Bag 17. Memasuki Samadhi

Pengulasan Tata Ritual Sadhana Tantra Yang Lengkap dan Mendetail
 
Bag 17. Memasuki Samadhi
 
- Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng
- Rainbow Temple, 27 November 1992
 
Baiklah ! Saat ini dengan terperinci kita hendak mengulas bagaimana memasuki samadhi. Pada buku tata ritual dan dalam buku juga dikatakan jika hendak memasuki samadhi, terlebih dahulu lakukan sembilan tahap pernafasan Buddha, membangkitkan kundalini dan mengolah bindu, sebenarnya cukup melakukan sembilan tahap pernafasan Buddha saja, sedangkan pembangkitan kundalini dan pengolahan bindu dilakukan saat telah mencapai sadhana dalam, jika Anda telah berhasil dalam kundalini dan bindu, maka Anda boleh memasukkannya dalam tata ritual, namun jika Anda belum berhasil dalam kundalini dan bindu, atau bahkan tidak hanya kundalini belum bangkit tapi Anda juga dingin di dalam, dingin setengah mati, api dalam sama sekali tidak menyala, kemudian pada bagian tersebut Anda melakukan kundalini dan bindu, akhirnya sekujur tubuh malah kedinginan, ini sia-sia, oleh karena itu kundalini dan bindu dilakukan saat sadhana dalam. Terlebih dahulu kita lakukan sembilan tahap pernafasan Buddha. 
 
Apakah samadhi ? Samadhi adalah 'Ding', yaitu aksara 'Ding' dari kata 'Chan-ding' ( Dhyana ). Sangat-sangat penting. Dalam Buddhisme ada tiga anasrava, yaitu sila, samadhi dan Prajna. Sila adalah demi mencapai samadhi, mengapa Anda perlu mentaati sila ? Mentaati sila adalah demi mencapai samadhi. Mengapa Anda melakukan bhavana keras ? Bhavana keras juga demi samadhi ! Mengapa Anda melakukan bhavana sukha ? Bhavana sukha juga demi samadhi. Ada banyak metode yang digunakan untuk mencapai samadhi ini. 
 
Kemudian dari samadhi, barulah melahirkan Prajna Anuttara, melahirkan Buddha-jnana, Prajna Buddha. Tanpa samadhi , Prajna tidak akan diperoleh. 
 
Ada banyak orang mengatakan sama sekali tidak perlu penekunan dhyana, saya sudah mampu penuh konsentrasi tak terkacaukan. Ah ! Dia hatinya kacau, dia bukan penuh konsentrasi tak terkacaukan, sesungguhnya dia sepenuh hati kacau balau, apakah saat kacau balau bisa melahirkan Prajna ? Seseorang yang sedang kacau, sedang resah, dapat dikatakan kebijaksanaannya buyar, sehingga melakukan perbuatan yang tidak benar, tidak berperasaan dan melanggar aturan, itu semua dilakukan saat Anda kehilangan kebijaksanaan, mengapa Anda bisa kehilangan kebijaksanaan ? Sebab kondisi batin Anda resah dan kacau. Saat Anda tidak memiliki ketenangan, perbuatan Anda tidak terkendali. Seseorang yang memiliki samadhi dalam melakukan berbagai hal, dari samadhinya muncul Prajna Anuttara, kemudian dengan Prajna menyelesaikan segala persoalan, sehingga tiada persoalan. 
 
Tanpa samadhi tidak akan muncul Prajna, Pancamahaprajna Buddha lahir dari samadhi, sedangkan sila adalah demi mencapai samadhi, oleh karena itu para bhiksu yang melakukan bhavana keras di Gunung Himalaya, maupun bhiksu yang melakukan bhavana keras di India, para sadhaka di Tibet yang menekuni bhavana keras, di pegunungan dan pedalaman, semua adalah demi mencapai samadhi.
 
