24 Mei 2026 – Ritual Pengukuhan Vihara Vajra Padma Suci dan Upacara Trimula Puja Mahadewi Yaochi

24 Mei 2026 – Ritual Pengukuhan Vihara Vajra Padma Suci dan Upacara Trimula Puja Mahadewi Yaochi

Pada Minggu, 24 Mei 2026, Vihara Vajra Padma Suci (大覺雷藏寺) menyelenggarakan Ritual Pengukuhan dan Upacara Trimula Puja Mahadewi Yaochi (大覺雷藏寺晉升慶典暨瑤池金母薈供大法會). Upacara ini secara khusus mengundang Acarya Lian Bao (蓮寶上師) dari Amerika Serikat sebagai upacarika, didampingi oleh Ayushmat Acarya Shi Lianhua Changzhi (長老釋蓮花常智上師) dari Hong Kong, Acarya Shi Lian Yue (釋蓮悅上師) dari Taiwan, Acarya Shi Lian Yang (釋蓮樣上師) dari Jakarta, Acarya Shi Lian Jin (釋蓮妗上師) dari Jakarta, Acarya Shi Lian Yuan (釋蓮元上師) dari Palembang, Acarya Shi Lian Fei (釋蓮飛上師) dari Jakarta, Acarya Shi Lian Zu (釋蓮租上師) dari Medan, Acarya Shi Lian Pu (釋蓮菩上師) dari Palembang, serta Acarya Shi Lian Zui (釋蓮最上師) dari Palembang.

Turut hadir pula Dharmacarya Shi Lian Hong (釋蓮轟教授師) dari Jakarta, Dharmacarya Shi Lian Zhu (釋蓮竹教授師) dari Taiwan, Bhiksulama Shi Lian Xia (釋蓮霞法師) dari Jakarta, Bhiksulama Shi Lian Yi (釋蓮易法師) dari Jakarta, Bhiksulama Shi Lian Shou (釋蓮手法師) dari Bogor, serta para Pandita Dharmaduta dan Pandita Lokapalasraya dari berbagai vihara di Indonesia.

Ritual Pengukuhan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Sejak beberapa jam sebelumnya, antusiasme para tamu undangan dan umat sudah terlihat memenuhi area vihara. Para pengurus dan relawan menyambut seluruh hadirin dengan hangat dan penuh sukacita.

Rangkaian acara pengukuhan berlangsung di altar utama Vihara Vajra Padma Suci lantai 4, diawali dengan pengenalan Para Acarya, Dharmacarya, Bhiksulama, serta para tamu undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan Himne Zhenfo Zong “Terima Kasih Satya Buddha” 真佛宗宗歌《感恩真佛》.

Video perjalanan perkembangan Vihara Vajra Padma Suci turut diputar, menampilkan perjalanan panjang yang dimulai dari satu langkah kecil dan niat tulus. Dari ruang yang terbatas, tumbuh doa-doa yang tak terbatas. Cetiya Padma Suci (大覺同修會) perlahan berkembang menjadi Vihara Padma Suci (大覺堂) hingga akhirnya menjadi Vihara Vajra Padma Suci (大覺雷藏寺). Perjalanan panjang yang dipenuhi dedikasi, kebersamaan, dan tekad yang tidak tergoyahkan itu akhirnya membuahkan sebuah tempat bernaung, tempat belajar Dharma, serta tempat menumbuhkan Bodhicitta.

Dalam sambutannya usai penayangan video, Acarya Shi Lian Yang (釋蓮樣上師) selaku kepala Vihara Vajra Padma Suci menyampaikan bahwa hari ini bukan sekadar pengukuhan sebuah nama, melainkan juga sebuah harapan, doa, dan tekad suci.

Beliau menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 2002 hingga hari ini, vihara telah menempuh perjalanan selama 24 tahun. Dua puluh empat tahun bukanlah waktu yang singkat dan tentu tidak dilalui tanpa rintangan. Dalam proses pembangunan vihara, banyak kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Keringat, tenaga, pikiran, bahkan air mata telah dicurahkan. Ada kelelahan, tantangan, hingga saat-saat hampir menyerah. Namun, berkat keyakinan kepada Buddha, Dharma, Sangha, serta bimbingan dan pemberkatan Mahaguru, seluruh proses tersebut dapat dilalui dengan baik.

Acarya Shi Lian Yang juga menyampaikan harapannya agar Vihara Vajra Padma Suci dapat terus menjadi pelita Dharma yang menerangi lebih banyak insan. Beliau turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh Sangha, tamu undangan, donatur, pengurus, relawan, dan semua pihak yang telah berkontribusi.

“Setiap ketulusan tidak akan pernah sia-sia. Semua tercatat dalam cahaya kebajikan,” ujar Beliau.

Beliau berharap jasa kebajikan yang telah ditanam pada hari itu menjadi sebab kebahagiaan, kesehatan, umur panjang, kelancaran rezeki, keharmonisan keluarga, serta kemajuan spiritual bagi seluruh hadirin. Semoga Vihara Vajra Padma Suci terus berkembang menjadi tempat tumbuhnya Bodhicitta, welas asih, dan kebijaksanaan bagi generasi demi generasi, serta menjadi tempat pembinaan spiritual yang mampu menuntun lebih banyak insan menuju jalan kebajikan dan pencerahan.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Majelis Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia, Ibu Winarni Harsono. Beliau menyampaikan bahwa vihara pertama kali berdiri di kawasan Bandengan pada 22 Juni 2001. Dalam perjalanan perkembangannya, vihara kemudian berpindah ke Ruko City Garden, Taman Palem, Cengkareng, pada 16 Februari 2015. Selanjutnya, pada 15 Oktober 2025, Vihara Padma Suci resmi dikukuhkan oleh True Buddha Foundation (TBF) menjadi Vajragarbha (雷藏寺), sehingga kini bernama Vihara Vajra Padma Suci (大覺雷藏寺). Perubahan nama tersebut juga telah tercatat secara resmi di Direktorat Jenderal Bimas Buddha pada 27 April 2026.

Beliau menjelaskan bahwa perjalanan panjang Vihara Vajra Padma Suci merupakan wujud nyata keteguhan, ketekunan, semangat pelayanan, dan keberhasilan dalam membina umat. Beliau turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus, relawan, dan umat yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, serta ketulusan hati demi kemajuan vihara dan pelayanan Dharma kepada masyarakat.

Dengan pengukuhan tersebut, jumlah vihara Vajragarbha di bawah naungan Majelis Kasogatan kini bertambah menjadi 19 vihara di Indonesia.

Beliau berharap agar dengan status baru sebagai Vajragarbha, Vihara Vajra Padma Suci dapat semakin maju, harmonis, dan menjadi pelita Dharma bagi banyak insan. Semoga vihara ini terus menjadi tempat yang nyaman dan damai bagi umat dalam membina diri, memperdalam praktik sadhana Tantrayana Zhenfo Zong, menumbuhkan Bodhicitta, serta melahirkan generasi penerus yang memiliki kebijaksanaan, welas asih, dan semangat pelayanan kepada sesama.

Dengan mengikuti ajaran Mahaguru —【敬師,重法,實修】“Menghargai Guru, Menghormati Dharma, dan Mempraktikkan Sadhana” — semoga seluruh umat dapat mencapai Maha Padminiloka.

Generasi muda juga menjadi bagian penting dalam perkembangan vihara. Pada sesi berikutnya diputar video “Suara Hati Generasi Muda Vihara Vajra Padma Suci”. Dalam tayangan tersebut, para generasi muda menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan vihara serta kesan mereka terhadap Vihara Vajra Padma Suci.

Mereka menggambarkan vihara sebagai tempat yang nyaman, bersih, khusyuk, estetik, modern, dan memiliki energi yang baik untuk bermeditasi. Kehangatan Acarya Shi Lian Yang serta para saudara sedharma membuat mereka merasa diterima dan disambut dengan baik. Dharmadesana yang disampaikan juga dinilai mudah dipahami, menarik, dan memiliki makna yang mendalam. Selain itu, berbagai kegiatan vihara turut menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda.

Mereka berharap Vihara Vajra Padma Suci dapat terus berkembang, semakin banyak umat yang datang, semakin banyak kegiatan Dharma yang diselenggarakan, dan semakin banyak generasi muda yang ikut bertumbuh bersama vihara. Semoga Mahaguru dan para Sangha dapat terus membimbing serta membawa kedamaian bagi lebih banyak insan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan TBF, Acarya Shi Lian Yue (釋蓮悅上師), selaku Ketua Divisi Publikasi TBF sekaligus Ketua Lotus Light Charity Society International (LLCS).

Beliau menyampaikan rasa sukacita yang mendalam karena dapat berkumpul bersama keluarga besar Zhenfo Zong untuk merayakan pengukuhan Vihara Vajra Padma Suci. Setiap doa restu yang disampaikan pada hari ini, menurut Beliau, lahir dari ketulusan hati yang paling dalam.

