15 Agustus 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Bodhisatwa Ksitigarbha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple
Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)
Oleh Biksu Lian En (蓮嗯法師)
Pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 20:00 malam, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple dengan tulus mengundang Dharmaraja Dharmaraja Lian Sheng Sheng-yen Lu untuk memimpin pujabakti Sadhana Istadewata Bodhisatwa Ksitigarbha dan mengulas Sutra Surangama.
Setelah pujabakti sempurna, semua bersama-sama menyaksikan video perkenalan karya tulis terbaru Dharmaraja Lian Sheng buku ke-310 yang berjudul "Membunyikan Genta Pagi" (敲響晨鐘). Kemudian, Dharmaraja Lian Sheng menyanyikan lagu ulang tahun untuk umat yang berulang tahun hari ini serta memberikan ucapan selamat. Selanjutnya, Beliau membicarakan tentang kebakaran hutan di Provinsi British Columbia, Kanada, dan Negara Bagian Washington, Amerika Serikat, baru-baru ini.
Pernah untuk hal ini, pada malam hari Rabu tanggal 12 Agustus, Beliau memohon turunnya hujan kepada Paviliun Raja Naga di wihara cikal bakal, berharap melalui turunnya hujan dapat membantu memadamkan kebakaran hutan. Di lokasi ada umat dari Kanada yang mengonfirmasi bahwa pada hari Jumat subuh, badai petir melanda beberapa wilayah, disertai kilat dan guruh, bahkan turun hujan es. Adapun di Negara Bagian Washington yang belum turun hujan, Dharmaraja Lian Sheng dengan humor menyatakan bahwa Raja Naga saat ini baru merespons setengahnya, maka ditunggu saja.
Dari satu kata "tunggu", Dharmaraja Lian Sheng lebih lanjut membicarakan tentang pengalaman hidup bertahun-tahun di Amerika Serikat, mengambil pengalaman nyata dalam kehidupan sebagai contoh. Mulai dari perbaikan mobil, perbaikan atap bocor, renovasi rumah, hingga permohonan izin lift dan bangunan, semuanya seringkali membutuhkan penantian. Beliau juga membicarakan mahalnya biaya medis di Amerika Serikat, di mana terkadang masih membutuhkan penantian berhari-hari untuk berobat.
◎ Anda Bertanya Saya Menjawab
Kemudian, memasuki segmen Anda Bertanya Saya Menjawab.
Siswa bertanya: Mohon petunjuk mengenai mantra Vidyarajni Mahamayuri "Om. Mo Yu Li. Ge La Di. Suo Ha", seingat saya Buddha Guru pernah mentransmisikan versi "Om. Di Ka. La La. Suo Ha." Mohon tanya, apakah ia memiliki fungsi yang sama dengan mantra dan nama agung Mahamayuri pada umumnya? Atau memiliki kegunaan khusus? Mohon Buddha Guru memberikan petunjuk.
Dharmaraja Lian Sheng menjawab: "Om. Mo Yu Li. Ge La Di. Suo Ha", Mayuri melambangkan merak, "Di Ka" juga adalah merak, "La La" adalah singkatan dari “Ge La Di” itu sendiri. "Om. Mo Yu Li. Ge La Di. Suo Ha"dan "Om. Di Ka. La La. Suo Ha.", makna dari kedua mantra ini adalah sama, fungsinya juga sama, kedua mantra tersebut boleh digunakan. Di dalam Sutra Vidyarajni Mahamayuri disebutkan mengenai fungsi mantra, mantra ini dapat menyingkirkan racun, guna-guna, dan pelet. Secara umum, mantra tidak diterjemahkan, karena ia tergolong sebagai bahasa rahasia, dan makna dari bahasa rahasia itu sangatlah luas.
◎ Pengulasan Sutra Surangama
Selanjutnya, Dharmaraja Lian Sheng mengulas Sutra Surangama Bab Kelima.
