19 September 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Guru Padmasambhava di Seattle

19 September 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Guru Padmasambhava di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Warta Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)
Oleh: Lian Yan (蓮妍)

Pada tanggal 19 September 2026, sejak Upacara Agung Musim Gugur hingga saat ini, masih banyak siswa yang enggan berpisah ribuan mil dengan Buddha Guru, oleh karena itu mereka masih menetap sementara di Seattle, menghargai jalinan jodoh Dharma pujabakti Sadhana Istadewata Guru Padmasambhava sekali lagi bersama Dharmaraja Lian Sheng. Pujabakti manggala dan paripurna.

◎ Anda Bertanya Saya Menjawab

Langsung memasuki topik utama Anda Bertanya Saya Menjawab, interaksi adalah kekuatan.

Siswa bertanya: Apakah orang yang terkena guna-guna dapat menawar racun guna-guna tersebut dengan banyak merapal Mantra Hati Vidyarajni Mahamayuri, Mantra Hati Vidyaraja Raga, dan Mantra Sataksara?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab: Untuk menawar guna-guna, paling baik adalah menemukan orang yang mengirim guna-guna tersebut, ini barulah jalan penyelesaian yang mendasar, dia yang mampu mengirim, maka dia juga mampu menariknya kembali.

Roh utama dari sadhaka sendiri harus kuat, harus sering memiliki perlindungan, "Om. Bo Ru Lan Zhe Li." Di empat sisi terdapat empat Bodhisatwa Vajrapani, masing-masing memegang vajra, semua hal buruk yang datang, saat menyentuh keempat Bodhisatwa Vajrapani ini, mereka tidak akan ada cara untuk masuk, Anda pun tidak akan terkena guna-guna.

Anda melatih sadhana hingga beryoga, tubuh memiliki cahaya juga tidak akan takut terhadap guna-guna, jika Anda beryoga dengan Vidyarajni Mahamayuri, Vidyaraja Raga, Vajrasattva, Anda malah lebih tidak perlu takut! Merapal mantra hingga beryoga disebut Arya Vidyadhara, di tubuh Anda terdapat cahaya, terdapat cahaya Vidyarajni Mahamayuri, atau cahaya Vidyaraja Raga, cahaya Vajrasattva, cahaya Bodhisatwa Vajrapani, masih takut guna-guna apa? Asalkan Anda kontak yoga dengan satu Istadewata, maka akan beryoga dengan semua Istadewata, satu sadhana beryoga, semua sadhana beryoga, roh utama Anda ada di dalam tubuh, guna-guna ini saat melihat Anda semuanya akan lari.

Oleh karena itu Anda boleh merapal Mantra Hati Vidyarajni Mahamayuri, merapal hingga yoga, Vidyadhara dan memancarkan cahaya, maka tidak gentar pada apa pun, tidak ada hal terkena guna-guna, tidak akan kesurupan roh jahat, juga tidak akan dirasuki, hal-hal buruk tersebut semuanya sama sekali tidak akan terjadi.

Siswa bertanya: Jika orang yang terkena guna-guna meninggal dunia karena guna-guna, apakah dia masih menanggung penderitaan akibat guna-guna? Lalu bagaimana cara untuk dapat menawar racun guna-guna tersebut?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab: Jika orang yang terkena guna-guna meninggal dunia karena guna-guna, ini menandakan bahwa dia pada dasarnya tidak memiliki kekuatan bhavana, Acarya tidak mengadhisthana dirinya, Istadewata tidak memancarkan cahaya untuk menerimanya, Dharmapala juga tidak melindunginya, bagaimana dia mampu menawar racun guna-guna ini? Diri sendiri harus bhavana hingga mencapai keberhasilan, jika tidak maka harus pergi memohon kepada orang yang mengirim guna-guna tersebut.

Saya menyadari bahwa sebagian besar orang di dunia ini, roh utamanya tidak terlalu kuat, sebentar-sebentar kesambet, sebentar-sebentar dirasuki hantu, sepanjang hari prana-nya dicuri, hingga sekarat. Sadhaka seharusnya segera memantapkan roh utamanya, tiga roh dan tujuh jiwa, juga boleh lebih banyak membaca Sutra Ksitigarbha, setelah Anda membaca Sutra Ksitigarbha maka di tubuh Anda terdapat cahaya Bodhisatwa Ksitigarbha, atau Bodhisatwa Ksitigarbha mengutus Dharmapala untuk datang kepada Anda, maka dapat membantu Anda.

