2017-07-09 Bhavana untuk Mencapai Pencerahan danKesucian

undefined

Ceramah Lamdre ke-84 oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Upacara Homa Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva, 9 Juli 2017 di Rainbow Temple

Terlebih dahulu marilah kita bersembah puja kepada Bhiksu Liaoming, sembah puja kepada Guru Sakya Zhengkong, sembah puja kepada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja kepada Guru Thubten Dhargye, sembah puja kepada Adhinatha homa hari ini: Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva.

Gurudara, Tenzin Gyatso Rinpoche, para Acarya, Dharmacarya, Bhiksulama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat Sedharma, dan umat Sedharma yang menyaksikan melalui internet. Tamu agung yang hadir hari ini, Sdri. Judy, istri dari Dubes Liao Dongzhou dari Kedutaan Besar Taiwan di Swedia. Akuntan TBF, sdri. Teresa. Produser acara ‘Gei-ni dian-shang xin-deng’ di CTI Sdri. Xu Ya-qi. dr. Zhou Heng, dr. Zhuang Junyao. Keluarga Acarya Lian-ning (蓮寧上師), sdri. Chen anggota Tim Paduan Suara Tianyin Yayue. Sdri. Que Huiling , wakil dari Que Meisha anggota dewan Kota Taipei. Anggota Legislatif Kota Taipei (terdahulu): Bpk. Wu Dengshu dan putrinya sdri. Wu Wenxuan. Sdri. Liang, Ketua True Buddha Meditation Center Bogårdsvägen Swedia (Xiudetang - 修德堂). dr. Liu Jie dari Swedia, dr. Luo Caihua dari Swedia, sdri. Lin Yixuan anggota Tim Tari Yangguang. dr. Gao Huanxian. Selamat malam semuanya! Apa kabar semuanya!

Minggu depan Seattle merayakan festival tahunan, Festival Bahari, sekarang disebut ‘Dragon Fest’, di sini tertulis: “Mengundang Mahaguru dan Gurudara hadir di True Buddha Seattle Chapter.”

Hari ini adalah Homa Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva, saya sendiri merasakan bahwa homa kali ini sungguh istimewa. Berapa jumlah Raja Agung Avalokitesvara yang hadir, saya tidak bisa menghitungnya, tak terhitung. Pada permulaan yang nampak adalah Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva, berikutnya saya melihat Tiga Dewi yang menyertai-Nya, yaitu Tiga Dewi untuk konsultasi. Kemudian, saya melihat di langit ada Sapta Buddha Bhagavan, di antaranya adalah pemimpin spiritual di dunia saha ini, Shakyamuni Buddha, para Buddha masa lampau, saat ini, dan yang akan datang, beserta para Bodhisattva masa lampau, saat ini, dan yang akan datang, semua hadir bersama para pengiringnya. Bisa dibilang, para Buddha trikala (tiga masa) dari sepuluh penjuru telah hadir. Benar-benar bagaikan asap yang memenuhi Dharmadhatu, para Dewata dan Dharmapala yang hadir juga luar biasa banyak. Sapta Buddha lampau antara lain: Vipasyin Buddha, Sikhin Buddha, Visvabhu Buddha, Krakucchanda Buddha, Kanakamuni Buddha, Kasyapa Buddha, dan Shakyamuni Buddha, Sapta Buddha lampau hadir semua, Dharmaraja-putra dari Sapta Buddha juga hadir semua. 

Mudra dari Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva adalah Mudra Dharmacakra merangkap ke dalam, Mudra Dharmacakra atau Mudra Dharmadesana, dan Mudra Dharmacakra merangkap ke luar. Beliau sangat anggun, kita lihat pratima Beliau, sungguh anggun, dulu saya lihat pada jubah surgawi Beliau terdapat aksara mantra, banyak aksara mantra utama ada pada jubah Beliau, pratima yang ini berwarna. Mantra-Nya adalah Mantra dari Sapta Buddha Bhagavan: “Om. Lipolipodi. Qiuheqiuhedi. Tuoluonidi. Niheladi. Bilinidi. Moheqiedi. Zhenlingqiandi. Suoha.” Kepala mengenakan mahkota Sapta Buddha, wajah laksana purnama, paras laksana Buddha, di kedua sisi mahkota terjulur pita, tangan kanan membentuk Mudra Dharmadesana, tangan kiri membentuk Mudra Dhyana, tubuh mengenakan jubah surgawi berlapis, pada jubah terdapat Mantra Sapta Buddha, yaitu Mantra Sapta Buddha yang tadi saya japakan, ada pada tubuh Beliau, aksara mantranya. Tubuh mengenakan untaian permata, anting-anting, gelang tangan, gelang kaki, kaki berpijak di atas padmasana pelangi, di belakang terdapat 5 aksara Sansekerta berwarna emas, sekujur tubuh memancarkan sinar terang, menerangi sepuluh penjuru loka trikala. Raja Agung Avalokitesvara memiliki asal-usul yang sangat agung, semua Buddha yang disebutkan di dalamnya, ada banyak sekali, Buddha yang tak terhingga banyaknya (Wuliang Zhufo), dalam Sutra Raja Agung ada Buddha yang tak terhingga banyaknya, tak terhitung, para Buddha yang tidak terhitung banyaknya. Triliunan Bodhisattva dari Gunung Mestika Sejuk (Qingliang Baoshan Yiwan Pusa), triliunan, dari kata 1 triliun, 2 triliun, triliunan Bodhisattva dari Gunung Mestika Sejuk, lihatlah, ada berapa banyak Bodhisattva? 

