2017-10-22 Sarvadharma Tercipta oleh Hati – HatiDapat Mencapai Kesucian – Namun Hati Juga Dapat Menjadi Alam Rendah

undefined

Ceramah Lamdre ke-109 oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Upacara Homa Vajrakila, 22 Oktober 2017 di Rainbow Temple

Sembah puja pada Guru Silsilah Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Zhengkong, sembah puja pada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Triratna Mandala, sembah puja pada Adhinatha homa hari ini: "Jilijilaya".

Gurudara, para Acarya, Dharmacarya, Bhiksulama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat Sedharma, dan umat Sedharma yang menyaksikan melalui internet. Tamu agung hari ini, antara lain, Sdri. Judy, istri dari Dubes Liao Dongzhou dari Kedutaan Besar Taiwan di Swedia. Akuntan TBF, sdri. Teresa dan suami. Produser acara ‘Gei-ni dian-shang xin-deng’ di CTI Sdri. Xu Ya-qi. Penasihat Komunitas Emigran dari Taiwan bpk. Mai Xianhui (Sifu Mak Fai) 

Terlebih dahulu memberitahu Anda semua, minggu depan, tanggal 29 Oktober adalah Upacara Homa Marici Devi. Dalam sutra yang dibabarkan oleh Sang Buddha, ada satu yang merupakan sutra mengenai Marici Devi, Beliau adalah Bodhisattva Pelindung, selain itu, merupakan Dewi Pelindung yang sangat penting dalam aliran kita, True Buddha School, Zhenfo Zong.

undefined

Homa yang dilakukan hari ini adalah Jilijilaya atau Vajrakila, Mantra-Nya: “Om. Biezha. Jilijilaya. Saerwa. Biganian. Bang. Hum Pei.” Mantra Pendek: “Om. Puba. Duojie. Hum Pei.” , “Om. Puba. Duojie. Hum” Saat Guru Padmasambhava masuk Tibet, Adhinatha ini merupakan salah satu Dewa Perintang yang merintangi Guru Padmasambhava masuk Tibet. Setelah Guru Padmasambhava menaklukkannya, Beliau pun menjadi Dharmapala Ajaran Buddha.

Sebelumnya, Beliau adalah Dewa agama Bon, kita menyebutnya Shamasana Adipati. Apa itu Shamasana Adipati? Merupakan penguasa kuburan di mana setelah manusia meninggal dunia dikebumikan. Sebelumnya Beliau adalah Dewa Bon yang sangat bengis, kemudian, setelah menjadi Dharmapala agama Buddha, melalui transformasi, Beliau menjadi berwajah tiga, berkepala tiga bermata tiga, tubuh berwarna biru tua, berkepala tiga dan berlengan enam, berkaki empat, bersayap dua, Ia bisa terbang. Sayap-Nya laksana dedaunan yang terbuat dari pisau, sangat panjang, bisa terbang sangat cepat dan sangat tajam, dapat menjadi senjata; Sayap-Nya adalah sebuah senjata.

