2017-09-09 Tahapan Penglihatan Sejati Dalam Samadhi

undefined

Ceramah Lamdre ke-98 oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Puja Bakti Bersama Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva, 9 September 2017 di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Terlebih dahulu marilah kita bersembah puja pada segenap Guru Silsilah, sembah puja pada Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Zhengkong, sembah puja pada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Istadevata puja bakti hari ini: Namo Mahamaitri Mahakaruna Avalokitesvara Bodhisattva, , sembah puja pada Tri-ratna Mandala.

Gurudara, para Acarya, Dharmacarya, Bhiksulama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat Sedharma, dan umat Sedharma yang menyaksikan melalui internet. Tamu agung yang hadir hari ini, Penasihat Hukum TBF, Pengacara Zhou Huifang. Akuntan TBF, sdri. Teresa. Produser acara ‘Gei-ni dian-shang xin-deng’ di CTI Sdri. Xu Ya-qi. dr. Zhang Xinli. Sdri. Que Huiling , wakil dari Que Meisha anggota dewan Kota Taipei.  Anggota Legislatif Kota Gaoxiong (terdahulu): Bpk. Wu Dengshu dan putrinya sdri. Wu Wenxuan. Humas Taiwan Lei Tsang Temple: sdr. Wang Zizhu. Banyak sekali tamu agung yang hadir, tapi ada yang belum mendaftarkan namanya, sebenarnya, semua adalah tamu agung. Selamat malam semuanya! Apa kabar semuanya! (Bahasa Mandarin) Selamat malam semuanya! Apa kabar semuanya! (Bahasa Taiwan) Apa kabar! Apa kabar semuanya! (Bahasa Kanton)

◎ Hari ini adalah puja bakti Sadhana Avalokitesvara Bodhisattva, minggu depan adalah transmisi Sadhana Rakta Tara (Tara Merah / Hong Dumu), sekaligus upacara ulambana. Rakta Tara merupakan salah satu Tara yang sangat istimewa dalam jajaran 21 Tara, meskipun Beliau memegang vajrankusa (kait vajra), sesungguhnya, vajrankusa digunakan-Nya untuk melakukan ritual karman (santika, paustika, vasikarana, dan abhicaruka). Banyak Tara yang memiliki tugasnya masing-masing, tapi hanya satu ini yang istimewa. Rakta Tara bisa dijadikan sebagai Istadevata ritual karman. Adhinatha ini paling istimewa, vajrankusa memiliki manfaat dan kiat khusus. Saat Anda hendak menggunakan vajrankusa ini, Anda mesti melakukan berbagai macam kiat dan visualisasi, karena ini merupakan yang paling istimewa di antara semua Tara, yang paling berbeda. Tanpa diajari oleh Guru, metode tersebut tidak akan pernah terbesit dalam pikiran kalian, Beliau bisa melakukan berbagai macam ritual karman, Adhinatha ini sangat penting. Asalkan Anda telah menjalin jodoh dengan Tara ini, jodoh yang sangat erat, kelak ritual yang Anda lakukan akan sangat mudah dan lancar, dan bisa berhasil. Asalkan Anda menjadi pemohon utama dalam Rakta Tara, maka Anda menjalin jodoh paling erat dengan Rakta Tara. Jika tidak dibabarkan, semua juga tidak akan mengetahuinya. Setelah dibabarkan, semua akan tahu, dan tergantung bagaimana Anda bervisualisasi.

Adhinatha ini sangat penting, di antara 21 Tara, Rakta Tara sangat penting, sangat khusus, dan sangat istimewa, vajrankusa dapat digunakan untuk berbagai macam ritual karman. Ini tidak diketahui oleh Acarya biasa. Guru saya telah mentransmisikan sadhana dari Rakta Tara, untuk melakukan ritual karman juga ada mantra khusus, selain mantra dari Rakta Tara, masih ada satu mantra yang khusus. Ini adalah kitab tata ritual Rakta Tara, di dalam kitab tata ritual biasa, mantra yang tertulis di dalamnya, yaitu mantra untuk ritual karman, semua mesti dijapa dalam jumlah yang sangat banyak, termasuk di antaranya Mantra Nama Rakta Tara, mantra dari Rakta Tara juga mesti dijapa dalam jumlah banyak. Di antaranya, mantra untuk ritual karman, mantra yang ditransmisikan oleh Guru lebih pendek, sedangkan mantra dalam kitab tata ritual lebih panjang. Kalian bisa menggunakan mantra pendek, dengan demikian bisa cepat menyelesaikan jumlah penjapaan. Pada saat menjapa mantra, mantra dari Rakta Tara, mesti dijapa secara khusus dalam jumlah yang banyak, dengan demikian ritual karman baru bisa berhasil. Anda menjalin jodoh yang sangat erat dengan Beliau, mesti menjapa mantra-Nya sampai sempurna, ini sangat penting, demikianlah Sadhana Keberhasilan Rakta Tara. Di sini tertulis: “Vajrankusa yang dapat mengait triloka”, triloka antara lain kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu, ketika Anda telah mencapai kontak yoga, Anda bisa melakukan perjalanan astral mengarungi triloka, menjalankan berbagai macam karman, ini merupakan satu Adhinatha yang sangat penting. Tentu saja mesti menjalin jodoh yang paling erat, menjadi pemohon utama berarti jodoh yang paling erat, mendaftar berarti jodoh biasa; Ada juga yang hanya untuk sekedar menjalin jodoh awal, setelah melewati panji abhiseka, berarti Anda telah menjalin jodoh dengan Rakta Tara, abhiseka jalin jodoh. Tapi, asalkan Anda mau bersadhana dengan tekun, Anda pasti dapat berkontak yoga. Setelah berkontak yoga dengan Rakta Tara, berarti semua ritual karman yang Anda lakukan bisa berhasil, di sinilah letak keistimewaannya.

