2010-12-04 DharmarajaLiansheng Menerangkan Sutra Altar Patriak VI

Buddha Jati Diri dari 3 Tubuh dalam 1 Raga

Intisari Ceramah Dharmaraja Liansheng Pada Upacara Homa Vajrasattva Tanggal 4 Desember 2010 di Taiwan Lei Tsang Temple


Kutipan Sutra Altar Patriak VI minggu ini, "Kalyana-mitra! Karena berlindung pada Triratna sendiri, masing-masing bertekad, saya bersabda Buddha jati diri dari 3 tubuh dalam 1 raga, supaya kalian bertemu 3 tubuh dan memahaminya, diri sendiri mencerahi jati diri. Mari semua ikut saya menyebutkan, "Di dalam rupa sendiri, berlindung pada Buddha Dharmakaya yang suci. Di dalam rupa sendiri, berlindung pada Buddha Sambhogakaya yang sempurna. Di dalam rupa sendiri, berlindung pada miliaran Buddha Nirmanakaya."


Sembah sujud pada Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye! Sembah sujud pada Triratna Mandala! Sembah sujud pada adinata homa Bodhisattva Vajrasattva!"

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, para umat se-Dharma, umat se-Dharma di internet, tamu agung kita hari ini -- my father Sdr. Er-shun Lu, my sister and her husband Sheng-mei Lu, Hui-fu Cai, my sister and her husband Guo-ying Lu, He-tong Li, anggota parlemen Kota Taichung Bpk. Shi-kai Chen, anggota parlemen Kabupaten Hualian Ibu Mei-yun You, anggota parlemen Kabupaten Nantou Ibu Zhuang Xu, perwakilan Kelurahan Tsaotun Ibu Hui-hui Zhuang, ketua pengurus Asosiasi Kasih Sayang Mujinhua Taichung Ibu Hui-mei Chen, presiden direktur perusahaan bioteknologi terkenal Bpk. Hao-dong Wang, pembawa acara terkenal Bpk. Zhi-yuan Tai.

Lapor, Sabtu lalu adalah pemilu, total ada 6 orang anggota parlemen yang pernah datang ke Lei Tsang Temple kita, keenam anggota parlemen ini, semua "terpilih" (Bahasa Taiwan). (Hadirin tepuk tangan) Sebenarnya datang 7 orang, ada satu! Setelah datang, ia bertanya pada saya, tidak tanya saya masih tidak apa-apa, ia bertanya pada saya apakah ia akan terpilih, alhasil, saya ramal sebentar, saya berkata, "Di ambang batas, mesti berusaha lebih keras lagi." Yakni di ambang batas, mesti berusaha lebih keras lagi, ia juga berkata pada saya, "Minggu depan, saya datang lagi memohon pemberkatan." Alhasil, "minggu depan" ia tidak datang. Jadi, anggota parlemen peserta pemilu yang kali ini datang ke Taiwan Lei Tsang Temple untuk menerima pemberkatan ada 6 orang, keenam orang ini, semua terpilih, (hadirin tepuk tangan) salah satunya bahkan mendapatkan suara terbanyak, suara terbanyak pun ada.

Selain itu, ada satu kejadian yang sangat menakjubkan, Dayi Xuehui Kaoshiung mengadakan Pameran Buku dan Lukisan Sheng-yen Lu dan acara tandatangan buku selama 3 hari berturut-turut, Pandita Dharmaduta Li-ren Lin dan istrinya, pada hari Sunday itu, melihat seluruh karangan bunga, di dalam seluruh karangan bunga yang diberikan, mencakup anggota parlemen dan walikota Kota Kaoshiung, asalkan memberikan karangan bunga, semua terpilih. (Hadirin tepuk tangan) Yang tidak memberikan karangan bunga, semua gugur, memang aneh! Pandita Dharmaduta Li-ren Lin dan istrinya, melihat daftar nama karangan bunga dan daftar nama semua orang yang terpilih, tak disangka semuanya terpilih, tidak kurang satu pun. Ini adalah satu laporan, datang ke Taiwan Lei Tsang Temple, selain itu, walaupun memberikan karangan bunga pada pameran buku dan lukisan, semua terpilih; semua yang diberkati, terpilih.

