<div class="news-text">
  <div class="news-text">
    <div class="ROUTEPATH" align="center">2015-09-27 Tujuh Dewa Berkah Menganugerahkan Rezeki, Status, Panjang Usia dan Kemampuan Seni</div>
    <div class="news-text">&nbsp;</div>
  </div>
  <div class="news-text">&nbsp;</div>
</div>

 

<div class="news-text">
  <div class="news-text">
    <div class="news-text">
      <p>Ceramah Sadhana Dzogchen ke 174 oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Upacara Agung Api Homa Tujuh Dewa Berkah, Minggu 27 September 2015 di True Buddha Rainbow Temple</p>
      <p>Sembah puja pada Para Guru Silsilah, sembah puja pada Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Zheng-kong, sembah puja pada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Triratna mandala, sembah puja pada adinata api homa hari ini : Tujuh Dewa Berkah.</p>
      <p>Gurudara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat Sedharma, dan umat Sedharma yang menyaksikan melalui internet, serta para tamu agung yang hadir hari ini : Sdri. Judy, istri dari Sekretaris Jenderal Coordinating Committee for North American Affairs, Executive Yuan Dubes Daniel T.C. Liao. Akuntan True Buddha Foundation : Sdri. Teresa dan suami, Penasihat Hukum True Buddha Foundation : Pengacara Zhou Huifang, Produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng di CTI Sdri. Xu Ya-qi, dr. Zhuang Junyao, dr. Zhou Heng, Tim Tari Pujana Yangguang Taiwan : Sdri. Su Guoying, Tim Paduan Suara Tianyinyayue : Sdr. Guo, Sdri. Zhang, Sdri.Lin, dan Sdri.Gao, &nbsp;Istri dari Bpk. Xue Sheng-hua Pimpinan Overseas Credit Guarantee Fund : Sdri. Xue Wang-shu-mei, Aktris dan presenter televisi Singapura : Sdri. Yiling, Dosen Fakultas Sastra Tionghoa Universitas Sao Paulo Brasil : Dr. Chen Zongjie dan istri dr. Chen Ruilian, Istri Wakil Presiden Chinese Association Brasil : sdri. Zhou Wenyi, dr. Gao Huanxian. Selamat siang semuanya ! Apa kabar semuanya ! ( Bahasa Mandarin ) Apa kabar ! Apa kabar semuanya ! ( Bahasa Kanton ) Selamat siang semuanya ! Apa kabar semuanya ! ( Bahasa Taiwan ) Selamat merayakan Festival Musim Gugur !</p>
      <p>◎ Minggu depan tanggal 4 Oktober pukul 3 sore, adinata api homa adalah Vajrakilaya. Di antara semua Vajra Dharmapala, yang paling umum dijumpai adalah Vajrakilaya, bahkan juga sangat ampuh dan mudah beryukta. Di antara semua Sadhana Vajra, Vajrakilaya merupakan Vajra yang paling mudah beryukta. Adinata ini adalah Vajra yang sangat terkenal dalam hal abhicaruka ( penaklukkan ). Saya ingat, wujud-Nya menunjukkan kemampuan-Nya dalam terbang, yaitu bersayap, di sisi kiri dan kanan bersayap, sayapnya bagaikan pisau yang sangat tajam, mampu menebas semua klesa, juga mampu menyingkirkan semua rintangan mara. Pada umumnya di puncak pasak vajra terdapat Vajrakilaya, kata Phurba berarti vajrakila. Pada umumnya, di bagian ikat pinggang sadhaka Tibet diikat sebuah vajrakila, yang bermakna, tidak peduli kemana pun melangkah, Ia adalah Dharmapala yang senantiasa menyertai, vajra itu disebut sebagai vajrakila atau Dorje Phurba. Istadevata ( yidam ) ini digunakan secara luas.</p>
