28 Februari 2021 Upacara Agung Homa Jambhala Merah di Rainbow Temple

28 Februari 2021 Upacara Agung Homa Jambhala Merah di Rainbow Temple

#Liputan TBSN ⁣

Pada tanggal 28 Februari 2021, yang merupakan hari terakhir di bulan Februari, Rainbow Temple (彩虹雷藏寺) Seattle Amerika Serikat menyelenggarakan Upacara Homa Jambhala Merah (Hongcaishen - 紅財神). Seiring dengan berakhirnya musim dingin, berkah dari Jambhala Merah juga membawa kehidupan yang baru bagi bumi yang kembali bersemi, memberikan secerah harapan bagi bangkitnya perekonomian dunia. ⁣

Upacara kali ini sangat istimewa, Dharmaraja Liansheng melihat puluhan ribu tungku homa yang menyala-nyala di angkasa. Bahkan persembahan yang paling disukai oleh Jambhala Merah juga memenuhi angkasa. Pada saat yang sama, juga nampak Pancadhyani Tathagata, Sarasvati Devi, serta Ibunda dari Dharmaraja (Bodhisattva Shima / Shima Pusa - 師媽菩薩), Ayahnda dan Kakek dari Dharmaraja, serta adik laki-laki dari Dharmaraja, semua hadir dalam upacara kali ini. Ini adalah sebuah upacara yang sangat istimewa, respon spiritual yang dirasakan juga berbeda, energi spiritual sangat melimpah. Bahkan para siswa yang berada di jauh, yang turut berpartisipasi melalui siaran langsung daring, juga merasakan arus Dharma yang sangat kuat. ⁣

Berikutnya, Dharmaraja memberitahukan bahwa minggu depan, tanggal 7 Maret 2021, adalah Upacara Homa Amoghapasalokesvara (Bukongjuansuoguanshiyin Pusa - 不空絹索觀世音菩薩). Bodhisattva ini memiliki Dharmabala tanpa batas, dijuluki sebagai Amogha yang berarti harapan umat tidak akan kosong (tidak sia-sia), semoga segala harapan baik semua insan dapat terpenuhi. ⁣

◎ Anda Bertanya Aku Menjawab - Interaksi Adalah Kekuatan

Seorang siswa di Taiwan menanyakan perihal ritus Sadhana Jambhala Merah:⁣
Dalam ritus Jambhala Merah, terlebih dahulu sadhaka visualisasi diri sendiri menjadi Mulaistadevata, baru kemudian masuk tahap inti, siapakah yang dimaksud dengan Istadevata di sini? Apakah Jambhala Merah, atau Mulaistadevata dari sadhaka, atau mulabhumi dari Jambhala Merah yaitu Vajrasattva, atau justru Mulacarya? ⁣

Dharmaraja menjawab:
Sadhaka boleh menjelma menjadi Mulaistadevata pencapaian diri sendiri, atau boleh juga langsung menjadi Jambhala Merah, semua boleh, keduanya boleh. ⁣

Pertanyaan kedua mengenai Sadhana Jambhala Merah:
Memasuki Samadhi Istadevata, yang dimaksud adalah visualisasi Jambhala Merah memasuki aku dan aku memasuki, atau memasuki Samadhi dari Mulaistadevata pencapaian sadhaka?

Dharmaraja menjawab:
Boleh lakukan Samadhi Tiga Manunggal, sebab Mulaistadevata juga bisa memasuki samadhi dari Jambhala Merah, oleh karena itu, sadhaka, Istadevata, dan Jambhala Merah, ketiganya bisa manunggal. ⁣

Pertanyaan ketiga dari siswa yang sama:⁣
Mengantar Dewa kembali ke surga, apakah ini butuh visualisasi?