Ibu Hui-mei Chen juga anggota parlemen Kota Taichung, orang yang sama, kan! Juga Mujinhua (ketua pengurus asosiasi kasih sayang Mujinhua Taichung), membantu kampanye walikota Kota Taichung, Beliau adalah Dirjen daerah pesisir laut, benar tidak? Benar! Seluruh desa dan kelurahan daerah pesisir laut Kota Taichung, semua suara tertinggi, (hadirin tepuk tangan) saya mengatakan bagian daerah pesisir laut semua suara tertinggi. Bagian daerah pesisir gunung justru tidak ada, karena dirjen bagian daerah pesisir gunung tidak datang, benar tidak? Ia adalah dirjen yang mewakili bagian daerah pesisir laut, semua daerah pesisir laut mendapat suara tertinggi, bagian daerah pesisir gunung, semua .... nyaris "terpilih", nyaris, lain kali juga minta daerah pesisir gunung datang semua, pasti terpilih! Lihat! Dirjen daerah pesisir laut datang! Semua desa dan kelurahan daerah pesisir laut, semua suara tertinggi, semua, loh! Tidak kurang satu pun. Bagian daerah pesisir gunung, tidak bisa berkata apa-apa, karena ia tidak datang, lain kali keduanya harus datang bersama. Buddha dan Bodhisattva di Taiwan Lei Tsang Temple kita! Manjur! Kelak, menteri luar negeri Taiwan Lei Tsang Temple, Bpk. Fermi (Sdr. Zi-zhu Wang), kelak ia juga harus keluar melaksanakan satu tugas, kita harus dukung dia. (Hadirin tepuk tangan)

undefined

Hari ini adalah homa Vajrasattva. Dulu, guru saya memberitahu saya, "Guru sesepuh Tantra yang sejati adalah Vajrasattva." Lihat saja, Bodhisattva Nagarjuna membuka pagoda besi di Hindustan Selatan, bertemu Vajrasattva, Vajrasattva mentransmisikan 2 kitab "Vajradhatu" dan "Garbhadhatu", Bodhisattva Nagarjuna lebih dulu mendapatkan Dharma Tantra. Sebelum Bodhisattva Nagarjuna, Padmasambhava walaupun guru sesepuh Tantra, namun Ia muncul dalam wujud "manusia", sedangkan Vajrattva muncul dalam wujud "angkasa yang tak berwujud". 

Jadi, Bodhisattva Vajrasattva adalah "Pangeran Dharma" dari 5 Buddha yang sejati, "Vajradhara keenam" yang sejati. Tantra menyebutnya Vajradhara, yaitu "pemegang Vajra", "pemegang Tantra", lebih dulu Pancadhayani Buddha, Buddha Vairocana di tengah, Buddha Aksobya di timur, Buddha Amitabha di barat, Buddha Amoghasiddhi di utara, Buddha Ratnasambhava di selatan, disebut "Lima Vajradhara Utama", ada pemberkatan dan penjelmaan dari Lima Vajradhara Utama, berubah menjadi Vajrasattva, Vajrasattva adalah Vajradhara Keenam, dengan kata lain "pemegang" Tantra. Selanjutnya, guru sesepuh turun-temurun, semua disebut Vajradhara ketujuh, diwariskan pada diri Mahaguru, disebut Vajradhara kedelapan, (hadirin tepuk tangan) diwariskan pada diri para acarya, yakni "Vajradhara kesembilan".

Oleh karena itu, perintis sejati Tantra, yang memegang Dharma Tantra, adalah Vajrasattva, Bodhisattva Nagarjuna juga berasal dari sana; Padmasambhava, juga sama, berasal dari sana, semua guru sesepuh Tantra, semua berasal dari arus Dharma Vajrasattva.