Para Buddha yang tak terhingga banyaknya, triliunan Bodhisattva di Gunung Mestika Sejuk, di dalamnya juga ada Buddha masa lampau, yaitu Buddha Sinar Samadhi (Ding-guang Fo), Buddha Sinar Samadhi adalah Dipankara Buddha, lebih awal dari Shakyamuni Buddha, saat itu Shakyamuni Buddha adalah Sumati Kumara, Dipankara Buddha adalah Buddha masa lampau, Shakyamuni Buddha adalah Buddha masa kini, dan Maitreya Buddha adalah Buddha masa mendatang, oleh karena itu Raja Agung Avalokitesvara meliputi para Buddha trikala. Meliputi semua Buddha dan Bodhisattva, semua ada dalam Sutra Raja Agung, semua adalah Nama Buddha. Coba Anda lihat, ada juga Avalokitesvara Mahabijak yang tak terbayangkan (Daming Guanshiyin), Avalokitesvara yang memiliki pengamatan tajam (Guanming Guanshiyin), Avalokitesvara yang mulia (Gaoming Guanshiyin), dan Avalokitesvara yang berkebijaksanaan luas  Kaiming Guanshiyin) ditambah dengan 2 Bodhisattva yang namanya sangat langka, yaitu Bhaisajyaraja Bodhisattva (Yaowang Pusa) dan Bhaisajyasamudgata Bodhisattva (Yaoshang Pusa), nama dari kedua Bodhisattva ini sangat langka bisa terdengar, begitu Anda mendengarkan nama Bhaisajyaraja Bodhisattva dan Bhaisajyasamudgata Bodhisattva, Anda bisa memperpanjang usia. Bukan saya yang menyatakannya, dalam sutra ada tertulis mengenai Bodhisattva ini, mendengar Nama Bhaisajyaraja Bodhisattva dan Bhaisajyasamudgata Bodhisattva, dapat memperpanjang usia Anda. 

Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva memiliki pahala yang tak terhitung banyaknya, kita sering mengatakan, menjapa genap seribu kali, semua karma buruk berat akan sirna, semua karma buruk seberat apa pun bisa dilenyapkan, sebab yang kita japa adalah Mantra Sapta Buddha untuk Memadamkan Karma Buruk. Dalam sutra ada tertulis, menjapa Sutra Raja Agung Avalokitesvara genap seribu kali, semua karma buruk berat akan sirna. Dapat melenyapkan karma buruk yang sangat berat. Oleh karena itu, tidak peduli bagaimana pun, jangan sampai Anda tidak menjapa Sutra Raja Agung Avalokitesvara, sebab ada orang yang berpendapat bahwa Sutra Raja Agung Avalokitesvara tidak boleh dijapa, dalam dunia agama Buddha ada orang yang berpendapat seperti itu, jangan dengarkan mereka, sebab isi sutra ini adalah Nama Agung para Buddha dan Bodhisattva, Buddha masa lampau, Buddha masa kini, dan Buddha yang akan datang, triliunan Bodhisattva. Selain itu, dalam sutra Buddha hanya disebutkan satu tanah suci di dunia saha, yaitu Gunung Mestika Sejuk (Qingliang Shan), yaitu Gunung Wutai di Tiongkok.

undefined

Saya pernah pergi ke Tiongkok, yang terutama adalah untuk Dharmayatra ke Gunung Wutai, saya pernah pergi ke Gunung Wutai, dan hati saya merasa sangat puas. Gunung Wutai adalah satu-satunya tanah suci di dunia fana yang disebutkan sendiri oleh Shakyamuni Buddha, disebut sebagai ‘Qingliang Shan’ (Gunung Sejuk). Bodhimanda bagi Samantabhadra Bodhisattva adalah Gunung Emei di Sichuan, saya belum pernah ke sana, ada juga Gunung Putuo di Zhejiang yang merupakan Bodhimanda dari Avalokitesvara Bodhisattva, sampai sekarang saya belum pernah ke sana, Gunung Jiuhua di Anhui adalah Bodhimanda dari Ksitigarbha Bodhisattva, sampai sekarang saya juga belum pernah ke sana.