      <p>Saya telah membabarkan Tujuh Dewa Berkah, transmisi perdana dilakukan di Xinzhu, juga tata cara sadhananya, tiap adinata mempunyai asal-usul masing-masing. Di antara Tujuh Dewa Berkah, hanya satu yang tergolong asli Jepang, yaitu Ebisu, Ia adalah Dewa Berkah asli Jepang, sedangkan yang lain berasal dari Tiongkok. Sebenarnya Buddhisme Jepang dan Tantrayana Jepang berasal dari Tiongkok. Dahulu, Kobo Daishi berkunjung ke Vihara Qinglong di Xian untuk berjumpa dengan Sthavira Huiguo, Sthavira Huiguo mentransmisikan Tantra Tiongkok kepada-Nya, kita menyebutnya Tantra Tiongkok. Tantra Tai adalah Tantra dari Gunung Tiantai. Sedangkan Tantra Timur adalah Tantra Tiongkok yang diajarkan sampai ke Jepang, Kobo Daishi membawa serta semua teks dan sutra kembali ke Jepang, disebut sebagai Tantra Timur. Dimulai dari Kobo Daishi, maka lahirlah Tantra Timur di Jepang. Dari manakah Tantra Tiongkok ? Dari India, &nbsp;Subkarasimha, Vajrabodhi dan Amoghavajra, tiga Acarya ini tiba di Dinasti Tang pada masa Kaiyuan pemerintahan Kaisar Tang Xuanzong, mereka membabarkan ajaran Tantra, oleh karena itu disebut sebagai Tiga Mahaguru Perintis. Tantra Tiongkok adalah Tantra yang disiarkan dari India ke Tiongkok. Kemudian di masa Sthavira Huiguo, Beliau mentransmisikannya kepada Bhiksu Pelajar dari Jepang, yaitu Kukai ( Kobo Daishi ). Setelah Kukai memperoleh silsilah Sthavira Huiguo, Ia membawanya kembali ke Jepang menjadi Tantra Timur. Oleh karena itu, Tantrayana ada Tantra Tiongkok, Tantra Tiantai dan Tantra Timur. Sedangkan Tujuh Dewa Berkah ini dapat dikatakan merupakan perpaduan antara Dao dari Tiongkok, Tantrayana dan Jepang. Ebisu adalah dewa lokal Jepang, sedangkan dewata yang lain, yaitu : Maitreya Bodhisattva juga merupakan Dewa Berkah, Laozi juga merupakan Dewa Berkah, Suciwan Kutub Selatan juga merupakan Dewa Berkah, Lijing Vaisravana Deva juga merupakan Dewa Berkah, Sarasvati Devi juga Dewa Berkah, dan juga Mahakala dari Tantrayana yang juga merupakan Dewa Berkah. Daosime, Buddhisme dan Tantrisme berpadu menjadi Tujuh Dewa Berkah Jepang, ini sangat unik. Dalam Tantra Tibet, Mahakala adalah Dharmapala krodha, namun di Jepang, Mahakala menjadi &lsquo;cute&rsquo; atau imut, ini adalah Mahakala, lihatlah Mahakala Jepang dan Mahakala Tibet jauh berbeda. Dia membawa sebuah &lsquo;hammer&rsquo; atau palu dan sebuah kantong kain, begitu &lsquo;hammer&rsquo; Nya diketok, uang langsung masuk ke dalam kantong kain, ini adalah Mahakala Jepang. Sedangkan Mahakala dari Tantra Tibet seperti ini, bukankah menyeramkan ? Ini adalah Mahakala Biru, seperti inilah wujud Mahakala, sangat menyeramkan, tidak disangka, setelah tiba di Jepang menjadi seperti ini. Oleh karena itu dunia ini sungguh mengherankan. Setelah tiba di sebuah negara langsung berubah wujud, menjadi Mahakala yang sangat lembut dan sangat imut, Dewa Berkah yang sangat &lsquo;cute&rsquo;, juga membawa sebuah &lsquo;hammer&rsquo;, makin diketok makin berduit, makin diketok kantongnya makin membesar, semakin penuh, inilah Mahakala.</p>
      <p>◎ Mengapa Mahakala dijadikan sebagai adinata dari Tujuh Dewa Berkah ? Sebab yang kita tekuni adalah Tantrayana, Mahakala berasal dari Tantrayana, kita menjadikan Tantrayana sebagai adinata, oleh karena itu Mahakala yang dijadikan sebagai adinata, dengan menjapa Nama-Nya, keenam dewata yang lain akan hadir. Mudranya adalah membentuk Mudra Mahakala, mantranya adalah : &ldquo;Om. Mahagalaya. Suoha.&rdquo; Di dalam Tujuh Dewa Berkah ada Maitreya Bodhisattva dalam wujud Bhiksu Budai, Maitreya Bodhisattva ada dalam Sutrayana maupun Tantrayana, semua sangat menghormati-Nya, Ia merupakan Buddha Tiga Masa, Buddha Masa Lampau adalah Dipankara Buddha, Buddha Masa Kini adalah Shakyamuni Buddha, sedangkan Buddha Yang Akan Datang adalah Maitreya Buddha. Ebisu adalah Dewa Rezeki Jepang, sedangkan Kakek Panjang Usia ( Shou Laoren ) adalah Laozi. Fulvshou ( Berkah, status dan usia panjang ) adalah Suciwan Kutub Selatan ( Nanji Xianweng ), selain itu ada Vaisravana Devaraja dan Sarasvati Devi, Ia adalah Dewi Seni, Sarasvati tergolong sebagai Devata, Beliau menganugerahkan berkah. Rezeki, usia panjang dan seni, semua telah tercakup dalam Tujuh Dewa Berkah, yaitu Ebisu, Vaisravana Deva, Sarasvati Devi, Fulvshou, Shou Laoren, Mahakala dan Bhiksu Budai.&nbsp;</p>
