20 September 2026 Liputan Upacara Homa Bodhisatwa Akasagarbha Rainbow Temple

20 September 2026 Liputan Upacara Homa Bodhisatwa Akasagarbha Rainbow Temple

Liputan TBSN Lianhua Li Hua (蓮花麗樺)

Pada tanggal 13 September 2026, Rainbow Temple (彩虹雷藏寺) di Seattle dengan tulus mengundang Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin Upacara Homa Bodhisatwa Akasagarbha. Setelah homa manggala dan paripurna, Dharmaraja memberitahukan bahwa pada hari Minggu, 27 September 2026, pukul 3 sore akan memimpin Upacara Homa Mahadewi Yaochi Tangan Buddha dan Mata Tak Terhingga (Wanfoshou Wujiyan Yaochijinmu/萬佛手無極眼瑤池金母). Dharmaraja secara khusus menjelaskan, mudra dari Mahadewi Yaochi Maha Mulia berbeda dengan Mahadewi Yaochi pada umumnya, karena Beliau memiliki seribu tangan dan seribu mata, puluhan ribu tangan dan puluhan ribu mata, Dharmabala-Nya sangat luar biasa. Dharmaraja berbagi, rupang berwajah welas asih yang dipuja di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple dan rupang emas yang agung dan berwibawa di Arama Nanshan, masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri.

Bodhisatwa Akasagarbha:
Kebijaksanaan Bagaikan Angkasa
Menyingkap Ingatan Trikala


Berbicara mengenai Istadewata upacara pada hari itu yaitu Bodhisatwa Akasagarbha, Dharmaraja menunjukkan, Bodhisatwa Akasagarbha adalah salah satu dari Asta Maha Bodhisatwa, bersama dengan Bodhisatwa Manjusri keduanya merupakan Istadewata kebijaksanaan, kebijaksanaan-Nya luas bagaikan angkasa, tak terhingga dan tanpa batas. Jika Mahavairocana Tathagata diibaratkan sebagai matahari, Bodhisatwa Avalokitesvara diibaratkan sebagai bulan, maka Bodhisatwa Akasagarbha adalah seperti bintang-bintang yang cemerlang di langit malam.

Dharmaraja menyatakan, melatih metode Bodhisatwa Akasagarbha dan merapal mantra-Nya, dapat membuka kebijaksanaan secara luas, memperkuat daya ingat, membuka ingatan kebijaksanaan masa lalu, sekarang, dan masa mendatang, juga dapat mencegah pikun pada usia lanjut. Dalam sejarah, Guru Sesepuh Tantra Timur, Maha Biksu Kukai, saat bhavana di dalam gua di Shikoku, pernah mendapatkan kontak batin bintang terbang masuk ke dalam mulutnya, itu tepatnya adalah bukti nyata kontak yoga dengan Bodhisatwa Akasagarbha; Maha Biksu Kukai karena melatih Sadhana Akasagarbha untuk Mengingat Semua yang Didengar, memperoleh daya ingat yang sangat baik dan abhijna purvanivasanusmrti (kemampuan mengetahui kehidupan lampau). Dharmaraja juga menyebutkan, kecerdasan buatan (AI) di masyarakat modern berkembang pesat, teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangat besar di baliknya pada hakikatnya juga termasuk dalam cakupan kebijaksanaan Bodhisatwa Akasagarbha.

Tingkat Tertinggi Kebijaksanaan:
Mengingat yang Patut Diingat dan Melepas yang Patut Dilupakan


Terhadap ingatan dan lupa, Dharmaraja memberikan pandangan Buddhadharma yang sangat berwawasan. Dharmaraja bercanda, orang modern terlalu bergantung pada kecerdasan buatan sehingga malah mudah mengalami kemunduran menjadi pelupa, namun lupa terkadang juga merupakan sebuah pembebasan, mampu menghapus utang budi, dendam, perasaan, dan permusuhan duniawi sekaligus, membebaskan diri dari belenggu tumimbal lahir di enam alam samsara.