Dharmaraja menjawab:⁣
Dalam Kriyatantra perlu mengantar Istadevata kembali ke asal, ada bagian "Mengantar Rathayugma", yaitu menggunakan Mudra Kereta untuk mengantar Istadevata, ini merupakan ritus simbolisme. ⁣

Pertanyaan terakhir mengenai Jambhala Merah:⁣
Di antara semua Sadhana Jambhala, mengapa hanya Sadhana Jambhala Merah yang perlu visualisasi diri sendiri berubah menjadi Istadevata untuk mengundang Jambhala Merah menganugerahkan berkah? Apakah rahasia di dalamnya?

Dharmaraja menjawab:
Ini adalah tata ritus yang diajarkan oleh Guru saya, tidak ada penjelasan khususnya. Ibarat dalam kehidupan sehari-hari, saat Anda ingin mencapai suatu tempat, Anda bisa menggunakan banyak cara untuk mencapainya, demikian pula dalam bersadhana, meskipun tata ritusnya berbeda, namun yang paling penting adalah anubhava yang baik. Dharmaraja berharap semoga upacara hari ini dapat memberikan kontak batin yang sangat baik bagi setiap umat. ⁣

Seorang siswa dari Amerika bertanya:
Setelah kita mengikuti siaran langsung upacara homa melalui YouTube atau Facebook, apakah kita bisa memperoleh adhisthana dan izin untuk menekuni pengetahuan yang telah dibabarkan dalam Dharmadesana saat itu?

Dharmaraja menjawab:
Asalkan Anda sepenuh hati, maka pasti bisa memperoleh adhisthana. Contohnya, saat upacara homa, sepenuh hati memasuki api homa, manunggal dengan api, maka Anda dapat memperoleh adhisthana homa, oleh karena itu sikap hati sangat penting. ⁣

Bahkan Samyaksambodhi pun hanya bisa dicapai dengan menggunakan hati. Demikian pula dalam bersadhana, hanya dengan menggunakan hati baru bisa memperoleh adhisthana dari Guru, Istadevata dan Dharmapala. ⁣

Demikian pula terjerumus dalam tiga alam rendah, juga diakibatkan oleh hati, contohnya, timbul sikap hati yang tamak, penuh kebencian, dan kebodohan batin, sehingga pikiran buruk ini dapat menjerumuskan sadhaka ke dalam tiga alam rendah. ⁣

Untuk menghindari munculnya pikiran buruk, kita mesti memandang semua makhluk di dunia sebagai Guru kita, mereka semua hadir untuk mengajar kita. Setiap orang yang muncul dalam hidup kita ada maknanya. ⁣

Untuk menekuni sadhana yang diajarkan baik itu secara langsung maupun melalui siaran langsung, sadhaka tetap membutuhkan abhiseka yang sesuai dengan aturan Dharma. ⁣

Pertanyaan dari siswa di Thailand:
Bagi yang belum pernah mendapatkan abhiseka Sadhana Avenika tertentu, bolehkah mengikuti siaran langsung pujabakti Sadhana Avenika tersebut dan menjapa mantranya?

Dharmaraja menjawab:
Yang terbaik adalah sudah mendapat abhiseka, sebab setelah abhiseka baru boleh menjapa mantra dan membentuk mudra. ⁣

Siswa yang sama juga bertanya:
Bayi dan anak-anak yang saat abhiseka tidak melakukan visualisasi, tidak menjapa mantra dan tidak membentuk mudra, apakah juga bisa memperoleh tanda-tanda abhiseka?

Dharmaraja menjawab:
Dalam Sadhana Kalacakra disebutkan, ada tujuh jenis abhiseka bagi bayi yang baru lahir, seperti permandian menggunakan air, mengenakan perhiasan, dan lain sebagainya. Mengenai tanda-tanda abhiseka, bisa diamati melalui respon yang diberikan oleh bayi tersebut. ⁣

◎ Dharmaraja Liansheng Melanjutkan Pengulasan Lamdre

Teks Lamdre:
Slokha, "Berbagai macam fenomena bisa muncul dalam samadhi", antara lain: Samadhi Suramgama dan Samadhi Simhavijrmbhita, seperti berbagai macam fenomena yang dibabarkan dalam Mahaprajnaparamita Sutra. ⁣