【Inilah yang disebut Bodhisatwa mencapai Anutpattikadharmaksanti dari samadhi. Ananda dan segenap hadirin, menerima Dharmadesana Buddha, kebijaksanaan dan pencerahannya tertembus sempurna, tiada lagi keraguan. Secara bersamaan beranjali, bersujud pada kedua kaki, dan berkata kepada Buddha: Kami pada hari ini, jasmani dan rohani jernih dan terang, dengan cepat mencapai kondisi tanpa rintangan, meskipun telah menyadari makna lenyapnya satu perpaduan menjadi enam fungsi, namun masih belum mencapai akar dasar dari penembusan sempurna. Begawan, kami terombang-ambing, menjadi yatim piatu selama berkalpa-kalpa lamanya, tanpa disangka-sangka, bisa berada dalam hubungan kekeluargaan dengan Buddha, bagaikan bayi yang kehilangan susu, tiba-tiba bertemu dengan ibu yang welas asih. Jika melalui kesempatan ini kami mencapai jalan, perkataan rahasia yang didapatkan, masih sama dengan pencerahan dasar, maka tidak ada bedanya dengan belum mendengarnya, kami hanya memohon Beliau memancarkan welas asih yang agung, menganugerahkan kepada kami keagungan rahasia, mewujudkan Dharmadesana terakhir dari Tathagata.】
"Inilah yang dinamakan Bodhisatwa mencapai anutpattikadharmaksanti dari samadhi."
Setelah menyaksikan Sifat Kebuddhaan, melihat Batin Sejati Terang nan Luhur, dan menyatu dengan Batin Sejati Terang nan Luhur, itulah Bodhisatwa. Memasuki samadhi, mencapai anutpattikadharmaksanti.
Sutra Hati menyebutkan, saat Bodhisatwa Avalokitesvara melakukan dhyana samadhi yang paling dalam, Beliau menyadari "wujud tidak berbeda dengan sunya, sunya tidak berbeda dengan wujud, wujud adalah sunya, sunya adalah wujud, perasaan, pikiran, dorongan kehendak, dan kesadaran, juga demikian halnya", "tiada mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, tiada wujud, suara, bau, rasa, sentuhan, dharma, tiada alam mata, hingga tiada alam kesadaran pikiran, tiada avidya, juga tiada akhir dari avidya, hingga tiada usia tua dan kematian, juga tiada akhir dari usia tua dan kematian", ini adalah apa yang disadari oleh Bodhisatwa Avalokitesvara ketika memasuki samadhi. Beliau menyadari sunya manusia dan sunya dharma, "tiada usia tua dan kematian, juga tiada akhir dari usia tua dan kematian", pada dasarnya tidak ada kelahiran dan kematian.
Mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, wujud, suara, bau, rasa, sentuhan, dharma, serta enam kesadaran, jika ditambahkan semuanya menjadi delapan belas loka, kedelapan belas loka semuanya sudah tiada, pada saat itu adalah apa? Itulah Bodhisatwa, "karena tiada yang diperoleh maka ia adalah Bodhisatwa", pada saat itu adalah Anutpattikadharmaksanti, Bodhisatwa bhumi kedelapan.
Oleh karena itu jika memahami Sutra Hati, maka akan bisa mencapai pencerahan, jika tidak memahami Sutra Hati dan sekadar bisa menghafal saja, itu tidak ada gunanya. Anda harus mendalami ke dalamnya, melihat Batin Sejati Terang nan Luhur, maka Anda menjadi Bodhisatwa, mencapai Anutpattikadharmaksanti.
"Ananda dan segenap hadirin, menerima Dharmadesana Buddha, kebijaksanaan dan pencerahannya tertembus sempurna, tiada lagi keraguan."
Arya Ananda dan orang-orang yang hadir mendengarkan Dharma, setelah mendapatkan Dharmadesana dari Buddha Sakyamuni, kebijaksanaan dan pencerahannya sangat sempurna, tidak ada hal lagi yang perlu diragukan.
