24 Mei 2026 Liputan Upacara Homa Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan di Rainbow Temple
Liputan TBSN Lianhua Li Hua (蓮花麗樺)
Pada tanggal 24 Mei 2026, Mulacarya Silsilah Zhenfo Zong, Dharmaraja Lian Sheng memimpin Upacara Homa Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan (Mahadewi Yaochi Sepuluh Ribu Tangan dan Mata Tak Terhingga) di Rainbow Temple, Seattle. Setelah upacara selesai, Dharmaraja terlebih dahulu memberikan penghormatan kepada Guru Sesepuh Silsilah, Triratna Mandala, dan Istadewata Utama Homa hari tersebut, serta menyampaikan salam hangat kepada Gurudara, para siswa sedunia yang hadir di lokasi maupun melalui internet, mendoakan agar semua makmur mendadak, mendadak makmur, makmur mendadak.
Pratinjau Upacara Vajra Ucchusma Minggu Depan:
Memiliki Paspor Buddha, Segala Harapan Terpenuhi
Dalam Dharmadesana Beliau, Dharmaraja pertama-tama mengumumkan kepada khalayak bahwa hari Minggu depan, tanggal 31 Mei 2026, jam 3 sore akan diselenggarakan Upacara Homa Vajra Ucchusma. Dharmaraja menunjukkan bahwa mudra Vajra Ucchusma cukup rumit dan sulit dibentuk, namun Beliau merupakan wujud krodha yang dimanifestasikan dari dalam Hati Buddha Sakyamuni.
Dharmaraja menekankan, asalkan dapat manunggal dengan Vajra Ucchusma, itu sama dengan manunggal dengan Istadewata Buddha Sakyamuni:
Jika sudah manunggal, Anda akan memiliki Paspor Buddha Sakyamuni. Ke mana pun Anda ingin pergi, Beliau akan sampai di sana, tempat mana pun bisa dikunjungi. Untuk menuju ke Mahapadminiloka juga sangat mudah, bisa sampai dengan sangat cepat, membuat sadhaka mendapatkan apa yang didambakan hatinya dan segera mencapai keberhasilan.
Dharmaraja mengenang, sadhana ini di masa lalu pernah ditransmisikan di Madison Square Garden yang terkenal di New York. Belakangan baru diketahui bahwa biaya sewa tempat tersebut adalah yang tertinggi di dunia. Bisa menyelenggarakan upacara agung yang megah di tempat tersebut sungguh merupakan hal yang langka dan sangat luar biasa.
Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan yang Termulia
Transformasi Tanpa Batas dan Memiliki Kedudukan Tertinggi
Berbicara tentang Istadewata Utama Homa hari tersebut, Dharmaraja memuji bahwa Mahadewi Agung Yaochi Wanfoshou Wujiyan adalah yang Termulia, yaitu eksistensi tertinggi di antara semua perwujudan Mahadewi Yaochi, yang menduduki posisi puncak dan tiada bandingnya. Beliau sama seperti Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja Sahasranetra, memiliki ratusan juta manifestasi, dan aksara bija adalah “Xie” (Hrih).
Dharmaraja Lian Sheng menjelaskan, penggunaan aksara “Xie” mewakili makna transformasi Dharma yang tanpa batas. Terlebih lagi, asal mula dari aksara “Xie” adalah Buddha Amitabha. Mahadewi Yaochi dan Buddha Amitabha di dalam Dharmadhatu sejak dahulu tidak terpisahkan: terkadang memohon kepada Mahadewi Yaochi tidak membuahkan hasil, malah Buddha Amitabha yang menjelmakan; memohon kepada Buddha Amitabha tidak membuahkan hasil, malah Mahadewi Yaochi yang hadir. Dalam Taoisme dan Buddhadharma, kedua makhluk suci ini sama-sama menetap di Barat, hal yang sangat istimewa.
