21 Maret 2026 Laporan Singkat Upacara Agung Bodhisatwa Avalokitesvara Tahun Bingwu untuk Tolak Bala Pemberkahan dan Penyeberangan Arwah
Oleh: TBSN
Cucu perempuan Dharmaraja Lian Sheng adalah titisan Kumari Kebajikan yang berada di sisi Bodhisatwa Avalokitesvara
Mahadewi Yaochi dan para Buddha serta Bodhisatwa melindungi Dharmaraja Lian Sheng agar segera pulih, sehingga dapat memimpin Upacara ini
Harus memiliki berkah kebajikan barulah ada kesempatan untuk menjadi makmur mendadak; tidak boleh kurang salah satunya
Dalam Upacara Agung Musim Semi hari ini, selain memimpin upacara, sebelum dimulai Dharmaraja Lian Sheng juga menganugerahkan sila kehidupan membiara kepada para biksu/biksuni yang baru ditahbiskan, menganugerahkan sila Bodhisatwa bagi umat awam yang membangkitkan Bodhicitta, serta melaksanakan upacara pemberkatan bagi pasangan yang baru menikah.
Dharmadesana Dharmaraja Lian Sheng:
Tadi Dharmaraja Lian Sheng menggandeng cucu perempuan termudanya, bernama Lu Yin. Dharmaraja Lian Sheng mengatakan bahwa cucunya sangat dekat dengan Bodhisatwa Avalokitesvara, merupakan abdi dari Bodhisatwa Avalokitesvara, dan adalah titisan Kumari Kebajikan.
Hari ini, transmisi sadhana yang paling utama adalah Sadhana Rahasia Makmur Mendadak Drashi Lhamo. Sadhana ini hanya akan dijelaskan sekali di sini. Baik menjadi makmur mendadak maupun makmur secara bertahap, pertama-tama siswa mesti memiliki berkah kebajikan. Jika tidak memiliki berkah kebajikan, dari mana datangnya kemakmuran mendadak?
Berkah kebajikan berasal dari Vajra Maha Berkah; karena Vajra Maha Berkah maka ada Drashi Lhamo. Oleh karena itu mantra yang harus dirapalkan adalah menggabungkan mantra hati Padmakumara dan mantra hati Drashi Lhamo, ini adalah kunci pertama. Kunci kedua adalah gatha pujian Drashi Lhamo yang pernah diajarkan oleh Dharmaraja Lian Sheng: “Sepuluh penjuru Drashi Lhamo, para Naga dan Delapan Kelompok Pelindung Dharma, anugerahkan aku kemakmuran dan kesejahteraan, menang lotre nomor satu.” Ketiga, saat merapal mantra harus menghadap ke utara, karena Drashi Lhamo berdiam di utara. Dharmaraja Lian Sheng mengatakan bahwa sebagian besar Dewa Rezeki dalam Tantra berdiam di utara. Menghadap ke utara dan merapal mantra, praktisi minimal harus merapal sepuluh ribu kali; tingkat menengah adalah seratus ribu kali; tingkat tertinggi adalah lima ratus ribu kali. Setelah selesai, pada hari hendak membeli lotre, kenakan pakaian berwarna kuning. Kemudian tangan kanan menulis huruf “zhong” (tengah/kena), tangan kiri menulis bija aksara Tibet “jiu” milik Drashi Lhamo. Hari untuk membeli kupon undian ada dua dalam seminggu: Jumat dan Sabtu. Waktunya adalah pukul 07.00 sampai 11.00 pagi. Setelah tulisan di tangan selesai, yang paling penting adalah meniupkannya dengan napas (mengembuskan qi), barulah efektif.
Dharmaraja Lian Sheng mengatakan bahwa sebenarnya dalam Zhenfo Zong banyak yang memenangkan lotre, hanya saja tidak dipublikasikan. Saudari Sedharma, Hanifa bersaksi: Ada seseorang sadhaka yang sangat tertarik dengan ajaran Dharmaraja Lian Sheng. Ia setiap hari pergi ke Kuil Drashi Lhamo di Tibet untuk bersembahyang, mengikuti metode persembahan dan penghormatan sesuai ajaran Dharmaraja Lian Sheng. Setelah itu ia memenangkan lotre utama dan bahkan membeli rumah.
Dharmaraja Lian Sheng sebelumnya pernah mengatakan bahwa dirinya juga tidak tahu apakah dapat memimpin upacara kali ini, karena musibah pribadi serta bencana di beberapa negara.
Pada hari pertama Tahun Baru Imlek 2026, Dharmaraja Lian Sheng mengatakan dirinya menjalani operasi dua kali. Periode itu sangat dekat dengan waktu upacara, dan Beliau tidak tahu apakah bisa memimpin upacara. Namun Mahadewi Yaochi mengatakan bahwa Beliau bisa, dan memintanya kembali ke Seattle dan Rainbow Temple. Mahadewi Yaochi mengatakan kepada Dharmaraja Lian Sheng bahwa Beliau boleh melakukan adhisthana jamah kepala, konsultasi, dan melukis, tetapi tidak boleh mengemudi ke sana kemari.
Hari ini Dharmaraja Lian Sheng dapat berada di sini dan membabarkan sadhana rahasia kemakmuran mendadak, adalah berkat bantuan Mahadewi Yaochi. Selain itu Buddha Amitabha, Bodhisatwa Avalokitesvara, Vajrasattva, dan Bodhisatwa Manjusri menampakkan diri untuk mengadhisthana dan mengabhiseka; jika tidak, tidak mungkin pemulihannya akan secepat itu. Dharmaraja Lian Sheng juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang, karena banyak siswa terus-menerus melimpahkan jasa, merapal mantra, membaca sutra, dan melakukan homa bagi Beliau selama masa pemulihannya.
Sebelum peristiwa terjadi, Dharmaraja Lian Sheng juga pernah mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 akan ada perang, dan bukan perang kecil. Banyak hal akan terdampak. Tidak mudah bagi para siswa untuk bisa datang mengikuti upacara ini. Walaupun tahun ini akan ada perang dan kekacauan, Dharmaraja Lian Sheng tidak menyukai perang. Perdamaian adalah yang paling penting, tidak boleh ada korban jiwa. Jika kedua pihak tidak saling merugikan, itulah yang paling sempurna.
Sesungguhnya hidup memang demikian; banyak hal harus disikapi dengan sikap tidak melekat. Ketika manusia pergi, segala sesuatu akan kembali pada kekosongan. Kekayaan, kehormatan, nama, rumah, dan kendaraan sebenarnya bukan milik kita. Pada akhirnya semua hanyalah sebuah mimpi.
Dharmaraja Lian Sheng mengatakan bahwa semua yang hadir dalam upacara ini adalah orang-orang yang memiliki berkah kebajikan.