"Secara bersamaan beranjali, bersujud pada kedua kaki, dan berkata kepada Buddha: Kami pada hari ini, jasmani dan rohani jernih dan terang, dengan cepat mencapai kondisi tanpa rintangan,"
Semuanya beranjali, bersujud kepada Buddha Sakyamuni, memberitahu Buddha Sakyamuni: "Kami pada hari ini sudah sangat jelas, jasmani dan rohani terasa sangat rileks, dan sangat jelas, tidak ada bagian yang diragukan lagi."
"Meskipun telah menyadari makna lenyapnya satu perpaduan menjadi enam fungsi, namun masih belum mencapai akar dasar dari penembusan sempurna."
Sekarang sudah mengetahui "makna lenyapnya satu perpaduan menjadi enam fungsi", memahami prinsipnya, namun belum melatih dan membuktikannya, oleh karena itu setelah tercerahkan mulai berlatih, setelah menyadari harus mulai berbhavana.
Terakhir kali saya memberitahu Anda semua, seutas kabel listrik dihinggapi enam ekor burung, ditembak jatuh satu ekor, masih ada berapa ekor? Anda semua berkata: "Sudah tidak ada burung!" Tetapi, masih ada kabel listriknya, Batin Sejati Terang nan Luhur adalah kabel listrik tersebut.
Perumpamaan dari Buddha Sakyamuni, menggunakan khata diikat menjadi enam simpul, saat simpul dibuka terlihat apa? Simpulnya sudah tiada, apakah Anda melihat khata? Ada! Itu adalah khata, Batin Sejati Terang nan Luhur ada di sana, yaitu Batin Sejati Terang nan Luhur diikat enam simpul, ini adalah perumpamaan yang digunakan Buddha Sakyamuni.
"Begawan, kami terombang-ambing, menjadi yatim piatu selama berkalpa-kalpa lamanya, tanpa disangka-sangka, bisa berada dalam hubungan kekeluargaan dengan Buddha, bagaikan bayi yang kehilangan susu, tiba-tiba bertemu dengan ibu yang welas asih."
O, Buddha Sakyamuni, bagaikan saya ini yang terombang-ambing di dunia Saha, telah melewati banyak kehidupan, akhirnya bertemu dengan Buddha Sakyamuni, bagaikan anak yatim piatu tanpa ibu, yang tiba-tiba bertemu dengan ibunya, akhirnya sang ibu bisa menyusui anaknya, supaya sang anak bertumbuh.
"Jika melalui kesempatan ini kami mencapai jalan, perkataan rahasia yang didapatkan, masih sama dengan pencerahan dasar, maka tidak ada bedanya dengan belum mendengarnya, kami hanya memohon Beliau memancarkan welas asih yang agung, menganugerahkan kepada kami keagungan rahasia, mewujudkan Dharmadesana terakhir dari Tathagata."
Kami sekarang bertemu Buddha Sakyamuni, mendengarkan Buddhadharma, memohon Buddha Sakyamuni yang Maha Maitri Karuna untuk memberitahu kami rahasianya, bagaimana sebenarnya harus melatih bhavana, untuk mewujudkan Dharmadesana terakhir dari Tathagata.
Kalimat-kalimat yang digunakan di dalam Sutra Surangama sangat sulit diterjemahkan, saya menggunakan bahasa sehari-hari untuk menceritakan garis besarnya kepada Anda semua. Buddha Sakyamuni telah lama membabarkan delapan belas loka, kesimpulannya dalam satu kalimat: "Delapan belas loka adalah sunya." Jika Anda mengosongkan kedelapan belas alam ini, Anda akan melihat Batin Sejati Terang nan Luhur, melihat Sifat Kebuddhaan.
Setelah Dharmadesana selesai, Dharmaraja Lian Sheng dengan welas asih mengadhisthana Air Mantra Maha Karuna, mengabhiseka pratima Buddha, dan dengan memegang vyajana mengadhisthana semua yang hadir.
------------------------------
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia