9 Agustus 2026 Liputan Upacara Homa Jambhala Kuning Rainbow Temple
Liputan TBSN Lianhua Lihua (蓮花麗樺)
Pada tanggal 9 Agustus 2026, Rainbow Temple di Seattle, Amerika Serikat, dengan tulus mengundang Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin Upacara Homa Jambhala Kuning. Setelah Homa manggala, Dharmaraja mengumumkan bahwa pada hari Minggu depan (16 Agustus) pukul 3 sore akan memimpin Upacara Homa Bhagavati Sitatapatra.
Dharmaraja memperagakan mudra Bhagavati yang seperti payung menaungi dan melindungi, serta menjelaskan bahwa Bhagavati Sitatapatra merupakan manifestasi dari pancaran cahaya di atas ubun-ubun Buddha Sakyamuni. Pada masa lampau saat Dewa Indra bertempur dengan asura, Buddha menggunakan pancaran cahaya ini untuk melindungi para dewa, sehingga memiliki kekuatan yang sangat besar.
Dharmaraja secara khusus mentransmisikan Mantra Kavaca Sitatapatra: “Hom. Ma Ma. Hom Ni. Suo Ha” dan Mantra Hati Sitatapatra: “Om. Sha Er Wa. Da Ta Jia Da. A Ni Ka. Shi Da. Da Ba Zhe. Hom Pei. Hom. Ma Ma. Hom Ni. Suo Ha”, serta mendorong semua untuk menekuninya.
Membicarakan Sadhana Jambhala Kuning pada hari itu, Dharmaraja menyampaikan dengan tulus bahwa dari jumlah pemohon utama yang tergolong sedikit di luar dugaan, terlihat jelas kondisi perekonomian masyarakat sedang tidak baik. Dharmaraja menjelaskan, Jambhala Kuning (Vaisravana) berada di arah utara, merupakan panglima dari Dewa Rezeki Lima Arah dalam Tantra, yang mengawasi seluruh dewa rezeki. Istana Beliau berkumpul para dewa seperti Laksmi, Saraswati, dan Dewa Talenta, serta putra Beliau adalah Jambhala Putih Naga Wahana. Dharmaraja menyemangati para saudara Sedharma bahwa jika ingin ekonomi membaik dan memperoleh kelimpahan berkah rezeki, hendaklah berdoa dengan tekun memohon adhisthana dari Dewa Rezeki.
Situasi Politik dan Ekonomi Kurang Baik
Bencana Alam Sering Terjadi
Menanggapi lingkungan saat ini, Dharmaraja berterus terang bahwa situasi dunia sedang bergejolak, dan Amerika Serikat juga menghadapi inflasi serta kesulitan hidup. Menderita kemalangan bertubi-tubi, bencana alam di seluruh dunia terjadi berturut-turut, seperti di Spokane, Washington, serta Vancouver di Provinsi British Columbia (BC), Kanada, dan tempat-tempat lainnya yang menghadapi kebakaran hutan, polusi udara yang parah, serta cuaca panas yang luar biasa terik. Dharmaraja menyebutkan wilayah di tempat ibadah Zhenfo Zong di Spanyol sebelumnya mengalami kebakaran besar dan memohon pertolongan. Setelah melatih Sadhana Menumpahkan Air Es Menghindari Kebakaran, kobaran api berhasil dikendalikan dengan lancar. Kini menghadapi bencana di berbagai tempat, Dharmaraja juga dengan mahakaruna berdoa memohon hujan dari langit untuk memadamkan kebakaran dan polusi udara, serta membuat dunia menjadi sejuk.
Menghadapi suhu panas yang terik dan tekanan lingkungan, Dharmaraja dengan nada humoris mengungkapkan bahwa Beliau dan para hadirin hampir menjadi gelisah dan depresi, bercanda bahwa Beliau sendiri yang duduk di Dharmasana juga bersimbah peluh, lalu tertawa mengatakan bahwa Beliau hanya mewakili para insan memohon kepada langit. Dharmaraja menekankan bahwa kehidupan sehari-hari harus menjaga suasana hati tetap bahagia, serta berdoa dengan tulus agar hujan amerta segera turun, membawa pergi cuaca terik dan polusi, sehingga semua makhluk dapat memperoleh kedamaian, kebahagiaan, dan bekal berkah.
