Hari Kedua Penataran Pendidikan Tatap Muka Musim Gugur Seattle 2026

Penataran Sangha dan Rohaniwan Perumah Tangga Hari Kedua

Reporter Dharmabakti / Shi Lian Zhui (釋蓮追)

Rohaniwan Sangha dan Perumah Tangga Berkumpul
Dari Kiat Utama Bhavana Melangkah ke Implementasi Pembabaran Dharma


Selasa, 8 September 2026, Penataran Pendidikan Tatap Muka Musim Gugur Seattle memasuki hari kedua. Melanjutkan lebih dari seratus anggota Sangha yang bersama-sama mendengarkan Dharma dan bersemangat pada hari pertama, hari ini rohaniwan perumah tangga - Pandita Dharmaduta dan Pandita Lokapalasraya juga bergabung dalam barisan pembelajaran, rohaniwan Sangha dan umat awam berkumpul bersama di Rainbow Temple, mendengarkan Dharma dan belajar bersama, suasana pembelajaran di lokasi sangat antusias.

Jika dikatakan kelas hari pertama menitikberatkan pada sila, dhyana, transformasi emosi, dan bhavana Bodhicitta; kelas hari kedua, melangkah lebih jauh dalam menerapkan bhavana ke dalam pelayanan tempat ibadah dan praktik Pembabaran Dharma.

Kelas hari ini menjadikan praktik sehari-hari di tempat ibadah sebagai poros utama, Ayushmat Acarya Shi Lian Xiong (長老釋蓮雄上師) mengajarkan Praktik Nyata Penerima Tamu Tempat Ibadah; Ayushmat Acarya Shi Lian Man (長老釋蓮滿上師) dan Ayushmat Acarya Shi Lian Chuan (長老釋蓮傳上師) bersama-sama mengajarkan Kiat Penting Menggambar Fu; dan Acarya Shi Lian Wei (釋蓮衛上師) menjelaskan Metode Dharma Dana Amerta. Setiap kelas sangat berkaitan erat dengan kebutuhan aktual tempat ibadah, sehingga rohaniwan tidak hanya meningkatkan pemahaman Dharma, tetapi juga dapat benar-benar menerapkan apa yang telah dipelajari ke dalam pembabaran Dharma, penerimaan umat, dan pelayanan.

Kejutan Paling Istimewa: Kehadiran Mulacarya
Berwelas Asih Menganugerahkan Adhisthana Jamah Kepala


Jodoh istimewa yang paling membahagiakan dan mengharukan dalam penataran hari ini, tidak lain adalah Mulacarya Dharmaraja Lian Sheng yang hadir langsung di Rainbow Temple.

Mulacarya selain memberikan Dharmadesana kepada kelompok Acarya, juga dengan welas asih menyetujui untuk memberikan adhisthana jamah kepala satu per satu kepada semua tingkatan rohaniwan yang berpartisipasi dalam penataran pendidikan ini.

Ketika kelas penataran menerima pemberitahuan, semua peserta berbaris rapi sesuai dengan tingkatannya, dengan tenang dan tertib pergi ke luar homasala untuk menunggu. Meskipun sinar matahari di luar sangat terik, semuanya tidak menimbulkan kerisauan dan keluhan, melainkan hanya membawa hati yang penuh hormat, sukacita, dan harapan, dengan tenang menunggu adhisthana welas asih Mulacarya.

Yang lebih membahagiakan lagi adalah, rohaniwan dari semua tingkatan dapat mendampingi Mulacarya bersama kelompok Acarya untuk berfoto bersama.

Ketika Ayushmat, Acarya, Dharmacarya, Biksu/Biksuni, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, dan rohaniwan tingkat lainnya berkumpul bersama, sebuah pemandangan berharga tentang transmisi silsilah Zhenfo yang terus berlanjut, tersaji di depan mata.