      <p>Dalam transmisi Dharma di &lsquo;Fuyou Leizangsi&rsquo; di Xinzhu, saya telah membabarkan cara memvisualisasikan Tujuh Dewa Berkah di dalam tubuh Anda, ini adalah &lsquo;Yuangong&rsquo; Atas ( Cakra Ajna ), ini adalah &lsquo;Yuangong&rsquo; Tengah ( Cakra Anahata ), Cakra Manipura adalah Yuangong Bawah, ketiganya disebut juga sebagai &lsquo;Dantian&rsquo; Atas, &lsquo;Dantian&rsquo; Tengah dan &lsquo;Dantian&rsquo; Bawah, semua disebut sebagai Tiga Tian dan Tiga Gong.&nbsp;</p>
      <p>Visualisasikan Ebisu ada di atas puncak kepala, visualisasikan Sarasvati Devi dan Vaisravana Deva ada di &lsquo;Yuangong&rsquo; Atas, visualisasikan Shou Laoren dan Fulvshou ada di &lsquo;Yuangong&rsquo; Tengah, visualisasikan Mahakala dan Bhiksu Budai ada di Cakra Manipura atau &lsquo;Dantian&rsquo; Bawah, atau &lsquo;Yuangong&rsquo; Bawah, dengan demikian Tujuh Dewa Berkah bersemayam pada tubuh Anda. Di dalam situs Zhenfo sudah ada sebuah gambar letak Tujuh Dewa Berkah dalam tubuh, harus disusun demikian, harus divisualisasikan demikian. Menekuni Sadhana Tujuh Dewa Berkah dapat memperoleh berkah, mencakupi rezeki, status, usia panjang dan kemampuan seni. Kemampuan seni supaya Anda menguasai permainan piano, bisa menari, bisa menyanyi, menguasai berbagai seni, semua berkah akan dianugerahkan kepada Anda. Menekuni Sadhana ini, berkah Anda akan terus bertambah. Status berarti menjadi pejabat, atau memperoleh kedudukan yang sangat baik, menjadi pejabat tinggi. Usia panjang berarti &lsquo;long life&rsquo;, sedangkan rezeki berarti pebisnis dapat memperoleh banyak pemasukan. Seni, tadi telah dibahas, yaitu Anda akan memperoleh banyak kemampuan seni. Dengan demikian kehidupan ini menjadi sangat sempurna. Apabila di dunia fana ini Anda mempunyai rezeki, status, usia panjang dan kemampuan seni, semuanya sangat sempurna, maka hidup akan sangat bahagia, bergembira, indah dan sempurna, memperoleh kebahagiaan besar, bukan kecil, berkah yang sangat besar, inilah yang dapat diperoleh di dunia apabila Anda menekuni sadhana ini.</p>
      <p>Selain itu, saya juga telah membabarkan tujuh jenis harta non-duniawi dalam Buddhisme, disebut Harta Dharma, Anda harus ingat, yang pertama adalah harta keyakinan, Anda mempunyai keyakinan benar terhadap Buddhadharma, inilah harta keyakinan. Setelah Anda meyakini ajaran Buddha, Anda menaati sila, maka Anda memperoleh harta berupa sila, menaati sila dapat memperoleh harta sila. Anda menyadari bahwa di masa lampau telah melakukan kesalahan, karma gelap, Anda tahu harus bertobat, ini disebut harta pertobatan. Kemudian apa ? Anda tahu harus bertobat dan tidak mengulangi kesalahan, ini disebut harta rasa malu. Anda dapat mendengarkan Buddhadharma, ini adalah harta pengetahuan Dharma. Anda memiliki jasa kebajikan dari berdana, ini disebut harta dana. Selain itu masih ada lagi sebuah harta, yaitu Prajna, disebut Harta Prajna. Tujuh harta Dharma ini dalam Buddhisme disebut sebagai Saptaryadhana, ini tergolong harta non-duniawi, berbeda dengan harta duniawi. Harta duniawi berbeda dengan harta surgawi.</p>
      <p>&nbsp;</p>
    </div>
  </div>
  <div class="news-text">&nbsp;</div>
</div>

<div class="news-text">
  <div class="news-text">
    <div class="news-text">