Dalam Buddhisme dikatakan asal Anda mampu memasuki samadhi, maka sila sudah tidak diperlukan. Mentaati sila adalah demi samadhi, jika Anda benar-benar telah menguasai samadhi, bukan berarti Anda boleh melanggar sila, namun Anda tidak lagi terikat oleh sila, Anda tidak lagi dibatasi oleh sila, ini sangat mendalam ! 
 
Sebab saya mengatakan hal ini kepada kalian, kalian bisa salah paham dan tidak lagi mentaati sila. Alasannya karena Mahaguru sudah menyatakan jangan sampai dibatasi oleh sila, maka tidak perlu lagi mentaati sila, bisa sembarangan. Namun Anda harus tahu, jika Anda kehilangan pengendalian diri, maka Anda tidak akan mempunyai samadhi, saat Anda kehilangan samadhi, maka Prajna tidak akan muncul ! Dengan demikian adalah keliru jika Anda tidak mentaati sila. 
 
Maksud saya adalah, seseorang yang telah melebur dalam samadhi tidak akan dikekang oleh sila, namun jika Anda belum mampu melebur dalam samadhi, maka Anda masih perlu mentaati sila. Demikian sudah jelas, ini sangat mendalam.
 
Ada orang yang mengatakan dulu Mahaguru pergi karaoke, ini dulu, sekarang sudah tidak lagi. Berdansa, tango, minum arak, apa yang terjadi, mengapa Mahaguru demikian ? Kami melihatnya sungguh tidak nyaman ! Kita perlu menulis secarik permintaan supaya Mahaguru tidak demikian. Banyak siswa yang mengurusi Mahaguru ( hadirin tertawa ) Jika saya adalah siswa, apabila guru saya melakukan kesalahan dan saya memberikan peringatan kepadanya, berarti saya keliru. Demikian, apakah Anda mabuk ? Saya tidak mabuk ! Tapi banyak peminum yang mengatakan diri sendiri tidak mabuk ( hadirin tertawa ) Saya sungguh tidak mabuk ! Ini poin yang pertama. Jika Anda meminum arak dan mabuk, maka Anda akan kehilangan sila ! Maka Anda tidak boleh minum arak. Saya minum arak namun masih memiliki pengendalian diri dan sila.
 
Dulu semasa muda, saya pergi berdansa, diskotik Xue-li di lantai bawah restoran di belakang Danau Ai Kaohsiung, sekarang sudah pindah, pindah ke daerah Ling-ya, Ling zai-liao. Saya pergi ke disko, saat itu masih sangat muda, baru berusia 20, pergi ke disko terasa sangat memikat. Hari ini tidak pergi, kemarin pergi, maka saya menunggu apakah ada orang yang mengajak saya pergi. Ah ! Kemudian saat disko, tahukah Anda para penarinya, mereka mengenakan cheongsam ketat dan gemerlapan, bahkan tubuhnya memancarkan bau harum ! Memakai parfum sangat pekat ( hadirin tertawa )
 
Disko di Taiwan serangkaian, sebuah rangkaian disko atau jitterbug, sangat cepat, kemudian di tengahnya adalah tango, dilanjutkan dengan yang ketiga, yaitu blues, yang ini sangat pelan, saat pelan, mereka akan mematikan lampu ( hadirin tertawa ) saat lampu dimatikan, adakalanya jika Anda tidak bersandar padanya, maka dia yang akan bersandar pada Anda ( hadirin tertawa ) benar tidak ? Saat itu hanya dapat meraba dalam kegelapan. Sesampainya di rumah, hati akan kacau, termabukkan, akan muncul semacam kerinduan, saat itu Anda kehilangan sila. Sangat mudah sila Anda sirna. Oleh karena itu dalam Buddha Dharma diajarkan jangan pergi ke tempat prostitusi, disko maupun karaoke, sebab utamanya adalah kuatir Anda kehilangan sila.
 
