21 Maret 2026 Liputan Upacara Agung Musim Semi Tahun Bingwu Seattle Ling Shen Ching Tze Temple serta Transmisi dan Abhiseka Sadhana Rahasia Kemakmuran Mendadak Drashi Lhamo
【Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple】
Pada tanggal 21 Maret 2026, bertempat di Meydenbauer Center, Zhenfo Zong Amerika Serikat, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple dengan tulus mengundang Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng, untuk memimpin Upacara Agung Musim Semi tahunan Bodhisatwa Avalokitesvara untuk santika, pemberkahan dan penyeberangan arwah, serta menganugerahkan transmisi Sadhana Rahasia Kemakmuran Mendadak Drashi Lhamo.
Para pemimpin komunitas Tionghoa dari berbagai kalangan turut meramaikan acara, umat dari sepuluh penjuru berpartisipasi dengan antusias. Presiden Taiwan William Lai (賴清德) mengirimkan kaligrafi bertuliskan “Menganugerahkan ajaran demi kesejahteraan rakyat”, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) mempersembahkan kaligrafi “Menebarkan kasih universal”, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) serta banyak anggota legislatif, kepala daerah, dan perwakilan dewan juga turut mengirimkan kaligrafi, mendoakan agar upacara berjalan dengan sempurna dan sukses.
Pada hari itu, saat Dharmaraja Lian Sheng dan Gurudara Acarya Lian Xiang tiba di lokasi dengan kendaraan, para hadirin telah menunggu dengan hati penuh sukacita dan harapan. Ketika Dharmaraja Lian Sheng dan Gurudara turun dari kendaraan, tepuk tangan meriah langsung bergema, sapaan demi sapaan mencerminkan kerinduan dan penghormatan para siswa kepada Mulacarya Silsilah. Dharmaraja Lian Sheng pun membalas dengan senyum ramah dan lambaian tangan, suasana hangat dan penuh keakraban.
Dharmaraja Lian Sheng memasuki arena upacara, memberikan pemberkatan pada Triratna Mandala, altar penyeberangan, serta altar dirgahayu, kemudian meninjau dan mengadhisthana “Pameran Lukisan dan Kaligrafi Dharmaraja Lian Sheng” yang diselenggarakan oleh Tbboyeh. Pameran kali ini bertema “Dua Bangau Membawa Kemanggalaan Panjang Umur dan Kesehatan”, karya lukisan dan kaligrafi Dharmaraja Lian Sheng dirancang menjadi lentera-lentera indah, hampir 300 lampu doa dinyalakan di lokasi, setiap lampu melambangkan doa tulus para siswa agar Buddha tetap berdiam di dunia. Di sekelilingnya juga dipamerkan kumpulan karya tulis Mahaguru selama bertahun-tahun serta berbagai produk kreatif yang indah, memukau para pengunjung.
Dharmaraja Lian Sheng juga meninjau dan mengadhisthana area pendaftaran dan berbagai stan di koridor sekitar lokasi. Berbagai perlengkapan Buddhis dipajang dengan beragam, kerumunan sangat padat, semua orang saling menyapa dengan penuh kegembiraan, suasana seperti karnaval yang sangat meriah.
Tepat pukul dua siang, suara genta berbunyi, para siswa dari empat kelompok beranjali dengan khusyuk, bersama-sama melantunkan Mantra Hati Padmakumara, menyambut Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng memasuki mandala. Dharmaraja menggandeng cucunya Lu Yin berjalan memasuki lokasi, pemandangan yang hangat dan menyentuh. Mahaguru, para Ayushmat dan para Acarya memasuki altar, upacara resmi dimulai.
Selanjutnya, anggota dewan kota Bellevue Jared Nieuwenhuis menyampaikan sambutan, mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua peserta, serta memperkenalkan Bellevue sebagai kota yang memadukan berbagai budaya, penuh welas asih dan semangat komunitas, berharap para peserta dapat merasakan kehangatan dan keramahan komunitas, serta mendoakan agar upacara ini membawa berkah bagi semua.
Kemudian, anggota dewan kota Redmond Menka Soni menyampaikan sambutan. Ia merupakan anggota dewan pertama dengan latar belakang imigran, melambangkan keterbukaan dan penerimaan negara, negara bagian, dan kota terhadap komunitas imigran. Ia menyatakan merasa sangat terhormat dapat berpartisipasi dalam acara ini dan dengan tulus menyambut kehadiran semua peserta.