Slokha, "Seketika muncul berbagai manifestasi abhijna", seperti: Tubuh bagian atas menyemburkan api, tubuh bagian bawah memancarkan air, dan lain sebagainya, juga dari satu menjadi banyak, dan dari banyak kembali menjadi satu, kemudian dapat memunculkan banyak penjelmaan. ⁣

Pada alam eksternal muncul ratusan pahala dalam tujuh jenis, dalam nidana internal dapat melihat ksetraparisuddhi dalam diri. ⁣

Slokha, "Tidak melihat ke dalam pun tidak melihat ke luar", sesuai dengan yang dijelaskan dalam Dasabhumi Sutra: Ratusan pahala dalam 12 jenis, kondisi ini dirangkum menjadi tujuh, antara lain Saptabodhyanga yang dihasilkan dalam nidana internal seperti yang dituturkan sebelumnya; Singkat kata, walau tidak melihat istana dalam nadi, namun dapat melihat tubuh penjelmaan diri ada dalam ratusan ksetraparisuddhi.


Pengulasan Dharmaraja: ⁣

Banyak Arhat di saat mencapai keberhasilan, bagian atas tubuh menyemburkan api, dan bagian bawah tubuh memancarkan air, ini dikarenakan adanya perubahan pada tubuh, sebab elemen tanah, air, api, dan angin ada di dalam tubuh, termasuk sinar terang. Setelah mencapai keberhasilan, tidak hanya ada satu roh, bahkan bisa memancarkan triliunan Padmakumara, sehingga para siswa juga bisa memperoleh triliunan petunjuk mimpi, ini adalah: "Satu menjadi banyak, dan banyak bisa kembali menjadi satu, bahkan menghasilkan banyak penjelmaan." Inilah sebabnya mengapa para siswa di seluruh dunia bisa mendapatkan adhisthana dan petunjuk mimpi dalam waktu yang bersamaan, inilah sebabnya bisa terjadi banyak keajaiban dan banyak penjelmaan. ⁣

Ada seorang siswa di sebuah cetiya di Taoyuan yang gagap dalam berbicara, setelah memperoleh adhisthana dalam mimpi, ia pun bisa berbicara lancar tanpa menjalani terapi apapun. Ada juga seorang siswa di Malaysia yang sakit dan opname di rumah sakit, dalam mimpi ia tiba di alam baka, saat hendak dimasukkan ke dalam penggorengan di neraka, ia menjapa satu kali Mantra Hati Padmakumara dan tangan Dharmaraja Liansheng pun menariknya dari neraka, kemudian ia pun berangsur sembuh dan keluar dari rumah sakit. ⁣

Makna dalam bagian akhir teks Lamdre minggu ini adalah meskipun kita tidak bisa melihat istana dalam nadi tubuh, namun kita bisa melihat diri sendiri muncul di sangat banyak ksetraparisuddhi. Tantra menekankan bahwa diri sendiri adalah Istadevata, sedangkan orang di sekitar kita adalah parivar Istadevata, dan tempat tinggal sadhaka adalah istana atau ksetraparisuddhi Istadevata. Saat bersadhana mesti sering melakukan visualisasi ini, dengan demikian, meskipun kita sedang bersadhana di hetubhumi (upaya dari fana menuju kesucian), namun sama halnya dengan berada di phalabhumi (kondisi pencapaian). ⁣

Di penghujung upacara, Mahaguru kembali menyapa para siswa di seluruh dunia yang daring melalui zoom, semua membalas sapaan Mahaguru dan nampak berat untuk berpisah, dalam hati kita semua timbul rasa syukur atas adhisthana dan berkah dari Mahaguru, kita semua juga berdoa semoga pandemi segera berakhir, supaya kita dapat kembali berkumpul secara langsung dengan Mahaguru. ⁣

Di akhir, Mahaguru menganugerahkan Abhiseka Sadhana Jambhala Merah, dalam pancaran terang arus Dharma upacara pun paripurna. ⁣

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。