi semangat manusia baik, kadang tidak baik, jika tenaga penuh, rapal mantra akan semakin bersemangat. Di saat tidak bertenaga, berarti kurang bersemangat.

Siswa bertanya:
Tujuan akhir dari bhavana adalah supaya diri sendiri mencerahi hati dan menyaksikan Buddhata, mengendalikan kelahiran dan kematian diri. Mohon petunjuk Mahaguru Lu, apakah mencerahi hati dan menyaksikan Buddhata, mengendalikan kelahiran dan kematian diri, yang dimaksud adalah pencerahan penuh? Apakah jika belum mencapai pencerahan penuh, seseorang tidak bisa mencerahi hati dan menyaksikan Buddhata, tidak bisa mengendalikan kelahiran dan kematian diri?

Buddha Guru menjawab:
Mencerahi hati dan menyaksikan Buddhata adalah pencerahan penuh. Jika ingin memahami hati diri dan menyaksikan Buddhata, mustahil jika belum mencapai pencerahan penuh. Setelah pencerahan, mulai berbhavana, prana, nadi, dan bindu telah sepenuhnya tembus, kapan ingin berpulang, hanya perlu mengerahkan prana. Tubuh manusia ada prana, ada prana sirkulasi atas, ada prana sirkulasi bawah, prana sirkulasi sekujur, prana mitra kundalini, dan prana jiwa, prana jiwa ini tidak bergerak, prana jiwa tidak bergerak berarti manusia hidup, begitu prana jiwa bergerak, berarti manusia mati. Sadhaka mesti pertahankan terang dalam hati, prana sirkulasi atas, prana sirkulasi bawah, prana sirkulasi sekujur, dan prana mitra kundalini, keempat prana ini bisa bergerak, sedangkan prana jiwa tidak bergerak.

Dalam Tantra ada "Mengendalikan kelahiran dan kematian diri" artinya adalah Anda menggerakkan prana jiwa, menyusuri nadi tengah dan keluar melalui puncak kepala. Titik beratnya karena Anda berlatih prana, nadi, dan bindu, sehingga bisa mengendalikan kelahiran dan kematian diri, bisa hidup dan berpulang sesuai kehendak. Selama belum pencerahan penuh, tidak akan memahami tujuh cakra: cakra usnisa, cakra ajna, cakra visuddha, cakra anahata, cakra manipura, cakra svadhisthana, cakra muladhara, dan lima cakra: cakra ajna, cakra visuddha, cakra anahata, cakra manipura, dan cakra svadhisthana. Anda melatih prana, nadi, dan bindu (Triratna Tantra) sampai tujuh cakra terbuka, nadi tengah tembus sepenuhnya, saat itu semua bersih total, mencerahi hati, menyaksikan Buddhata, mengendalikan kelahiran dan kematian diri, tentu saja ini sudah pencerahan penuh, bisa menyaksikan Buddhata diri sendiri, juga memahami Buddhata, memahami apa itu hati. Sebelum pencerahan, tidak bisa memahami hati dan menyaksikan Buddhata, juga tidak bisa mengendalikan kelahiran dan kematian diri.

◎ Dharmaraja Liansheng Mengulas Sutra Vajra

Teks Sutra:
Bagian 23, Berbuat Kebajikan dengan Hati Suci
"Dan lagi, wahai Subhuti! Dharma setara, tiada tinggi dan rendah, disebut Anuttara Samyak Sambodhi. Menekuni segala Dharma kebajikan tanpa atribut diri, tiada atribut pribadi, tiada atribut makhluk hidup, dan tiada atribut jangka kehidupan, memperoleh Anuttara Samyak Sambodhi. Subhuti! Semua yang disebut Dharma kebajikan, Tathagata menyatakan bukan Dharma kebajikan, dinamakan Dharma kebajikan."

Bagaimana cara mengulas tajuk ini? Mengamalkan semua Dharma kebajikan dengan hati yang suci. Saat mengulas Lamdre, kita membahas mengenai kesucian, berapa bagian kesucian Anda? Kesucian sepuluh bagian berarti sempurna, jika hanya satu bagian berarti belum sempurna. Hati suci yang dimaksud di sini berarti Buddha mengamalkan segala Dharma kebajikan.  
  
Siapa yang bisa sepenuhnya suci? Pada umumnya manusia dibagi menjadi manusia baik dan manusia jahat, dua pembagian ini keliru. Orang yang benar-benar berilmu akan tahu, di dalam yang baik ada buruk, di dalam buruk ada baik. Dulu guru saya mengisahkan: Ketika seorang perampok merampok sebuah desa, ia melihat bayi yang merangkak mendekati mulut sumur dan hampir jatuh. Muncul welas asih dalam hati perampok itu, ia menggendong bayi itu sampai ke tempat aman, kemudian ia pergi merampok. Jadi bagaimana menggunakan dua pembagian ini untuk membedakan, "Ini adalah orang baik, ini adalah orang jahat"? Tidak bisa dibagi seperti ini.
  
