Hari Pertama Penataran Pendidikan Tatap Muka Musim Gugur Seattle 2026

Penataran Pendidikan Tatap Muka Musim Gugur Seattle 2026
Penataran Sangha Hari Pertama


Reporter Dharmabakti / Shi Lian Zhui (釋蓮追)

Ratusan Sangha Berkumpul
Menjadikan Sila sebagai Guru Belajar Bersama Penuh Semangat


Penataran Pendidikan Tatap Muka Musim Gugur Seattle tahunan yang sangat dinantikan, diselenggarakan setelah Upacara Agung musim gugur Seattle Ling Shen Ching Tze Temple dan Rainbow Temple usai dengan sempurna. Pada Senin, 7 September 2026, Penataran Sangha hari pertama diadakan di Rainbow Temple, lebih dari seratus Dharmacarya, Biksu/Biksuni, serta Biksu/Biksuni yang baru menerima sila pravrajya kali ini mendaftar untuk berpartisipasi. Sangha berkumpul bersama, belajar bersama, bertukar pemahaman Dharma, dan bersemangat dalam aktivitas Bodhi melalui mendengar, merenung, dan mempraktikkan.

Sutra Avatamsaka menyatakan: “Sila adalah akar dari Anuttarabodhi, menumbuhkan semua akar kebajikan.” Sila adalah akar dari pencapaian bhavana, dan juga akar bagi Sangha yang telah pravrajya untuk menetapkan diri. Agama Buddha mementingkan kemurnian dan martabat sila, semua Sangha Zhenfo, harus menjadikan pemeliharaan sila sebagai tugas utama bhavana, bertindak sesuai dengan sila, menumbuhkan akar kebajikan, dan melindungi jiwa kebijaksanaan.

Penataran dibuka dengan seluruh peserta menyanyikan lagu “Terima Kasih Zhenfo” (Gan’en Zhenfo/感恩真佛). Setelah itu, seluruh Sangha mengenakan jubah sila, dipimpin oleh Kepala Departemen Pendidikan Acarya Shi Lian He (釋蓮訶上師) untuk dengan hormat membaca Kitab Sila Pravrajya Zhenfo Zong, memusatkan pikiran dan perhatian benar, memasuki kelas penataran secara resmi dengan hati yang murni dan khidmat.

Kelas yang Kaya dan Padat
Makna Dharma dan Kehidupan Saling Membuktikan


Departemen Pendidikan merencanakan penataran ini dengan saksama, kelas ini mencakup prinsip-prinsip Buddhadharma, esensi praktik nyata, dan forum komunikasi Sangha. Kursus hari pertama meliputi: Acarya Shi Lian He mengajarkan Esensi Dhyana-samadhi; Acarya Shi Lian Jia (釋蓮伽上師) dari Departemen Humas memimpin Forum Komunikasi Sangha; Acarya Shi Lian Yi (釋蓮一上師) mengupas Manajemen Emosi dan Kebijaksanaan Bhavana; Acarya Shi Lian Ying (釋蓮碤上師) mengajarkan Sila Bodhicitta.

Reporter turut menyimak bersama para anggota Sangha, dan sangat terinspirasi dalam pengajaran demi pengajaran yang mendalam namun mudah dipahami. Di antaranya, ada tiga konten yang sangat mengesankan, dan juga menampilkan kebijaksanaan bhavana dari berbagai sudut.

Manusia Super yang Sejati
Di Tengah Penderitaan Memilih Harapan dan Memberi Manfaat bagi Makhluk Lain


Acarya Shi Lian Yi dalam kelas Manajemen Emosi dan Kebijaksanaan Bhavana, menggunakan kisah hidup aktor utama film Superman, Christopher Reeve, untuk menguraikan pentingnya transformasi pikiran saat menghadapi kesulitan.

Pada tahun 1978, Reeve membintangi film Superman, dan melanda dunia dengan citra layarnya yang tampan dan pembela kebenaran. Saat itu dia baru berusia 26 tahun, dan sejak itu menjadi pahlawan super abadi di hati banyak orang.

Namun, pada tahun 1995, Reeve yang berusia 43 tahun dan berada di puncak kehidupannya tanpa sengaja jatuh dari kuda saat berpartisipasi dalam kegiatan berkuda, menyebabkan cedera parah pada tulang belakang lehernya, sejak saat itu ia lumpuh dari leher ke bawah, dan bahkan membutuhkan alat bantu pernapasan.