Beliau juga mengungkapkan bahwa baru pada hari sebelumnya mengetahui bahwa Acarya Lian Bao merupakan Acarya pembimbing sekaligus pelopor Vihara Vajra Padma Suci. Beliau turut menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Ayushmat Acarya Shi Lianhua Changzhi yang telah membimbing kedua Acarya tetap Vihara Vajra Padma Suci, yaitu Acarya Shi Lian Yang dan Acarya Shi Lian Jin, hingga menempuh perjalanan spiritual seperti saat ini.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Acarya di Indonesia yang terus membabarkan Dharma dan memutar roda Dharma di Nusantara, termasuk kepada Ibu Winarni Harsono yang tetap penuh semangat membabarkan Dharma hingga ke berbagai daerah meskipun menggunakan kursi roda.

Beliau menyampaikan bahwa perjalanan Vihara Vajra Padma Suci selama 24 tahun bukanlah proses yang mudah. Beliau juga mengungkapkan bahwa mungkin dirinya tidak memiliki kesempatan untuk ikut terlibat dalam masa-masa awal perjalanan vihara. Namun, melihat perjalanan kedua Vajra Acarya tetap Vihara Vajra Padma Suci, yaitu Acarya Shi Lian Yang dan Acarya Shi Lian Jin, sejak masih menjadi umat biasa, kemudian bertahap menjadi Pandita Lokapalasraya, Pandita Dharmaduta, Bhiksulama, hingga akhirnya menjadi Acarya, membuat Beliau merasa sangat terharu dan bahagia dari lubuk hati yang terdalam.

Beliau juga mengungkapkan bahwa sejak lokasi vihara saat ini dibeli, dirinya mulai menjalin jodoh Dharma yang sangat mendalam dengan Vihara Vajra Padma Suci. Dari awalnya hanya dua ruko, perlahan berkembang menjadi tiga, empat, hingga lima ruko. Di balik perkembangan tersebut terdapat proses panjang, perencanaan matang, pengorbanan, air mata, dan perjuangan yang tidak sedikit. Namun dari perjalanan itu pula lahir keyakinan yang semakin kuat untuk membangun “tanah suci di sahaloka”, hingga akhirnya Vihara Vajra Padma Suci dapat berdiri seperti saat ini berkat adhistana Mahaguru.

Beliau kemudian mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan bahwa pembangunan vihara secara eksternal sejatinya juga mencerminkan proses pembangunan batin di dalam diri masing-masing. Dari ruang kecil di dalam hati, Bodhicitta perlahan dibangkitkan dan diperluas. Segala kemelekatan diterobos sedikit demi sedikit demi mencapai cita-cita spiritual yang lebih besar.

Dalam proses tersebut, keyakinan bertumbuh selangkah demi selangkah. Dengan adanya adhistana Mahaguru, setiap ujian dapat dilalui. Beliau menyampaikan bahwa demikianlah cara membangun mandala suci, baik di luar maupun di dalam batin.

“Semoga berkat Maha Adhistana Mahaguru, Maha Padminiloka dapat terwujud di sahaloka ini dan alam suci di dalam batin seluruh umat juga dapat terbuka,” ujar Beliau menutup sambutannya.

Prosesi pengukuhan kemudian dimulai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Acarya Lian Bao dan Ayushmat Acarya Shi Lianhua Changzhi, didampingi seluruh Acarya serta Ketua Majelis Kasogatan Indonesia. Dentuman gong tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar berkah serta kedamaian senantiasa menyertai seluruh umat, dan agar suara Dharma Zhenfo Zong terus menggema ke seluruh penjuru.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Acarya Shi Lian Yang dan Acarya Shi Lian Jin sebagai ungkapan rasa syukur, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Puncak acara pengukuhan Vihara Vajra Padma Suci ditandai dengan penarikan kain penutup papan nama vihara yang berlokasi di depan pintu utama lantai 1. Acarya Shi Lian Yang dan Acarya Shi Lian Jin selaku Acarya tetap Vihara Vajra Padma Suci menarik kain penutup papan nama, sementara Para Acarya lainnya melakukan pengguntingan pita.

Ketika prosesi penarikan kain penutup papan nama Vihara akan berlangsung berlangsung, semua melihat turunnya hujan yang dimaknai sebagai hujan amrta, membersihkan segala energi negatif sekaligus membawa berkah dan energi positif bagi Vihara Vajra Padma Suci. Ritual Pengukuhan pun berakhir dengan penuh manggala.