Akan tetapi, ketiga Bodhimanda itu ditambahkan belakangan oleh orang, sebenarnya dalam sutra Buddha hanya disebutkan mengenai ‘Qingliang Shan’ atau Gunung Wutai, Bodhimanda dari Manjusri Bodhisattva, bahkan di sana ada triliunan Bodhisattva. Saat itu, mulai dari ‘Pusa-ding’ (Puncak Bodhisattva) saya terus bernamaskara sampai ke bawah, tiap lihat vihara selalu bernamaskara, lihat biara maka bernamaskara di biara itu, terus ke bawah, banyak yang ikut saya, antara lain, Acarya Lian-ning, Gurudara, juga 2 Acarya Chen, saya bernamaskara sampai ke bawah, tidak melewatkan satu vihara pun, terus bernamaskara dari atas sampai ke bawah. Pada saat saya melakukan namaskara, ada seorang bhiksu yang mengikuti saya, terus ikut di samping saya, mulai dari atas sampai ke bawah, saya telah menulisnya dalam buku, meskipun beliau tidak menanti saya selama 500 tahun, namun beliau mengatakan: “Selama bertahun-tahun, saya menanti Anda.” Mendengarnya, barulah saya merasa ada yang tidak biasa, beliau bukan bhiksu biasa. 

Saat itu saya ambil Renminbi, memberinya 100 dolar, mungkin saja ia terus mengikuti saya karena ingin uang? Memberinya 100 dolar, beliau tidak menerimanya, mungkin terlalu sedikit, saya pun memberitahu semuanya, mari kita menyisihkan sedikit, semua menyerahkan Renminbi kepada saya, setumpuk Renminbi, entah berapa jumlahnya, tapi beliau mengatakan beliau tidak menerimanya. Beliau tidak mau menerima 100 Renminbi, sekarang hampir mencapai 10 ribu Renminbi, beliau juga tidak menerimanya. Belakangan, saya membuat isyarat tubuh bertanya kepada bhiksu yang lain: Apakah kalian pernah lihat bhiksu ini? Mereka semua mengatakan tidak pernah lihat, dan tidak tahu akan keberadaan bhiksu itu. Sepulangnya, saya lakukan ramalan dewata, hasilnya adalah bhiksu itu merupakan penjelmaan dari Manjusri Bodhisattva. Saya hanya sekali pergi ke Tiongkok dan itu pun sudah sangat berharga, karena sudah pernah berkunjung ke Gunung Wutai, ‘Qingliang Shan’ yang teragung yang pernah dibabarkan oleh Shakyamuni Buddha.

Lihatlah, dalam Sutra Raja Agung Avalokitesvara ada disebutkan, triliunan Bodhisattva di Gunung Mestika Sejuk (Qingliang Baoshan Yiwan Pusa). Sutra Raja Agung Avalokitesvara berisi Nama para Buddha dan Bodhisattva, banyak sekali, begitu membacanya Anda langsung tahu, ada 1500 Buddha (Qianwubai Fo), 15 ribu Buddha (Wanwuqian Fo), juga 500 Buddha Bunga Kemenangan (Wubai Huasheng Fo), 10 miliar Buddha Vajragarbha (Baiyi Jingangzang Fo), ada 10 miliar! Apakah populasi umat manusia mencapai 10 miliar? Tidak ada! Tapi dalam Sutra Raja Agung Avalokitesvara ada 10 miliar Buddha Vajragarbha! Lihat, betapa banyaknya, 1500 Buddha, 15 ribu Buddha, 500 Buddha Bunga Kemenangan, 10 miliar Buddha Vajragarbha, para Buddha yang tak terhingga banyaknya, berapakah jumlah Buddha dan Bodhisattva di dalam sutra ini? Nama Buddha dan Bodhisattva yang paling banyak ada dalam Sutra Raja Agung Avalokitesvara. Setiap hari saya menjapa Sutra Raja Agung Avalokitesvara, saya beritahu Anda, tidak pernah putus sehari pun, sebab saya yakin, dapat memadamkan derita kelahiran dan kematian, dan menyingkirkan semua racun dan bencana. Saya meyakini beberapa kata ini, dapat memadamkan derita kelahiran dan kematian, menyingkirkan semua racun dan bencana, semua yang dapat mencelakai saya, semua disingkirkan; Memadamkan derita kelahiran dan kematian, ini sudah luar biasa, Anda dapat mengatasi semua derita kelahiran dan kematian, semua dapat dipadamkan, sampai pada akhirnya menjadi tiada kelahiran dan tiada kematian, dan Anda pun mencapai kesucian. Saya menyarankan kepada banyak orang untuk menjapa Sutra Raja Agung Avalokitesvara, semua orang menjapanya, sebab saya paling menjunjung tinggi Raja Agung Avalokitesvara, merupakan Avalokitesvara Bodhisattva yang paling saya junjung tinggi, merupakan Sutra Raja Agung Avalokitesvara yang paling saya junjung tinggi selama hidup ini.