Syama Tara dan Sita Tara sangat penting, mereka merupakan emanasi dari Avalokitesvara Bodhisattva. Mengenai emanasi Avalokitesvara Bodhisattva ada dua sutra yang juga sangat penting, yang satu adalah emanasi yang disebutkan dalam Samantamukhavarga (Pumenpin) dalam Saddharmapundarika Sutra, varga ini mengupas banyak hal mengenai Avalokitesvara Bodhisattva; Selain itu adalah Hrdaya Sutra (Sutra Hati / Xinjing). ‘Guanzizai Pusa’ yang disebutkan dalam Hrdaya Sutra juga adalah Avalokitesvara Bodhisattva, di dalam samadhi mendalam, Beliau dapat memahami kebenaran alam semesta, Hrdaya Sutra sama dengan kebenaran alam semesta, pada bagian awal disebutkan ‘Guanzizai Pusa’, yang juga berarti Avalokitesvara Bodhisattva. Pada umumnya, di antara Asta Mahabodhisattva, Avalokitesvara Bodhisattva menempati urutan pertama.

◎ Kita mengenal tiga Bodhisattva utama, yang pertama adalah Avalokitesvara Bodhisattva, yang kedua adalah Manjusri Bodhisattva, dan yang ketiga adalah Vajrapani Bodhisattva. Saat kita menjapa: “Poru”, apa artinya? Vajrapani Bodhisattva. “Om. Mani. Beimi. Hum.” Yang sering kita japa adalah mantra dari Caturbhujalokesvara. “A la ba zha na di” adalah mantra dari Manjusri Bodhisattva. Manjusri Bodhisattva melambangkan prajna, Avalokitesvara Bodhisattva melambangkan maitrikaruna, Vajrapani Bodhisattva melambangkan Dharmabala, Rakta Tara yang hendak kita transmisikan melambangkan Dharmabala.

Tadi melafal: “Mahamaitri Mahakaruna”, maitri karuna mudita dan upeksha, maitri tak terhingga, karuna tak terhingga, mudita tak terhingga, dan upeksha tak terhingga, Caturapramanacitta timbul dari Avalokitesvara Bodhisattva. Secara sederhana, maitri adalah memberikan kebahagiaan kepada insan lain; Karuna berarti mengatasi derita para insan; Bagaimana dengan mudita? Kita bersukacita menjalankannya, mempraktikkan kewelasan. Bagaimana dengan upeksha? Sanggup merelakan nyawa diri sendiri, merelakan segala sesuatu pada diri sendiri, melepas semua sampai akhir, Anda telah merelakan segalanya. Oleh karena itu, di antara maitri-karuna-mudita dan upeksha, yang paling penting adalah maitri dan karuna, yang pertama, memberikan kebahagiaan kepada insan lain; Yang kedua adalah mengatasi derita para insan.

◎ Untuk apa Mahaguru menulis dan membahas XX? Kenapa? Demi menyingkirkan penderitaan para insan, semua karena welas asih. Yang terutama adalah mesti diungkapkan dengan jelas, supaya yang telah menyimpang atau tersesat, yang semula berjalan di satu ruas jalan ini, akan tetapi, Anda telah berjalan ke jalan kecil di samping, Anda mesti ditegur supaya kembali ke jalan yang benar, supaya umat dapat menapaki jalan yang benar, sehingga mau tidak mau mesti begini, supaya bisa menyadarkan umat yang telah tersesat, kembali menapaki jalan yang benar. Mau tidak mau mesti dilakukan, apabila tidak Anda lakukan, maka akan semakin banyak orang yang ikut tersesat. Orang buta menuntun orang buta, umat yang buta menuntun umat yang buta. Umat yang tersesat menuntun orang yang tersesat, Anda sendiri telah tersesat, masuk ke jalan yang salah, tapi Anda malah mengajak semuanya untuk bersama menapaki jalan yang salah. Maka Mahaguru harus mengeluarkan simhanada (auman singa / menyatakan Dharma kebenaran). Melalui simhanada ini, baru bisa menyadarkan para insan yang tersesat, untuk kembali menapaki jalan yang benar. Terpaksa demikian, suatu hal yang sangat terpaksa dilakukan.