Jadi, hari ini kita mengadakan homa Vajrasattva, memohon Vajrasattva, menuntun para makhluk akhirat terlahir di Buddhaloka yang suci, memberkati para pendaftar, tolak bala, meningkatkan kemakmuran, penaklukan, cinta kasih, semua dikabulkan dengan sempurna, segala karma penyakit bisa disingkirkan di bawah pemberkatan Vajrasattva. (Hadirin tepuk tangan)

Hari ini kita bahas lagi SUTRA ZEN PATRIAK VI (disebut juga SUTRA ALTAR PATRIAK VI), "Kalyana-mitra! Karena berlindung pada Triratna sendiri, masing-masing bertekad, saya bersabda Buddha jati diri dari 3 tubuh dalam 1 raga, supaya kalian bertemu 3 tubuh dan memahaminya, diri sendiri mencerahi jati diri. Mari semua ikut saya menyebutkan, "Di dalam rupa sendiri, berlindung pada Buddha Dharmakaya yang suci. Di dalam rupa sendiri, berlindung pada Buddha Sambhogakaya yang sempurna. Di dalam rupa sendiri, berlindung pada miliaran Buddha Nirmanakaya."

Kalian jangan salah paham dulu, Buddha yang disabdakan di sini, yaitu yang dulu sering kita nyanyikan "berlindung pada miliaran Buddha Nirmanakaya", "berlindung pada Buddha Sambhogakaya yang sempurna", "berlindung pada Buddha Dharmakaya yang suci", kita menyanyikan lagu "Buddha Dharmakaya yang suci" itu, yaitu sedang menjelaskan "Buddha" tersebut, kita lihat setelah berlindung pada "Buddha" ini, "Wah! Kita berlindung pada banyak Buddha, jangan sekali-kali salah paham! Banyak orang baca Sutra, juga akan salah paham.

undefined

Di sini ada sebuah joke, joke yang diceritakan 4 Big Mama dari California, mereka kemarin bertemu saya. Begitu saya lihat mereka berempat, wah! Kalian 4 Big Mama dari California pun datang, membuat saya "terkejut", kaget sekali! Big Mama Chen langsung cerita sebuah cerita lucu, ada seorang petani tua, pelihara seekor babi betina yang putih gemuk, namun tidak melahirkan anak babi, dokter hewan periksa dan berkata, "Fisiologis babi betina ini beda, harus diberikan inseminasi buatan." Si petani tua itu tersipu malu sejenak, sangat malu, "Anda tidak mau?" Si petani tua berkata, "Saya mau! Tapi, apakah babi betina akan menggigit saya?" "Inseminasi buatan" yang dimaksud dokter bukan itu, si petani tua salah paham "inseminasi buatan" adalah itu, ini beda jauh.

Hari ini kita mengatakan berlindung pada "Buddha jati diri dari 3 tubuh dalam 1 raga", jangan salah paham; mengira berlindung pada "miliaran Buddha Nirmanakaya" di luar, berlindung pada "Buddha Sambhogakaya yang sempurna", berlindung pada "Buddha Dharmakaya yang suci", Anda salah paham.

Suatu hari, saya makan bersama pembawa acara terkenal Bpk. Zhi-yuan Tai dan Presiden Direktur Hao-dong Wang, saat makan, Presiden Direktur Hao-dong Wang menanyakan saya apa itu "3 tubuh", apa itu "7 sifat", Presdir Wang mengira, "3 tubuh" adalah "Dharmakaya, Sambhogakaya, dan Nirmanakaya", ia bisa memahami bahwa ini adalah "3 tubuh". Ia bertanya pada saya, apa itu "7 sifat"? Saya jawab, "Tanah, air, api, angin, angkasa, dan kesadaran." Oh! "3 tubuh 6 sifat", bukan "7 sifat", melainkan "6 sifat", saya kelebihan satu, "tanah, air, api, angin, angkasa, dan kesadaran", inilah "seorang manusia"! "Manusia" memiliki "3 tubuh", memiliki "6 sifat", "3 tubuh 6 sifat", "3 tubuh", ia tahu; "6 sifat", ia tidak tahu. Jadi, saya jawab Presdir Wang "6 sifat" adalah "tanah, air, api, angin, angkasa, dan kesadaran".