Adhinatha ini mengandung makna yang sangat agung, wajah utama Beliau adalah Vajrapani Bodhisattva. Tiap kali kita melakukan Simabandhana Diri, tidak seperti yang biasa kita lakukan, membentuk Mudra Vajrapani, menyentuh dahi, menyentuh tenggorokan, menyentuh ulu hati, menyentuh pundak kiri, menyentuh pundak kanan, kembali ke dahi, dan tidak ada lanjutannya (meleraikan mudra), ini artinya tidak ada; Bukan demikian, melainkan, saat itu mesti visualisasikan kemunculan Vajrapani, satu tangan-Nya memegang vajra, dan tangan yang satunya memegang vajrapasa, merupakan Dharmapala agama Buddha, emanasi dari Vajrasattva. Apakah semua ingat postur Beliau? Beliau merepresentasikan kekuatan Tantra, melambangkan Dharmabala dalam Tantra, oleh karena itu, Simabandhana Diri berarti mengundang Vajrapani Bodhisattva untuk melindungi Anda, oleh sebab itu, ada visualisasi, dan ada japa mantra: “Om. Borulanzheli.”, “Om. Borulanzheli.”, “Om. Borulanzheli.”, “Om. Borulanzheli.” Boru adalah Vajrapani. Setelah usai menjapa, menyentuh tubuh Anda, tubuh Anda sendiri juga menjadi Vajrapani Bodhisattva, Anda sendiri menjadi Vajrapani Bodhisattva, satu tangan memegang vajra, satu tangan memegang vajrapasa. Siapakah Vajrasattva? Menurut agama Buddha eksoterik, Vajrasattva merupakan emanasi dari Samantabhdara Bodhisattva dan Mahastamaprapta Bodhisattva, di dalam Vajrakila ada banyak Adhinatha, wajah utama merepresentasikan Mahastamaprapta Bodhisattva, Samantabhadra Bodhisattva, Vajrasattva, dan Vajrapani Bodhisattva, sudah ada 4 Adhinatha yang berpadu pada wajah utama Beliau. Wajah utama berwarna biru, wajah sebelah kanan berwarna putih, merupakan Yamantaka yang merepresentasikan tubuh para Buddha, wajah kanan adalah Yamantaka, wajah utama adalah Vajrapani Bodhisattva. Adhinatha mana yang berhubungan dengan Yamantaka? Yaitu Manjusri Bodhisattva, wajah sebelah kanan adalah Manjusri Bodhisattva dan Yamantaka Vajra. Berikutnya? Wajah kiri Beliau berwarna merah, yang merupakan Hayagriva Vidyaraja, Hayagriva Vidyaraja dan siapa? Avalokitesvara Bodhisattva dan Amitabha Tathagata.

undefined

◎ Oleh karena itu, Vajrakila merupakan perpaduan banyak Adhinatha. Wajah utama adalah Vajrapani Bodhisattva, Vajrasattva, Mahastamaprapta Bodhisattva, dan Samantabhdara Bodhisattva; Wajah kanan adalah Yamantaka dan Manjusri Bodhisattva; Wajah kiri adalah Hayagriva Vidyaraja, Avalokitesvara Bodhisattva dan Amitabha Buddha. Tubuh Beliau merupakan perpaduan dari banyak Buddha Bodhisattva dan Vajra.

Semula Beliau hanya merupakan Shamasana Adipati, bhuta yang berkekuatan besar, kemudian Guru Padmasambhava memasuki tubuh-Nya, selain itu, Manjusri Bodhisattva juga memasuki tubuh-Nya, Avalokitesvara Bodhisattva juga memasuki tubuh-Nya, Adhinatha ini memiliki kekuatan yang tanpa batas, inilah Vajrakila, Adhinatha kita hari ini.Mantra-Nya: “Om. Biezha. Jilijilaya. Saerwa. Biganian. Bang. Hum Pei.” Selain itu? Mudra-Nya tegak lurus, sangat lurus, merepresentasikan pasak vajra (Mahaguru mengangkat vajrakila / pasak vajra), bagian sini semestinya adalah wajah utama, sebelah sini adalah Yamantaka, wajah sebelah sini adalah Hayagriva Vidyaraja, berwajah tiga. Saya punya vajrakila seperti ini, merupakan benda pusaka silsilah pemberian Guru Thubten Dhargye, berwajah 3, Vajrakila.

◎ Ada banyak metode Vajrakila, Beliau dapat menaklukkan ilmu teluh, semua makhluk halus, dan semua roh jahat; Dapat melakukan simabandhana, dapat mengatasi teluh, Adhinatha yang sangat kuat. Terlebih, Beliau bisa terbang, Beliau punya sayap yang sangat kuat, dan bisa terbang. Vajrakila memegang pasak vajra secara vertikal di depan dada, salah satu tangan kanan memegang vajra bersula 9, tangan yang kedua memegang vajra bersula 5, tangan kiri pertama memegang kobaran api, tangan kedua memegang khatvanga, di punggung ada sayap, 2 kaki kanan menginjak 2 mara pria, 2 kaki kiri menginjak 2 mara wanita, demikianlah wujudnya.