Dalam kehidupan lampaunya, Shakyamuni Buddha sendiri, demi menolong 500 saudagar, Beliau pernah membunuh seorang perampok, dan berhasil menyelamatkan 500 saudagar. Kali ini, demi menyelamatkan para insan, mesti mengungkapkan hal-hal yang telah keliru, seperti pemujaan kepada para hantu, membuat patung-patung hantu, dan ritual mengundang hantu. Tentu saja mereka juga bisa menggunakan sebuah nama, menyebut mereka sebagai “Lima dewa agung.”, mereka mengatakan: “Kami sedang memuja lima dewa agung.” Bahkan meninggikan ke kedudukan kelima dewa agung tersebut sebagai alam suci, menurut mereka itu adalah alam suci. Ini akan lebih merepotkan, semua telah menjadi hantu, dan menyangka bahwa alam preta sebagai alam suci, dan hantu sebagai dewa. Makin lama makin sesat. Jelas-jelas ada 3 hantu orang Jepang, salah satunya adalah seorang pembunuh berdarah dingin, menjadikannya sebagai dewa, kemudian dianggap sebagai alam suci, di sinilah letak kekeliruan mereka.

undefined

◎ Sang Buddha mengajari Anda untuk memuja Buddha, Bodhisattva, Vajra, Dharmapala, Dakini, dan para Devata, termasuk di antaranya juga menghormati dewa, tapi tidak pernah mengajari Anda untuk menyembah hantu, tidak pernah! Sebab hantu sendiri berada dalam kondisi bingung, juga roh-roh jahat, mana boleh kita menyembah hantu-hantu? Tentu saja penyembahan pada hantu akan menghasilkan daya gaib yang sangat kecil, namun tidak berarti. Kalian semua mesti waspada, setiap langkah mesti lurus, mesti melangkah dengan mantap, mesti menapaki jalan kebenaran, demikianlah yang tepat.

Ada seorang bhiksuni, ia pergi ke Cetiya Shude di Miaoli, saat ia melihat ketua vihara sedang bersadhana dan melakukan pengundangan,  bhiksuni ini pun mengajarinya: “Anda harus memasukkan nama lima dewa agung dalam pengundangan, demikian baru benar! Dalam Zhenfo Zong masih kurang lima dewa agung ini!” Ketua Cetiya Shude di Miaoli mengatakan, bhiksuni ini mencari dokter Hong untuk memeriksakan giginya, dan ketua cetiya mempersilakannya untuk menginap di rumahnya, dan melayaninya dengan baik, juga meminta supaya dokter Hong mengobati giginya. Bhiksuni ini ingin supaya mereka memasukkan nama lima dewa agung ke dalam pengundangan. Tahukah Anda lima dewa agung ini antara lain: Kobayasi, Nakamura Hajimu, Watanabe Ichiro, Huang Jin-quan, dan Lin Liang-zhi, kelima dewa agung ini sebenarnya adalah lima ketua hantu. Ini tidak boleh, jangan sampai sesat! Bagaimana pun juga, Shakyamuni Buddha tidak pernah mengajari Anda untuk membuat patung hantu dan menyembahnya, ini sangat penting, dan harus diberitahukan kepada Anda semua. Jadi mau tidak mau mesti dibabarkan, yang terutama adalah demi menyadarkan semuanya. Ini adalah persoalan semuanya, bukan persoalan saya. Saya telah berbhavana, saya sendiri telah berjalan, tapi kalian malah percaya pada lima dewa agung, kelak jika kalian masuk ke alam Pasukan XX, habis sudah, aliran Zhenfo Zong akan menjadi aliran hantu sejati, dan bukan lagi aliran Satyabuddha. Ini sangat penting, dan mesti diberitahukan kepada Anda semua.