      <p>◎ Hari ini kita ulas Sadhana Dzogchen, &ldquo;Ada sebuah paragraf mengenai saat Shakyamuni Buddha mencapai Samyaksambodhi : Saat itu Pangeran Siddhartha duduk bermeditasi di bawah Pohon Bodhi, sepenuh hati berusaha mencapai vimoksa, sepenuh hati membebaskan diri dari kamasrava ( kebocoran / arus nafsu keinginan ), sepenuh hati membebaskan diri asrava ( kebocoran / arus klesa ), terlebih lagi sepenuh hati membebaskan diri dari avidyasrava ( arus kegelapan batin ). Kesungguhan hati ini membawa pada vimoksa sejati, secara bertahap tubuh melebur dalam Dharmadatu, mencapai Prajnavimoksa. ( Pembebasan melalui Prajna )&rdquo;</p>
      <p>Sebenarnya Prajnavimoksa disebut Anasravavimoksa. Terlebih dahulu kita ulas Kamasravavimoksa ( Pembebasan dari nafsu keinginan ). Ceritakan sebuah lelucon, seorang wanita mengatakan kepada pria : &ldquo;Semua barang yang pernah kamu hadiahkan kepada orang lain, aku tidak mau menerimanya.&rdquo; Si Pria menjawab : &ldquo;Dulu saya pernah menghadiahkan sebuah vila dan sebuah Maserati kepada mantan pacar saya.&rdquo; Mendengarnya, Si Wanita memejamkan mata, kemudian bersandar pada Si Pria, &ldquo;Sayangku, ucapanku tadi tidak berlaku, apa pun yang engkau hadiahkan kepadaku, aku menyukainya !&rdquo; Ini disebut nafsu keinginan manusia, Anda harus menyingkirkan nafsu keinginan atas harta.</p>
      <p>◎ Tadi kita telah membahas, Tujuh Dewa Berkah menganugerahkan rezeki kepada kita, namun Shakyamuni Buddha di bawah Pohon Bodhi bertujuan untuk menyingkirkan berbagai nafsu keinginan duniawi, bukankah ini kebalikan ? Benar &nbsp;kebalikan, dalam Vimalakritinirdesa Sutra dikatakan : &ldquo;Terlebih dahulu dipancing dengan nafsu keinginan, kemudian dituntun memasuki Buddhajnana.&rdquo;</p>
      <p>Kalian diminta untuk datang kemari, kemudian tidak diperbolehkan untuk menyukai uang dan harta, tidak boleh menyukai vila, rumah mewah, Maserati, Bentley, Rolls-royce, dan Lamborghini, akhirnya hanya saya sendirian mengulas sutra di sini, semua orang telah pergi. Hari ini kita menggunakan nafsu keinginan tersebut supaya Anda datang kemari, supaya Anda memperoleh pemenuhan kebutuhan, sehingga Anda dapat duduk tenang di sini, kemudian membabarkan Buddhadharma kepada kalian, juga mengajarkan kepada kalian supaya setelah terpenuhi segala kebutuhannya, Anda mau berdana, menjadikannya sebagai harta Dharma, secara bertahap mengikis nafsu keinginan, sampai akhirnya sirna, terbebas dari nafsu keinginan, demikianlah, dalam Buddhisme diajarkan dari samvrtisatya ( kebenaran duniawi ) berjalan menuju ke Aryasatya ( kebenaran mulia ). Shakyamuni Buddha duduk di bawah Pohon Bodhi untuk menyingkirkan nafsu keinginan, terbebas dari nafsu keinginan.</p>
      <p>Seorang gadis yang mengendarai sebuah mobil sport ditilang oleh polisi, polisinya bertanya : &ldquo;Kenapa ngebut ?&rdquo; Gadis itu menjawab : &ldquo;Bosan saja !&rdquo; Polisi : &ldquo;Oh..&rdquo; Gadis itu bertanya : &ldquo;Sekarang Anda sedang membuat surat tilang untuk saya ?&rdquo; Polisi : &ldquo;Bukan, sekarang saya sedang menulis nomor teleponku untuk Anda.&rdquo; . Ini adalah nafsu keinginan, supaya terbebas dari nafsu keinginan ini, Anda harus sangat adil. Seorang ibu-ibu mengendarai mobil dengan sangat cepat, polisi menghentikannya, ibu itu turun dari mobil, melihat pengemudinya adalah ibu tua, polisi itu langsung membuat surat tilang : &ldquo;Kena denda !&rdquo; Ibu itu berkata : &ldquo;Perut saya sangat sakit, saya harus segera pulang untuk menyelesaikannya !&rdquo; Polisi : &ldquo;Saya tidak peduli.&rdquo; Ibu itu menanyakan mengapa tidak peduli, polisi itu menjawab : &ldquo;Sebab semua orang yang tertangkap selalu beralasan sama, buru-buru pulang untuk menyelesaikan persoalan sakit perut.&rdquo; Semua mencari-cari alasan, harus segera pulang karena perutnya sangat sakit. Namun apabila yang tertangkap adalah seorang wanita yang menawan, polisi itu akan sangat bersimpati, lihat, inilah perbedaan.</p>