Superman yang dulunya melayang di langit di layar perak, dalam sekejap mata terjebak di kursi roda, dan hidupnya tiba-tiba jatuh ke titik terendah. Di saat yang paling putus asa, ia bahkan memohon kepada istrinya biarkan aku mengakhiri hidupku, tetapi istrinya Dana dengan teguh menemaninya, memungkinkannya untuk merasakan kembali nilai kehidupan dan kekuatan cinta.

Keluarganya membawa Reeve ke Pegunungan Rocky untuk bersantai. Jalan pegunungan itu berkelok-kelok, ketika jalan hampir menemui ujungnya, selalu terlihat papan tanda silakan berbelok di depan. Reeve berangsur-angsur menyadari: ketika hidup tampaknya telah mencapai ujungnya, mungkin tidak benar-benar tidak ada jalan keluar, melainkan mengingatkan diri sendiri sudah waktunya untuk berbelok.

Maka, ia tidak lagi tunduk pada nasib. Setelah mengalami rehabilitasi yang panjang, ia bahkan menggunakan pengaruhnya untuk terjun ke dalam penelitian cedera medula spinalis dan advokasi kesejahteraan publik, memperjuangkan sumber daya medis dan martabat kehidupan bagi pasien yang tak terhitung jumlahnya, mendirikan yayasan, dan kembali terjun ke pekerjaan akting dan penyutradaraan.

Pada Oktober 2004, Reeve meninggal dunia pada usia 52 tahun. Setelah terluka, meskipun dia tidak pernah benar-benar berdiri lagi, dia menggunakan nyawa dan tindakannya sendiri untuk mengangkat orang-orang yang tak terhitung jumlahnya yang jatuh ke dalam keputusasaan.

Superman dalam layar lebar terbang dengan jubahnya; Superman sejati dalam kehidupan, di tengah-tengah penderitaan yang bertubi-tubi, tetap memilih keberanian, harapan, dan memberi manfaat bagi makhluk lain.

Kisah hidup yang menginspirasi ini, tidak hanya membuat reporter sangat tersentuh, tetapi juga membuat orang merenung: apa yang dihadapi dalam bhavana, bukan hanya ketenangan dalam keadaan menguntungkan, tetapi lebih pada saat kesulitan muncul di depan mata, apakah seseorang dapat mentransformasikan pikiran, mengubah keadaan, sehingga kehidupan dapat kembali menemukan arah untuk bergerak maju.

Esensi Kontak Yoga Meditasi:
"Anda melangkah satu langkah, Istadewata melangkah empat langkah."


Konten kedua yang sangat mengesankan, adalah sebuah pertanyaan yang diajukan oleh Acarya Shi Lian He dalam Esensi Dhyana-samadhi:

Apa itu satu langkah? Apa pula itu empat langkah?

Ternyata, ini tepatnya adalah satu esensi utama bagi sadhaka Zhenfo untuk memasuki dhyana samadhi.

Mulacarya Dharmaraja Lian Sheng dalam buku ke-261 “Samadhi Dalam Samadhi” menyebutkan:
“Untuk mempelajari metode dhyana samadhi, metode yang paling cepat adalah metode Vajrayana. Dan esensi lisan dari metode Vajrayana ini adalah: Anda melangkah satu langkah menuju Istadewata, Istadewata pasti melangkah empat langkah menuju Anda.”

Yang disebut satu langkah, adalah sadhaka membangkitkan keyakinan yang paling tulus terhadap Istadewata, sesuai dengan tata ritual melakukan visualisasi yang sesuai Dharma, merapal mantra, bersadhana, mengambil inisiatif untuk mendekati Istadewata dengan ketulusan dan ketekunan.

Sedangkan empat langkah, adalah ketika sadhaka mendekati Istadewata dengan keyakinan yang tulus, Istadewata menggunakan welas asih dan kekuatan ikrar yang lebih luas untuk merangkul, mendekati, dan memberkati sadhaka.

Ini tepatnya adalah kiat Dharma yang penting dari Sadhana Yoga Istadewata.

Ketika sadhaka menggunakan hati yang paling tulus untuk mengundang Istadewata, Istadewata terwujud dengan jelas; hingga Istadewata memasuki diri sadhaka, sadhaka memasuki Istadewata, bersatu dengan Istadewata, maka dapat memperoleh adhisthana dari Istadewata, secara bertahap menghapus rintangan karma dari banyak kehidupan dan klesa kehidupan saat ini, membuat delusi berangsur-angsur mereda, alam samadhi muncul di depan mata, lalu masuk lebih dalam ke dhyana samadhi.