Avalokitesvara Bodhisattva memang sangat welas asih, sangat murah hati, Beliau mengentaskan para insan dari penderitaan, supaya para insan dapat bersukacita. Meskipun Hrdaya Sutra sangat pendek, akan tetapi, sutra ini tergolong alam pencerahan. Samantamukha Varga berisi tentang aktivitas mulia dari Avalokitesvara Bodhisattva, segala upaya Beliau. Dahulu, kami melantunkan gatha Avalokitesvara Bodhisattva: “Bhagavan yang penuh dengan tanda-tanda kemuliaan, kini Aku bertanya kembali, mengapa Putra Buddha ini disebut sebagai Avalokitesvara.”, dulu kita melantunkan ini. Kenapa disebut sebagai Avalokitesvara Bodhisattva? Bhagavan yang dimaksud adalah Shakyamuni Buddha, “Bhagavan yang penuh dengan tanda-tanda kemuliaan.” Tadi saya lantunkan dalam bahasa Taiwan. Dalam bahasa Taiwan ada juga yang pendek: “Wahai Bhagavan! Yang memiliki tanda-tanda kemuliaan, kini Aku bertanya kembali, mengapa Putra Buddha ini disebut sebagai Avalokitesvara.”, demikianlah yang lebih pendek, pelantunan yang pendek mirip dengan opera Taiwan.

Di Universitas Taiwan ada dua jurusan, yang satu adalah opera Taiwan, dan yang satu adalah wayang potehi. Ini cuma lelucon! Jika dilantunkan, kadang mirip dengan opera Taiwan, “Bhagavan yang penuh dengan tanda-tanda kemuliaan, kini Aku bertanya kembali, mengapa Putra Buddha ini disebut sebagai Avalokitesvara.” Demikianlah dahulu kita melantunkan beberapa kalimat di bagian depan gatha Avalokitesvara Bodhisattva, kemudian pelantunan dilanjutkan sampai usai. Dahulu saya bersama ibu pergi ke Vihara Ciyin (慈音寺) di Taichung, ada seorang bhiksu yang bernama Bhiksu Shanci (善賜法師), beliau yang mengajarkan pelantunan kepada kami. Saya dan ibu belajar di sana. Kemudian, adik ipar saya, yaitu Abao, setelah ia berhasil mempelajarinya, ia menjadikannya sebagai profesi, memimpin sebuah grup yang seharian penuh membantu melakukan pelantunan sutra, bahkan sampai ke Tiongkok Daratan, luar biasa ! Tiongkok Daratan khusus mengundangnya untuk melantunkan sutra. Kita menyebutnya Abao, ia adalah suami dari adik kedua saya, ia juga belajar di sana, lulusan Vihara Ciyin. 

Saya ingat, saya pernah membaca ceramah XX, sepertinya Ksitigarbha Bodhisattva menanyainya: “Apa yag Anda inginkan? Apakah saat ini Anda ingin memohon sesuatu kepada saya?” XX menjawab: “Tiada permohonan” Tiada permohonan sangat agung, semua juga tahu apa itu tiada permohonan. Tentu saja tiada permohonan sangat agung, namun sesungguhnya, pernah suatu kali, ada homa di XX Lotus Temple, upacara permohonan, dan semua menulisi kayu homa. Ada seorang bhiksuni yang diam-diam melirik permohonan apa yang ditulis oleh XX, ia menulis: “Menjadi tenar di empat penjuru lautan (seluruh dunia).”, secara diam-diam bhiksuni ini meliriknya.

◎ Ternyata pada kayu homa, ia menulis permohonan: “Menjadi tenar di empat penjuru lautan (seluruh dunia).” Ia ingin menjadi tenar. Jika Guru Lu sendiri, apa yang akan ditulis di kayu homa? “Saya mencapai Kebuddhaan bersama segenap siswa.” Ini juga sebuah permohonan! Jika punya permohonan maka katakan saja punya permohonan, semua bisa memohon sesuai keinginan. Akan tetapi, tujuan dari permohonan itu berbeda. Yang dimohonkan oleh Mahaguru adalah: “Saya mencapai Kebuddhaan bersama segenap siswa.” Semua bisa mencapai tingkat Buddha Tathagata. Saya tidak menginginkan ketenaran. Apa yang ia katakan sebagai tiada permohonan, ternyata adalah memohon menjadi tenar di seluruh penjuru dunia, Amituofo!

undefined

◎ Hari ini kita lanjutkan pengulasan Lamdre, dalam Lamdre ada: “Tiga Samadhi”, yang pertama adalah “Samadhi berbagai sifat laksana”, sangat penting. “Sukha, terang, dan penglihatan sejati dari anubhava.” sebelumnya, Mahaguru telah membahas sukha, bagaimana munculnya sukha? Gesekan bisa menghasilkan sukha, saat Anda bermeditasi, karena Anda telah menggunakan prana, nadi, dan bindu, saat prana melewati nadi, karena gesekan tersebut, Anda pun merasa melayang laksana dewata, ini adalah sukha.