      <p>Dulu saya pernah menceritakan sebuah lelucon, ada seorang nenek yang membawa cucunya untuk periksa ke dokter ahli pengobatan tradisional Tiongkok, &nbsp;begitu melihat cucu yang sangat cantik, dokter itu langsung mengatakan, &ldquo;Harus lepas pakaian untuk diperiksa.&rdquo; Nenek itu mengatakan : &ldquo;Hah ? Cucuku baik-baik saja, yang sakit saya !&rdquo; Dokter itu mengatakan : &ldquo;Cukup menjulurkan lidah.&rdquo; Amituofo ! Ini adalah nafsu keinginan. Sangatlah sukar untuk menyingkirkan nafsu keinginan semacam itu. Kepada para politikus, mana mungkin Anda bisa meminta mereka untuk tidak mengikuti pemilihan dewan kota, pemilihan wakil rakyat, anggota dewan negara bagian, maupun anggota dewan federal ? Seumur hidup mereka memang digunakan untuk memperebutkan kedudukan tersebut. Demikian pula dengan pemilihan presiden seperti saat ini, apabila dia sangat rupawan, pasti dia sudah sangat sibuk karena dikejar-kejar oleh orang, justru karena dia tidak punya kesibukan, maka memutuskan untuk ikut pemilihan presiden ! Lihatlah, dua orang yang mengikuti pemilihan presiden, ada satu yang pernah mengikuti pemilihan dan gagal, sekarang masih ingin mencalonkan diri, reputasinya lumayan besar. Yang satu sudah menjadi wakil ketua dewan, keduanya adalah wanita, apabila wanita itu cantik, mereka sudah sangat kekurangan waktu untuk mengurusi asmara, jadi mana mungkin ada waktu untuk mencalonkan diri sebagai presiden ? Mereka yang mencalonkan diri pasti tidak punya asmara, lihat, memang terbukti, kedua calon tersebut tidak menikah ! Sebenarnya bagi seorang wanita, kerupawanan memiliki sisi baik dan buruknya, akan sangat banyak persoalan asmara, banyak yang mengejarnya, mana mungkin ada waktu untuk mengikuti pemilihan presiden ? Politikus juga sama, merupakan nafsu keinginan untuk mengejar nama dan kedudukan, seumur hidupnya dihabiskan untuk bergelut di dunia politik, sangat sukar untuk membebaskan diri.</p>
    </div>
  </div>
</div>

<p>◎ Yesus pernah mengatakan : &ldquo;Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Saat itu Yesus melihat, orang kaya lebih sukar untuk masuk surga, sangatlah sukar bagi orang kaya untuk bersedia menekuni, meyakini ajaran agama, kemudian masuk surga, sukarnya bagaikan seekor unta melewati lobang jarum, para politikus juga demikian, untuk masuk surga, sangat sukar bagaikan seekor unta melewati lobang jarum.</p>
<p>Mana mungkin mereka punya waktu untuk duduk dan mendengar Dharma ? Dalam satu malam bisa menghadiri beberapa jamuan, politikus harus menghadiri 10 bahkan 20 jamuan, sebentar jamuan pernikahan, sebentar jamuan minum, sebentar ke mana, menghadiri berbagai acara pernikahan, ulang tahun, ia harus menghadiri banyak acara, tiada habisnya. Dia mengatakan dirinya adalah umat Buddha, tapi hanya hadir sebentar, &ldquo;Saya datang.&rdquo;, kemudian mengatakan : &ldquo;Saya pergi dulu.&rdquo; Mereka tidak makan, biasanya sudah makan terlebih dahulu di rumahnya. Oleh karena itu sangatlah sukar bagi mereka untuk benar-benar mendalami agamanya, apalagi untuk memiliki keyakinan benar dan berbhavana, bagi seorang politikus, masuk surga sangat sukar bagaikan unta berusaha melewati lobang jarum, penyebabnya adalah nafsu duniawi.</p>