Namun, kebijaksanaan bhavana yang sejati terletak pada apa yang seharusnya diingat harus diingat, apa yang seharusnya dilupakan harus dilupakan. Kemelekatan dan klesa duniawi harus dibiarkan berlalu bersama angin; namun metode bhavana yang berkaitan dengan pembebasan, Istadewata diri sendiri, Guru dan Dharmapala beserta Mantra Hati-Nya, wajib senantiasa terukir di dalam hati setiap saat, agar di saat darurat dapat seketika beryoga dan memanggil untuk meminta pertolongan.

Dari Kumara Gandhavyuha dan Dinasti Song
Memasuki Pencerahan Tiada yang Diperoleh


Terhadap Dharmadesana hari sebelumnya mengenai Kumara Gandhavyuha yang merealisasikan pencerahan karena mencium aroma harum, Dharmaraja secara khusus menambahkan, Mahadewi Yaochi pada malam hari memberikan petunjuk untuk lebih lanjut menjelaskan kebenaran di baliknya kepada khalayak, yaitu tiada yang diperoleh.

Kumara Gandhavyuha karena memikirkan dari mana aroma harum itu berasal? Dan pergi ke mana? Pada akhirnya menemukan bahwa aroma harum tidak datang dari mana-mana, tidak pergi ke mana-mana, selanjutnya tercerahkan dan memahami bahwa sarwa dharma di dunia ini tidak dapat diperoleh, niat pikiran pun lenyap seperti es yang mencair, merealisasikan kemurnian.

Agar semua lebih mudah memahami, Dharmaraja menggunakan Dinasti Song yang terkenal pada masa modern (tiga bersaudari Song Ailing, Song Qingling, Song Meiling) sebagai contoh: Tiga bersaudari semuanya pergi belajar ke Amerika, memiliki pengetahuan yang luas, dan masing-masing menikah dengan H.H. Kung, Sun Yat-sen, dan Chiang Kai-shek serta tokoh-tokoh terkemuka lainnya yang memengaruhi sejarah, terkenal pada suatu masa. Namun seiring berjalannya waktu, kini keanggunan telah sirna, kemakmuran telah berlalu, pada akhirnya juga tidak mendapatkan apa-apa.

Dharmaraja menekankan, Buddhadharma membicarakan hal yang pada akhirnya tiada suatu yang diperoleh. Memahami prinsip ini, orang-orang di dunia pun tidak perlu lagi saling bermusuhan dan berebut. Karena segala sesuatu dan segala makhluk tidak dapat diperoleh, sikap hidup yang paling sempurna tidak lain adalah: hidup satu hari bahagia satu hari, hidup satu hari bersyukur satu hari, hidup satu hari bhavana satu hari. Asalkan mampu mengukirkan metode bhavana yang penting di dalam hati, dan sepenuhnya melepaskan kemelekatan pada ketenaran dan kekayaan duniawi, maka itu adalah kebenaran sejati menuju pencapaian pembebasan.

◎ Anda Bertanya Saya Menjawab
Tiba di sesi interaksi adalah kekuatan, siswa dari Taiwan bertanya:

Taiwan dan Asia Tenggara banyak terjadi gempa bumi, metode mencegah gempa bumi yang pernah ditransmisikan oleh Buddha Guru, ada metode meredam gempa bumi dari Vidyarajni Mahamayuri, ada metode meredam gempa bumi dari Tara Penyelamat Bencana Alam, keduanya perlu mengambil tanah dari empat penjuru timur selatan barat utara negara, melatih sadhana 108 kali di empat penjuru, lalu mengembalikan sepenuhnya ke empat penjuru, perlu melatih sadhana meredam gempa bumi, sangat perlu menggunakan tanah untuk meredamnya.

Namun, Buddha Guru dalam buku ke-206 “Maha Dharmabala” bab 10 “Supaya Bumi Tidak Gempa”, ada wejangan tentang Drdha Pertiwi, yang sama-sama dapat menolak gempa bumi, metode ini sepertinya lebih sederhana?

Mohon petunjuk Buddha Guru, dalam metode Drdha Pertiwi untuk meredam gempa bumi, apa kunci utama visualisasi sadhananya?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Amituofo, Anda pikir saya adalah Bodhisatwa Akasagarbha, Anda bertanya kepada saya maka saya langsung menjawabnya? Anda baca saja buku saya. Apakah hanya memerlukan tanah di jalur gempa bumi saja, tidak perlu tanah dari empat penjuru timur selatan barat utara?