Ini semua benar adanya, di kuil Yuhuang (Dewa Indra), Mahadewi Yaochi membukakan divyacaksu saya. Kepala di sana bernama Bhiksu Shi Huiling (釋慧靈法師), sebenarnya di kuil Yuhuang tidak akan ada seorang bhiksu, tapi bhiksu ini mengatakan: “Karena saya menghormati Dewa Indra, maka saya melayani di kuil Yuhuang.”, semua bhiksu meminta supaya ia mengurungkan niatnya, “Jangan pergi ke kuil Yuhuang, itu tempat agama Dao, seorang bhiksu tidak boleh pergi ke kuil agama Dao.”, tapi ia tetap memutuskan untuk pergi. Mahadewi Yaochi membuka divyacaksu saya. Bhiksu Shi Huiling memberikan sebuah buku kepada saya: “Sutra Raja Agung Avalokitesvara”, sutra yang pertama kali saya baca adalah Sutra Raja Agung Avalokitesvara. Semenjak saat itu saya pun menjapa Sutra Raja Agung Avalokitesvara, sebab saya meyakini kalimat ini: “Dapat memadamkan derita kelahiran dan kematian, menyingkirkan semua racun dan bencana.” Di kuil Yuhuang, saya dibawa mengunjungi alam surga, berjumpa dengan Padmakumara, saat itu belum tahu apa itu Padmakumara, tapi Beliau menunjukkan seberkas sinar putih yang sangat terang dan memberitahu saya, itulah Padmakumara, itu adalah Maha-padmakumara Putih. Wajahnya tidak nampak, semua berupa sinar putih yang berkilauan, kemudian Beliau pun muncul, dan saya telah melihatnya. Mahadewi Yaochi memberitahu saya, Ia adalah Padmakumara, kehidupan lampau Anda adalah Padmakumara, Anda adalah emanasi Padmakumara. Saya mendengarnya sendiri, melihatnya sendiri, dan menyaksikan Maha-padminiloka, belakangan baru tahu, ternyata pada masa Dinasti Tang sudah ada banyak kidung: 

蓮花童子見金仙,
Liánhuātóngzǐ jiàn jīnxiān,
Padmakumara menemui Suciwan Mulia,

落花虛空左右旋,
luòhuā xūkōng zuǒyòu xuǎn,
Hujan bunga turun dari angkasa,

微妙天音雲外聽,
wéimiào tiānyīn yun wài tīng,
Disambut dengan alunan musik surgawi,
 
盡說極樂勝諸天
jǐn shuō jílè shèng zhūtiān.
Membabarkan Sukhavati yang menggungguli semua surga.

‘Jile’ adalah Sukhavatiloka, Padmakumara adalah emanasi dari Amitabha Buddha, triliunan Padmakumara yang polos di Maha-padminiloka. Saat itu saya baru tahu, benar-benar ada Padmakumara. Yang mengungkap keberadaan Padmakumara adalah Tiongkok Daratan, di sana disebut sebagai ‘Lianhuatongzi’, dalam buku mengenai Dunhuang terbitan Tiongkok disebut: ‘Lianhuatongzi’,  buku penelitian terbitan Tiongkok Daratan, tidak ada di Taiwan. Selain itu, di banyak gua di Dunhuang, ada banyak Padmakumara, ada Padma Buddha, atau Padmakumara Buddha, mudra yang dibentuk-Nya sama persis dengan yang saya ajarakan, yaitu Mudra Dharmadesana dan Mudra Memegang Padma. Saat sdri. Xu Yaqi mengajak Tai Jing pergi ke National Museum of Natural Science di Taichung, untuk melihat pameran Gua Dunhuang, ia melihat ada banyak Padmakumara, Tai Jing menunjuk pada satu Buddha, dan Buddha itu adalah Padmakumara. Bagaimana rupa dari Padmakumara itu? Membentuk Mudra Memegang Padma dan Mudra Dharmadesana, bukankah itu Padmakumara? Padmakumara adalah Buddha! Oleh karena itu, jangan meremehkan diri sendiri, sungguh! Tentu saja Padmakumara dimulai dari saya, kepercayaan terhadap Padmakumara dimulai dari saya, sebelumnya belum ada yang membahas Padmakumara, setelah saya, baru ada orang yang membahas Padmakumara.