Minggu lalu saya telah membahas panjangnya sukha tersebut, sangat panjang, bahkan seharian penuh. Ada seorang saudara Sedharma, ia telah merasakan kenikmatan 24 jam ini, prana telah berjalan dalam nadi tengahnya, dan menghasilkan sukha, jalan naik dan turun, menghasilkan sukha. Selain itu, saat kundalini naik dan turun, bergesekan dengan nadi tengah dan nadi sekujur tubuh, maka tubuh akan menghasilkan kenikmatan yang terunggul. Selain itu, saat bindu turun, bindu naik, dan bindu tersebar ke sekujur tubuh, saat bergesekan dengan nadi, akan menghasilkan kenikmatan laksana dewata melayang di angkasa, kenikmatan yang sangat lama, ini disebut sukha dari samadhi, sukha dalam samadhi. Di sini tertulis: “Sukha tertinggi dalam anubhava.”, kenikmatan tertinggi.

◎ Di antara Pancamahavajra ada Cakrasamvara, dalam Tantra kita membahas: ananda dan paramananda, kenikmatan yang pertama kali muncul (ananda), kita akan mengalaminya; Kita juga akan mengalami kenikmatan yang terunggul (paramananda), ini adalah sukha. Pertanyaan untuk semua, disebut apakah kenikmatan yang ketiga? Vikramananda (kenikmatan yang melampaui), dan kenikmatan yang terakhir disebut sahajananda (kenikmatan asali). Ada ananda, paramananda, vikramananda, dan sahajananda, keempat jenis kenikmatan ini muncul pada diri Anda. Anda berlatih meditasi, saat prana menembus nadi tengah, akan muncul fenomena ini, saat bindu mengalir dalam nadi tengah, akan muncul juga fenomena ini, saat kundalini menembus nadi tengah, juga akan muncul fenomena ini, ini adalah yang pertama, sukha.

◎ Yang kedua adalah terang. Apa itu terang? Melihat terang dalam samadhi, melihat sinar prajna, muncul sinar prajna aneka warna.

Saat kalian memotret, saat melakukan upacara yang istimewa, kalian akan memotret banyak sinar prajna. Kalian memotret, lingkaran demi lingkaran, besar maupun kecil, lingkaran yang terang dan yang redup, banyak sekali. Anda tidak tahu sinar prajna yang mana? Jika Anda membukannya, dan memperbesarnya, akan nampak mandala, mandala lingkaran dalam Tantra, di tengah sinar prajna duduk satu Adhinatha. Saat Buddha dan Bodhisattva hadir, semua duduk dalam sinar prajna, datang dengan naik sinar terang. Sinar apa yang Anda lihat? Warna apa pun ada, sinar aneka warna, setiap Adhinatha muncul dalam berbagai warna. Jika kalian berhasil memotret sinar prajna, kemudian memperbesarnya, sampai sangat besar, sangat bundar, di dalamnya benar-benar ada sebuah mandala, dan Adhinatha duduk di bagian tengahnya, demikianlah Beliau turun hadir. Kemudian sinar prajna dimasukkan ke jalan yang kedua, sinar terang juga bisa masuk ke jalan yang kedua! Yang pertama muncul adalah sinar terang, kemudian muncul banyak sinar, mirip dengan bulu merak, bulu merak terjalin dengan bulu merak yang lain, menjadi vajrabandha, sinar prajna yang terangkai menjadi satu, menjadi vajrabandha, kemudian sinar prajna terjalin menjadi sehamparan sinar prajna. 

Jika hati Anda tenang, sinar prajna tidak akan bergerak. Jika hati Anda tidak tenang, sinar prajna yang nampak akan berpendar, bergerak-gerak. Saat prana dan hati Anda tidak bergerak, terlebih dahulu akan membentuk sinar prajna yang tidak bergerak, kemudian membentuk vajrabandha yang tidak bergerak, berikutnya, menjadi vajrapata yang tidak bergerak, muncul sebuah layar. Ada dasar ilmiahnya, saat kita melihat bioskop, bisa diibaratkan vajrapata, kemudian dari vajrapata muncul Buddha, Bodhisattva, Vajra, para Devata, bahkan alam suci, semua ada di hadapan Anda.

◎ Saya beritahu Anda semua, ini benar-benar berlatih terang, saat Anda dalam samadhi, bisa melihat sinar prajna yang muncul, kemudian muncul vajrabandha, muncul vajrapata, seperti layar bioskop, kemudian muncul alam suci, muncul Buddha, Bodhisattva; Anda bisa melihat Buddha dan Bodhisattva, Vajra, Dharmapala, Dakini, dan para Devata, semua ada di hadapan. Anda bisa melihat secara nyata, demikianlah pelatihan terang sampai pada akhirnya: “Semua penglihatan sejati”, melihat alam suci yang sebenarnya, melihat Buddha yang sebenarnya. 