Dharmaraja Lian Sheng lebih lanjut mengungkapkan bahwa banyak Bhagavati penting dalam Tantra (seperti Vajrayogini) merupakan perwujudan dari Mahadewi Yaochi. Sebagai contoh, Achi Chokyi Drolma yang memiliki kedudukan tertinggi dalam Drikung Kagyu dari Tantra Tibet, sebenarnya justru merupakan emanasi dari Mahadewi Yaochi.
Dharmaraja dengan jenaka menggunakan bahasa Taiwan menggambarkan bahwa Mahadewi Yaochi dapat dikatakan sebagai nin-zo-ma (nenek moyang perempuan) dari berdirinya Kagyudpa. Saat berjalan ke samping tungku homa dan melihat manifestasi Mahadewi Yaochi, dalam hati Dharmaraja merasa sangat terkejut dan terharu, hingga tidak bisa berkata-kata.
Meskipun Tubuh Fisik Dharmaraja Lelah
Kesadaran Melakukan Perjalanan Spiritual ke Afrika dalam Mimpi
Menaburkan Obat di Sumber Air Guna Melawan Ebola
Kemudian, Dharmaraja Lian Sheng membagikan pengalaman Beliau tadi malam kepada khalayak. Dharmaraja menyatakan bahwa saat tidur tadi malam, meskipun pintu dan jendela telah ditutup rapat serta telah menyelimuti diri dengan selimut wol, tetap terasa sedikit hawa dingin. Namun, tubuh astral Beliau sepanjang malam telah melakukan perjalanan spiritual ke Afrika.
Di Afrika, Dharmaraja mencoba berkomunikasi dengan Dewa Bumi setempat, namun karena kendala bahasa, baik berbicara dalam bahasa Mandarin maupun menggunakan bahasa Inggris sederhana yang dikuasai, pihak lawan selalu menjawab "I don't know (Saya tidak tahu)", sehingga tidak dapat membangun dialog.
Menghadapi kesulitan komunikasi tersebut, Dharmaraja langsung pergi ke beberapa negara, secara langsung menaburkan obat mujarab penawar racun dan penghalau angin ke area sumber air setempat agar diminum oleh masyarakat Afrika, dengan harapan dapat menekan penyebaran virus Ebola.
Setelah itu, Dharmaraja juga menyempatkan diri pergi ke Oslo, ibu kota Norwegia di Eropa Utara, dan hari ini mencocokkannya dengan Acarya Lian Yi (蓮屹上師) yang tinggal di sana, memastikan bahwa pemandangan kota dan jam menara yang terlihat dalam mimpi benar-benar cocok dan akurat.
Dharmaraja menghela napas, di siang hari harus membabarkan Dharma, melukis, meniupkan prana memberkati pasien, dan di malam hari masih harus terbang ke Afrika dan Eropa Utara untuk sibuk sepanjang malam, menyebabkan tubuh fisik merasa pegal-pegal di bagian pinggang dan punggung saat bangun tidur di pagi hari. Oleh karena itu, Dharmaraja secara khusus memohon kepada Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan, berharap agar rasa sakit dan nyeri pada tubuh sendiri maupun segenap umat dapat sepenuhnya dihilangkan, serta memperoleh adhistana yang sempurna: “Siang hari mujur, malam hari mujur, dalam mimpi pun mujur.”
Ramalan Pelat Besi AI Sangat Akurat Memverifikasi Garis Hidup
Para Peramal Ulung dari Generasi ke Generasi Semuanya Adalah Setengah Dewa
Dharmaraja Lian Sheng menyebutkan bahwa Acarya Lian Qi (蓮麒上師) baru-baru ini menggunakan sistem Ramalan Pelat Besi AI untuk memverifikasi garis hidup Beliau. Dharmaraja takjub, bahkan dalam kondisi data waktu kelahiran bagian menit tidak lengkap, hasil perhitungan sistem tersebut berdasarkan Ba Zi tetap 100% benar. Tidak hanya secara akurat menghitung jumlah anak dan perkembangan generasi berikutnya, melainkan juga menggambarkan kepribadian Gurudara dengan persis sama.