undefined

Saat ini ada satu ‘padmakumara’, ia menyebut dirinya sendiri sebagai ‘padmakumara’, tapi dia punya alam suci yang lain, apakah itu masih Padmakumara? Sebab Padmakumara hanya ada satu alam suci, yaitu Maha-padminiloka, di sana lah aneka warna Padmakumara berada, mana mungkin ada satu yang keluar memisahkan diri? Tidak ada! Ketahuilah, sungguh tidak ada. Hampir saja saya menjual Zhenfo Zong. Konon, (Sebuah panji di aula homa terjatuh), tentu saja mesti terjatuh, sebab apa yang saya katakan adalah benar.

Konon, saat bhiksuni Lian-en (蓮煾法師) berada di sini, ia memberitahu saya, XX punya surat rahasia yang ditulis oleh Mahaguru, ia pun bertanya kepada XX, apa isi dari surat rahasia itu? XX memberitahu bhiksuni Lian-en, isi surat itu adalah kelak penerus silsilah Zhenfo Zong adalah XX. Demikianlah isi surat tersebut. Bhiksuni Lian-en mengatakan, kalau begitu perlihatkan surat rahasia itu kepada saya. XX menjawab, karena itu adalah surat rahasia, maka ini bersifat rahasia, jadi tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain. XX juga memberitahu bhiksuni Lianyan (蓮言法師), bhiksuni Lianyan dari Calgary, yang sangat piawai dalam menyanyikan lagu bahasa Inggirs, “Mahaguru ingin agar saya menjadi penerus Zhenfo Zong.”

Kemudian, bukankah saya telah mengumumkan? Acarya Lian-ning (蓮寧上師) adalah penerus Zhenfo Zong, kemudian dengan kecewa ia memberitahu bhiksuni Lianyan, di baliknya ada hubungan sebab akibat, di kehidupan lampau Gurudara adalah seorang permaisuri, ia melahirkan seorang putra yaitu Lian-ning. (Hadirin tertawa). XX sendiri yang mengatakannya, bukan saya, di kehidupan lampau Gurudara adalah seorang permaisuri, ia melahirkan seorang putra yaitu Lian-ning. Hari ini, ibu kandung dari Acarya Lian-ning ada di sini. (Hadirin tertawa) Karena Mahaguru dikendalikan oleh Gurudara, Mahaguru hanya sebuah boneka, Gurudara menitahkan supaya Mahaguru menyerahkan kedudukan penerus kepada Acarya Lian-ning, sehingga Lian-ning menjadi penerus, oleh karena itulah ia (XX) tidak mendapatkan kedudukan tersebut. Demikianlah penjelasan versi XX, karena mereka punya hubungan ibu dan anak, saat itu Gurudara sangat baik terhadap Lian-ning, kemudian merekomendasikannya sebagai penerus, sehingga saya menyerahkan kedudukan penerus kepadanya, dan bukan kepada XX. 

Baiklah, Gurudara tidak pernah merekomendasikan kepada saya untuk mengangkat Lian-ning sebagai penerus, melainkan saya sendiri, kenapa Lian-ning menjadi penerus saya? Karena Acarya Lian-yin (蓮印上師) sudah menjadi kepala vihara di Rainbow Temple, Acarya Dehui (德輝上師) juga telah menjadi kepala Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, sedangkan Acarya Lian-ning menganggur, ia sering berada di samping saya, ia yang paling lama mengikuti saya, menyertai dalam waktu lama, setelah ia menjadi Acarya, ia terus menyertai di samping saya, kadang saat saya memberikan konsultasi, ia membantu di samping, membantu dalam waktu yang lama, juga banyak mendengar, saat itu saya berpikir, yang bisa secara langsung mengabdi pada Guru, hanya Acarya Lian-ning, yang lain tidak berada di sisi saya. Meskipun banyak Acarya yang baik berada di tempat yang sangat jauh, dan mereka telah banyak berkarya, akan tetapi, sesungguhnya, yang ada di samping saya hanyalah Lian-ning. Sedangkan Acarya lain sedang berkeliling ke seluruh dunia, semua juga Acarya yang baik, tapi pengabdian Lian-ning kepada Guru yang paling lama, oleh karena itulah saya menjadikan Acarya Lian-ning sebagai penerus saya. 