Dahulu Guru Sesepuh Gelugpa, Je Tsongkhapa, dalam hagiografi Beliau ada disebutkan, Beliau menuliskan bahwa demikianlah cara Beliau untuk melihat separuh tubuh Buddha, dan demi melihat Buddha yang utuh, Beliau melakukan mahanamaskara dalam jumlah yang banyak, sampai kulit tangannya tergores, bahkan nampak tulangnya, melakukan mahanamaskara dengan susah payah, kemudian menenangkan diri, baru Beliau dapat melihat sekujur tubuh Buddha. Mengubah visualisasi yang saat ini sedang kita latih menjadi benar-benar nyata, ini disebut, “Samadhi berbagai macam sifat laksana.”. Anda bisa melihat Buddha dalam vajrapata, melihat alam suci, ini benar-benar ada, Anda bisa berjumpa dengan Buddha, inilah penglihatan yang sejati, dan bukan seperti ketika XX melakukan homa, yang pertama kali ia lakukan adalah homa Shakyamuni Buddha, Shakyamuni Buddha hadir berbicara dengannya, mereka saling bertanya jawab, Shakyamuni Buddha juga memberitahunya: “Julurkan tanganmu!” Ia menjulurkan tangannya, entah untuk apa, Shakyamuni Buddha menggenggam tangannya, bersama mencapai alam suci. Ini luar biasa, Mahaguru juga tidak sanggup melakukannya. Sebab Shakyamuni Buddha tidak menggenggam tangan saya. Shakyamuni Buddha bahkan mengeluarkan sarira dari tubuhnya, kemudian XX menelan sarira Shakyamuni Buddha, dan mengatakan rasanya adalah wangi, manis, dan lezat. Sampai saat ini saya belum pernah makan sarira Shakyamuni Buddha, entah dikeluarkan dari mana. Wah! Saya membaca ceramahnya sama seperti sebuah novel. Bagaimana kemudian? Luar biasa! Sarira Shakyamuni Buddha tidak dimakan oleh dia seorang, ia membagikannya kepada seluruh umat, semua orang bisa memakannya, setelah memakannya pasti bisa terlahir ke Negeri Buddha, bahkan Shakyamuni Buddha menggandeng tangannya, tapi Beliau tidak pernah menggandeng tangan saya. Jadi saya sering menyanyikan sebuah lagu, “Menggandeng Tanganmu.”, aduh! Ini adalah sebuah novel!

Samadhi yang sesungguhnya, sukha dan terang, tadi Mahaguru mengulas sukha, terang, dan shunya, Anda mesti berlatih sesuai dengan cara ini! Mana mungkin mendadak Shakyamuni Buddha menggandeng tangan Anda, dan memberi Anda sarira untuk dimakan? Bahkan memakan semua mutiara dari mahkota feniks Mahadewi Yaochi, juga dibagikan kepada semua umat untuk dimakan! Apakah mutiara dari mahkota feniks Mahadewi Yaochi bisa dimakan? Apakah memakannya tidak menyebabkan sembelit? Mahadewi Yaochi membawa sebuah persik surgawi berukuran besar diletakkan di atas tungku homa, dan semua makan persik itu. Tahukah Anda? Berbuah sekali dalam 3000 tahun. Setelah makan persik surgawi dari Mahadewi Yaochi, usia dewata akan bertambah 1000 tahun, luar biasa! Persik surgawi sebesar itu diletakkan di atas tungku homa untuk dibakar, dan semua makan abu homa, luar biasa! Semua memperoleh kesehatan, usia panjang, dan keleluasaan. Sedangkan kita tidak punya persik surgawi untuk dimakan. Mahadewi Yaochi juga memberikan vyajana kepadanya, asalkan dikebutkan sekali, Anda akan mengeluarkan kentut hitam, hawa gelap, membacanya sungguh terharu, sungguh! Apabila memang punya kemampuan ini, saya akan merangkak dari Seattle sampai ke San Francisco! Sungguh! “Saya mohon! Beri saya sebutir sarira Shakyamuni Buddha! Saya juga ingin makan…” Ia sendiri yang menulisnya! Benar-benar dongeng!

◎ Di sini kita tidak bisa membahas dongeng atau ucapan hantu (omong kosong), “Sukha, terang, dan penglihatan sejati.” Inilah yang sejati, terlebih dahulu Anda melihat sinar prajna, kemudian vajrabandha, dan akhirnya melihat vajrapata, kemudian melihat wujud sejati dari Buddha. Demikianlah kemunculan wujud dari Buddha dan Bodhisattva, tanpa melalui berbagai fenomena dalam samadhi, maka pasti tidak akan bisa melihatnya. Entah itu Dzogchen, Mahamudra, atau Lamdre, semua mesti melihat sinar terlebih dahulu, baru kemudian melihat sinar prajna, melihat vajrabandha, yang kemudian dirangkai menjadi vajrapata, dan muncul Buddha Bodhisattva, jangan tanpa dasar mengatakan: “Wah! Saya melihat Buddha dan Bodhisattva turun hadir, dan saya berbicara dengan-Nya.”