Namun jika Anda pergi karaoke, Anda sangat leluasa , saat itu hanya sebuah exercise, olahraga, usai olahraga pulang ke rumah Anda masih dalam kondisi murni dan tidur, tidak terikat dalam pikiran Anda, Anda tidak terlena, tidak termabukkan, Anda masih mentaati sila. Sepulangnya Anda tidak terus termabukkan oleh lagu-lagu itu, atau jika lagu itu tidak terus berdendang dalam pikiran Anda, berarti Anda masih mentaati sila. Jika dalam diskotik Anda tidak termabukkan oleh lagu-lagu dan godaan birahi, maka Anda boleh masuk, Anda boleh melakukan hal yang wajar dalam hidup awam, asal tidak termabukkan, ini boleh saja. Namun ada yang bertanya kepada saya, meskipun Mahaguru tidak termabukkan oleh lagu-lagu tersebut, tidak termabukkan oleh tarian, jika Anda benar tidak termabukkan maka mengapa Anda masih pergi ke sana ? 
 
Ah ! Benar juga ! Mengapa harus ke sana ? Yang bertanya juga benar, maka sekarang saya tidak perlu ke sana ( hadirin tertawa ) sesungguhnya boleh pergi, juga boleh tidak. Maksud dari 'Boleh pergi, boleh juga tidak' adalah saat berhadapan dengan afinitas tersebut Anda boleh saja pergi, namun juga boleh tidak. Anda mentaati sila namun tidak terkekang, sebab Anda dapat bersamadhi.
 
Di saat muda, saya tidak berdaya. Saya sedang menceritakan kala usia 20 tahun, pernah terlena sesaat, ini jujur adanya. Yang penting semua telah berlalu, bukan saat ini, benar tidak ? Bagaimana saat ini ? Apakah saya masih terlena ? Tidak mungkin ! Godaan sebesar apapun, sejujurnya, mungkin Anda juga tidak akan percaya, jadi tidak ada gunanya saya mengungkapkan ( hadirin tertawa )
 
Dalam tantra ada samadhibala, sesungguhnya yang memiliki cukup kekuatan samadhi, Anda bisa menekuni Anuttarayogatantra. Bagi yang tidak memiliki kekuatan samadhi, saya beritahu Anda, bisa menghasilkan bayi, sebab tidak memiliki kekuatan samadhi.
 
Tingkatan tertinggi dalam sadhana tantra hanya ditekuni oleh yang memiliki kekuatan samadhi. Dalam tantrayana, tidak boleh diungkapkan pada orang yang belum sampai pada kondisi tersebut. Sebab saat diungkapkan sama saja dengan melanggar sila. Namun orang yang benar-benar mencapai kondisi tersebut, dia mentaati sila. Pada tahap tersebut masih mentaati sila, namun tidak dikekang oleh sila, inilah perbedaannya dengan awam. Dia masih mentaati sila ! Jangan dikira dia tidak mentaati sila, sesungguhnya dia masih mentaati sila. Dari sila menghasilkan samadhi, dikarenakan Anda telah mencapai samadhi, berarti Anda telah mampu mentaati semua sila. Setelah Anda merealisasi samadhi, berarti Anda telah mentaati semua sila, kemampuan ini luar biasa.
 
Ada itu samadhi ? Samadhi adalah kestabilan. Bagaimana datangnya Buddha ? Bagaimana mencapai keberhasilan ? Keberhasilannya berasal dari samadhi. Banyak orang mengatakan, saya telah mampu bersamadhi, saya tidak perlu lagi mentaati sila. Harus diuji baru tahu, Anda harus bertanya pada nurani Anda. Apakah Anda sungguh telah merealisasi samadhi ? Mampu bersamadhi ? Apakah Anda dapat menghasilkan prana, di empat sisi Anda di luar prana terdapat api, di luar api terdapat sinar ? Sebab jika Anda mampu bersamadhi, pasti menghasilkan ini semua. Dalam samadhi menghasilkan samadhibala, timbul power semacam ini, Anda mempunyai manifestasi. 
 