<p>Di sini masih ada sebuah lelucon, &ldquo;Jangan menganggap remeh masker wajah.&rdquo;, sebab masker wajah bisa membuat wanita menjadi tenang selama setengah jam, ini juga nafsu keinginan. Sebab wanita pasti ingin dirinya menjadi lebih cantik. Sebagian besar bhiksuni kita tidak merias diri, sebab rambutnya sudah dipangkas habis, bagi yang masih berambut, mereka akan memakai sedikit riasan, lain lagi bagi bhiksuni yang sudah terlanjur menato alisnya, yang terlanjur membuat lipatan mata dan yang terlanjur sulam bibir. Kita punya banyak Acarya dan Dharmacarya yang masih berambut, mereka juga bisa merias diri, memang wanita pada dasarnya demikian. Ada satu hal yang sangat mengherankan bagi saya, yaitu saat seorang wanita yang sangat cantik sedang lewat, Anda melihatnya sejenak, dia langsung memelototi Anda, &ldquo;Apa lihat-lihat ?&rdquo; Padahal sesungguhnya dia merasa senang, dia merasa sangat gembira. Saat Anda tidak menatapnya, &ldquo;Kamu anggap aku udara ?&rdquo; sungguh serba salah, ingin dilihat orang, tapi juga ingin memaki orang ? Hati wanita sungguh bagaikan jarum di dasar samudra, sangat sukar dipahami.&nbsp;</p>
<p>Dulu saya pernah menceritakan sebuah lelucon mengenai lampu ajaib, ada orang yang tidak sengaja menendang sebuah lampu ajaib, tiba-tiba jin di dalamnya keluar dan berkata : &ldquo;Anda boleh mengajukan satu permohonan !&rdquo; Orang itu mengatakan : &ldquo;Setiap hari keluar rumah, hendak berjalan menuju ke taman, ada sebuah sungai, sehingga saya harus memutar jauh baru bisa sampai di taman, mohon Anda ciptakan sebuah jembatan yang menghubungkan depan rumah dengan taman tersebut, dengan demikian saya cukup berjalan menyeberangi jembatan maka langsung mencapai taman.&rdquo; Jin menjawab : &ldquo;Aduh ! Bikin jembatan membutuhkan logam, tanah liat dan banyak pekerja, sangat merepotkan, sudahlah ! Silakan mengajukan permohonan kedua !&rdquo; , &ldquo;Kalau begitu, lebih baik saya mengajukan permohonan yang lebih mudah.&rdquo;, Jin itu menanyakan apa permohonan itu, dia menjawab : &ldquo;Buat saya memahami hati wanita !&rdquo; Jin itu langsung menjawab : &ldquo;Lebih baik aku membantumu membuat sebuah jembatan !&rdquo; Sebab permohonan yang kedua adalah hal yang mustahil. Hari Minggu ini lumayan panas, matahari sangat terik, sedangkan di malam hari sangat dingin, bisa membeku, dalam sehari, langit mendung dan turun hujan, petir menyambar dan muncul angin topan, dan akhirnya turun salju, dalam sehari cuaca berubah tujuh kali, seperti hati wanita. Oh Tuhan ! Berapa banyak yang bisa Anda pahami ? Namun semua ini hanyalah nafsu keinginan.</p>
<p>&nbsp;</p>


<p>◎ Di dunia saha ini, harta berarti nafsu keinginan akan uang, rupa berarti nafsu keinginan akan kecantikan dan keindahan, nama berarti nafsu keinginan akan kedudukan, makan berarti nafsu keinginan akan kelezatan, tidur berarti nafsu keinginan untuk tidur sangat pulas, inilah lima nafsu utama dalam hidup manusia, lupakan semua nafsu keinginan. Shakyamuni Buddha telah berhasil terbebas dari lima jenis nafsu keinginan duniawi, dengan demikian barulah dapat mencapai kamasravavimoksa, terbebas dari keduniawian, memperoleh vimoksa.</p>
<p>Ada sebuah lelucon yang juga mengenai nafsu keinginan, seorang pria sedang perang dingin dengan istrinya, sudah beberapa hari istri tidak memedulikannya. Hari itu sesampainya di rumah dia melihat di atas meja ada enam apel, masing-masing apel terdapat satu gigitan, dia langsung paham, pasti istrinya sedang memberi isyarat bahwa dia menginginkan iPhone 6s. Dia berpikir : &ldquo;Kali ini pasti salah saya, lebih baik memberinya kompensasi !