Setiap upacara XX selalu mengatakan Buddha dan Bodhisattva hadir dan bicara dengannya, melakukan ceramah bersilang, bukan hanya ceramah dia sendiri, tapi Buddha dan Bodhisattva juga berceramah kepada semuanya, semua terjadi pada tahun 1998, sampai saat ini sudah 20 tahun, 20 tahun lalu dia sudah bisa berbicara dengan Buddha dan Bodhisattva. Sungguh! Seharusnya ia menjadi guru saya, dan bukan saya yang menjadi Gurunya. Jika saya tahu di dunia ada orang seperti itu, bisa bicara dengan Shakyamuni Buddha, Bhaisajyaguru Buddha, Ksitigarbha Bodhisattva, semua Tara, atau saat ia melakukan upacara Tara Panjang Usia, Tara Penolong dari Bencana, Amitabha Buddha, terlebih dahulu dengan Shakyamuni Buddha, kemudian Amitabha Buddha, kemudian Bhaisajyaguru Buddha, semua berbicara dengannya. Entah bagaimana ia bisa mengenali bahwa itu adalah Shakyamuni Buddha, mengenali Bhaisajyaguru Buddha, mengenali Amitabha Buddha, entah bagaimana cara dia mengenalinya, singkat kata, setiap Buddha dan Bodhisattva, juga 21 Tara, ia lakukan semua.

Yang kita bahas adalah ajaran Buddha yang sejati, sadhana yang sejati dan fenomena dalam meditasi. Terus terang, jika semenjak tahun 1998, semua ceramah XX adalah benar adanya, maka, sekaligus ia telah mengalahkan semua Guru Sesepuh. Dengan kata lain, ia telah mengalahkan semua Guru Sesepuh agama Buddha, kenapa? Sebab ia telah melampauinya, melampaui semua Guru Sesepuh, termasuk juga melampaui Mahaguru, sudah melampaui semuanya. Anda pilih percaya kepadanya, boleh saja! Sebab semua tema pembicaraannya sangat menarik. Setelah saya membacanya, terharu sampai terisak-isak, sungguh terharu, air mata dan ingus terus mengalir, ternyata di kolong langit ada manusia seperti itu, saya harus berguru kepadanya, bahkan kalau perlu menghadap dengan cara merangkak, apalagi ia adalah seorang perumah tangga, kita semua bhiksu pun kalah. Lianwang (蓮旺)! Saya lihat Anda selalu bermeditasi, Anda lihat Buddha yang mana? Apakah berbicara dengan Anda? Anda telah berbhavana sampai taraf ini, tapi tidak melihat Buddha, juga tidak ada Buddha yang berbicara dengan Anda. Tapi dia (XX) langsung bisa tanpa harus berbhavana! Pantas saja ia mengatakan telah berbhavana selama 30 juta tahun, Guyun yang dengar saat ia mengatakan telah berbhavana selama 30 juta tahun, luar biasa. Kenapa ia mesti bersarana kepada saya? Sungguh! Sungguh malu! Melihat Anda (XX), saya mesti bersujud mohon ampun karena pernah menjadi Guru Anda, sungguh tidak tahu mana yang berbobot dan mana yang tidak! Ternyata sebagai Guru tidak punya mata kebijaksanaan yang bisa melihat siswa seperti itu, yang demikian agung, dan telah berbhavana selama 30 juta tahun, mengejutkan saya sampai sekujur tubuh gemetaran, kelak jika saya melihatnya, saya mesti segera bersembunyi! Supaya sinarnya tidak menyorot ke arah saya, karena bisa membutakan mata saya! Jika ia benar-benar telah berbhavana selama 30 juta tahun, berarti kita semua sungguh tidak pantas, bisa menjadi semut di depan kakinya saja sudah luar biasa, bahkan menjadi semut di hadapan kakinya pun saya tidak pantas, sungguh!

undefined

◎ Hari ini mengulas “Samadhi berbagai sifat laksana”: “Sukha, terang, dan penglihatan sejati dari anubhava.”, kalian juga tidak tahu apa itu ‘sukha’, saat prana, kundalini, dan bindu bergesekan dengan nadi, akan timbul mahasukha. Terang adalah sinar prajna, vajrabandha, vajrapata, melihat semua atribut sejati, semua muncul, termasuk Buddha, Bodhisattva, Vajra, Dharmapala, dan semua alam suci, semua akan muncul di hadapan Anda. Ini adalah: “Samadhi berbagai sifat laksana”, fenomena-fenomena ini akan muncul dalam meditasi. Tanpa melalui ini semua, maka saya tidak tahu dari mana munculnya. Sebab inilah yang kita pelajari. 