Pada pukul 14.00 WIB, acara dilanjutkan dengan Upacara Trimula Puja Mahadewi Yaochi sebagai wujud bakti dan rasa syukur para siswa atas adhisthana Mahaguru dan Para Buddha Bodhisatwa. Hujan yang sempat mereda kembali turun dengan derasnya, tepat saat gatha pendupaan berkumandang. Pada momen tersebut, adhistana Mahaguru serta para Buddha-Bodhisattva terasa begitu kuat menyelimuti seluruh ruangan dan memancarkan aura manggala.

Suasana khusyuk dan khidmat memenuhi ruang upacara, menyentuh relung hati para sadhaka yang hadir. Dalam Upacara Trimula Puja, para hadirin tidak hanya mempersembahkan puja dan penghormatan tertinggi kepada Mula Guru, Yidam, dan Dharmapala, tetapi juga bersama-sama melakukan pertobatan, memohon pemberkatan, serta menghimpun pahala dan kebajikan. Persembahan mulia Trimula Puja tertata indah dan berlimpah sebagai wujud bakti yang tulus dan mendalam. Berkat ketulusan seluruh umat, rangkaian upacara dapat terselenggara dengan agung dan berakhir penuh keberkahan serta manggala.

Usai upacara, Ayushmat Acarya Shi Lianhua Changzhi memberikan Dharmadesana. Dengan seruan “BAO FU! BAO FU! BAO FU!” yang berarti “Semoga Mendadak Kaya”, Beliau membangkitkan semangat seluruh hadirin.

Beliau mendoakan agar dengan adhistana Mahaguru, para Buddha-Bodhisattva, dan Drashi Lhamo, seluruh harapan umat dapat terwujud, memperoleh keberhasilan dalam sadhana, mencapai kontak yoga, serta meraih kesucian diri.

Dengan penuh kehangatan, Beliau menyampaikan pada awalnya sempat ragu dapat menghadiri upacara Trimula Puja hari ini karena faktor usia dan kondisi fisik. Namun karena masih diberikan kesehatan dan kemampuan untuk bergerak, akhirnya Beliau memutuskan untuk hadir.

Beliau berharap pengukuhan Vihara Padma Suci (大覺堂) menjadi Vihara Vajra Padma Suci (大覺雷藏寺) dapat membawa manfaat yang lebih luas dalam membimbing dan menolong insan, serta memperoleh pemberkatan dari para Buddha-Bodhisattva hingga mencapai keberhasilan spiritual.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh umat, Para Acarya, Bhiksulama, donatur, dan relawan. Tanpa dukungan dan upaya seluruh pihak, menurut Beliau, tidak akan ada keberhasilan seperti hari ini. Beliau berharap seluruh umat dapat terus mendukung dan menyokong perkembangan Vihara Vajra Padma Suci di masa mendatang.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pembimas Buddha, Bapak Jasman. Beliau menyampaikan bahwa beberapa bulan sebelumnya pihak vihara telah mengajukan surat terkait perubahan nama vihara dan pengurusan visa bagi Para Acarya dari luar negeri.

Beliau juga menyampaikan pesan dari Bapak Menteri bahwa rumah ibadah hendaknya memberikan manfaat tidak hanya bagi umat Buddha, tetapi juga bagi lingkungan sekitar dan masyarakat luas. Selain itu, rumah ibadah juga diharapkan dapat turut menjaga kebersihan lingkungan, terlebih di tengah persoalan sampah yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.

Beliau mengapresiasi perkembangan Vihara Vajra Padma Suci yang dinilai semakin maju dan berkembang. Menurut Beliau, dibandingkan kunjungan-kunjungan sebelumnya, kini Vihara Vajra Padma Suci telah berkembang jauh lebih besar dan semakin baik. Beliau berharap agar perkembangan vihara ini dapat terus membawa manfaat bagi banyak orang.

Dharmadesana berikutnya disampaikan oleh upacarika, Acarya Lian Bao. Beliau menyampaikan rasa bahagia karena dapat kembali hadir di Vihara Vajra Padma Suci setelah sekian lama tidak menjalin hubungan secara langsung dengan vihara ini. Beliau merasa tersentuh karena masih diingat dan diundang kembali untuk memimpin upacara.