Apakah juga memerlukan tahapan awal dan tahapan akhir?
Apakah harus melatih sadhana 108 kali?
Apakah boleh abhiseka jarak jauh?

Menanggapi pertanyaan siswa mengenai apakah metode meredam gempa bumi dapat disederhanakan dalam pengambilan tanah dan tata ritualnya, Dharmaraja dengan tegas menjelaskan aturannya:

Jangkauan pengambilan tanah menentukan area perlindungan: Harus mengambil tanah dari empat penjuru timur selatan barat utara area tersebut, barulah dapat menjamin keselamatan seluruh area; jika hanya mengambil tanah rumah sendiri, maka hanya dapat melindungi rumah sendiri.

Ada sebuah kesaksian mukjizat gempa bumi 921 di Taiwan Lei Tsang Temple: Saat gempa bumi besar 921, wihara-wihara di sekitarnya semuanya runtuh, hanya Taiwan Lei Tsang Temple yang karena adanya Stupa Bhagavati Usnisavijaya dan adhisthana dari fu Tian De Man (Fu Mengisi Penuh) sehingga tetap berdiri kokoh dan tidak runtuh, membuktikan keagungan metode peredam ini.

Dilarang keras meniadakan tata ritual dan abhiseka jarak jauh: Tahapan awal (berdoa mengundang), tahapan akhir (melimpahkan jasa meredakan bencana gempa) dan melakukan sadhana 108 kali tidak boleh kurang satu pun, juga tidak boleh abhiseka jarak jauh. Dharmaraja memperingatkan siswa bahwa metode penyelamat dunia sangatlah ketat, jangan selalu mencari cara praktis sehingga kehilangan kekuatan perlindungan.

◎ Pengulasan Sutra Surangama
Setelah menjawab pertanyaan siswa, Dharmaraja melanjutkan Dharmadesana Sutra Surangama, teks Sutra adalah sebagai berikut:

Dua Pangeran Dharma Bhaisajyaraja dan Bhaisajyasamudgata, bersama lima ratus Dewa Brahma di dalam persamuhan, segera bangkit dari tempat duduk, bersujud pada kaki Buddha dan berkata kepada Buddha: Saya sejak kalpa tanpa awal, menjadi tabib yang baik di dunia, mulut telah mencicipi tumbuh-tumbuhan dan mineral di dunia saha ini, yang jumlahnya mencapai seratus delapan ribu. Dengan demikian mengetahui semua rasa pahit, asam, asin, hambar, manis, dan pedas. Serta segala perubahan yang terjadi akibat perpaduan, apakah itu dingin atau panas, beracun atau tidak beracun, semuanya dapat diketahui dengan menyeluruh. Melayani Tathagata, mengetahui dengan jelas sifat rasa, bukan kekosongan bukan keberadaan, tidak melekat pada tubuh dan pikiran, tidak terlepas dari tubuh dan pikiran.

Membedakan penyebab rasa, dari hal ini merealisasikan pencerahan. Menerima pengesahan dari Buddha Tathagata untuk kami bersaudara, nama Bodhisatwa Bhaisajyaraja dan Bodhisatwa Bhaisajyasamudgata. Sekarang di dalam persamuhan menjadi Pangeran Dharma. Karena rasa merealisasikan pencerahan yang terang, menduduki tingkat Bodhisatwa. Buddha bertanya tentang penembusan sempurna, seperti apa yang saya buktikan, karena rasa adalah yang tertinggi.

Dharmaraja menunjukkan, Bodhisatwa Bhaisajyaraja dan Bodhisatwa Bhaisajyasamudgata sejak kalpa tanpa awal adalah tabib yang baik di dunia, pernah mencicipi semua tumbuh-tumbuhan, mineral, dan berbagai hal di dunia saha, menguji obat hingga seratus delapan ribu jenis, mengetahui sepenuhnya berbagai jenis sifat rasa pahit, asin, hambar, manis, pedas, dan lain-lain.