Anda bisa menipu orang dengan mengatakan "Saya telah mencapai samadhi, memperoleh kondisi samadhi." Anda bisa saja mengatakannya. Namun Anda harus bertanya pada nurani, benarkah Anda bersamadhi ? Hal ini diketahui oleh diri Anda sendiri. Apakah Anda masih bocor atau tidak ? Kebocoran adalah kebocoran bindu material, ada kebocoran prajna, apakah Anda mempunyai klesa ? Jika Anda telah mencapai samadhi, mengapa masih ada klesa ? Jika Anda setiap waktu senantiasa berada dalam samadhi, mengapa Anda masih bocor ? Itu semua merupakan kondisi belum tercapainya samadhi.
 
Anda mengatakan "Ada kalanya ada samadhi, namun ada kalanya tidak ada." ( Tertawa ), siang hari Anda bersamadhi, malam hari tidak ada ( tertawa ), benar tidak ! "Ada kalanya malam hari juga bersamadhi, hanya sebulan sekali." Berarti Anda masih bocor ! Ini bukan samadhi, ini hanya sebuah tahap awal yang kadang muncul.
 
Samadhi ada tingkatan awal, ada subtil, dan yang paling mendalam adalah yang paling subtil, ada lagi Samadhi Kokoh Tiada Noda, apakah itu ? Yaitu di dalam samadhi Anda sangat kokoh, sangat kuat, tak terhancurkan, tak lapuk. 
 
'Tanpa noda' adalah tiada kealpaan ! Yaitu tidak mengalami kebocoran. Klesa Anda tidak bocor, Prajna Anda tidak bocor, intisari Anda tidak bocor, inilah tiada noda. Jika Anda telah memperoleh Samadhi Kokoh Tiada Noda, berarti telah sungguh memperoleh Maha-samadhi.
 
Kita menekuni samadhi, dan saya membagikannya sesuai dengan pengalaman saya. Setelah kita menjapa mantra, barulah hendak memasuki dhyana. Membentuk mudra ini, diletakkan di atas kedua lutut. Ada yang menjulurkannya demikian, dua kaki bersila sempurna, atau lalitasana, kemudian tangan dijulurkan ( Mahaguru memperagakan ) ini termasuk sebagai postur semesta, yaitu postur kesempurnaan semesta. Boleh juga membentuk mudra dhyana, tangan kiri di atas, tangan kanan di atas, atau tangan kanan di atas dan tangan kiri di bawah, sesungguhnya semua boleh. Ini berhubungan dengan elemen air dan api. Sedangkan postur ini melambangkan jiwa raga melebur dalam semesta, seluruh semesta melingkupi diri sendiri. Ada orang yang membentuk demikian ( Mahaguru memperagakan ) Namun ada juga yang demikian ( Mahaguru memperagakan ) boleh saja, semua bisa digunakan. 
 
Kemudian lidah ditempelkan di langit-langit mulut, ini juga mengandung maknanya sendiri. Ujung lidah menempel langit-langit ini lebih baik, sebab dapat menerima air devata. Bisa bersila penuh, bisa bersila separuh. Saat memakai postur lalitasana, nadi sushumna Anda melengkung, nadi sushumna Anda akan lurus saat bersila separuh atau penuh. 
 
Kelak saat membabarkan sadhana dalam, barulah akan diterangkan lebih mendetail mengenai pengaruh bersila separuh, bersila penuh dan lalitasana terhadap nadi sushumna Anda. Sebab saat duduk dalam postur lalitasana, nadi sushumna Anda melengkung. Sedangkan bersila separuh atau penuh, membuat tulang belakang Anda tegak, demikian baru dapat lurus, nadi sushumna Anda baru dapat lurus, kelak saat pembabaran sadhana dalam akan diulas kunci dalam hal ini.
慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。