◎ Anda Bertanya Saya Menjawab
Selanjutnya, memasuki segmen Interaksi Adalah Kekuatan, siswa dari Malaysia bertanya:
1. Mohon Mahaguru Lu berwelas asih memberikan petunjuk, apakah memuja pratima Drashi Lhamo di baktisala atau Mandala rumah sendiri dapat disemayamkan bersama dengan semua Buddha Bodhisatwa di Mandala, ataukah perlu membuat Sala Drashi Lhamo masing-masing secara terpisah?
2. Mohon Mahaguru Lu berwelas asih memberikan petunjuk, saudara Sedharma bertanya apakah memakai liontin Buddha Drashi Lhamo ada pembagian shio tertentu yang tidak cocok memakainya?
Menanggapi masalah pemujaan dan pemakaian Sadhana Makmur Mendadak Drashi Lhamo yang dipedulikan oleh para saudara Sedharma, Dharmaraja secara khusus memohon petunjuk langsung kepada Drashi Lhamo di lokasi dan memberikan arahan yang jelas:
1. Cara persemayaman di Mandala: Pratima Drashi Lhamo baik dipuja bersama di Mandala yang sudah ada maupun dipuja secara terpisah, keduanya diperbolehkan. Meskipun Drashi Lhamo tergolong Dharmapala Mamo, namun posisi dan tingkatannya lebih tinggi, serta sudah memiliki wihara khusus seperti Zashi Temple, sehingga disemayamkan di sala umum atau Mandala sama sekali tidak ada masalah.
2. Pantangan shio dalam pemakaian: Mengenai apakah ada batasan dalam memakai liontin Buddha Drashi Lhamo, setelah Dharmaraja sendiri memohon petunjuk dan mengonfirmasinya, dari Tikus hingga Babi dan 12 shio lainnya semuanya boleh memakai, sama sekali tidak ada pantangan shio apa pun.
◎ Pengulasan Sutra Surangama
Setelah menjawab pertanyaan siswa, Dharmaraja mengulas Bab 5 Sutra Surangama, teks sutra adalah sebagai berikut:
“Ananda. Aku sekarang bertanya kepadamu, jika enam simpul pada kain khata ini tampak di hadapanmu, dan dilepaskan secara bersamaan, apakah bisa terlepas bersamaan? Tidak, Begawan. Simpul ini pada dasarnya diikat secara berurutan. Hari ini juga harus dilepaskan secara berurutan. Enam simpul berada pada wujud yang sama, tetapi waktu pengikatannya tidak bersamaan. Maka ketika simpul dilepaskan, bagaimana bisa terlepas bersamaan. Buddha bersabda: Enam indra dilepaskan, juga demikian. Indra ini awal terurai, terlebih dahulu mendapatkan sunya manusia. Sifat hakiki sunyata bulat terang, mencapai pembebasan Dharma. Setelah membebaskan Dharma, keduanya kosong tidak lahir. Ini dinamakan Bodhisatwa dari samadhi memperoleh Anutpattikadharmaksanti.”
Dharmaraja mengutip tanya jawab klasik antara Buddha Sakyamuni dan Arya Ananda mengenai enam simpul. Buddha menggunakan perumpamaan khata persembahan Dewa Yama yang diikat menjadi enam simpul, menanyakan apakah dapat dilepaskan secara bersamaan? Arya Ananda menjawab bahwa simpul diikat secara berurutan, dan saat melepaskan simpul juga harus dilepaskan secara berurutan, tidak dapat dicapai secara serta-merta.
Dharmaraja menggunakan perumpamaan ini untuk menjelaskan bahwa ikatan enam indra (mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran) yang terbentuk pada Batin Sejati Terang nan Luhur milik semua makhluk juga demikian, harus dihancurkan dan dibebaskan secara bertahap, saat awal melepaskan simpul pertama terlebih dahulu membuktikan sunya manusia (ego sunya), kemudian melepaskan simpul-simpul berikutnya secara berurutan untuk membuktikan sunya Dharma, hingga akhirnya mencapai keadaan di mana manusia dan Dharma keduanya sunya, serta Batin Sejati Terang nan Luhur memancar dalam alam tanpa kelahiran. Inilah kebijaksanaan suci Bodhisatwa di dalam samadhi membuktikan Bhumi ke-8 yaitu Anutpattikadharmaksanti dan selamanya tidak akan mundur lagi.