Dalam Lamdre disebutkan, berapa bagian kesucian yang Anda capai, jadi penjelasan untuk tajuk ini, berbeda dengan penjelasan orang lain. Manusia tidak sepenuhnya baik, mesti melalui penyucian bagian demi bagian. Dalam Lamdre disebutkan, suci satu bagian berarti pramudhitabhumi, suci delapan bagian berarti acalabhumi, sudah merupakan realisasi Bodhisatwa. Suci sepuluh bagian, disebut Dharmamegabhumi, saat itu, barulah benar-benar dekat dengan Buddha, calon Buddha.

Sekarang pertanyaan untuk Anda semua, Anda sudah suci berapa bagian? Apakah Anda benar-benar tidak punya pikiran jahat? Bahkan sedikit pun pikiran serong, pikiran jahat, iri, cemburu, sama sekali tidak ada? Siapa yang sepenuhnya sunya? Oleh karena itu, tajuk bagian ini sangat penting!

Penjelasan orang lain hanya sampai pada: "Gunakan hati suci untuk mengamalkan segala kebajikan", penjelasan tajuk ini = selesai sampai di situ saja. Saya beritahu Anda, sesungguhnya ada kesucian satu bagian, ada dua bagian, ada tiga bagian, ada empat bagian, ada lima bagian, ada enam bagian, ada tujuh bagian, ada delapan bagian. Sampai pada kesucian delapan bagian disebut acalabhumi, saat itu kesucian hati Anda sama sekali tidak tergoyahkan, tapi masih ada dua bagian yang belum suci. Kesucian delapan bagian berarti hati sudah tak tergoyahkan, tidak akan menapaki kembali kejahatan.

Ada kisah humor, mengenai seorang kakek dan cucunya, kakek sangat gemar membaca, cucu bertanya: "Kakek membaca sekian banyak buku, apakah bisa mengingat semua?" Kakek menjawab: "Sebenarnya setelah baca kakek langsung lupa." Cucu menertawakannya: "Jadi buat apa baca buku? Setelah baca langsung lupa, lebih baik tidak usah baca!" Kakek mengambil sebuah keranjang arang yang sangat hitam dan diberikan kepada cucunya: "Coba gunakan keranjang ini untuk ambil air dari sungai dan berikan kepada kakek."

Cucu itu pergi mengambil air, tapi begitu keranjang diangkat, air tiris keluar sampai habis. Ia membawanya kembali untuk diperlihatkan kepada kakek, dan mengatakan bahwa keranjang itu tidak bisa menampung air. Kakek mengatakan: "Coba lakukan lagi untuk kedua kalinya." Cucunya kembali mengambil air. Sekembalinya, sama saja, keranjang sama sekali tidak bisa menampung air. Cucu mengatakan: "Mengambil air dengan cara seperti ini tidak ada gunanya." Kakek mengatakan: "Benar, kakek baca buku juga tidak ada gunanya, karena kakek tidak bisa mengingatnya, hari ini baca, besok langsung lupa. Namun, coba perhatikan, semula keranjang itu berisi arang, sehingga menjadi sangat hitam, tapi sekarang sudah bersih. Membaca beberapa kali, maka ia pun bersih."
  
Oleh karena itu, baca Sutra Vajra beberapa kali, maka Anda pun akan bersih. Baca sekali bisa lupa, Anda baca beberapa kali, baca juga penjelasannya beberapa kali, maka Anda pun menjadi bersih. Inilah mengapa perlu mempertahankan, merapal, dan menyalin Sutra Vajra, ini maksudnya, supaya lagi dan lagi Anda dibersihkan, ini maksudnya.

Gunakan hati yang suci untuk mengamalkan segala Dharma kebajikan, hati suci ini terbagi menjadi kesucian satu bagian, dua bagian, tiga bagian, terus sampai sepuluh bagian. Kita tahu, di dalam Lamdre, mencapai kesucian sepuluh bagian, berarti Buddha. Sampai kesucian 13 bagian, berarti Panca Dhyani Buddha. Sampai pada kesucian sepuluh bagian, berarti Adi Buddha, Buddha Adharma.

Alamat Tbboyeh: 
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool

#BodhisatwaKsitigarbha
Yidam pujabakti minggu depan #BhagavatiCundi
#SutraVajra

Artikel Dharmadesana lengkap (Bahasa Mandarin) bisa disimak melalui tautan berikut:
https://ch.tbsn.org/news/detail/1576/2022%E5%B9%B43%E6%9C%8826%E6%97%A5%E8%A5%BF%E9%9B%85%E5%9C%96%E9%9B%B7%E8%97%8F%E5%AF%BA%E5%9C%B0%E8%97%8F%E7%8E%8B%E8%8F%A9%E8%96%A9%E6%9C%AC%E5%B0%8A%E6%B3%95%E5%90%8C%E4%BF%AE.html

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。