Sebenarnya, "3 tubuh" yang ia katakan, ada dua macam versi, yakni "Dharmakaya, Sambhogakaya, dan Nirmanakaya". Buddha Sakyamuni adalah "Buddha Nirmanakaya", Buddha Rocani adalah "Buddha Sambhogakaya", Buddha Vairocana adalah "Buddha Dharmakaya", itulah "3 tubuh" Buddha Sakyamuni. "3 tubuh" yang Mahaguru maksud: "Buddha Dharmakaya" adalah "tubuh kesetaraan", tubuh yang sederajat, setara, disebut "Buddha Dharmakaya"; "Buddha Sambhogakaya" adalah "tubuh penjelmaan", "tubuh penjelmaan" yang menjelma dari "Buddha Dharmakaya"; "Buddha Nirmanakaya" adalah "tubuh penerapan", Anda memiliki "perasaan", memiliki "kegunaan", disebut "tubuh penerapan". Jadi, Patriak VI tidak menjelaskan, sayalah yang menjelaskan. Apa itu "tubuh kesetaraan"? "Buddha Dharmakaya" adalah "tubuh kesetaraan", sama-sama setara, kebijaksanaan yang setara, arus Dharma yang setara, segalanya setara, tidak ada bedanya, itulah "tubuh kesetaraan"; "Sambhogakaya" adalah "tubuh penjelmaan", menjelma dari "tubuh kesetaraan", yang berada di alam suci, Buddha Amitabha, Buddha Bhaisajyaguru, Buddha Aksobhya yang sangat agung -- adalah "4 Buddha" di bawah Buddha Vairocana -- Tathagata Aksobhya, Buddha Amoghasiddhi, Buddha Ratnasambhava, Buddha Amitabha, semua adalah "wujud Sambhogakaya", inilah "tubuh penjelmaan"; apa itu "Nirmanakaya"? Mahaguru adalah "Nirmanakaya", "tubuh penerapan", menerima tubuh ini, menggunakan tubuh ini, bukankah itu "tubuh penerapan"? Segala yang memiliki "perasaan" dan "menggunakan" tubuh ini. Asalkan kita telah berhasil, telah memahami hati dan menyaksikan Buddhata, itulah Buddha "tubuh penerapan", yakni "Buddha Nirmanakaya". (Hadirin tepuk tangan) Jadi, pahamilah "3 tubuh"! Pahamilah "tubuh kesetaraan", apa itu "tubuh penjelmaan", apa itu "tubuh penerapan", disebut "Buddha jati diri dari 3 tubuh dalam 1 raga".

undefined

"6 sifat" yang dikatakan Presdir Hao-dong Wang, yakni "tanah, air, api, angin, angkasa" dalam tubuh manusia, ditambah satu "kesadaran", itulah "6 sifat". Di sini, Patriak VI mengatakan "Buddha jati diri", itulah "Buddha 6 sifat", "jati diri" adalah "6 sifat". Kita harus menghargai tubuh kita sendiri, sudah dikatakan sangat jelas, hargailah tubuh kita sendiri, tidak boleh bunuh diri, Anda adalah "Buddha Nirmanakaya"! Kelak tubuh Anda sendiri adalah "Buddha jati diri dari 3 tubuh di dalam 1 raga", Anda bunuh diri, berarti bunuh "Buddha jati diri dari 3 tubuh di dalam 1 raga", suatu teori yang sangat sederhana. Jadi, tidak boleh bunuh diri, karena bunuh diri berarti "bunuh Buddha", kita sering mengatakan "bunuh diri, berarti bunuh Buddha".