Adhinatha ini merupakan Dharmapala dari Nyingmapa, Beliau adalah Shamasana Adipati yang pertama kali dijumpai oleh Guru Padmasambhava. Di sini tertulis, apabila Anda telah menerima Abhiseka Vajrakila, dan Anda berkontak yoga dengan-Nya, maka semua makhluk halus dan segala macam kejahatan akan sirna; Asalkan Anda menerima Abhiseka Vajrakila, berarti Anda juga berjodoh dengan Yamantaka, dan Anda juga bisa menjalin jodoh yang sangat baik dengan Vajrapani Bodhisattva dan Hayagriva Vidyaraja. Keutamaan Vajrakila ada pada abhicaruka, sebab Beliau memiliki Dharmabala Vajrasattva dan Yamantaka. Selain itu? Dharmabala Hayagriva Vidyaraja ada di dalam. Sayang sekali, pemohon utama untuk Adhinatha ini sangat sedikit, ada berapa? 58 orang, apakah kali ini yang paling sedikit? Kurang lebih! Sebab di Seattle Amerika Serikat, melakukan homa apa pun, pemohon utama tidak mungkin mencapai 600 orang, di Taiwan bisa. Pemohon utama di Taiwan, setiap kali selalu di atas seratus, ada 600 lebih, kadang malah lebih banyak. Hanya sesi mempersembahkan khata, tangan saya bisa sampai pegal, di sini hanya 1 menit atau 2 menit sudah usai. Kondisi transmisi Dharma di Amerika, Rinpoche dari Tibet, atau Rinpoche agung yang mentransmisikan Dharma di Amerika, jika yang hadir ada 500 orang, itu sudah luar biasa. Di sinilah letak perbedaannya. Di Taiwan, semua siswa dari Asia Tenggara pun datang. Sampai di Amerika, untuk visa saja bisa muncul masalah, banyak orang tidak bisa datang, apalagi jaraknya sangat jauh, yang bisa datang hanya dari Eropa, bahkan Eropa pun juga sangat jauh! Australia juga sangat jauh, Amerika sendiri juga sangat jauh, butuh 5 sampai 6 jam, dari Hawaii sampai kemari butuh 6 jam, dari wilayah Timur ke Seattle juga butuh 6 jam, di sinilah letak perbedaan timur dan barat. Tapi, tidak apa, kita mengutamakan kualitas, bukan kuantitas, kalian bisa berbhavana dengan baik, dan apabila mencapai keberhasilan, maka tidak perlu mengatakan hal-hal lain lagi. Bisa mencapai keberhasilan bhavana berarti sangat baik, luar biasa, cukup sukar untuk membuat setiap orang mencapai keberhasilan.

undefined

◎ Hari ini mesti mengulas Lamdre, “2. Aksara nadi sebagai kriteria samsara dan Nirvana.”, apa itu tumimbal lahir? Apa itu Nirvana? Dapat dilihat melalui aksara nadi,  pada tubuh Anda terdapat bijaksara Panca Tathagata, 5 aksara Sansekerta, bijaksara Pancadhyani Buddha muncul pada tubuh Anda. 

Ingat Mantra Vairocana Buddha: “Om. Biezha. Dadu. Fan. A. Wei. La. Hum. Kan.” Muncul 5 aksara ini, pada nadi tubuh Anda, di cakra ajna adalah Vairocana Buddha, di cakra visuddha adalah Amitabha Buddha, di cakra anahata adalah Aksobhya Buddha, di cakra manipura adalah Ratnasambhava Buddha, dan di cakra svadhisthana adalah Amoghasiddhi Buddha, muncul 5 aksara pada kelima tempat ini, muncul bijaksara Pancadhyani Buddha, merepresentasikan keberhasilan, dan Anda sendiri dapat mencapai Nirvana. Apa itu kondisi tumimbal lahir? Yaitu: “A, He, Sa, Sha, Ma, Ha” kenapa dalam Mantra Hati Mahaguru versi panjang: “Om. A. Hum. Gulubei. A. He. Sa. Sha. Ma. Ha. Liansheng. Xidi. Hum” apa makna dari aksara mantra ini? “A, He, Sa, Sha, Ma, Ha” disebut Mantra Sad-gati (6 alam kehidupan), bermakna Padmakumara menyeberangkan makhluk sad-gati, Siddhi Negeri Buddha Padmakumara menyeberangkan semua makhluk sad-gati. Pada tubuh Anda muncul “A, He, Sa, Sha, Ma, Ha” tapi tanpa: “Liansheng. Xidi. Hum” juga tidak ada “Om. A. Hum. Gulubei.” Tidak ada apa pun, hanya ada mantra sad-gati muncul pada tubuh Anda, berarti Anda mesti bertumimbal lahir. Bisa dipahami? Pada cakra nadi Anda muncul bijaksara Panca Buddha, menandakan Anda punya harapan untuk terlahir di Negeri Buddha, bisa mencapai keberhasilan Negeri Buddha. Jika tiada, berarti “A, He, Sa, Sha, Ma, Ha” makhluk sad-gati, bertumimbal lahir dalam sad-gati, demikianlah maknanya.