Ceritakan beberapa lelucon! Setelah berbelanja di pasar swalayan dan hendak membayar, melihat di depan ada seorang ibu tua yang harus membayar 38 dolar, ia memberikan 100 dolar kepada kasir, melihatnya, kasir membuka laci dan mendapati uang receh tidak cukup untuk kembalian, “Bibi, apakah Anda ada 50?” ibu tua itu tertawa lebar dan menjawab: “Masih 50?! Bahkan putra saya pun sudah 40 tahun.” Benar! Ini adalah salah paham. Kita tidak boleh salah paham kepada seseorang, kita mesti melihat hal yang nyata, seperti Mahaguru, langsung mengkaji ceramah dia, mengkajinya satu persatu, secara langsung mengkaji seseorang, mesti dilakukan secara nyata, tidak boleh salah paham. Dalam banyak hal, jika saya yang salah paham, berarti memang salah saya. Karena saya mesti mengkaji tiap lembar ceramah dia.

Suami menanyai istri: “Bisakah kamu tidak lagi memutar musik itu?” Karena istrinya sedang hamil, ia mengatakan: “Tahu apa kamu? Ini disebut pendidikan untuk janin.” Suaminya mengatakan: “Pendidikan untuk janin? Apakah harus terus hanya memutar ‘Shi shang zhi you mama hao’ (Di dunia ini hanya ibu yang paling baik)?”Itu bukan pendidikan janin, itu namanya cuci otak. “Di dunia ini hanya ibu yang paling baik, anak yang mempunyai ibu akan diperlakukan laksana permata…” Oleh karena itu, Mahaguru mengajari semuanya untuk memahami, untuk mengetahui, jangan mengambil sesuatu dari sesuatu yang tiada, kemudian diberikan kepada kalian, itu namanya sulap! Sulap juga trik belaka! Jangan hanya menghakimi dari satu sisi, mesti bisa membuat semua memahaminya. 

Ceritakan satu lagi lelucon, hari ini pergi periksa gigi, dokter yang memeriksa gigi saya sangat cantik, dalam hati berpikir: “Wanita zaman sekarang suka yang berduit, saya mesti cari kesempatan untuk mempertunjukkan kemampuan saya.” Dokter bertanya: “Ada karies pada gigi Anda, mau dicabut?” Saya berpura-pura gugup: “Apakah kalau gigi dicabut bisa memengaruhi saya dalam mengendarai ferrari?” Hanya orang kaya yang bisa mengendarai ferrari. Dokter yang cantik pun menjawab: “Tidak akan, hanya saja pada saat meniup kerbau (membual) akan ada sedikit kebocoran.” Saya beritahu Anda semua, saat seseorang membual, pasti akan meninggalkan bekas, orang yang benar-benar kaya tidak akan membual. Dalam kehidupan nyata ia memang kaya, tapi ia pasti tidak akan mengungkapkan bahwa ia sangat kaya, padahal sesungguhnya ia memiliki kehidupan yang mantap. Hanya yang tidak kaya baru akan membual. Mereka yang benar-benar berisi tidak akan perlu membual, sebab orang akan tahu sendiri bahwa Anda berisi, justru yang tidak berisi yang akan membual. Karena Anda tidak bisa membabarkan Buddhadharma sejati kepada umat, setiap hari hanya slogan: “Tiada permohonan, alaksana (tanpa atribut), amanasikara (tiada arus pikiran)…” setiap hari hanya slogan belaka, setiap Buddha dan Bodhisattva yang muncul hanya membahas hal yang sama, “Anda mesti tidak memohon.”, “Anda mesti acitta!”, “Anda mesti tiada persoalan!”, “Anda mesti amanasikara!” , “Anda harus alaksana!” apa pun dikatakan tiada… itu semua hanya bualan.

◎ Bagaimana cara berlatih untuk mencapai abhava (non-eksistensi)? Caranya mesti diungkapkan, demikianlah Buddhadharma. Jika Anda tidak mengungkapkannya, hanya mengatakan “Tiada permohonan.”, kenapa tiada permohonan? Sebab Anda telah mencerahi kebenaran dalam Hrdaya Sutra, oleh karena itulah tiada lagi nafsu keinginan, alasannya mesti diungkapkan! Apa itu alaksana? Mobil adalah mobil, rumah adalah rumah, tanah adalah tanah, saya adalah saya, kenapa bisa anatman? Anda mesti ungkapkan alasannya! Kenapa alaksana? Bagaimana cara melatihnya, semua mesti diungkapkan, ini baru Buddhadharma. Jika tidak diungkapkan, hanya slogan belaka, itu tidak masuk hitungan.

Om Mani Padme Hum.

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。