Presiden Sheng-Yen Lu Foundation, Dr. Lu Foqing, dalam sambutannya menyampaikan bahwa yayasan tersebut menjunjung tinggi penghormatan dan penerimaan terhadap martabat dan nilai setiap individu tanpa memandang asal-usul. Video tahun ini berfokus pada kontribusi berharga para imigran dan pengungsi terhadap masyarakat, serta menunjukkan bagaimana yayasan melalui berbagai tindakan mendorong pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang pembangunan, membawa perubahan positif bagi kelompok yang kekurangan sumber daya. Ia juga menyampaikan terima kasih tulus atas dukungan semua pihak sehingga yayasan dapat terus melakukan dana amal dan menolong semua makhluk.
Setelah sambutan, kepala wihara Acarya Shi Lian Yin mewakili menyerahkan dana sebesar 200.000 dolar AS kepada Sheng-Yen Lu Foundation, sebagai teladan untuk mengajak semua orang turut serta dalam tindakan welas asih demi kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak empat orang bertekad untuk meninggalkan kehidupan duniawi, dengan nama upasmapada masing-masing: Lian Ding (蓮碇), Lian Tong (蓮晍), Lian Fu (蓮芙), dan Lian Qian (蓮墘). Dharmaraja Lian Sheng di hadapan altar upasampada mengundang Acarya karma, Acarya pemberi sila, dan Acarya pengajar sebagai saksi, dan di bawah kesaksian seluruh hadirin, sesuai ritual menganugerahkan upasampada kepada mereka. Dharmaraja Lian Sheng menanyakan satu per satu alasan mereka menjalani kehidupan membiara, serta dengan penuh welas asih mengingatkan agar mereka selalu mengingat ikrar hari ini dan tidak melupakan niat awal. Suasana khidmat dan penuh makna mendalam.
Sebanyak 19 orang bertekad menerima sila Bodhisatwa bagi perumah tangga. Dharmaraja Lian Sheng menanyakan apakah mereka bersedia menaati sila tersebut tanpa melanggar, dan semuanya menjawab “ya” dengan tulus. Dalam tanya jawab tersebut, mereka pun menerima sila. Dharmaraja Lian Sheng memberikan Dharmadesana bahwa sila Bodhisatwa perumah tangga sangat banyak, pada awalnya dalam praktik Sadhana Tantra harus setiap hari membaca ulang semua sila, sebagai pengingat agar tidak melupakan tekad awal. Dharmaraja Lian Sheng membunyikan vajra genta dan damaru, mengingatkan para penerima sila untuk menanamkan suara tersebut dalam hati, sebagai praktisi Bodhisatwa wajib berupaya mencapai Kebuddhaan dan membimbing semua makhluk.
Dharmaraja Lian Sheng juga memberikan pemberkatan pernikahan bagi dua mempelai, serta mengingatkan bahwa dalam perjalanan panjang kehidupan, saling menghormati dan mencintai bukanlah hal mudah, namun di bawah pemberkatan dan kesaksian Buddha dan Bodhisatwa, mereka harus menjaga janji satu sama lain, saling memahami dan bertoleransi.
Setelah pemberkatan selesai, Dharmaraja Lian Sheng memberikan Dharmadesana: jika seseorang tidak memiliki berkah, bagaimana mungkin bisa memperoleh kemakmuran mendadak? Pertama-tama harus memiliki berkah besar dalam diri sendiri, dan berkah tersebut berasal dari Vajra Maha Berkah. Setelah memiliki berkah besar, barulah melalui Drashi Lhamo dapat memperoleh kemakmuran mendadak. Oleh karena itu, mantra yang dilafalkan adalah gabungan Mantra Hati Vajra Maha Berkah dan Mantra Hati Drashi Lhamo, yaitu: “Om. Guru. Lian Sheng. Xi Di. Hum. Om. Ma Mo. Na Mo. Tong Tong. Zha Zha. Suo Ha.” Ini adalah kunci penting pertama.
Gatha Drashi Lhamo adalah:
“Sepuluh penjuru Drashi Lhamo, para naga dan delapan kelompok Dharmapala, anugerahkan berkah besar kepadaku, menang hadiah utama nomor satu.”