◎ Pengulasan Sutra Surangama

Selanjutnya mengulas Sutra Surangama.

"Kumara Gandavyuha, segera bangkit dari tempat duduk, bersujud pada kaki Buddha, dan berkata kepada Buddha: ‘Saya mendengar Tathagata mengajarkan saya untuk merenungkan dengan cermat semua wujud samskrta.’"
Kumara Gandhavyuha berdiri, bersujud pada kaki Buddha Sakyamuni, berbicara kepada Buddha Sakyamuni: "Saya mendengarkan ajaran Anda, mengajari saya merenungkan semua wujud samskrta, harus berpikir dari semua aspek yang berkondisi."

Samskrta adalah hal yang termasuk dalam aspek nidana. Harus memikirkan apa itu nidana? Apa itu samskrta?

"Saat itu saya berpamitan kepada Buddha, berdiam diri di sebuah wihara yang tenang, melihat para biksu membakar dupa gaharu, aroma dupa dengan sunyi, datang memasuki hidung."

Setelah Kumara Gandhavyuha meninggalkan Buddha Sakyamuni, dia tiba di sebuah wihara yang bersih untuk bermeditasi dan melakukan retret. Pada saat ini banyak biksu sedang membakar dupa gaharu, dia mencium aroma dupa yang masuk ke dalam hidungnya, dan menggunakan hal ini untuk melakukan visualisasi.

"Saya merenungkan aroma ini, bukan kayu bukan kekosongan, bukan asap bukan api"

Kumara Gandhavyuha berkata: "Saya melihat aroma dupa ini bukan berasal dari kayu itu, kayu itu sendiri tidak harum. 'Bukan kekosongan', aroma dupa juga tidak tiba-tiba ada. 'Bukan asap', meskipun mencium aroma harum tetapi tidak melihat asap. 'Bukan api', juga bukan api, api itu sendiri tidak akan harum."

Oleh karena itu api tidak harum, asap tidak harum, kekosongan tidak harum, kayu juga tidak harum, lalu dari manakah sebenarnya keharuman itu berasal? Kumara Gandhavyuha memikirkan masalah ini, dan menyadari bahwa hal ini bukan keberadaan tunggal, melainkan banyak hal yang berkumpul bersama barulah menjadi harum, itu adalah nidana.

"Pergi tanpa ada tempat melekat, datang tanpa ada tempat asal,"

Keharuman tidak selamanya ada, tiba-tiba Anda juga tidak tahu keharuman itu pergi ke mana? "Datang tanpa ada tempat asal", Anda mencium aroma harum ini, namun tidak tahu dari mana datangnya?

"Oleh karena itu pikiran lenyap, memancarkan pencerahan anasrava."

Kumara Gandhavyuha memikirkan masalah ini, teringat pada pikirannya, pikiran itu sama dengan niat pikiran kita, mengetahui bahwa niat pikiran ini sendiri adalah kosong, "oleh karena itu pikiran lenyap" dan merealisasikan pencerahan.

"Tathagata memberikan pengesahan pada saya dengan nama agung Gandhavyuha."

Buddha Sakyamuni memberikan pengesahan bahwa dia telah merealisasikan pencerahan, memberikannya nama Dharma Gandhavyuha.

"Kekotoran aroma seketika lenyap, keharuman luhur yang guhya dan sempurna."

Kumara Gandhavyuha merealisasikan pencerahan, sejak saat itu segala sifat keduniawiannya sama sekali tidak ada lagi, dan telah melihat Batin Sejati Terang nan Luhur milik dirinya sendiri.

"Saya dari keharuman yang agung (Gandhavyuha), mencapai buah Arahat."
Kumara Gandhavyuha merealisasikan buah Arahat menggunakan kontemplasi keharuman.

"Buddha bertanya tentang penembusan sempurna, seperti apa yang saya buktikan, keharuman agung (Gandhavyuha) adalah yang tertinggi."

Buddha Sakyamuni bertanya kepadanya bagaimana mencapai penembusan sempurna, bagaimana merealisasikan pencerahan? Kumara Gandhavyuha mengatakan saya merealisasikan pencerahan adalah karena nidana keharuman ini.