◎ “3, 4, Loka amrta dan prana sebagai kriteria samsara dan Nirvana.” Menggunakan loka amrta dan prana untuk bertumimbal lahir atau Nirvana, sebab “Nadi tumimbal lahir dan semua dalam aksara nadi merupakan samsara, nadi Nirvana dan semua dalam aksara nadi merupakan Nirvana.” Yang disebutkan di sini sama dengan yang barusan! Apabila nadi dan aksara nadi adalah samsara, tumimbal lahir dapat dilihat melalui nadi dan aksara nadi Anda dapat; “Nadi Nirvana dan semua dalam aksara nadi merupakan Nirvana.” , dengan mengamati prana dan nadi Anda, dapat diketahui apakah bisa terlahir di Negeri Buddha, atau akan bertumimbal lahir di sad-gati; Bisa diketahui dengan melihat prana Anda.

Prana bhavana kita sendiri, sebenarnya semua sedang bergerak, prana dalam tubuh Anda, kepala kita, dan tangan, digerakkan oleh prana sirkulasi atas; Sedangkan kaki kita digerakkan oleh prana sirkulasi bawah; Saat kita memutar badan, prana sirkulasi samping yang menggerakkannya; Kita menghirup napas, (Mahaguru memperagakan), ini adalah menahan napas ! Dahulu, demikianlah Guru mengajarkan, hirup napas, (Mahaguru memperagakan), saya bisa menahannya sangat lama, akan tetapi jika terlalu lama, waktu bisa terlewatkan. Kenapa kertas ditaruh di depan wajah? Sebab saat menghembuskan napas, kertas akan bergerak, saat menahan napas, ia tidak akan bergerak, saat Anda menahannya, kekuatan yang timbul dari hembusan akan sangat besar, dan kertas akan bergerak. Saat Guru mengajari saya, beliau juga memegang secarik kertas, ditaruh di depan hidung, bisa tahan napas berapa lama? Sebenarnya mudah sekali, berapa lama kemampuan menahan napas, Anda sendiri akan tahu! Lihat jam tangan, sekarang detik ke berapa, kemudian, hirup napas, lihat jam tangan, kemudian tahan napas, 1 atau 2 menit, jika bisa mencapai 2 menit berarti sudah sangat baik. Biasanya orang hanya bisa menahan napas selama 30 detik saja, jika Anda bisa berlatih sampai 2 menit, berarti prana Anda bisa memasuki nadi tengah. Dengan melihat berapa lama Anda bisa menahan napas, bisa diketahui apakah Anda Nirvana atau samsara, di sinilah maknanya, ini mengenai mengamati prana. 