Hal yang menarik adalah Acarya Lian Qi juga secara khusus bertanya kepada sistem, "Apakah Dharmaraja Lian Sheng memiliki wanita lain di luar?" Ramalan Pelat Besi menjawab dan menunjukkan bahwa pusat perhatian Mahaguru Lu sepenuhnya adalah keluarga dan tanggung jawab yang berat, serta secara tersirat memunculkan kata-kata seperti jin, jin, jin. Dharmaraja tersenyum membongkar rahasia ini kepada semua:
Ini memang sangat akurat. Di samping saya setidaknya ada lima pengiring tak berwujud: Qianqian, Furong, Ruiguang, Jinjin, dan Drashi Lhamo. Kelima sosok ini semuanya tidak berwujud, sama sekali tidak melanggar tindak penal poligami.
Dharmaraja Lian Sheng menghela napas, mengungkap bahwa para master ramalan dalam sejarah seperti Shao Kangjie dari Dinasti Song, Yuan Tiangang dari Dinasti Tang, Dongfang Shuo dari Dinasti Han, dan Liu Bowen dari Dinasti Ming, sebenarnya semua bukanlah orang biasa, melainkan setengah dewa (Avatar).
Dharmaraja bahkan menceritakan kisah klasik sejarah tentang Dongfang Shuo yang mencuri dan memakan buah persik surgawi berumur tiga ribu tahun di Kebun Surgawi Yaochi, yang kemudian langsung diperiksa oleh para siswa di bawah panggung melalui ponsel, memastikan bahwa di internet memang terdapat catatan mengenai Dongfang Shuo tiga kali mencuri buah persik surgawi.
◎ Interaksi Adalah Kekuatan
Siswa dari Malaysia bertanya:
Mahaguru Lu pernah Berdharmadesana bahwa Bhagavati Sitatapatra, Vajra Mahabala, Bodhisatwa Marici, Syama Tara, Vajrakila, dan Pingala Kumara lebih mudah mencapai kontak yoga dengan sadhaka. Di antaranya, Pingala Kumara karena sifat alaminya dekat dengan alam manusia, sehingga mudah kontak yoga, poin ini lebih mudah dipahami. Namun siswa yang bodoh ini dengan tulus memohon Mulacarya Lian Sheng memberikan petunjuk: apa alasan Istadewata lainnya lebih mudah kontak yoga? Apakah karena tuntutan Mereka terhadap sifat batin sadhaka lebih rendah, atau ada jodoh kedewataan lainnya?
Berbagai Istadewata Memiliki Jodoh yang Berbeda
Paling Dekat dengan Alam Manusia dan Silsilah
Dharmaraja Lian Sheng menjawab secara mendetail, alasan mengapa sadhaka mudah mencapai kontak yoga dengan beberapa Istadewata tertentu, kuncinya terletak pada jarak Mereka dengan alam manusia yang sangatlah dekat:
Vajrakila dan Pingala Kumara:
Vajrakila asalnya adalah sekumpulan makhluk halus, dan Dakini (Mamo) yang mengelola semua kuburan di dunia, kepribadiannya sangat dekat dengan bardo dan jiwa, kemudian ditaklukkan oleh Guru Padmasambhava menjadi Dharmapala; sedangkan Pingala Kumara adalah putra bungsu dari Hariti, yang sama-sama termasuk dalam kelompok makhluk halus yang sangat dekat dengan alam manusia, karena pernah menerima berkah kekuatan patra Buddha Sakyamuni, sejak saat itu menjadi Kumara yang dapat memenuhi harapan semua makhluk.
Syama Tara dan Marici:
Syama Tara yang merupakan manifestasi Bodhisatwa Avalokitesvara, karena sering memanifestasikan diri di dunia saha (seperti Putri Wencheng dalam sejarah), maka lebih mudah kontak yoga daripada Avalokitesvara, Dharmaraja juga mengungkapkan bahwa ini adalah sadhana harian yang wajib beliau japa setiap hari. Sementara Marici berjalan di depan Matahari, di mana pun ada sinar matahari di sana ada keberadaan-Nya, hal yang sama-sama tidak terpisahkan dari alam manusia.