Saya jelaskan ini, tidak ada hubungannya dengan kisah permaisuri yang melahirkan seorang putra. Biar saya hitung sebentar kisah mengenai permaisuri melahirkan putra ini, apakah Lian-ning adalah putra dari Gurudara? Setelah dihitung, Beliau menjawab bukan. Ibu kandung Acarya Lian-ning hadir di sini, ibunya dalam kehidupan saat ini (Hadirin tertawa) Ini juga sebuah lelucon, lucu sekali ! Bagaimana mungkin saya menyerahkan seluruh Zhenfo Zong ke tangan XX? Sepuluh tahun lalu Anda (XX) sudah mengatai Mahaguru hanya bisa hidup sampai usia 73 tahun, Anda sudah meramalkannya, usia 73 tahun, apakah di dunia ini ada orang lain yang seperti XX? Yang demikian tidak punya tata krama? Selama 8 tahun ia mengatakan saya akan mangkat pada usia 73 tahun. Sudah membicarakannya selama 8 tahun tanpa sepengetahuan saya. Saya bertanya kepada Chunhui (春輝), kenapa Anda tidak beritahu saya? Ia bilang, karena ini hal yang tidak patut, untuk apa diberitahukan kepada Anda? Ia bilang tidak patut untuk diucap. Ternyata suatu hal yang tidak patut telah meluncur keluar dari mulut XX. 10 tahun lalu, adik saya, Lu Niying, ia berjualan sarana agama Buddha, adik keempat, yang bungsu, saat itu Zhenfo Zong menyelenggarakan upacara besar, ia pun membuka sebuah stan, ternyata itu adalah upacara XX, bhiksu XX menghampirinya, “Mana boleh Anda membuka stan di sini?” Adik saya merasa heran, “Bukankah ini upacara Zhenfo Zong? Kenapa tidak boleh buka stan? Saya juga sudah membayar, dan boleh membuka stan.” , “ Tahukah Anda? Ini adalah upacara XX, dan sudah lama kami ingin memisahkan diri dari Zhenfo Zong.” 10 tahun lalu, itu adalah upacara XX, “Sudah lama kami ingin memisahkan diri.” 10 tahun lalu mereka telah merencanakan untuk memisahkan diri. Apakah ini Padmakumara? Baiklah, cukup, Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva berwelas asih, semoga kita semua dapat memadamkan derita kelahiran dan kematian, menyingkirkan semua racun dan bencana, semoga Zhenfo Zong dapat melalui masa-masa yang paling sukar. Avalokitesvara Bodhisattva, Raja Agung Avalokitesvara, mohon Anda melindungi kami.

undefined

Kita lanjutkan pengulasan Lamdre, apa itu “Tri drsta”, sebenarnya “Tri drsta” antara lain: “Asubha”, “Anubhava”, dan “Vimala”, ini artinya semakin maju, disebut sebagai “Tri drsta”. Saat kita baru lahir, kondisi kita tidak bersih, kita datang dengan membawa karmavarana dari kehidupan sebelumnya, oleh karena itulah disebut ‘asubha’. 

Akhirnya Anda mulai merasakan sesuatu, merasa banyak penderitaan dalam hidup ini, semua perasaan adalah derita, tidak peduli bagaimana pun Anda di dunia, semua persepsi adalah derita. Papa menanyai putra: “Dalam keluarga ini, siapa yang paling kamu sukai?” Putra menjawab: “Papa.” Papa menanyai putra: “Dalam keluarga ini, siapa yang paling menyayangi kamu?” Putra menjawab: “Papa.” Papa bertanya lagi: “Dalam keluarga ini, siapa yang paling baik hubungannya denganmu?” Putra menjawab: “Papa.” Papa pun bertanya: “Kenapa selalu mengatakan papa baik?” Putra menjawab: “Karena takut Anda memukul saya.” Di masa kecil, papa memukul saya, saya tumbuh di tengah kekerasan keluarga, sejak kecil dipukul oleh ayah, terus sampai SMA, dipukul sampai saya di perguruan tinggi,  setelah keluar, baru saya bebas. Saya ibarat seekor burung kecil, akhirnya terbang bebas di alam luar. Kenapa ayah saya tidak mengakui saya? Kenapa memukul saya? Ada sebabnya, menurut beliau, saya bukan anaknya. Karena saya lahir setelah 7 bulan, saya lahir saat belum genap 10 bulan, lahir prematur, lahir setelah 7 bulan. Pada saat saya lahir, papa sangat gembira, “Akhirnya punya seorang putra.” Ia memberitahu semua orang, tapi ada seorang kerabat yang memberitahunya, saya masih ingat namanya, ia memberitahunya, “Masih berapa bulan kamu menikah? 7 bulan, dalam 7 bulan sudah punya anak? Itu bukan anak kamu!” Demikianlah kerabat saya memberitahunya. Saat itu masih belum ada cek DNA, semenjak saat itu, papa saya menganggap saya bukan anaknya. Oleh karena itulah saya dipukul sejak kecil, guru memberitahu saya: “Hari ini adalah ulang tahunmu, sepulangnya nanti beritahulah ayah dan ibumu.” Saya pulang dengan gembira, “Ah! Hari ini adalah hari ulang tahun saya!” Papa saya berkata, “Sebenarnya hari ini ingin pukul kamu, kalau begitu besok saja pukulnya.” Demikianlah saya tumbuh, tapi akhirnya papa saya bersarana kepada saya. 

