8 Mei 2021 Pujabakti Sadhana Istadevata Bhaisajyaguru Buddha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

8 Mei 2021 Pujabakti Sadhana Istadevata Bhaisajyaguru Buddha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

【Liputan Seattle Ling Shen Ching Tze Temple TBS】

Hangatnya angin bulan Mei laksana kehangatan pelukan kasih ibunda, sucinya kasih ibu, pengorbanan tanpa pamrih, di mana pun kita berada, ibu selalu berada dalam hati kita anak-anak yang mengembara, ibunda selalu menjadi pelabuhan hati. Malam hari sebelum Hari Ibu, vihara cikal bakal dengan tulus mengundang Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu untuk memimpin pujabakti Sadhana Bhaisajyaguru Buddha (Yaoshifo - 藥師佛).

Usai pujabakti berjalan dengan khidmat dan sempurna, terlebih dahulu Mahaguru Dharmaraja Liansheng memuji Tbboyeh yang telah sekuat tenaga melakukan siar karya tulis Dharmaraja Liansheng, dan animasi Seribu Bahtera Dharma yang diproduksi Tbboyeh juga secara kebetulan sama persis dengan visualisasi yang dilakukan oleh Mahaguru setiap harinya, sangat menarik dan menyentuh. Mahaguru secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Sdri. Zhou Huifang dan tim Tbboyeh yang telah bersungguh-sungguh dan tekun menggalakkan Dharmabakti Zhenfo Zong.

Dalam Dharmadesana, Mahaguru mengisahkan, saat menjalani pertapaan, Bhaisajyaguru Buddha (Istadevata pujabakti hari ini) pernah menolong Mahaguru, Mahaguru secara langsung melihat kemunculan Bhaisajyaguru Buddha beserta praivar (makhluk suci pengiring), Beliau semua telah menolong Mahaguru sebanyak dua kali.

Bhaisajyaguru Tathagata adalah Tathagata yang berada dalam tingkatan kesucian yang sangat tinggi. Di antara Pancadhyani Buddha dalam Tantra, Aksobhya Tathagata di sebelah timur, satu tubuh dan berbeda nama dengan Bhaisajyaguru Buddha dalam Sutrayana. Mahaguru teristimewa memanjatkan permohonan kepada Bhaisajyaguru Buddha untuk memancarkan sinar Buddha supaya setiap insan di dunia tidak tertular Covid-19, supaya pandemi cepat berakhir! Semoga Bhaisajyaguru Buddha menolong semua supaya pandemi segera berlalu, dan semua menjadi normal kembali.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya:
Akhir-akhir ini bermimpi kulit kepala mengeluarkan banyak ulat, tapi semua ulat berwarna putih, saya merasa ulat itu sangat kotor. Mahaguru pernah mengatakan, mimpi ulat hitam keluar dari tubuh adalah hal yang baik, tapi ulat yang siswa mimpikan berwarna putih, apakah artinya?

Mahaguru menjawab:
Dahulu Guru memberitahu saya mengenai mimpi mangala dalam Tantra, "Anda makan sesuatu yang berwarna putih, dan memuntahkan yang berwarna hitam, ini berarti mimpi mangala. Mimpi menyisir rambut, banyak serangga atau ulat berwarna hitam yang rontok dari rambut, ini merupakan mimpi mangala. Mimpi banyak ulat hitam keluar dari kulit, ini juga mimpi mangala."

Tidak peduli putih atau hitam, semua ulat yang keluar dari tubuh bermakna hal-hal yang tidak baik keluar dari tubuh! Di dunia ini, ada ulat berwarna hitam, tapi di pohon juga ada banyak ulat berwarna putih, demikian juga belatung, warnanya juga putih. Tidak peduli warna hitam atau putih, semua adalah ulat, semua bermakna sesuatu yang tidak baik. Singkat kata, bermimpi ulat yang keluar berjatuhan dari tubuh berarti mimpi yang baik.

Siswa bertanya:
Dalam buku "Zhenfo Fa Zhong Fa" (真佛法中法) disebutkan, saat melakukan mahanamaskara, bisa bernamaskara sambil menjapa Mantra Buddha Namaskara (Li Fo Zhou - 禮佛咒); Mohon petunjuk Mahaguru, apakah abhiseka mantra ini sudah termasuk dalam Abhiseka Catur Prayoga? Jika belum, bolehkah memohon abhiseka jarak jauh? Serta mohon petunjuknya, bagaimana pelafalan salah satu bagian dalam mantra ini yang tertulis: "Xi Er Ye"? Berikut Mantra Buddha Namaskara yang tertulis dalam buku: "Om. Namo Manzuxierye. Namo Suxierye. Namo Wudama Xierye. Suoha." (嗡。南摩曼祖洗爾耶。南摩蘇洗爾耶。南摩烏打嘛洗爾耶。梭哈。)

Mahaguru menjawab:
"Om. Namo Manzuxierye. Namo Suxierye. Namo Wudama Xierye. Suoha." Mestinya, "Xierye" dilafalkan: "Xie Er Ye". Dalam bahasa Taiwan dilafalkan "Xie", jika ditulis dalam bahasa Mandarin menjadi "Xi". Mahaguru sendiri lebih suka melafalnya: "Xie", semua boleh mengikuti pelafalan Mahaguru.