&rdquo; Akhirnya dia merogoh semua simpananya dan membeli sebuah iPhone 6s. Istrinya langsung terpaku, namun tetap menerimanya dengan penuh sukacita. Saat itu putrinya keluar dari kamar dan mengatakan : &ldquo;Papa, apel yang kemarin kamu beli sama sekali tidak manis, saya sudah gigit satu tapi tidak manis, kemudian saya ambil apel yang lain dan mencobanya satu gigitan, juga tidak manis, saya sudah coba enam butir apel.&rdquo; Si Ayah mengatakan : &ldquo;Nak, tidak usah diteruskan, papa mau menenangkan diri dulu.&rdquo; Ini adalah kepuasan material, kita sadhaka harus terbebaskan dari hal ini, terlebih dahulu mengatasi nafsu duniawi, menjadi sebuah sila, menjadi harta Dharma.&nbsp;</p>
<p>Mengapa sadhaka menggunduli rambutnya ? Karena Anda berusaha menyingkirkan semua nafsu keinginan, setelah nafsu keinginan tersingkirkan, tiada lagi kerisauan batin. Saat nafsu keinginan belum tersingkirkan, maka Anda masih memiliki kerisauan batin, menggunduli kepala juga tidak ada gunanya, lebih baik Anda pakai rambut palsu, sebab menggunduli kepala bermakna memangkas habis nafsu keinginan, namun apabila Anda masih memelihara nafsu keinginan, buat apa menggunduli kepala ? Anda menyatakan punya naiskramyacitta ( tekad terbebas dari keduniawian ), tidak ingin mengenakan pakaian yang indah, tidak punya nafsu keinginan terhadap harta, rupa, kedudukan, nama, makanan, para bhiksu Sutrayana ada yang vegetarian, tidak memiliki nafsu keinginan terhadap tidur, dan yang lebih keras lagi adalah, tidak tidur dengan berbaring, tidur dalam posisi duduk, sangat sukar. Demikianlah Shakyamuni Buddha, bertekad terbebas dari nafsu keinginan, terbebas dari keduniawian. Dalam Buddhisme, untuk memasuki Aryasatya, harus terlebih dahulu terbebaskan sepenuhnya dari keduniawian. Saat Anda tidak mampu membebaskan diri dari keduniawian, maka kerisauan batin Anda akan semakin banyak. Meski telah mengenakan kasaya, menggunduli rambut, namun Anda masih berhasrat pada harta, rupa, kedudukan, makanan dan tidur, tidak ada lagi yang patut dibicarakan, lebih baik Anda kembali menjadi umat awam !</p>

<p>Seorang pemuda merasa pekerjaanya sangat sukar, dia pergi menghadap pada direktur. Usai mendengar pemuda itu meluapkan keluhan, direktur hanya tersenyum, ia mengambil sebutir telur dan meletakkannya di atas meja, telur itu menggelinding dan jatuh ke lantai, krak ! Telur itu pecah. Kemudian direktur mengambil telur yang kedua, menggelindingkannya, kemudian jatuh ke lantai, dan pecah. Saat direktur mengambil telur yang ketiga, pemuda itu langsung tersadarkan dan berkata : &ldquo;Saya paham ! Anda sedang mengajari saya supaya memiliki tekad baja, dengan demikian pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik.&rdquo; Direktur itu menjawab dengan datar : &ldquo;Maksud saya adalah, apabila Anda tidak mau melakukan pekerjaan tersebut, maka silakan &lsquo;gundan&rsquo; !&rdquo; ( Gundan homofon antara &lsquo;Telur menggelinding&rsquo; dengan &lsquo;Silakan pergi dari sini !&rsquo; ) Mengambil telur, menggelindingkannya, gundan ! Kita menekuni Buddhisme juga demikian, apabila asal-asalan saja, menjadi bhiksu/ni juga asal-asalan, setelah menjadi bhiksu/ni masih saja haus harta, rupa dan seks, kedudukan, makanan dan tidur, tidak layak sebagai seorang yang telah meninggalkan keduniawian ! Kelak, saat kalian hendak bertanya kepada saya, bolehkan begini begitu ? Maka saya cukup ambil sebutir telur dan menggelindingkannya, lebih baik Anda kembali menjadi umat awam, Anda tidak pantas dipertahankan, sebab secara lahiriah memang seorang bhiksu/ni, namun isi hati Anda masih duniawi, jadi lebih baik gelindingkan sebutir telur, &lsquo;Gundan&rsquo; ! Namun Mahaguru tidak akan demikian, Mahaguru tidak meninggalkan satu insan pun, Anda sudah menjadi bhiksu/ni, di manakah tekad awal Anda yang dahulu ? Renungkanlah, dahulu pertama kali, &ldquo;Saya memiliki tekad kuat untuk berbhavana, maka saya menggunduli rambut dan mengenakan kasaya.&rdquo; Untuk mencapai Kesucian, terlebih dahulu harus terbebaskan dari nafsu duniawi, kemudian menapaki Aryasatyani, inilah metode pertama yang digunakan oleh Shakyamuni Buddha di bawah Pohon Bodhi, yaitu terbebas dari nafsu keinginan.</p>