Hidup ini adalah penderitaan, setelah saya mengalami derita pemukulan ini, saya pun berikrar, saya tidak akan memukul anak saya. Oleh karena itulah, Foqing, Foqi sunguh beruntung, saya tidak pernah memukul mereka. Hidup ini adalah derita, kehidupan saya penuh derita, mengalami banyak penderitaan. Setelah saya lulus SMA, saat hendak menempuh perguruan tinggi, ayah saya memberitahu, “Kamu tidak perlu ikut ujian masuk perguruan tinggi!” Saya bertanya, “Kenapa?”, “Bekerja saja untuk cari uang. Lulus SMA langsung bekerja saja!” ,  “Bagaimana jika saya lulus ujian masuk?” ,  “Kamu tidak boleh ikut ujian, sekalipun lulus tetap tidak ada biaya untuk menempuh perguruan tinggi.” Tidak ada uang untuk melanjutkan sekolah, bagaimana bisa saya ikut ujian? Akhirnya saya tidak ikut ujian perguruan tinggi, saya adalah seorang anak yang menolak ujian masuk. Akhirnya papa memberitahu saya, “Kamu punya 2 pilihan, pertama, kamu boleh belajar di National Taiwan Normal University, karena tidak dipunggut biaya; Kamu boleh belajar di sekolah militer, karena juga tidak dipungut biaya.” Saya pun ikut ujian masuk National Taiwan Normal University, berapa orang yang ikut ujian? Ada 2000 orang, tapi yang diterima hanya 40 sekian orang. Saya tidak lulus, saya pun ikut ujian masuk akademi militer, akhirnya lulus. Tapi beliau tidak menyerahkan sertifikat dan pemberitahuan penerimaan siswa kepada saya. Ibu saya yang secara diam-diam meberitahu saya, “Kamu lulus ujian masuk akademi militer, kamu bisa bersekolah di akademi militer.” Ayah saya mengatakan, “Tidak boleh belajar di akademi militer, di sana tidak ada masa depan. Penghasilan seorang tentara juga tidak banyak, mulai dari menjadi tentara sampai keluar, jumlah uang yang diterima bahkan bisa dihutung dengan swipoa. Kamu tidak usah belajar di akademi militer, kamu harus bekerja!” Saat itu saya pun berpura-pura nakal, setiap hari merokok, saya ingin jadi preman. Sangat galak, di depan rumah berteriak: “Aku ingin jadi preman!” Saat itu sudah lulus SMA, sudah sedikit lebih tinggi dari papa saya, papa saya juga tidak tinggi, saya sendiri juga tidak tinggi (Hadirin tertawa), keduanya rata-rata saja. Jika dia memukul saya, tentu saja saya masih bisa menahan diri, tapi mendadak ia ketakutan, jika saya benar-benar berkelahi dengannya, mungkin juga ia akan kalah. Saat itu saya bisa melakukan senam tongkat tunggal dan paralel, berlatih tinju, dan angkat berat. Jadi ayah memberitahu saya, bocah ini ingin jadi preman, dalam bahasa Taiwan dijuluki sebagai preman kecil, dalam bahasa Kanton dijuluki anak geng.  “Baiklah, kamu boleh belajar di akademi militer!” Wah! Bahagia sekali, saya benar-benar belajar di akademi militer. Menjadi tentara selama 14 tahun, 4 tahun adalah pendidikan, setelah lulus, melayani selama 10 tahun. Memperoleh gelar sarjana teknik. Melayani selama 10 tahun, saya adalah pejabat geodesi, dan mundur saat menjabat sebagai letnan. Demikianlah, menjadi tentara juga sangat menderita, saya telah mengalami banyak penderitaan. Oleh karena itu, “Asubha drsta”, pada permulaannya kita adalah kotor, tidak bersih. Sungguh, setelah saya mengenal Mahadewi Yaochi, barulah saya tahu harus berbhavana, mesti belajar Dao, dan kemudian baru tahu mesti belajar Buddha. Sebab saya telah melihat Padmakumara, Maha-padminiloka, nidana inilah yang membuat saya mulai belajar Dao dan Buddha. 

undefined

“Anubhava drsta” (munculnya pengalaman akan anubhava), semenjak divyacaksu terbuka, saya sendiri mulai membina diri dengan sangat baik dan bersungguh-sungguh, tekun berbhavana, sampai akhirnya muncul anubhava. Dimulai dari anubhava prana, begitu menjulurkan telapak tangan, prana mengalir sampai jari (Mahaguru memperagakan); Sampai ke telinga, bisa mendengar, mendengarkan suara surgawi yang sangat merdu; Prana mencapai dantian (avadhuti bawah), akan terasa hangat.