Setelah memperoleh Abhiseka Catur Prayoga, maka Mantra Buddha Namaskara telah termasuk dalam Abhiseka Catur Prayoga. Tapi boleh juga jika sadhaka ingin memohon lagi abhiseka mantra ini secara khusus, abhiseka jarak jauh juga bisa.

Pertanyaan khusus:
Mohon petunjuk Mahaguru, di dalam video animasi Tbboyeh, bagaimana cara menggunakan Sapu Purifikasi? Bagaimana cara menyapukannya?

Mahaguru menjawab:
Setelah menjapa Mantra Vajrasattva untuk mengadhisthana Sapu Purifikasi sebanyak 100,000 kali, maka disapukan ke punggung, disapukan sebanyak 3 kali dari atas ke bawah, dengan demikian semua kesialan akan disapu bersih, dan yang tersisa adalah nasib baik!

Menyapu sambil menjapa mantra, menyapu bersih semua hawa buruk, menyapu bersih semua kerisauan batin, menyapu bersih semua kesialan, dalam buku telah tercantum caranya, yaitu disapukan ke bagian punggung, bukan disapukan di bagian kepala, setiap hari disapukan seperti ini.

Kata "bei" (punggung) juga mengandung makna tidak baik, nasib sungguh terlalu "bei" (sial), oleh karena itu kita sapukan di punggung (dalam bahasa Mandarin, "bei" berarti punggung sekaligus berarti sial), sehingga bermakna menyapu bersih semua kesialan.

Siswa bertanya:
Biasanya setiap Sadhana Tantra mempunyai Istadevata, sehingga Istadevata bisa memberikan adhisthana keberhasilan. Namun dalam Sadhana Mahatejas Pengabul Harapan (Weiguang Ruyi Fa - 威光如意法), Buddha atau Bodhisattva mana yang memberikan adhisthana keberhasilan?

Mahaguru menjawab:
Dalam pertanyaan siswa ini, disebutkan bahwa dalam setiap sadhana ada Istadevata, namun kenapa dalam Sadhana Mahatejas ini tidak ada? Anda boleh gunakan Istadevata Anda sendiri, terlebih dahulu Anda berubah menjadi Istadevata Anda sendiri (Mahaguru memperagakan Mudra Mahatejas Pengabul Harapan) Jika Anda mempersembahkan beras, sarana puja dimasukkan ke dalam telapak tangan kiri, menjapa Mantra Mahatejas Pengabul Harapan: "Om. Zuola Zuolaya. Bendari. Hom. Pan." (嗡。左拉左拉雅。奔達日吽泮。), kemudian menjapa Mantra Persembahan, dilanjutkan dengan menjapa: "Om. A. Hom.", dan terakhir (Mudra Mahatejas Pengabul Harapan dileraikan dengan cara diarahkan ke bagian depan atas sadhaka) supaya berasnya jatuh tersebar, dan beras ini pun berubah menjadi gunung beras, tidak akan habis untuk dimakan seumur hidup.

◎ Mahaguru Melanjutkan Pengulasan Lamdre

2. Nidana Internal.
Terlebih dahulu mengajarkan berbagai pahala lain dari tanda keberhasilan Tathata yang timbul dari hati dari dua nidana (internal dan eksternal): Slokha: "Melihat lima amerta berhimpun di dalam nadi.", melihat lima amerta kesucian dan lima prana, menggunakan metode tiada perbedaan berhimpun di empat istana sebagai bagian sesudah nidana internal.

3. Nidana Eksternal.
Slokha: "Melihat aktivitas para Buddha dalam memberikan manfaat kepada semua makhluk.", melihat Nirmanakaya Buddha dan Sambhogakaya nan sempurna, dan Sambhogakaya menggunakan teladan perbuatan dan ucapan memberikan manfaat dan membimbing para insan. Manfaat yang dimaksud dalam slokha bermakna aktivitas suci nan sempurna.

Slokha: "Melihat himpunan bindu manifestasi mahasukha", cakra transformasi loka kesucian yang berhimpun di cakra manipura, kemudian berhimpun di cakra mahasukha di cakra usnisa, fenomena yang dihasilkan anubhava adalah melihat para Buddha bersemayam damai dalam Surga Akanistha.

Slokha: "Melihat para Buddha bersemayam damai dalam Surga Akanistha." Melihat para Buddha Sambhogakaya, berada dalam kondisi tak goyah dalam nisprapanca sukha dan sunya Dharmakaya Tunggal, beraktivitas membimbing para siswa, disebut sebagai: "Melihat Ksetraparisuddhi Dharmakaya."