Oleh karena itu, Sadhana Yoga Istadewata dari Vajrayana adalah gerbang Dharma bhavana yang sangat luar biasa untuk memasuki dhyana samadhi. Jika sadhaka dapat memiliki keyakinan yang penuh, bertindak sesuai ajaran, berlatih nyata dengan semangat, maka dengan sendirinya dapat memperoleh rangkulan welas asih dari Istadewata.

“Istadewata Adalah Akar Pencapaian”, Kata-kata ini nyata dan tiada kepalsuan

Bodhicitta Adalah Ikrar
Sila Bodhisattva Adalah Pengamalan


Poin ketiga yang membuat orang merenung dalam-dalam, adalah Acarya Shi Lian Ying dalam kelas Sila Bodhicitta, mengupas tentang: Apa itu Sila Bodhisattva dan Bodhicitta?

Ternyata, Sila Bodhisattva dan Bodhicitta, tepatnya adalah dua sisi dari satu kesatuan antara tindakan dan ikrar.

Bodhicitta, adalah ikrar murni dan luas di dalam hati – ke atas memohon jalan Buddha, ke bawah menyelamatkan semua makhluk; Sila Bodhisattva, adalah pedoman perilaku untuk membumikan hati ikrar ini ke dalam kehidupan sehari-hari.

Jika sadhaka hanya membangkitkan Bodhicitta, tetapi tidak mematuhi Sila Bodhisattva, hati ikrar mudah mengalir menjadi omong kosong belaka; jika hanya mematuhi Sila Bodhisattva, tetapi tidak memiliki Bodhicitta, maka mudah melekat pada nama dan bentuk sila, dan kehilangan akar dari welas asih dan tekad memberi manfaat bagi semua makhluk. Oleh karena itu, membangkitkan niat dan menjaga sila harus berjalan beriringan, ikrar dan tindakan tidak boleh kurang salah satunya.

Sila Bodhisattva bukanlah belenggu, melainkan Dharma bajik yang melindungi jiwa kebijaksanaan sadhaka. Ketika klesa muncul, keadaan muncul di depan mata, sila ibarat sebuah pertahanan yang kokoh, membuat sadhaka tidak mengikuti keserakahan, kebencian, dan kebodohan untuk menciptakan karma, bahkan senantiasa mengingatkan diri sendiri untuk menjadikan welas asih sebagai akar, dengan menjadikan kepentingan semua makhluk sebagai pikiran.

Benar-benar melaksanakan Sila Bodhisattva, tidak hanya terletak pada menghentikan kejahatan, tetapi lebih pada secara aktif berbuat bajik, memberi manfaat kepada semua makhluk. Dari sila melahirkan dhyana, dari dhyana memancarkan prajna, dalam praktik demi praktik secara bertahap menghilangkan kemelekatan pada diri dan kebiasaan, membuat Bodhicitta menjadi lebih kokoh, tindakan Bodhisattva tumbuh hari demi hari, pada akhirnya menyempurnakan sadparamita dan puluhan ribu kebajikan, mencapai jalan Buddha.

Mendengar, Merenung, dan Bhavana Penuh Sukacita Dharma
Sangha Bersama Menapaki Jalan Bodhi


Kelas Penataran Sangha hari pertama disempurnakan dalam pembelajaran yang padat dan ketat. Dari pengingat sila, esensi dhyana, hingga kebijaksanaan mengubah emosi dan praktik Sila Bodhicitta, setiap pelajaran selalu berkaitan erat dengan tubuh dan pikiran sadhaka

Sangha yang berpartisipasi dipenuhi dengan sukacita Dharma saat mendengar Dharma, merenungkan dan bertukar pikiran, layaknya meminum amerta, mendapatkan banyak manfaat. Yang lebih penting lagi, penataran bukan hanya peningkatan pengetahuan, melainkan sekali lagi mengingatkan setiap sadhaka yang telah menjalani hidup membiara: menjadikan sila sebagai guru, menggunakan dhyana untuk memusatkan pikiran, menggunakan prajna untuk mengamati, menggunakan Bodhicitta untuk memberikan manfaat kepada semua makhluk.

Penataran hari pertama ditutup dengan sempurna, Sangha membawa penuh sukacita Dharma dan hasil pembelajaran, dan juga memendam hati yang penuh sukacita dan harapan, menyambut kelas penataran pendidikan yang lebih padat keesokan harinya, dalam pembelajaran bersama dan saling mengasah, terus berjalan di atas jalan Bodhi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan makhluk lain, memupuk berkah dan kebijaksanaan secara bersamaan.

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。