Dulu dalam pertunjukan wayang potehi, “Pindao” saya ucapkan dalam bahasa Taiwan, terlebih dahulu ia memberitahukan tempat tinggalnya: “Mengguncang dunia persilatan, mengejutkan semua sekte, sinar Buddha berkilauan, hawa kemujuran terpancar ke segala penjuru, apakah gubuk bebek atau kandang babi, aku adalah pendekar kundur yang berlatih qi.” Mengerti? Saya lihat yang menerjemahkan juga tidak mengerti. Saya sering menertawakan Acarya Lianji (蓮極上師), Acarya Lianji dari Gunung Bagua di Zhanghua, “Acarya Lianji tinggal di Gunung Bagua di Zhanghua.” Ahli bergosip, begitu Anda masuk, pasti langsung mencium bau babi, di sana memelihara bebek dan babi, di dekat Vihara Vajragarbha Bagua ada peternakan bebek dan babi, “Bicara kotor, menggosip, homofon dengan Gunung Bagua, gubuk bebek, dan kandang babi, Acarya Lianji yang berlatih qi.”, pendekar berlatih qi adalah orang yang berlatih prana atau seorang yogi. Di Zhanghua, homofon dengan bicara kotor ‘dirty’, bagaimana dalam bahasa Inggris? ‘Dirty talk’. Bagaimana dengan bagua? Kebetulan berada di Gunung Bagua, tentu saja bagua, kebetulan tetangganya adalah peternakan babi, disebut kandang Pat Kai, ada juga gubuk untuk beternak bebek. Kenapa bisa membahas hal ini? Karena membahas prana. Dalam wayang potehi ada pendekar latihan qi. Dalam Dao, mereka membahas jing, qi, dan shen (esensi, prana, dan jiwa), “Melatih jing menjadi qi, melatih qi menjadi shen, melatih shen kembali pada xu, dan melatih xu kembali pada Dao.” Keempat aksara ini, inilah yang disebutkan dalam Dao.

◎ Dalam Tantra dibahas perihal prana yang menembus nadi, dan setelah prana tembus, kundalini naik, bindu turun, melelehkan 5 cakra, setelah 5 cakra leleh, barulah Anda bisa mencapai keberhasilan. Melelehkan cakra ajna berarti Vairocana Buddha, melelehkan cakra visuddha berarti Amitabha Buddha, melelehkan cakra anahata berarti Aksobhya Buddha, melelehkan cakra manipura berarti Ratnasambhava Buddha, melelehkan cakra svadhisthana berarti Amoghasiddhi Buddha, menembus semua nadi dalam tubuh Anda, yang paling penting adalah menembus nadi tengah.

Saat baru mulai, mesti berlatih prana, Sembilan Tahan Pernapasan Buddha, melatih kemampuan konsentrasi Anda; Vajrajapa, mulai memutar aksara mantra, aksara mantra Sansekerta; Pernapasan Botol, Guru Padmasambhava mengatakan: “Semua pahala berasal dari Pernapasan Botol.” Kita bicarakan prinsip dari XX: “Semua pahala berasal dari donasi.” Demikianlah pahala menurut XX, “Anda harus berbuat pahala!” , “Apa yang mesti dilakukan supaya lebih berpahala?” , “Beli tanah vihara kami, beli genting vihara kami, beli pilar vihara kami!” Inilah pahala versi XX, pahala XX berasal dari donasi. Guru Padmasambhava mengatakan bahwa semua pahala berasal dari Pernapasan Botol, berasal dari sadhana, sebab kelak kita hendak mencapai Kebuddhaan, tujuan kita adalah mencapai Kebuddhaan. Bagaimana XX menuliskan permohonannya dalam kayu homa? “Menjadi terkenal di seluruh penjuru dunia.”, baginya semua pahala berasal dari donasi, dan tujuannya adalah menjadi terkenal di seluruh penjuru dunia, apakah itu agama Buddha? Bukan! Kita agama Buddha mesti belajar Buddha, kelak mencapai Kebuddhaan, menurut Tantra, semua pahala berasal dari Pernapasan Botol, dan Pernapasan Botol adalah yang paling penting. Pernapasan Botol, menghirup, prana sirkulasi atas menekan ke bawah, prana sirkulasi bawah diangkat, satu hirup satu angkat, membentuk ratnakalasa di cakra manipura, kemudian tahan napas, supaya prana upaya Anda dapat memasuki nadi tengah; Demikianlah kuncinya, prana memasuki nadi tengah menjadi Prana Prajna; Prana bisa menembus nadi, saluran tembus, bisa mengangkat api, mengerahkan kundalini, membakar cairan bulan Bodhicitta yang padat di cakra ajna, menjadi air yang menetes ke bawah, air dan api saling lebur, menembus nadi tengah dan 5 cakra.