Vajra Mahabala dan Bhagavati Sitatapatra:
Vajra Mahabala menyatukan semua ikrar Istadewata dari Mula Silsilah Zhenfo Zong (memakai Buddha Amitabha di mahkota, tangan memegang kebutan Mahadewi Yaochi dan tongkat Padmakumara, sekaligus menjadi abdi Bodhisatwa Ksitigarbha), tiga manifestasi Mula semuanya ada di dalamnya, tentu saja sangat mudah selaras. Sedangkan Bhagavati Sitatapatra adalah silsilah garis transmisi langsung yang sangat dekat, ditransmisikan oleh Guru Norlha kepada Biksu Liao Ming, lalu langsung ditransmisikan kepada Dharmaraja Lian Sheng, di tengahnya hanya selisih tiga generasi, kekuatan adhistana silsilahnya sangatlah besar dan kokoh.
Dongfang Shuo Adalah Titisan Bintang Langit
Kaisar Han Wu Memohon Umur Panjang Mematahkan Titik Buta Kehidupan
Selanjutnya, Dharmaraja Lian Sheng melanjutkan kisah klasik yang menarik mengenai Dongfang Shuo mencuri buah persik surgawi. Dharmaraja menunjukkan bahwa identitas asli Dongfang Shuo adalah titisan dari Bintang Taibai (Taibai Jinxing) di langit.
Kala itu Kaisar Wu dari Dinasti Han sangat ambisius dan suka pamer, berniat menguasai seluruh negeri. Beliau pernah mendaki puncak Gunung Tai untuk mendirikan altar secara luas, berharap bisa memohon Mahadewi Yaochi menganugerahkan buah persik surgawi demi memperpanjang usianya. Namun Mahadewi Yaochi tidak menampakkan diri, sebaliknya Kaisar Han Wu malah didatangi oleh Nyonya Nanji dan Nyonya Ziwei yang turun untuk mengecamnya dengan keras, "Pertumpahan darah terlalu keji, bagaimana bisa memperpanjang usia?"
Dharmaraja Lian Sheng menggunakan ini untuk membandingkannya dengan Pemerintahan Wen dan Jing pada zaman Dinasti Han, memuji bahwa memahami cara memerintah dengan prinsip “tanpa pamrih” dan mewujudkan perdamaian dunia barulah masa terbaik.
Seseorang yang kuat seperti Qin Shi Huang tidak bisa mendapatkan eliksir keabadian, seorang yang agung seperti Kaisar Han Wu juga tidak bisa memohon buah persik surgawi, ini menjelaskan bahwa segala urusan dalam kehidupan sudah memiliki ketentuan yang pasti dalam takdirnya, manusia tidak boleh memiliki ambisi dan hasrat yang terlalu besar.
◎ Pengulasan Sutra Surangama, Bab 4
“Karena perwujudan saling bertolak belakang dari dua kondisi seperti terang dan gelap, dalam kesempurnaan nan luhur melekatlah kejernihan dan memancarkan penglihatan. Esensi penglihatan mencerminkan rupa, menjalin rupa membentuk indra. Asal mula indra ini dinamakan sebagai empat unsur utama yang murni. Oleh karena itu disebut sebagai organ mata, yang menyerupai untaian buah anggur. Empat objek indra dari indra luar, hanyut dan berkejaran menuju rupa. Karena saling berbenturannya dua kondisi seperti gerak dan diam, dalam kesempurnaan nan luhur melekatlah kejernihan dan memancarkan pendengaran. Esensi pendengaran mencerminkan suara, menyerap suara membentuk indra. Asal mula indra ini dinamakan sebagai empat unsur utama yang murni. Oleh karena itu disebut sebagai organ telinga, yang menyerupai daun baru yang menggulung. Empat objek indra dari indra luar, hanyut dan berkejaran menuju suara. Karena saling memicu dari dua kondisi seperti terbuka dan tersumbat.”