Beliau kemudian menceritakan awal mula jalinan jodoh Dharma dengan Padma Suci. Pada masa awal kedatangannya ke Indonesia, Acarya Lian Bao diutus oleh TBF untuk membimbing tempat ibadah di Indonesia. Pada tahun 2002, Beliau bersama para umat mendirikan Yayasan Padma Suci sekaligus Cetiya Padma Suci (大覺同修會).

Beliau mengenang masa-masa sulit ketika mengalami musibah banjir. Saat itu, beberapa saudara sedharma membantu dan merawat Beliau dengan penuh ketulusan. Dari kebersamaan dan niat tulus itulah akhirnya Yayasan Padma Suci dapat berdiri.

Beliau juga menjelaskan bahwa mendirikan tempat ibadah bukanlah hal yang mudah. Selalu ada tantangan, ujian, dan berbagai persoalan yang harus dihadapi. Namun berkat niat yang tulus dan adhistana Mahaguru serta para Buddha-Bodhisattva, berbagai kesulitan dapat dilalui.

Acarya Lian Bao menekankan bahwa pengelolaan tempat ibadah harus berpangkal pada welas asih dan kebijaksanaan. Para pengurus hendaknya tidak membeda-bedakan umat dan perlu memahami karakter setiap individu dengan pendekatan yang tepat.

Menurut Beliau, setiap umat yang datang ke vihara membawa jodoh Dharma masing-masing. Karena itu, pengurus perlu menggunakan upaya kausalya agar setiap umat merasa nyaman dan dapat berkembang dalam praktik Dharma.

Beliau mengungkapkan rasa kagum melihat perkembangan Vihara Vajra Padma Suci yang kini berkembang dari dua ruko menjadi lima ruko. Saat melihat berbagai altar yang tersedia, Beliau menjelaskan bahwa setiap altar dapat menjadi sarana bagi umat untuk berdoa sesuai kebutuhan spiritual masing-masing.

Beliau juga menegaskan bahwa Mahadewi Yaochi merupakan sosok yang sangat penting dalam Zhenfo Zong dan menjadi salah satu Yidam utama Mahaguru Liansheng. Oleh sebab itu, umat dapat memanjatkan berbagai permohonan dan praktik spiritual melalui altar Mahadewi Yaochi.

Dalam kesempatan tersebut, Beliau turut menjelaskan makna Upacara Trimula Puja sebagai sarana pertobatan, penghimpunan pahala dan kebajikan, serta memohon pemberkatan dari Mahaguru dan para Buddha-Bodhisattva.

Beliau berharap setelah mengikuti upacara tersebut, batin umat yang masih dipenuhi kemarahan, keserakahan, dan kebodohan dapat perlahan terkikis sehingga memperoleh kedamaian, ketenangan, dan cahaya Buddha.

Dengan penuh haru, Beliau juga menyampaikan bahwa kondisi fisiknya kini tidak lagi seperti dua puluh empat tahun yang lalu. Proses lahir, sakit, tua, dan mati semakin nyata dirasakan oleh para lansia. Karena itu, Beliau menghimbau generasi muda agar sungguh-sungguh membina diri sejak dini selagi masih memiliki tenaga dan kesempatan.

Menutup Dharmadesana dan sebagai penyempurna upacara kali ini, Acarya Lian Bao kembali mengajak seluruh hadirin berseru bersama sebanyak tiga kali:
“BAOFU! BAOFU! BAOFU!”
(Semoga Kaya Mendadak)

Sebagai penutup, Para Acarya, Dharmaduta, dan seluruh umat melakukan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan abhiseka pemberkatan Mahadewi Yaochi oleh upacarika, Acarya Lian Bao.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dipanjatkan kepada Mulaguru Dharmaraja Liansheng dan Yidam Upacara hari ini, Mahadewi Yaochi, atas Maha Adhistana-Nya, serta kepada seluruh donatur, relawan, dan saudara-saudari sedharma yang telah berpartisipasi sehingga Ritual Pengukuhan Vihara Vajra Padma Suci dan Upacara Trimula Puja Mahadewi Yaochi dapat terselenggara dengan penuh keberkahan dan manggala.

Marilah kita bersama-sama menjaga vihara ini dengan hati yang tulus, persatuan, dan cinta kasih. Karena vihara ini bukan milik satu orang, melainkan rumah spiritual dan mandala agung bagi semua makhluk yang membutuhkan cahaya Dharma.

Semoga Mahaguru tercinta senantiasa sehat, panjang umur, dan terus memutar cakra Dharma demi semua makhluk tanpa batas.

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。