◎ “9.2. Hati menjadi kriteria untuk samsara dan Nirvana.”, berdasarkan hati, bisa menjadi kriteria untuk samsara dan Nirvana, “Sarvadharma dalam samsara ada dalam karakteristik hati. Sarvadharma marga ada dalam pahala hati; Sarvadharma phala ada dalam kemampuan hati; Hati ini mengandung berbagai macam karakteristik, sifat sejati hati ada dalam sunya, Dharmata hati ada dalam perpaduan.” Dalam agama Buddha dikatakan: Sarvadharma tercipta oleh hati. Hati itu tidak berwujud, merupakan Buddhata, dan Buddhata mengandung Sarvadharma, semua Dharma samsara, semua Dharma kedudukan marga (jalan), semua Dharma kedudukan phala (hasil / pencapaian), semua terkandung dalam hati, keberhasilan dan Dharma sunyata juga ada dalam hati, Dharma Dharmata juga ada dalam hati. Demikianlah makna bagian ini.

“Garbha dalam Vajrasloka merupakan sifat asali yang terang dan tanpa rintangan.” Sesungguhnya mengandung Buddhata. Makna dari garbha, seperti Leizangsi (Vihara Vajragarbha) kita, apa itu Leizangsi? ‘Lei’ atau halilintar dapat mengguncang langit dan bumi, begitu halilintar menggelegar, langit dan bumi bergemuruh, Leizangsi kita mengandung (zang) Dharma dari halilintar (Lei), halilintar bisa tersiar ke seluruh dunia, oleh karena itulah disebut sebagai Leizangsi, Dharma yang tersiar ke seluruh dunia, inilah makna dari kata: ‘Leizang’ (Vajragarbha). Sebab begitu dibabarkan, ibarat halilintar menyambar, semua orang akan mendengarnya. Oleh karena itu kata ‘Leizang’ ini bukan sembarangan, merupakan anugerah dari Buddha dan Bodhisattva, anugerah dari Mahadewi Yaochi. Vihara Vajragarbha saya yang pertama disebut Vihara Vajragarbha Cihui (慈惠雷藏寺), luasnya seperti pot bunga, siapa yang membuatnya? Acarya Lianhuo (蓮火上師), Acarya Lianshi (蓮世上師), dan Acarya Lianzhu (蓮主上師), mereka tiga bersaudara membuka usaha mebel, mereka membuatkan sebuah Vihara Vajragarbha berukuran kecil untuk saya, saat itu masih belum ada Vihara Vajragarbha! Bahkan satu pun tidak ada, kakak pertama, kakak kedua, dan kakak ketiga adalah lulusan jurusan perkayuan Universitas Nasional Taiwan, saat itu disebut sebagai jurusan perkayuan di Universitas Nasional Taiwan?! Benar? Saat berada di jalan Xiangshang, jurusan perkayuan di sana sangat besar, membuat mebel, saat itu, saya ingin mendirikan Vihara Vajragarbha, tidak ada dana, hanya bisa mendirikan sekecil ini, terbuat dari kayu, disebut Vihara Vajragarbha Cihui. Sekarang, di Taman Arama Zhenfo saya juga mendirikan sebuah Vihara Vajragarbha, tapi yang itu sudah direnovasi, dan sudah bukan yang semula. Kemana perginya yang semula? (Jawab: “Di Taiwan Lei Tsang Temple.”), di Taiwan Lei Tsang Temple? Bukankah itu dibuat oleh perusahaan Anda! Saat itu perusahaan kakak tertua yang membuatnya, sangat kecil. Saya menulis: “Artikel ini ditulis di Vihara Vajragarbha Cihui.”, semua ingin lihat di manakah Vihara Vajragarbha Cihui saya itu, akhirnya sekecil ini! Vihara Vajragarbha sekecil ini! Tidak ada dana, buat saja yang sederhana!