Mencapai jari, bisa melakukan ramalan dewata; Prana mencapai mata, Anda bisa melihat. Saya mulai mengalami anubhava, saat Buddha dan Bodhisattva memasuki tubuh, atau keluar dari tubuh saya, selalu ada anubhava. ini adalah anubhava drsta. Apa yang menjadi tumpuannya? Bertumpu pada prana, nadi, dan bindu, kemudian akan memasuki “Vimala drsta” (munculnya pengalaman akan kesucian), pada akhirnya Anda akan menjadi suci. Apa itu suci? Ketika bhavana diri Anda telah mencapai kesucian, semua karma Anda telah lenyap, Anda pun mencapai kesucian, Anda bisa menjadi Buddha.

Seorang ibu berkata kepada dokter, “Dokter! Lihat, suami memukuli saya sampai begini, saya tidak ingin hidup lagi.” Dokter memberitahunya, “Jangan khawatir, ini hanya luka ringan, setelah ditangani semua akan baik-baik saja. Setelah memukul, apakah suami Anda tidak datang untuk menengok Anda?” Ibu itu menjawab, “Dia sudah datang, tadi dia masuk diusung tandu.” Ternyata mereka berkelahi dan pemenangnya adalah istri, sampai suaminya masuk diusung tandu. Dokter mengatakan bahwa ibu itu hanya menderita luka ringan. Lihatlah, bukankah menderita? Bukankah perkawinan itu menderita? Perkawinan mana yang tidak menderita? Kedua belah pihak mesti bersabar, saya beritahu Anda, jika Anda ingin hidup bersama sampai tua, maka kalian butuh kesabaran. Dalam hubungan dua orang, selalu ada masalah. Mana mungkin tidak ada masalah, jika tidak ada masalah berarti kalian adalah Dewa Rsi, hanya Dewa Rsi yang bisa selalu harmonis! 

Semua mesti menahan amarah, ketika dia sedang mengomel, segeralah melarikan diri. Begitu saya mendengar Gurudara mulai bicara, saya pun sangat tenang dan bersabar, jika dia terus bicara, saya pun berdiri, saat dia bicara, saya segera menyingkir. Ini adalah cara saya, saya beritahu Anda, Gurudara adalah orang yang sangat toleran, ia adalah orang yang sangat lembut, sangat menjaga saya, merupakan Gurudara yang luar biasa. Jika saya tidak berkata seperti ini, juga tidak bisa. (Hadirin tertawa) Penderitaan! Anda tidak tahu, perkawinan juga menderita. Gurudara tidak pernah takut kepada saya, terus terang, beliau tidak takut saya, semakin saya keras, maka beliau akan semakin keras, bagaimana dengan saya? Saya hanya bisa mengalah, saya tahu demikianlah sifatnya, jadi saya adalah seekor domba kecil yang sangat lembut (Hadirin tertawa). Akan tetapi, sesungguhnya, Gurudara sangat terampil, beliau bisa mengerjakan apa pun, sangat sempurna.

Perbedaan antara pria dengan wanita, jika istri mematikan ponsel, saat menghidupkan ponsel dan mendapati ada 20 sekian telepon dari suami yang tidak diangkat olehnya, mendadak ia akan merasa sangat bahagia. Tapi jika suami mematikan ponsel, jika saat menghidupkan ponsel ia mendapati ada 20 sekian telepon dari istri yang tidak ia angkat, mendadak ia merasa tamat riwayatnya. Bukankah demikian? Xiaoming mengatakan: “Papa, jika saya menjadi peringkat pertama di kelas, apa yang akan papa lakukan?” Papa menjawab: “Papa pasti akan gembira setengah mati.” Xiaoming menjawab: “Papa tenang saja, saya tidak akan membiarkan papa mati secepat itu.” Dalam sebuah rumah tangga, antara orang dewasa, anak, istri, selalu ada banyak penderitaan, apakah kehidupan ini tidak menderita? Kehidupan ini penuh derita. Sebelum kita mulai bhavana, kita masih kotor, sebab akumulasi karma buruk itu kotor, akhirnya Anda menyadari harus berbhavana, dan karena sebab ini lah, akhirnya Anda bisa mencapai kesucian.

Om Mani Padme Hum.

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。