<p>◎ Sama dengan Sadhana Dzogchen, Anda harus membebaskan diri dari nafsu keinginan, selama belum terbebaskan, berarti sama saja dengan orang awam, berarti tindakan Anda mengenakan jubah kasaya dan menggunduli rambut adalah menipu semua makhluk. Buddha manunggal dengan prabha semesta, melebur dalam sinar kemurnian mula, sebab setelah Anda terbebas dari nafsu keinginan, tubuh Anda menghasilkan sinar, kemudian sinar Anda melebur dalam sinar kemurnian mula, dengan kata lain sinar anak manunggal dengan sinar induk, dengan demikian barulah Anda dapat mencapai Kebuddhaan.</p>
<p>Selama belum terbebas dari hawa nafsu duniawi, maka tidaklah mungkin melebur dalam sinar kemurnian mula, untuk mencapai Kebuddhaan harus terbebas dari keduniawian, kemudian memasuki sinar Paramarthasatya ( Kebenaran Terunggul ), begitu Anda telah mencapai Kebuddhaan, Anda boleh kembali menjadi umat awam, sebab batin Anda telah berhasil, tidak lagi tergantung oleh faktor lahiriah. Tentu saja selama Anda belum berhasil, Anda memerlukan kendali dari sila lahiriah, saat Anda mencapai keberhasilan dan menghasilkan sinar, tubuh Anda akan bersinar. Ada yang bertanya, &ldquo;Dari manakah asalnya sinar tersebut ?&rdquo; Dari jantung, limpa, lever, paru-paru dan ginjal, lima organ dalam dan enam organ pencernaan, lima organ dalam menjadi sinar panca warna. Ada yang bertanya, mengapa saat menekuni Dzogchen, Manjusrimitra, Srisimha dan Guru Padmasambhava dapat menghasilkan sinar pelangi, mengapa mereka berubah menjadi sinar pelangi, sirna begitu saja di angkasa ? Saya beritahu Anda semua, jantung, limpa, lever, paru-paru dan ginjal adalah lima jenis sinar, termasuk semua bagian tubuh Anda, semua menjadi sinar, saat itu tubuh Anda memancarkan sinar, tubuh jasmani Anda akan sirna, kemudian sinar itu melebur dalam sinar murni, itulah tubuh sinar pelangi. Oleh karena itu adalah penting untuk memancarkan sinar dari tubuh. Mengapa tubuh Anda bisa memancarkan sinar ? Sebab Anda tidak mempunyai nafsu keinginan, tidak mendambakan pemuasan hawa nafsu, tiada nafsu terhadap harta, rupa dan seks, nama, makan dan tidur, dengan demikian sinar batin Anda akan terpancar, kemudian jantung, limpa, lever, paru-paru dan ginjal berubah menjadi sinar-sinar dengan warna tertentu, itulah kemunculan sinar pelangi. &ldquo;Dari manakah asalnya sinar ?&rdquo; Yang berasal dari matahari, dari bulan, dan bintang, merupakan sinar eksternal. &ldquo;Dari manakah asalnya sinar ?&rdquo; Sinar berasal dari batin Anda, dan tubuh Anda yang bertransformasi menjadi sinar. Anda menekuni olah prana, nadi dan bindu, pembangkitan kundalini, kundalini melebur dengan bindu menjadi sinar, terpancar melalui pori-pori Anda, menghasilkan &lsquo;rainbow&rsquo;, Anda menjadi sinar pelangi memasuki sinar yang paling murni, ini disebut Siddhi. Oleh karena itu, keberhasilan yang pertama-tama harus dicapai adalah terbebas dari nafsu keinginan, inilah kamasravavimoksa yang dilakukan oleh Shakyamuni Buddha. Om Mani Padme Hum.</p>
<p>&nbsp;</p>


「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。 億萬虎頭金剛心咒,招財鎮煞降伏瘟疫