Ceritakan sebuah lelucon, di sore hari, saat nenek melafal Nama Buddha, kebetulan penjual es loli datang, cucu menarik baju nenek dan mengatakan: “Nenek, saya ingin makan es.” Nenek sama sekali tidak menoleh, hanya mengatakan tunggu sebentar, tak lama kemudian, cucunya memanggil lagi: “Nenek, saya ingin makan es.” Neneknya mengatakan lagi, tunggu sebentar, cucunya menjawab: “Nanti saja Anda melafal Nama Buddha, Buddha tidak akan kabur, tapi penjual es nya bisa jalan jauh.” Nenek menjawab: “Kamu ini terus memanggil nenek, sungguh menjengkelkan!” Cucunya menjawab: “Saya cuma panggil 2 kali saja, nenek sudah merasa jengkel, sedangkan nenek sendiri setiap hari menyebut nama Amitabha Buddha, bahkan Beliau pun tidak merasa jengkel!” Ini adalah masalah hati. Melafal Nama Buddha, kita memang melafal, tapi bukan melafal untuk diperdengarkan pada Buddha. Semua mesti ingat, apakah Anda kira melafal Nama Buddha adalah untuk diperdengarkan kepada Buddha? Sebenarnya diperdengarkan untuk diri sendiri! Supaya hati Anda menjadi Buddha, melafal Nama Buddha bukan diperdengarkan kepada Amitabha Buddha, mendaras sutra juga bukan diperdengarkan kepada Shakyamuni Buddha, diperdengarkan kepada siapa? Diri sendiri! Ini adalah persoalan hati. Anda semua sudah mengerti dengan jelas, apakah Anda melafal Nama Buddha untuk diperdengarkan kepada Amitabha Buddha? Bukan, diperdengarkan untuk hati Anda sendiri, dalam hati Anda tersimpan Buddha, maka Anda pun akan menjadi Buddha, di sinilah yang utama. Menurut Tantra, Buddha di angkasa menerima undangan Anda, Buddha dalam hati Anda pun muncul, Anda dapat mengundang Buddha di angkasa, keduanya manunggal, Istadevata Prajna di angkasa, dan Anda sendiri juga adalah Buddha, peleburan Buddha dengan Buddha berarti keberhasilan!

undefined

◎ Anda mendaraskan Sutra Raja Agung di hadapan altar demi diperdengarkan kepada Raja Agung Avalokitesvara, “Anda mendaraskan sutra Saya untuk Saya? Bukankah itu sangat menjengkelkan?” Didaraskan untuk Anda dengar sendiri, mesti mendaras sampai memunculkan Raja Agung Avalokitesvara dalam hati Anda, Anda mentransformasikan hati Anda menjadi Buddha. Hati Anda bisa mencapai Kebuddhan, telah memiliki segalanya, di sinilah letak dasarnya.

Seorang pria membeli buku di toko buku: “Di mana letak buku ‘Perkawinan yang Bahagia’?” Pramuniaga menjawab: “Buku itu tergolong sebagai novel fiksi ilmiah, ada di barisan pertama.” Dengan kata lain, sama sekali tidak ada hidup perkawinan yang bahagia, hanya fiksi ilmiah, tapi memang ada! Pria itu bertanya lagi: “Di mana letak buku ‘Prinsip Hubungan Suami Istri’?” Pramuniaga menjawab: “Buku itu tergolong sebagai novel silat, ada di barisan kedua.” Semua penuh pertengkaran, antar manusia bisa bertengkar, antar manusia tidak rukun. Pria itu bertanya lagi: “Di mana letak buku ‘Cara Menjadi Kaya’? dan letak buku ‘Cara Naik Jabatan’?” Pramuniaga menjawab: “Itu adalah sindrom delusi, tergolong jenis gangguan jiwa, ada di barisan paling belakang.” Pria itu bertanya lagi: “Apakah di sini ada buku: ‘Pria Adalah Kepala Keluarga’?” Pramuniaga tersenyum: “Itu adalah buku dongeng.” Ada dasarnya. Jika Anda memiliki semua kualitas, Anda bisa mencapai keberhasilan, hati Anda sendiri dan hati para insan, muncul di sini, ada dalam lelucon barusan.

◎ Oleh karena itu, dalam hati kita ada Buddha, Anda melafal Buddha, dalam hati ada Buddha, Anda praktikkan tekad Buddha dengan berdasarkan maksud Ajaran Buddha, aktivitas Buddha dan tekad Buddha, apa yang hendak dilakukan oleh Buddha, melaksanakan aktivitas dan tekad Buddha, berarti Anda adalah Buddha.