Saat itu, dalam slokha berbunyi: "Melihat lima amerta dan lima prana berhimpun dalam cakra transformasi di cakra manipura.", setelah menjadi nidana internal, secara eksternal menampilkan fenomena samadhi anasrava."

Pengulasan oleh Mahaguru:
Nidana internal, berdasarkan bagian dalam, saat bersamadhi dapat menghimpun lima amerta dan lima prana di empat istana atau nadi tengah, ini adalah "Nidana Internal". Empat istana adalah berbagai istana yang sering kita bahas sebelumnya, salah satunya ada di cakra ajna.

Apa yang disebut dengan "Lima amerta nilai kesucian"? Makna dari "Nilai kesucian" adalah kesucian diri sendiri sudah berapa banyak? Jika nilainya 10, berarti Anda adalah Bodhisattva bhumi ke-10. Jika nilai kesucian hanya 9, berarti Bodhisattva bhumi ke-9. Mulai dari bhumi ke-7 sampai bhumi ke-10, empat bhumi ini tergolong sebagai nilai kesucian yang tinggi.

Mengenai Nidana Eksternal, melihat Nirmanakaya Buddha (Perwujudan Buddha), dan Sambhogakaya Buddha memberikan manfaat kepada semua makhluk. Menggunakan tubuh dan ucapan Beliau untuk memberikan manfaat kepada semua makhluk, Dharmadesana adalah menggunakan ucapan untuk memberikan manfaat kepada semua makhluk, sedangkan Dharmabakti berarti menggunakan tubuh untuk memberikan manfaat kepada semua makhluk.

Dalam slokha, kata "manfaat" bermakna aktivitas suci nan sempurna. Kata "manfaat" ini berarti melakukan hal-hal yang suci dan sempurna, aktivitas Bodhi berarti memberikan manfaat kepada semua makhluk.

Surga Akanistha tergolong sebagai surga Tantra. Dalam Lamdre disebutkan, "Melihat himpunan bindu manifestasi mahasukha", cakra transformasi loka kesucian yang berhimpun di cakra manipura, kemudian berhimpun di cakra mahasukha di cakra usnisa." Cakra manipura adalah cakra transformasi, cakra usnisa adalah cakra mahasukha.

Saat mencapai nilai kesucian bhumi ke-7, ke-8, ke-9, dan ke-10, melihat cakra transformasi, cakra mahasukha, prana telah menyucikan cakra manipura dan cakra usnisa, bisa melihat banyak Buddha di Surga Akanistha. Para Buddha itu adalah Buddha Dharmakaya dan Buddha Sambhogakaya, karena Surga Akanistha juga merupakan Ksetraparisuddhi Dharmakaya. Dalam Sutrayana jarang membahas Surga Akanistha, dalam Tantra ada Surga Akanistha, sehingga ada banyak Dakini, Buddha Dharmakaya dan Buddha Sambhogakaya di sana.

Jika bisa menghimpun lima amerta dan lima prana di cakra manipura, berarti cakra manipura telah suci, saat itu nidana internal secara lahiriah menampilkan sebuah fenomena, yaitu: Diri sendiri bisa bersamadhi dengan damai, bahkan tubuh dan kebijaksanaannya anasrava.

Ada dua macam anasrava, yang satu disebut anasrava tubuh, tubuh jasmani tidak tiris, lima amerta dan lima prana tidak tiris keluar; Yang satu adalah anasrava kebijaksanaan, memperoleh kebijaksanaan Tathagata, dan kebijaksanaan ini tidak akan tiris.

Usai Dharmadesana yang sangat berharga, Mahaguru berwelas asih mengadhistana Air Mahakaruna Dharani dan mengabhiseka pratima Buddha. Vihara cikal bakal teristimewa telah mempersiapkan kue tar Hari Ibu yang berukuran besar untuk Gurudara kita yang mulia, beserta semua ibu di dunia. Di malam ini, saatnya kita mengenang budi jasa ibunda, baik itu ibunda yang melahirkan kita, atau Gurudara yang tanpa pamrih bersumbangsih bagi Zhenfo Zong, beserta Mulacarya yang bagaikan ibunda membuat kita lahir kembali secara spiritual, menganugerahkan jiwa kebijaksanaan yang sangat berharga kepada kita, semua merupakan nidana yang sangat berharga dalam hidup kita, sehingga kita memiliki tubuh manusia yang dapat digunakan untuk berbhavana, memahami berharganya bhavana, membuat hidup kita lebih bermakna, lebih bersinar, dan menjadi sempurna.

Seattle Ling Shen Ching Tze Temple mengucapkan "Selamat Hari Ibu" kepada segenap ibu di seluruh dunia!

Untuk artikel Dharmadesana lengkap dalam bahasa Mandarin, silakan klik tautan berikut:
www.tbsva.org/tbnw/epaper_detail1601.htm

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。