Ada sebuah joke, seorang pria dicampakkan oleh teman wanitanya, ia sangat jengkel, bertemu orang pun berkata, "Semua wanita adalah bencana", "wanita tidak boleh didekati", "wanita adalah racun", selang beberapa waktu kemudian, bertemu lagi dia bersama seorang wanita, keduanya sangat mesra, temannya pun bertanya padanya, "Bukankah Anda mengatakan "wanita adalah racun"? Mengapa Anda bersama wanita lagi?" Pria itu menjawab temannya, "Saya lebih baik mati keracunan saja." Walaupun racun, juga sangat mempesona. Ia mengatakan ia lebih baik mati keracunan saja.

Chuan-fang Chen menceritakan cerita lucu kedua kepada saya, sebelum menikah disebut "merayu" (zhui-qiu = mengejar pacar), setelah menikah disebut "mengejar" (zhui-da = mengejar untuk dipukuli), lalu setelah bercerai? Disebut "memburu" (zhui-sha = mengejar untuk dibunuh). (Mahaguru tertawa, hadirin tertawa) Chuan-fang Chen berkata pada saya, "Anda mengatakan demikian, siapa lagi yang berani diberkati pernikahannya oleh Anda?" Tidak ada orang berani datang diberkati pernikahannya lagi. Lain kali, setiap memberkati pernikahan harus berkata, "Sebelum menikah disebut merayu; setelah menikah disebut mengejar untuk dipukuli; setelah bercerai disebut memburu." Terlalu menakutkan. Jangan sekali-kali bunuh diri, masalah asmara, juga telah mencelakai tidak sedikit orang, yang menjadi gila, bunuh diri pun ada, hati-hati sedikit! Anda sendiri adalah "Buddha jati diri dari 3 tubuh dalam 1 raga", tidak boleh bunuh diri.

Hari ini, Patriak VI bersabda, Ia mau membuat kita benar-benar melihat apa itu "3 tubuh", yang namanya "3 tubuh" adalah "memahami pencerahan diri", "jati diri", memahami "jati diri" adalah "tanah, air, api, angin, angkasa, dan kesadaran", asalkan menganggap "kesadaran" seperti yang dikatakan "Sekte Vijnanavada", "kesadaran" ada banyak macam, "mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran", "indera pikiran" dan "Alaya", inilah 8 "kesadaran", disebut juga "raja hati 8 kesadaran". Kesadaran terakhir yang dikatakan "Sekte Vijnanavada" -- "Kesadaran Alaya" yakni "kesadaran Buddha", itulah "Buddhata", inilah "jati diri" yang sejati. Tadi saya sempat mengatakan, "tanah, air, api, angin, angkasa, kesadaran", asalkan "kesadaran" ini telah dibersihkan, Anda pun mengerti "Alaya" -- kesadaran kedelapan, kesadaran kesembilan, dan kesadaran kesepuluh, kita hanya mengatakan kesadaran kedelapan. Sebenarnya, kesadaran kedelapan, kesadaran kesembilan, dan kesadaran kesepuluh adalah sama, semua adalah "Alaya".

"Semua ikut saya menyebutkan", semua harus lengkap di tubuh kita, "di dalam rupa sendiri, berlindung pada Buddha Dharmakaya yang suci", di dalam tubuh kita, ada "Buddha Dharmakaya yang suci", mengapa? Karena kita adalah "Buddha Nirmanakaya", di dalam "Buddha Nirmanakaya", Anda adalah "Buddha penjelmaan", terbentuk lagi menjadi "Buddha Nirmanakaya", atau langsung dari "Buddha Dharmakaya" berubah menjadi "Buddha Nirmanakaya". "Buddha Dharmakaya yang suci" itulah "Dharmakaya"; "di dalam rupa sendiri, berlindung pada Buddha Sambhogakaya yang sempurna", di dalam tubuh kita, ada "Buddha Sambhogakaya yang sempurna", jika "Nirmanakaya" kita berubah menjadi "kesadaran yang suci", kita ke alam suci dengan "kesadaran yang suci" ini, kita sendiri adalah "Buddha Sambhogakaya yang sempurna", tetap diri kita sendiri!