Menghancurkan Kemelekatan pada Diri
Memahami Hakikat Sejati Kesetaraan Semua Makhluk
Membicarakan sunya manusia dan sunya Dharma, Dharmaraja berterus terang bahwa rintangan terbesar manusia di dunia terletak pada ketidakmampuan melepaskan konsep aku. Dalam segala hal, semua makhluk berpusat pada diri sendiri, menganggap hanya pandangan sendirilah yang benar, yang kemudian memicu gesekan antarmanusia, ketidakharmonisan keluarga, hingga konflik antarsuku dan perang antarnegara.
Dharmaraja menunjukkan bahwa jika kemelekatan pada ego dapat dihilangkan, dunia Saha ini akan kembali damai. Dharmaraja lebih lanjut mengutip teks Sutra Hati: “Menembus lima skandha semuanya sunya, tiada mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran; tiada rupa, suara, bau, rasa, sentuhan, objek pikiran.” Serta Sutra Vajra: “Tiada atribut aku, tiada atribut orang lain, tiada atribut semua makhluk, tiada atribut usia.”, menjelaskan bahwa hanya dengan melihat secara tuntas lima skandha semua sunya dan membuktikan sunya ego, barulah dapat benar-benar melenyapkan pikiran membeda-bedakan, serta melihat kesetaraan tanpa perbedaan dari segala sesuatu di dunia.
Membicarakan Nama dan Keuntungan Duniawi Serta Jodoh Alam Roh
Menyemangati Segenap Umat Mencari Sumber Kebahagiaan
Dalam Dharmadesana, Dharmaraja menyebutkan interaksi duniawi di masa lalu serta jodoh penyeberangan alam roh dengan penulis terkenal Qiong Yao dan San Mao, mengagumi bahwa meskipun manusia memiliki bakat luar biasa, kekayaan melimpah, atau pendidikan yang sangat tinggi, jika tidak dapat menghancurkan simpul batin dan mencapai sunya ego, tetap sulit terhindar dari siksaan depresi dan kerisauan. Dharmaraja secara khusus menekankan bahwa Buddhadharma tidak menganjurkan penyiksaan diri, kehidupan manusia di dunia ibarat sebuah mimpi, karena harus bermimpi, maka hendaklah memilih bermimpi mimpi yang membahagiakan. Ayushmat dan sadhaka harus lebih mengerti cara mencari sumber yang membuat diri sendiri bahagia, serta hidup dengan lapang dada dan penuh sukacita.
Dharmaraja akhirnya membagikan bahwa ketika seseorang benar-benar mencapai alam sunya akan ego, melihat segala sesuatu di dunia semuanya setara tanpa terkecuali, tidak ada yang tidak bisa dilepaskan atau ditinggalkan.
Dharmaraja tertawa mengatakan bahwa Beliau sendiri pernah memberikan jam tangan mewah atau berlian berharga kepada orang lain, justru karena memahami hati kesetaraan bahwa memberikan kepada orang lain sama dengan memberikan kepada diri sendiri, segala nama dan keuntungan pada akhirnya hanya dipinjam untuk dilihat sementara waktu. Hanya dengan melihat tembus kemelekatan serta memahami keheningan manusia dan keheningan Dharma, barulah dapat benar-benar memasuki samadhi, melangkah menuju jalan pembebasan dan pencapaian Buddha Bodhisatwa yang tidak pernah surut langkah.
Setelah Dharmaraja mengakhiri Dharmadesana yang luar biasa, Beliau dengan welas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Jambhala Kuning kepada khalayak yang hadir di lokasi. Upacara berakhir dengan manggala dalam harapan khidmat dan sukacita Dharma yang tak terhingga dari para siswa.
------------------------------
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia
#JambhalaKuning
Istadewata Upacara minggu depan adalah #BhagavatiSitatapatra