Dua Bodhisatwa menguasai perpaduan obat, pengolahan, sifat dingin panas, dan ekstraksi racun (seperti Ayurveda dari India yang mengekstrak racun mematikan merkuri menjadi obat yang baik), selanjutnya memikirkan sumber asli dari sifat obat dan sifat racun, yang bukan kekosongan (bukan muncul begitu saja), juga bukan keberadaan (bukan sudah ada sejak semula), tidak berada di dalam tubuh dan pikiran, juga tidak meninggalkan tubuh dan pikiran. Kedua Bodhisatwa tepatnya dari membedakan sifat rasa dan memahami dengan tuntas sumber aslinya, mendapatkan pengesahan dari Buddha, menggunakan cita rasa untuk merealisasikan pencerahan yang terang untuk membuktikan tingkat Bodhisatwa.

Dharmaraja secara khusus menyebutkan, segala makhluk memiliki sifat obat dan atribut, seperti tabib sakti Jivaka pada zaman Buddha juga memahami bahwa tidak ada satu benda pun di dunia ini yang tidak dapat dijadikan obat; dokter forensik terkenal Taiwan, Yang Ri-song, pernah secara langsung mencicipi racun mayat untuk memeriksa luka hingga terinfeksi lebam mayat, semuanya menunjukkan semangat tanpa rasa takut dari dokter yang baik di dunia untuk menyelamatkan orang.

Dharmaraja lebih lanjut memperluas, segala di dunia ini semuanya dapat dijadikan obat, bahkan feses dan urine manusia juga tidak terkecuali. Dalam farmakope pengobatan tradisional Tiongkok terdapat banyak obat ajaib yang diambil dari kotoran atau benda alam:

Urine anak-anak (Huilongshui), endapan urine (Qiubaishuang).
Kotoran kelinci (Wangyuesha), kotoran tikus (Wulingzi), kotoran burung gereja (Baidingxiang).
Akar manis yang direndam dalam urine (Renzhonghuang), kotoran paus sperma (Longxianxiang).
Abu rambut (Xueyutan), larva toilet (Shuixianzi).

Dharmaraja menggunakan hal ini untuk menjelaskan, feses dan urine pada dasarnya bukanlah bawaan asli tubuh manusia, melainkan merupakan transformasi perpaduan nidana dari makanan dan air; tubuh manusia sepanjang hari membawa feses dan urine, namun bukan bawaan asli dari tubuh dan pikiran, tepatnya adalah gambaran luar biasa dari bukan kekosongan bukan keberadaan. Jika sadhaka mampu memikirkan dari aroma harum, rasa, bahkan hingga perenungan ketidakmurnian atau transformasi feses dan urine, semuanya dapat merealisasikan pencerahan kebenaran sejati dari semua dharma di dunia ini dilahirkan oleh nidana.

Terakhir, Dharmaraja menutup dengan pengalaman hidup keluarga dan diri sendiri: Kakek-Nya saat itu adalah orang paling kaya di suatu daerah, memiliki rumah di seluruh jalan dan menikahi enam orang istri, namun setelah melalui api Perang Dunia Kedua dan tempaan waktu, kemuliaan dan kekayaan dalam semalam sirna; kakek nenek dan orang tua saat ini semuanya telah meninggal dunia, semua kendaraan, kuda, rumah, dan kemuliaan di dunia ini, pada akhirnya kembali menjadi bukan keberadaan pun bukan kekosongan.

Dharmaraja Lian Sheng menggunakan hal ini untuk memperingatkan para siswa, tidak ada satu pun materi di dunia ini yang dapat dimiliki selamanya, hanya dengan menembus kemelekatan, menyadari kebijaksanaan pembebasan dari bukan kekosongan bukan keberadaan, hidup pada saat ini, rajin berbhavana, barulah merupakan kebenaran sejati dari pencapaian yang sempurna.

Setelah Dharmadesana manggala dan paripurna, Dharmaraja Lian Sheng turun dari Dharmasana dan saling menyapa dengan para siswa daring, dan dengan welas asih menganugerahkan abhiseka Sadhana Bodhisatwa Akasagarbha kepada semua hadirin, dengan ini upacara berakhir manggala.

Tautan video Dharmadesana:
https://youtu.be/yKvkHHUepjs?si=1SOIE3TpCsITK0JM

------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#BodhisatwaAkasagarbha
Istadewata Upacara minggu depan adalah #MahadewiYaochiWanfoshouWujiyan

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。