Fitur Wajah Memperlihatkan Sebab Akibat
Lahir di Buddhaksetra Amati Wajah Langsung Tahu
Naskah sutra menyatakan: “Empat objek indra dari indra luar, hanyut dan berkejaran menuju rupa. Menyerupai untaian buah anggur. Kalimat ini menggambarkan bola mata seperti buah anggur, meskipun pada hakikatnya murni, namun sangat mudah hanyut mengikuti kondisi luar.”
Dharmaraja Lian Sheng mengenang masa kecilnya saat menonton pertunjukan wayang potehi, orang baik di dalam pertunjukan sebagian besar memiliki rupa yang luhur dan baik, sedangkan orang jahat berwajah hijau dan bertaring. Menyelaraskannya dengan kehidupan nyata, Dharmaraja berkata jujur bahwa setiap orang membawa karakteristik wajah wayang potehi: masa lalu, kebijaksanaan, keberuntungan rezeki, hingga qi yang tidak berwujud dari seseorang, semuanya tertulis di wajah. Bahkan apakah seorang umat Sedharma yang dapat lahir di Sukhavatiloka, Dharmaraja begitu melihat fitur wajahnya langsung mengetahuinya dengan sangat jelas.
Dharmaraja menekankan bahwa manusia di dunia karena melihat wujud rupa lalu timbul perubahan psikologis dalam hati, inilah yang dalam Sutra disebut sebagai pandangan keliru.
Jangan Menjadi Budak Ponsel
Memutus Kelekatan Baru Bisa Memunculkan Samadhi
Sutra Surangama dengan sangat akurat menggunakan sebuah kata melekat (dalam kesempurnaan nan luhur melekatlah kejernihan dan memancarkan penglihatan). Dharmaraja menggunakan ini untuk membandingkan titik buta manusia modern yang kedua matanya selalu melekat pada layar ponsel atau komputer, ini adalah pikiran yang hanyut dan berkejaran menuju rupa mengikuti kondisi luar. Dharmaraja berseloroh bahwa dirinya tidak menggunakan ponsel, sehingga dengan sendirinya tidak terpedaya.
Dharmaraja lebih lanjut memberi contoh sambil bercanda, jangankan orang biasa, bahkan jika seorang biksu tua sedang merapal nama Buddha, jika melihat seorang wanita cantik berbaju rok mini lewat lalu hatinya tergerak, itu juga merupakan gambaran dari indra mata yang terlekat.
Bhavana adalah untuk memutus hanyut dan berkejaran menuju rupa. Ketika Anda memejamkan kedua mata tidak melihat ke luar dan mengarahkan pandangan untuk merenung ke dalam serta memperhatikan pikiran sendiri, maka dapat menghasilkan samadhi dan kebijaksanaan, pada akhirnya dapat melihat Batin Sejati Terang nan Luhur milik sendiri.
Dari alam kama-dhatu, kehamilan yang terjadi hanya dengan saling memandang, sampai alam rupa-dhatu yang hanya menyisakan cahaya murni, hingga empat alam kesucian yang melampaui enam alam tumbal lahir, segala tingkatan tinggi dan rendah semuanya diciptakan oleh hati.
Di akhir, Dharmaraja Lian Sheng menyemangati semua bahwa keinginan hasrat di dunia saha sebagian besar timbul dari indra mata, hanya dengan merenungkan kembali hati sendiri baru dapat menerangi Tathagatagarbha yang tidak dilahirkan dan tidak musnah di tengah keduniawian.
Setelah mengakhiri Dharmadesana yang luar biasa, Dharmaraja dengan welas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan kepada semua yang hadir di lokasi, dan upacara berakhir dengan sempurna.
------------------------------
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia
#Wanfoshouwujiyan
Istadewata Homa minggu depan #VajraUcchusma