undefined

"Di dalam rupa sendiri, berlindung pada miliaran Buddha Nirmanakaya", inilah "Buddha Nirmanakaya", ada miliaran. Hari ini, sumber Padmakumara yang sama, menjelma menjadi "18 Padmakumara Besar", kemudian "18 Padmakumara Besar" menjelma menjadi 500 "Padmakumara Menengah", dari 500 "Padmakumara" menjelma lagi 500 "Padmakumara Kecil", penjelmaan semacam ini disebut "berlindung pada miliaran Buddha Nirmanakaya", sama-sama kembali ke satu sumber, menjelma menjadi banyak. 

Setelah bicara panjang lebar, yang disabdakan Patriak VI pada kita semua adalah "Buddha Dharmakaya yang suci", "Buddha Sambhogakaya yang sempurna", dan "Miliaran Buddha Nirmanakaya", semua di dalam tubuh kita, kelak menyeberangkan insan, dari "Buddha Dharmakaya" menjadi "Buddha Sambhogakaya", kemudian dari "Buddha Sambhogakaya" menjadi "Buddha Nirmanakaya", miliaran Nirmanakaya. Maksud Patriak VI adalah, tubuh kita mencakup segalanya. Kita memiliki sumber yang sama, satu sumber yang sepenuhnya sama, sumber ini bisa berubah-ubah.

Chuan-fang Chen menceritakan lagi sebuah joke pada saya. Entah, joke ini boleh diceritakan atau tidak! Tapi, saya pikir, tidak apa-apa, itu adalah perubahan fisiologis! Hari ini menjelaskan "Buddha Nirmanakaya", boleh dikatakan perubahan fisiologis. Ada seorang manula berobat ke dokter, melakukan pemeriksaan seluruh badan, begitu dokter periksa, "Aduh! Gawat! Lever Anda mengeras." Manula ini sangat emosi begitu dengar lever mengeras, ia pun mengucapkan 3 kata (kotor) "XXX", "tidak seharusnya mengeras malah mengeras, yang seharusnya mengeras malah tidak mengeras." Harus mencapai umur sekian, baru bisa merasakan hal ini.

Saya ingat, hari itu makan di sebuah restoran di tempat kediaman pembesar, ada sebuah brosur, di dalamnya banyak cerita lucu, begitu buka terbaca, "Umur 20 tahun, disebut Benton (arti harfiah mandarinnya: meroket), merek sebuah perusahaan; "Umur 30 tahun adalah Hitachi! (arti harfiah mandarinnya: matahari tegak) "Umur 40 tahun adalah CP" (arti harfiah mandarinnya: besar sekali). Juga nama perusahaan; "Umur 50 tahun, "Microsoft" (arti harfiah mandarinnya: kecil dan lunak); "Umur 60 tahun, Panasonic." (arti harfiah mandarinnya: pinus turun) Juga nama sebuah perusahaan. Pernahkah kalian baca? Umur 70 tahun? Umur 70 tahun, Changzhi (V.A. Shi Lianhua Changzhi) pernah lihatkah, benar! Memang tidak pernah lihat! Semua orang kurang lebih begitu, namun, juga ada pengecualian. Sadhaka, orang yang melatih diri, pengecualian. Ini bukan cerita dari Chuan-fang Chen, ini adalah brosur yang tadi sempat saya baca, begitu dibuka, tertulis demikian, saya bicara apa adanya. Apakah ini? Inilah perubahan tubuh manusia.

undefined

Tubuh manusia tidak bisa bertahan selamanya, bisa berubah, yang terpenting kita harus menemukan "Triratna tubuh sendiri"! "Triratna" di dalam tubuh kita sendiri! Dari "Triratna tubuh sendiri" mulai melatih diri, kemudian Anda menyaksikan "Buddha Dharmakaya yang suci", maka Anda adalah "Dharmakaya"; Anda telah menyaksikan "Buddha Sambhogakaya yang sempurna", maka Anda adalah "Sambhogakaya"; Anda mengetahui "Buddhata" Anda sendiri, maka Anda adalah "Buddha Nirmanakaya".