Ibu guru bertanya: “Xiaoming, apakah kamu suka masuk sekolah?” Xiaoming menjawab: “Suka sekali!” Ibu guru merasa sangat gembira, kemudian bertanya lagi: “Kamu suka bubar sekolah?” Xiaoming menjawab: “Suka sekali!” Ibu guru bertanya: “Selain masuk sekolah dan bubaran sekolah, apalagi yang kamu sukai?” Xiaoming menunduk dan berpikir sejenak: “Saya suka masuk sekolah, juga suka bubaran sekolah, hanya saja tidak suka waktu-waktu di antaranya.” Mengertikah Anda? Ini adalah watak manusia, Anda suka bermain, suka makan, makan, minum, dan bermain, semua Anda sukai, tidur sampai puas, makan sampai kenyang, main sampai puas, Anda sangat menyukainya, ini disebut: “Sanbao Heshang” (Bhiksu Tiga Kenyang). Kenyang makan, kenyang tidur, dan kenyang main, Anda tidak suka bagian di tengahnya, apa bagian di tengahnya itu? Japa mantra, lafal Nama Buddha, menekuni Caturprayoga, menekuni Sadhana Istadevata, menekuni Sadhana Internal, menekuni Sadhana Prana, Anda tidak suka penekunan bertahap ke arah atas. Jadi watak manusia awam itu suka makan sampai kenyang, tidur sampai kenyang, dan main sampai kenyang, jika Anda memintanya untuk berbhavana, “No, saya tidak melakukan bhavana, sebab sangat menderita! Setiap hari duduk tenang untuk melafal Nama Buddha, Dharma, mendaraskan sutra.” Padahal semua ini bertujuan supaya Anda melatih hati! Oleh karena itu, watak sangat penting, dalam belajar Buddha, Anda mesti punya tekad untuk tekun belajar, inilah yang sejati. Hal-hal yang lain, seperti makan sampai kenyang,  tidur sampai kenyang, dan main sampai kenyang, boleh dilakukan di waktu yang tersisa, hanya sekedar hiburan semata, hanya boleh demikian saja. Tetapi watak manusia adalah kebalikannya.

Istri mengatakan: “Suamiku, kelopak mataku terus berkedut, bagaimana ini?” Suaminya menjawab: “Konon kalau mata kiri yang berkedut berarti akan dapat harta, kalau mata kanan berarti akan tertimpa petaka. Mata sebelah mana yang berkedut?” Istri menjawab mata kiri. Suami menjawab: “Kamu akan dapat harta!” Istri mengatakan: “Wah benar sekali! Hari ini, saat aku merapikan kamarmu, menemukan 1 juta!” Suami mengatakan: “Pantas saja mata kanan saya terus kedutan!” Ini juga semacam watak!? Uang sangat memabukkan manusia, ada 3 hal yang paling memabukkan bagi manusia, yang satu adalah kedudukan, kemasyhuran; Yang satu adalah uang yang paling memabukkan; Yang satu lagi adalah rupa, yang paling memabukkan. Ketiganya ini, nama dan takhta sangat memabukkan, uang sangat memabukkan, kerupawanan sangat memabukkan, ini hanya boleh dianggap sebagai hal biasa, tidaklah baik jika sampai dibuat mabuk olehnya. Yang paling penting adalah bhavana. Ada sebuah lelucon, pernah ada seorang rekan kerja wanita yang menanyai saya: “Kamu ada waktu di hari kasih sayang nanti?” Saya tertawa dan menjawab: “Ada!” Kemudian, ternyata ia ingin berganti jam kerja dengan saya. Ini juga sebuah persoalan.

◎ Mahaguru memberitahu Anda semua, yang paling penting adalah sebuah hati, Sarvadharma tercipta oleh hati, hati dapat menjadi Buddha, hati juga dapat terjerumus ke alam neraka, hati bisa menjadi Bodhisattva, hati juga bisa menjadi alam preta, hati juga bisa menjadi suciwan, tapi hati juga bisa menjadi binatang, semua adalah hati Anda sendiri. Oleh karena itu, segala sesuatu tercipta oleh hati, dan hati ini tidak berwujud, benda apakah ini? Ini adalah Buddhata, kemunculan Buddhata Anda menandakan bhavana Anda telah mencapai keberhasilan.

Om Mani Padme Hum.

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。