Dari generasi ke generasi, satu per satu, membabarkan Dharma Tantra Zhenfo dan semangat welas asih yang diajarkan oleh Mulacarya, dari tempat ibadah menuju masyarakat, dari hati satu orang menuju ke hati lebih banyak insan. Percaya bahwa di bawah usaha bersama para rohaniwan dari semua tingkatan, Dharma Tantra Zhenfo pasti dapat disiarkan dengan lebih luas, lebih jauh, memberikan manfaat bagi lebih banyak semua makhluk yang berjodoh.

Penerima Tamu Tidak Boleh Hanya Mengatakan: “Tidak”
Welas Asih Dimulai dari Sepatah Kata


Dalam kelas hari ini, hal pertama yang sangat mengesankan bagi reporter adalah sebuah kalimat yang diingatkan oleh Ayushmat Acarya Shi Lian Xiong dalam Praktik Nyata Penerima Tamu Tempat Ibadah: “Penerima Tamu tidak boleh mengatakan tidak, melainkan harus mengatakan maaf.”

Sepatah kata yang sederhana, tetapi membuat orang tersadar, dan juga menunjukkan semangat paling penting dalam penerimaan tamu oleh Penerima Tamu tempat ibadah, rasa hormat dan welas asih.

Ketika pengunjung mengajukan permintaan yang tidak masuk akal atau sulit untuk segera dipenuhi, Penerima Tamu sebaiknya tidak langsung menjawab: “Tidak bisa!” Terlebih lagi tidak boleh berbicara dengan nada tidak sabar, yang membuat pihak lain merasa ditolak dan tidak dihormati.

Pada saat ini, dapat merespons dengan kata-kata yang baik: “Maaf, saat ini belum dapat memenuhi permintaan Anda; tetapi masalah yang Anda ajukan, akan saya sampaikan ke atas.”

Sebuah jawaban yang lembut dan terampil, tidak selalu dapat segera menyelesaikan semua masalah, tetapi dapat menghindarkan pengunjung dari rasa canggung dan malu karena ditolak.

Penerima Tamu memperlakukan orang, seperti pelayan toko yang melayani dengan prinsip pelanggan selalu benar, harus memiliki semangat pelayanan yang baik. Ini tidak berarti bahwa semua permintaan pihak lain harus diterima sepenuhnya, melainkan terlebih dahulu menghormati perasaan pihak lain, memahami posisinya, tidak terburu-buru untuk membela diri, dan juga tidak terburu-buru untuk membantah.

Terutama ketika pengunjung membawa rasa tidak adil, kegalauan, atau kepahitan di dalam hatinya, yang paling ia butuhkan, seringkali bukan segera mendapatkan banyak alasan dan teori, melainkan ada seseorang yang bersedia mendengarkannya dengan tenang.

Dengarkan terlebih dahulu, lalu pahami; bangun kepercayaan terlebih dahulu, baru berikan bimbingan yang bijaksana.

Setelah saling membangun kepercayaan, barulah membimbing dengan perlahan menggunakan sikap yang lembut, agar pengunjung merasakan welas asih dan kehangatan dari tempat ibadah. Mungkin karena penerimaan yang hangat kali ini, membuatnya bersedia melangkah ke dalam tempat ibadah lagi di lain waktu, dan sekali lagi mendekatkan diri pada Buddhadharma.

Dari sini dapat terlihat, Penerima Tamu tampaknya merupakan pekerjaan pelayanan tempat ibadah, tetapi sebenarnya juga merupakan pintu pertama dalam pembabaran Dharma untuk menuntun semua makhluk.

Dari Bodhicitta ke Dana Amerta
Welas Asih Tidak Hanya Tersimpan di Dalam Hati


Hal kedua yang sangat mengesankan bagi reporter adalah peringatan dari Acarya Shi Lian Wei saat menjelaskan Metode Dharma Dana Amerta: Dana Amerta memiliki manfaat yang luas, pemisahan lokasi di dalam dan luar sangat jelas.