Ini adalah realisasi pencerahan menggunakan keharuman. Kita orang biasa menyalakan dupa, mencium aroma dupa, semuanya tidak akan memikirkan masalah ini, Kumara Gandhavyuha sangatlah luar biasa, mampu karena mencium aroma harum ini, dari keharuman ini memperluas pemikirannya, membuat dirinya melihat cahaya di dalam hati. Secara umum yaitu memasuki Samadhi yang sangat dalam, ketika semua dharma samskrta berubah menjadi dharma asamskrta, seluruh tubuh menjadi tiada, ketika niat pikiran tiada, seketika Anda melihat cahaya di dalam hati sendiri, inilah Kumara Gandhavyuha.

Saat berlatih sadhana di masa lalu, Guru mengajari saya bermeditasi di ruang gelap, menyalakan dupa memvisualisasikan titik merah. Menyalakan sebatang dupa di depan, bermeditasi, kedua mata menunduk ke bawah, hanya melihat titik api berwarna merah pada dupa tersebut, pikiran berkonsentrasi pada api tersebut, membuat niat pikiran tidak berpikir sembarangan, hanya melihat titik merah pada sebatang dupa tersebut, melihat hingga pada akhirnya titik tersebut berubah menjadi cahaya merah, seluruh ruangan semuanya menjadi merah, termasuk tubuh Anda juga merah, niat pikiran semuanya tidak ada, barang apa pun tidak ada, hanya tersisa warna merah, merealisasikan pencerahan! Ini juga merupakan salah satu jenis metode sadhana.

Visualisasi aksara mantra dalam Tantrayana, aksara mantra berubah menjadi Istadewata. Istadewata berpindah ke atas ubun-ubun, kemudian masuk ke dalam nadi tengah Anda, teratai di dalam hati mekar, kemudian Istadewata duduk di atas teratai, perlahan-lahan menjadi besar, Anda pun berubah menjadi Istadewata, ini adalah Tiga Tahapan Kemunculan. Visualisasi harus sangat jelas, wujud rupa Buddha Bodhisatwa harus divisualisasikan sama seperti aslinya, jubah surgawi berkibar. Mereka memancarkan cahaya juga harus divisualisasikan dengan jelas, harus berlatih hingga seperti ini, ini disebut prabha, yaitu cahaya.

Ada sebagian orang yang visualisasinya tidak jelas, boleh terlebih dahulu memvisualisasikan sebagian, contohnya terlebih dahulu memvisualisasikan teratainya, atau wajahnya, perlahan-lahan ruang lingkup visualisasi menjadi besar, setelah terbiasa, seketika Beliau pun memanifestasikan diri, begitu mata ditutup Beliau sudah berada di depan Anda, semuanya sangat jelas, memancarkan cahaya ke tubuh Anda semuanya sangat jelas, bhavana hingga seperti ini sudah sangat baik. Menunggu hingga diri Anda sendiri mampu memancarkan cahaya, maka itu sudah sangat luar biasa!

Hati semakin terpusat, maka semakin tenang semakin jelas, begitu hati terpencar dan kacau maka tidak jelas, pada saat paling tenang, Beliau sepenuhnya dapat memanifestasikan diri.

Jika niat pikiran Anda kuat, semua guna-guna tidak akan mengenai Anda, roh jahat juga tidak akan mengenai Anda, tetapi jika niat pikiran tidak stabil, begitu delusi muncul, sangat mudah seketika masuk ke dalam tubuh Anda, maka itu akan merepotkan. Sadhaka justru sedang melatih pikiran ini, niat pikiran Anda telah murni, tidak peduli Anda melakukan hal apa pun semuanya adalah murni.

Buddhadharma mengajari Anda menjaga niat pikiran berjalan di atas jalan tengah, tidak menyimpang. Agama Buddha mengajarkan sila, sila ini justru untuk membatasi diri Anda sendiri agar tidak melanggar sila. Arya Vimalakirti mengatakan "keserakahan kebencian kebodohan batin juga adalah Buddhadharma", mengambil apa yang seharusnya Anda ambil, maka tidak melanggar sila; apa yang tidak seharusnya diambil tetapi Anda ambil, maka melanggar sila.

Dharmaraja Lian Sheng terus-menerus menasihati dengan sungguh-sungguh, berpesan dengan sabar kepada siswa untuk menjaga kemurnian tubuh, ucapan, dan pikiran, hati mesti tenang, menjaga sila, bersadhana dengan baik, bhavana bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam satu langkah, menapaki di Jalan Tengah, menghormati Guru, menghargai Dharma, sungguh-sungguh berbhavana, pada akhirnya mencapai keberhasilan.

Tautan video Dharmadesana:
https://youtu.be/f_l-urt5P3w?si=Ar4SQIHAKJWpAikf

------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。