Perubahan spiritual dan perubahan fisik dalam tubuh Anda, tentu saja beda. Perubahan fisik itu berbeda, umur 20-an, umur 30-an, umur 40-an, umur 50-an, berubah menjadi Microsoft, disebut "kecil dan lunak", umur 60-an? Ia mengatakan "Panasonic", yakni "terkulai selamanya", inilah perubahan fisik, perubahan fisik pria, perubahan fisik wanita, tubuh setiap orang berubah. Spiritual Anda juga berubah, lihat perubahan spiritual Anda sendiri, berbeda-beda.

Dulu saya sangat cepat naik darah, ayah saya lebih cepat naik darah, kakek saya lebih parah lagi. Konon, temperamen kakek saya Lu Chang sangat tidak baik, saya juga dengar kata orang! Karena, saya tidak pernah bertemu kakek saya! Ayah saya pun tahu. Temperamen ayah saya tidak baik, terkenal dalam keluarga kami, namun, Beliau berubah! Tabiat Beliau sekarang sangat baik, Beliau berubah. Dulu, saya melihat ayah saya, saya pun lari, karena salah-salah, bokken (Bahasa Jepang: pedang kayu) pun keluar. Dulu saya sering mengatakan "Kami adalah keluarga bebek muka merah", keluarga bebek muka merah, bebek induk jahe, sifat api sangat besar, sifat api sangat kuat. Watak saya juga sangat keras, setelah belajar Buddha -- aduh! Sebenarnya belajar Buddha itu bagus atau tidak? Berubah menjadi hati terlalu lunak, "Xin Tai Ruan" (nama lagu: Hati Terlalu Lunak), mau menyanyikan lagu itu, sejak itu juga tidak bisa marah. Dua minggu yang lalu baru agak keras sedikit, (hadirin tepuk tangan) biasanya saya sangat lunak, lain kali, keras, lunak harus ada, mau keras bisa keras, mau lunak bisa lunak, demikian baru boleh, demikian baru kombinasi, baru bisa seimbang, terlalu lunak, sering ditindas orang, harus lebih keras, kita seorang tentara revolusioner, keras! Tidak boleh hati terlalu lunak.

undefined

Manusia mengalami perubahan, dulu watak saya sangat keras, belakangan perlahan-lahan lunak, lunak, lunak, setelah belajar Buddha, tidak pernah pukul orang; sebelum belajar Buddha, berkelahi dengan orang, setelah belajar Buddha, tidak pernah lagi, sejak itu tidak pernah lagi, inilah perubahan, perubahan spiritual. Seperti ayah saya juga berubah, saat Beliau muda, wah! Nihon Sian Se (Bahasa Jepang: Bapak Jepang), yaitu semangat Japanese (Orang Jepang), sangat perkasa. Japanese Tokugawa Ieyasu sangat perkasa, surat keluarga Tokugawa Ieyasu tertulis satu pernyataan: butir pertama "jangan dengar ucapan wanita", butir kedua "wanita tidak boleh campur tangan dalam urusan dalam negeri".

Ayah saya adalah Nihon Sian Se, wataknya sama dengan Orang Jepang, sangat kuat, sekarang Beliau sangat lunak, saya juga sangat lunak, kami saling mengasihi, dulu! Kami saling menghindari, sekarang saling mengasihi, Beliau sekarang juga ikut saya, kaum pengincar Buddha! (Hadirin tepuk tangan) Jadi, semua berubah.