Dana Amerta dapat memberikan manfaat bagi semua makhluk yang menderita di alam preta, juga dapat membantu sadhaka mengembangkan hati welas asih, mengurangi ego, dan mengumpulkan berkah pahala yang murni. Ini persis membentuk gema yang mendalam dengan konten yang diajarkan oleh Acarya Shi Lian Ying dalam Sila Bodhicitta pada hari sebelumnya.

Hari pertama membahas: “Bodhicitta adalah ikrar, Sila Bodhisattva adalah pengamalan.”

Memasuki hari kedua, Metode Dharma Dana Amerta melangkah lebih jauh membiarkan peserta menyadari: welas asih tidak bisa hanya berhenti pada niat baik di dalam hati, melainkan harus melalui bhavana yang sesuai aturan Dharma dan tindakan nyata, untuk benar-benar mengimplementasikan ikrar memberikan manfaat bagi semua makhluk.

Namun demikian, Dana Amerta juga tidak bisa dilakukan sembarangan hanya mengandalkan sebersit niat baik, tetap harus memahami makna Dharma, metode, waktu, dan urutan visualisasi di dalamnya, serta melakukan bhavana yang sesuai aturan Dharma berdasarkan tata ritual. Jika tidak memahami prinsip-prinsip yang relevan, meskipun niatnya baik, juga mungkin menimbulkan keraguan karena metode yang tidak tepat.

Persembahan Buddha di Dalam Ruangan
Dana Amerta di Luar Ruangan


Acarya Shi Lian Wei secara khusus mengingatkan, lokasi Dana Amerta ada perbedaan antara di dalam dan di luar.

Secara umum, Dana Amerta sebaiknya dilakukan di luar ruangan, tidak cocok disebarkan langsung di dalam ruangan. Sadhaka dapat memohon adhisthana cahaya Buddha atas persembahan di dalam mandala terlebih dahulu, kemudian membawa air amerta atau makanan nasi ke luar pintu, balkon belakang, atau luar jendela untuk disebarkan.

根本上師蓮生法王於盧勝彥文集第259冊《鬼與盧師尊》中亦明確提到:
Mulacarya Dharmaraja Lian Sheng dalam buku karya ke-259 “Makhluk Halus dan Mahaguru Lu” juga menyebutkan dengan jelas:

“Dana Amerta dilakukan di dua tempat: balkon belakang tempat tinggal. Di wihara dilakukan oleh Sangha setelah puja siang, dana amerta di luar pintu wihara.”

Dari sini dapat diketahui, memuja Buddha di dalam, dana amerta di luar, ada pemisahan antara dalam dan luar, ini juga merupakan detail penting yang harus dipahami oleh sadhaka saat melakukan sadhana.

Acarya Shi Lian Wei juga mengingatkan, lokasi penyebaran perlu diperhatikan, dan memberikan contoh seperti pohon delima, pohon persik, dan pohon gandarusa, menjelaskan bahwa menurut tradisi dan pengalaman bersadhana, posisi-posisi ini tidak cocok dijadikan sebagai tempat Dana Amerta.

Pengetahuan bhavana yang tampaknya kecil ini, seringkali merupakan hal-hal yang mudah diabaikan oleh orang biasa saat memberikan dana amerta sendiri. Melalui pengajaran rinci dari Acarya, juga membuat peserta mengerti: Buddhadharma tidak hanya mementingkan niat, tetapi sama-sama mementingkan metode yang benar dan pelaksanaan yang sesuai Dharma.

Dari Mendengar, Merenung, dan Bhavana
Menuju Bermanfaat Bagi Diri Sendiri dan Makhluk Lain


Setelah dua hari kelas penataran selesai dengan sempurna, Kepala Departemen Pendidikan Acarya Shi Lian He memberikan kata sambutan penutupan. Selain mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua Acarya pengajar, tim kerja, dan peserta yang berpartisipasi, beliau juga sekali lagi menyemangati sadhaka Zhenfo: “Bhavana, adalah sebuah jalan pembelajaran dan pelaksanaan yang berkelanjutan.”