Karena Drashi Lhamo berdiam di arah utara, praktisi harus menghadap utara saat merapal mantra. Kedua mantra ini dilafalkan minimal 10.000 kali, 100.000 kali adalah tingkat menengah, 500.000 kali adalah tingkat tinggi, atau lebih. Setelah selesai, boleh membeli lotre.
Dalam aturan Tantra, warna biru melambangkan penaklukan, merah melambangkan vasikarana, putih untuk santika, kuning untuk paustika. Jika ingin meningkatkan kekayaan, praktisi harus mengenakan pakaian kuning saat membeli lotre.
Saat membeli lotre, tulis karakter Mandarin “Zhong" (中) di telapak tangan kanan, dan bija aksara mantra Drashi Lhamo “Jiu" (糾) (aksara Tibet) di telapak tangan kiri, lalu embuskan prana ke masing-masing telapak tangan. Pilih hari Jumat atau Sabtu, waktu antara pukul 07.00 hingga 11.00 pagi.
Setelah merapal mantra, pada Jumat atau Sabtu pagi pukul 07.00 hingga 11.00, mengenakan pakaian kuning, menulis aksara di kedua telapak tangan dan menggenggamnya, pergi ke tempat membeli lotre. Huruf tersebut diangkat: tangan kiri “Jiu”, tangan kanan “Zhong”, digabung menjadi “Jiu zhong” (langsung tembus). Dengan cara ini membeli kupon, maka dapat memperoleh keberuntungan.
Dharmaraja Lian Sheng mengatakan, pada hari pertama Tahun Baru Imlek Beliau masuk rumah sakit dan menjalani dua operasi. Setelah beristirahat dua minggu, Beliau memohon petunjuk kepada Mahadewi Yaochi: “Apakah saya boleh pergi ke Seattle dan Rainbow Temple untuk menghadiri upacara?” Mahadewi Yaochi menjawab: “Anda boleh melakukan adhisthana jamah kepala, konsultasi, dan melukis, tiga hal ini boleh. Satu hal tidak boleh: tidak boleh berkeliling sembarangan.” Maka Beliau pun menaati dan beristirahat di wihara.
Hari ini dapat membabarkan Dharma kepada semua adalah berkat Mahadewi Yaochi, bantuan Bodhisatwa Avalokitesvara, serta abhiseka dari Buddha Amitabha, Vajrasattva, dan Bodhisatwa Manjusri, sehingga memiliki kekuatan untuk duduk di sini. Dharmaraja Lian Sheng juga berterima kasih kepada semua yang telah menyalakan pelita, menggelar upacara, dan merapal mantra, melimpahkan jasa untuk Beliau, sehingga dapat melewati bencana ini.
Beliau menyadari bahwa hidup memang demikian, segala sesuatu tidak perlu terlalu dipermasalahkan, karena saat seseorang meninggal, semuanya kosong: nama, kekayaan, uang, rumah, mobil, dan permata hanyalah ilusi.
Dharmaraja Lian Sheng juga menyampaikan bahwa Beliau tidak menyukai perang karena perang berarti membunuh. Tiongkok dan Taiwan seharusnya berdialog dengan baik, mencapai kesepakatan sistem yang dapat menjamin keselamatan jiwa dan harta tanpa merugikan kedua pihak, sehingga dapat bersatu secara damai tanpa korban jiwa dan kerugian harta. Ini adalah ideal pribadinya, karena dalam Buddhadharma tidak diperbolehkan membunuh; kedua pihak tidak perlu berkorban, melainkan berdialog untuk menyelesaikan masalah secara damai seperti saudara.
Dharmaraja Lian Sheng mencontohkan dengan dirinya sendiri, membimbing semua untuk memahami bahwa hidup seperti mimpi, serta mendorong segenap sadhaka agar dalam mengejar berkah duniawi tidak melupakan niat awal dalam bhavana.
Dalam suasana khidmat dan sempurna, para hadirin menerima abhiseka Sadhana Rahasia Kemakmuran Mendadak Drashi Lhamo yang dianugerahkan oleh Dharmaraja Lian Sheng. Semua penuh sukacita Dharma, dan Upacara Agung Musim Semi tahunan pun berakhir dengan manggala dan sempurna.
Segenap anggota panitia dari Seattle Ling Shen Ching Tze Temple dengan tulus bersembah puja dan berterima kasih kepada Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng, serta berterima kasih kepada seluruh Dharmaduta, tamu terhormat, para siswa dan umat yang hadir serta mendukung, juga kepada para relawan atas bantuan penuh totalitas!