Sungguh, dalam hidup ini, semua berubah. Sepanjang hidup manusia, banyak berubah, kita belajar Buddha harus mengerti "mengendalikan", diri sendiri mampu "mengendalikan" diri sendiri, jadi, Buddha ada sebuah julukan "Pria Pengendali", Ia mengerti "mengendalikan" diri sendiri, kemudian "mengendalikan" insan. Ubah hati sendiri menjadi seperti Buddha, yakni mengubah "kesadaran" menjadi bersih, mampu melihat hati sendiri, Buddhata sendiri, menyaksikan Buddhata sendiri, memahami hati sendiri. Bagaimana memahami hati sendiri? Yakni "mencapai pencerahan", melihat Buddhata, itulah "menyaksikan Buddhata". Jadi, kita belajar Buddha, harus "memahami hati dan menyaksikan Buddhata", harus "memahami pencerahan diri", saat ini, Anda di dalam rupa Anda sendiri, bisa menyaksikan "Buddha Dharmakaya yang suci", "di dalam rupa sendiri", menyaksikan "Buddha Sambhogakaya yang sempurna"; "di dalam rupa sendiri", menyaksikan "miliaran Buddha Nirmanakaya".

Kita Orang China sangat mulia. Asalkan Patriak VI berkata seperti ini, kita pun bisa cerita banyak. Di mana kemuliaan Orang China? Kosakatanya mulia, kosakata! Anda lihat saja! Kita keluar tanding baseball, atau tanding Taekwondo, asalkan surat kabar memuat, "China Memenangkan Tim Korea", sekarang bagi Korea itu menang, tanya kalian, siapa menang? Mengapa kalian tidak berani jawab? (Hadirin jawab: "China.") Tentu China menang! Lanjut lagi! "China Mengalahkan Tim Korea", (Hadirin jawab, "China.") Tetap China menang! Benar tidak? Baik "memenangkan", "mengalahkan", semua China menang, ini adalah ketakjuban kosakata China. Di sinilah ketakjuban kosakata China, bagaimana pun, kita Orang China selalu menang. (Hadirin tepuk tangan)

undefined

Ada 4 orang di atas pesawat terbang, pesawat terbang mengalami kerusakan, harus tinggal satu orang yang bisa hidup, 3 orang lainnya tidak bisa. Orang Jerman lebih dulu keluar, sangat perkasa, "Hidup semangat Jerman!" Ia pun "Phong!" loncat, mati. Orang kedua dari negara mana? Orang Amerika berdiri, berkata, "Hidup Amerika Serikat!" "Phong!" Ia pun loncat. 

Kemudian, tinggal satu Orang Jepang dan satu Orang China, Orang Jepang tidak berdiri, namun Orang China berdiri duluan, berjalan ke pintu pesawat kecil, Orang Jepang sangat terharu, menghampiri dan mengucapkan "Arigato" (Bahasa Jepang: terima kasih) "Arimasen" (Bahasa Jepang: maaf) "very very thank you" (Bahasa Inggris: terima kasih banyak), Orang China satu kaki tendang Orang Jepang ke bawah, "Hidup China!", Orang China selalu menang, tidak pernah kalah dengan orang lain.

Kosakata China sangat menakjubkan, Anda lihat SUTRA ALTAR PATRIAK VI, kosakata sangat menakjubkan, justru di sinilah ketakjuban kosakatanya, satu kalimat yang sangat sederhana, "Kalyana-mitra! Karena berlindung pada Triratna sendiri, masing-masing bertekad, saya bersabda Buddha jati diri dari 3 tubuh dalam 1 raga, supaya kalian bertemu 3 tubuh dan memahaminya, diri sendiri mencerahi jati diri. Mari semua ikut saya menyebutkan, "Di dalam rupa sendiri, berlindung pada Buddha Dharmakaya yang suci. Di dalam rupa sendiri, berlindung pada Buddha Sambhogakaya yang sempurna. Di dalam rupa sendiri, berlindung pada miliaran Buddha Nirmanakaya."

Om Mani Padme Hum.

來源: 台灣雷藏寺
慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。