Hanya dengan senantiasa mendengarkan Dharma, merenung secara mendalam, mempraktikkan dhyana secara nyata, kemudian menerapkan apa yang dipelajari ke dalam tindakan yang memberikan manfaat bagi semua makhluk, barulah dapat terus mengumpulkan berkah pahala, meningkatkan kebijaksanaan, berjalan dengan mantap di atas jalan Bodhi, hingga pencapaian pencerahan sempurna, dan pada akhirnya mencapai ke-Buddha-an paripurna.

Mengingat kembali dua hari penataran pendidikan, hari pertama membangun akar bhavana dari sila, dhyana, kebijaksanaan emosi, dan Bodhicitta; hari kedua melangkah lebih jauh ke dalam Penerima Tamu menyambut umat, praktik Pembabaran Dharma, dan Dana Amerta demi kesejahteraan semua makhluk.

Dari melatih batin hingga mengamalkan ke luar, dari ikrar Bodhi melangkah menuju tindakan Bodhisattva; dari mendengar menuju merenung, dari merenung menuju praktik, dari praktik menuju tindakan, inilah makna yang paling berharga dari penataran pendidikan tatap muka kali ini.

Berterima Kasih Atas Segala Kondisi Keberhasilan
Mendukung Transmisi Pendidikan Zhenfo


Setelah kelas penataran selesai dengan sempurna, malam itu True Buddha Foundation menyelenggarakan jamuan makan malam persembahan Sangha di Kota Seattle, para peserta kemudian berkendara menuju restoran, dengan gembira menghadiri jamuan makan, dan memiliki jodoh istimewa untuk menikmati makan malam bersama Mulacarya.

Sangha Zhenfo juga pada tanggal 12 September mengadakan pelantunan Sutra bersama Sangha untuk melimpahkan jasa di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple.

Penataran kali ini dapat diselesaikan dengan lancar dan sempurna, terima kasih kepada tim pendidikan Zhenfo yang dengan sepenuh hati merencanakan kelas; terima kasih kepada Pusdiklat Dade Majelis Zhenfo Zong Malaysia, Rainbow Temple, dan Seattle Ling Shen Ching Tze Temple atas bantuannya untuk mewujudkannya; dan lebih banyak terima kasih kepada semua donatur yang mendukung Sanghadana serta dana pembangunan True Buddha Foundation.

Karena setiap dukungan, setiap hati yang baik, memungkinkan rohaniwan untuk terus memperkaya pengetahuan Buddhadharma, meningkatkan kebijaksanaan, lalu membawa apa yang dipelajari kembali ke tempat ibadah Zhenfo di seluruh dunia, untuk menuntun lebih banyak semua makhluk, dan melanjutkan jiwa kebijaksanaan Buddha.

Ini bukan hanya sebuah penataran selama dua hari, tetapi juga merupakan transmisi dan kelanjutan dari pendidikan Zhenfo.

Pemberitahuan Kabar Baik
Melanjutkan Jodoh Belajar Dharma di Tahun 2027


Menanggapi respons antusias dan harapan para peserta, kelas penataran pendidikan tatap muka musim gugur tahun 2027, diperkirakan akan diadakan setelah Upacara Agung musim gugur, menyelenggarakan Penataran Sangha dan Rohaniwan Perumah Tangga berturut-turut selama dua hari.

Diharapkan melalui penataran pendidikan yang berkelanjutan dan lengkap, dapat meningkatkan kualitas pengetahuan Buddhadharma dan pelayanan tempat ibadah dari semua tingkat rohaniwan, menerapkan Buddhadharma dalam menyambut umat, pembabaran Dharma, dan memberi manfaat kepada semua makhluk, serta menuntun lebih banyak semua makhluk yang berjodoh untuk melangkah ke dalam gerbang Buddha.

Harap semua tingkat rohaniwan memperhatikan informasi terkait selanjutnya, bersama-sama melanjutkan jodoh Dharma, berkumpul kembali di Seattle, bersama-sama merasakan manfaat Dharma, dan bersama-sama menapaki jalan Bodhi.

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。