Gema Mantra Sataksara XII di Vihara Vajra Bumi Giri Putra
Purifikasi Batin dan Doa untuk Kebahagiaan Semua Makhluk
Perapalan Mantra Sataksara (Vajrasattva) selama tiga hari tiga malam secara non-stop kembali diselenggarakan di Vihara Vajra Bumi Giri Putra. Kegiatan spiritual tahunan ini berlangsung sejak Minggu, 28 Desember 2025 pukul 11.00 WIB hingga Rabu, 31 Desember 2025 pukul 12.00 WIB, dan diikuti umat Buddha setempat dengan suasana yang khidmat. Perapalan mantra menjadi wujud praktik spiritual, pelestarian ajaran Buddha Tantrayana Zhenfozong, sekaligus doa bersama bagi kedamaian dan kebahagiaan semua makhluk.
Pelaksanaan perapalan Mantra Sataksara dilakukan secara bergiliran oleh peserta yang dibagi ke dalam delapan kelompok waktu. Pola ini memungkinkan pelafalan mantra berlangsung tanpa henti selama 3 hari 3 malam. Setiap kelompok menjalankan tugas sesuai jadwal yang telah ditetapkan, mencerminkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan umat dalam menjaga kesinambungan praktik spiritual.
Mantra Sataksara diyakini memiliki makna mendalam sebagai sarana penyucian batin, pengakuan dan penyesalan atas kesalahan, serta purifikasi. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dijalani dengan sikap penuh hormat, ketenangan, dan konsentrasi batin yang terjaga. Sepanjang kegiatan, suasana vihara tampak tertib dan khusyuk; umat merapal mantra dengan sikap anjali, duduk bersila, serta menjaga fokus batin. Kehadiran umat lintas usia, mulai dari remaja hingga lanjut usia menunjukkan antusiasme dan komitmen yang tinggi terhadap kegiatan keagamaan ini.
Di tengah perapalan mantra, umat juga mempersembahkan pelita sebagai simbol penerangan batin dan kebijaksanaan. Persembahan pelita menjadi sarana puja utama dalam kegiatan rutin tahunan ini. Selain umat setempat, panitia juga membuka kesempatan bagi umat dari berbagai daerah yang berhalangan hadir untuk turut mempersembahkan pelita. Melalui persembahan kepada Vajrasattva, umat meyakini tumbuhnya penerangan batin dan kebijaksanaan dalam kehidupan.
Kegiatan perapalan Mantra Sataksara tidak hanya ditujukan bagi kepentingan spiritual pribadi, tetapi juga sebagai doa bersama bagi kedamaian bangsa, keharmonisan masyarakat, serta keselamatan alam semesta. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa penyaluran jasa kebajikan yang dipanjatkan untuk kedamaian bangsa dan kebahagiaan semua makhluk.
Usai rangkaian perapalan mantra, kegiatan dilanjutkan dengan kebersamaan menyambut Tahun Baru 2026 di halaman vihara. Acara diisi dengan pentas seni karawitan, tari tradisional, serta gerak lagu yang ditampilkan generasi muda Vihara Vajra Bumi Giri Putra dari tingkat SD hingga mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, Pandita Dharmaduta Tasimun menyampaikan pembabaran Dharma tentang pentingnya menumbuhkan kebajikan secara berkesinambungan dan melatih kemurahan hati dalam kehidupan sehari-hari. Kemeriahan acara semakin terasa dengan pembagian door prize berupa alat pertanian dan hadiah lain yang sesuai kebutuhan warga, sehingga perayaan Tahun Baru berlangsung hangat, bermakna, dan penuh sukacita.
Rangkaian kegiatan spiritual kemudian dilanjutkan dengan partisipasi dalam upacara Trimulapuja, sebuah ritual yang diinisiasi oleh True Buddha Foundation dan dilaksanakan serentak oleh vihara-vihara Zhenfozong di berbagai negara pada 1 Januari 2026 pukul 16.00 WIB. Trimulapuja diulaksanakan sebagai upaya doa bagi keselamatan dan kedamaian dunia serta permohonan agar Buddha menetap di dunia. Vihara Vajra Bumi Giri Putra mengikuti upacara ini bersama 33 vihara lainnya, dipandu oleh Acarya Shi Lianfei dari Vihara Vajra Bumi Nusantara melalui sambungan daring.
Sebagai penyempurna rangkaian kegiatan, Vihara Vajra Bumi Giri Putra juga menggelar bakti sosial berupa pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan di sekitar vihara. Kegiatan yang diinisiasi oleh Lotus Light Charity Society Vihara Vajra Bumi Giri Putra ini dilaksanakan pada 2 Januari 2026 dengan menyalurkan 120 paket sembako berisi beras, mi instan, dan minyak goreng. Melalui bakti sosial tersebut, umat diajak menerapkan nilai welas asih dan kebajikan dalam tindakan nyata, membantu sesama, serta memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di lingkungan sekitar vihara.