2013-06-29 Guru Sesepuh Ketiga Sadhana Dzogchen di Dunia Manusia, Shri Simha Adalah Suku Dangxiang dari Dinasti Xia Barat

Ceramah Keenam Sadhana 9 Tingkat Dzogchen oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Kebaktian Ksitigarbha tanggal 29 Juni 2013 di Ling Shen Ching Tze Temple


Sembah sujud pada Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye, sembah sujud pada Triratna Mandala, sembah sujud pada adinata kebaktian Bodhisattva Ksitigarbha. Sembah sujud pada Guru Thubten Dhargye.

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, serta tamu agung kita hari ini adalah nyonya Dubes Liao Dongzhou Sdri. Judy, akuntan TBF Sdri. Teresa and her husband, produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng di CTI Taiwan Sdri. Xu Yaqi, dr. Zhuang Junyao, dokter ahli tidur dr. Zhang Dewei dan ibunda dr. Zhang Dewei, Sdri. Yuan Chunling. Apa kabar! Apa kabar semua! (Bahasa Kanton) Apa kabar? (Baik!) Temperature is high (suhu sangat tinggi).

undefined

Hari ini kita mengadakan kebaktian Sadhana Yidam Ksitigarbha. Mahaguru sangat berjodoh dengan Ksitigarbha, karena saat saya datang ke dunia manusia, Ia mengutus sesosok raja setan untuk ikut dengan saya, biasanya Ia tidak muncul, Ia muncul saat ada peristiwa penting, Ia sembunyi di dalam jempol tangan kanan saya. Sehingga, di dalam jempol ada sebuah wajah raja setan, Ia akan muncul membantu saya hanya pada saat saya menemui kesulitan yang sangat besar. Ksitigarbha sangat peduli dengan teman lama-Nya, Ia juga menitis di alam manusia, yaitu Thubten Ksiti Rinpoche yang baru diakui, ia tinggal di Taiwan.

Kelak, ia juga boleh membabarkan Dharma aliran Zhenfo Zong, berkesinambungan. Sekarang ia berumur 9 tahun, merupakan titisan dari Ksitigarbha, sangat langka. Thubten Ksiti sendiri memiliki sebuah wajah yang sangat sempurna, sebuah wajah Bodhisattva, sejak lahir sudah sangat yakin dengan Buddhadharma. Saat itu, ibunya melihat Kisitgarbha masuk ke tubuhnya, kemudian ia pun mengandung, melahirkan anak ini. Anak ini sangat yakin pada Buddhadharma, sejak kecil meminta ayah dan ibunya harus bersadhana sungguh-sungguh. Setiap kali pulang, jika sangat sibuk dan mengabaikan sadhana, malah anak yang berkata, "Hari ini tidak bersadhana." Meminta mereka bersadhana. Ia ingat dengan semua mudra, mantra, dan urutan bersadhana. Kelak ia juga harus belajar "Panca-vidya"; dengan kata lain, selain belajar di masyarakat, ia juga belajar Buddhadharma, oleh karena itu, harus belajar Panca-vidya. Apa saja Panca-vidya itu? Yakni Hetu-vidya -- logika, sebab akibat; Sabda-vidya, ia harus belajar mandarin, Bahasa Inggris, bahkan berbagai macam bahasa, semakin banyak semakin baik; Adhyatma-vidya, yaitu Buddhadharma; śilpa-sthāna-vidya, yakni teknologi; dan vyādhi-cikitsā-vidyā, yaitu ilmu pengobatan, mengerti meracik obat, buka resep, inilah Panca-vidya. Umat Buddha harus belajar Panca-vidya. Lihatlah wajahnya, semua sangat baik, sangat sempurna. Bahkan, juga dapat menerawang karma 3 kehidupan, sejak ia sangat belia, baru umur beberapa tahun, sudah bisa menerawang. Sehingga, para acarya yang diterawang olehnya, ia pun tahu apa yang dilakukan para acarya. Misalnya, acarya sudah mencapai suatu tingkat pencapaian, rintangan karma sudah bersih, ia bisa melihat dengan jelas; atau rintangan karma acarya sangat berat, ia pun bisa melihatnya, inilah keistimewaannya. Saya perlihatkan selembar foto padanya, ia bisa menjelaskan satu per satu. Upacara agung kali ini transmisi Sadhana Pindola Bharadvaja, ia juga akan hadir. (Hadirin tepuk tangan) Wajahnya seperti bocah sakti. Oleh karena itu, Mahaguru mengakuinya sebagai Thubten Ksiti Rinpoche. Hari ini, saya khusus menyebut Guru Thubten Dhargye dua kali, karena hari ini Ia mengunjungi Ling Shen Ching Tze Temple. (Hadirin tepuk tangan) Ketika kita japa Namo Gurupe, sembah sujud pada Mulacarya, Ia pun muncul. Namo Buddhaya, Namo Dharmaya, Namo Sanghaya, ketika kita japa mantra Catursarana, Guru Thubten Dhargye pun muncul. Oleh karena itu, saya baru menyebut-Nya dua kali, pertama kali adalah berdasarkan sebutan biasa, kedua kali artinya lebih menghormati Beliau. (Hadirin tepuk tangan) Bicara tentang Bodhisattva Ksitigarbha,  juga ada Thubten Ksiti, Guru Thubten Dhargye juga sangat senang, akhirnya aliran Thubten sudah ada penerus. Demikianlah silsilah, dari Buddha Kanjurwa -> Thubten Nyima -> Thubten Dali -> Thubten Dhargye -> Thubten Qimo -> Thubten Ksiti. Aliran Thubten sudah ada penerus, tentu saja guru sesepuh sangat senang. Jadi, hari ini Ia juga datang, bahkan hari ini adalah kebaktian Ksitigarbha, Thubten Ksiti kebetulan adalah titisan Ksitigarbha. Juga terima kasih atas bimbingan Guru Thubten Dhargye, Ia juga memberikan saya cenderamata terakhir, kelak cenderamata silsilah juga harus diwariskan, untuk sementara disimpan dulu, tunggu sampai ia keluar membabarkan Dharma, baru diserahkan padanya.

Hari ini lanjut menerangkan Sadhana 9 Tingkat Dzogchen. Guru sesepuh ketiga Sadhana 9 Tingkat Dzogchen di dunia manusia adalah Shri Simha. Konon Ia adalah Bangsa Han, atau orang timur. Namun, Ia juga tinggal di Hindustan, yakni India. Anehnya, mengapa sebentar di timur, sebentar di India?

Dalam legenda, guru sesepuh ketiga Sadhana 9 Tingkat Dzogchen adalah Bangsa Han, Ia juga memiliki sebuah nama Bangsa Han, yaitu Song Huishou, selain nama, legenda lainnya sangat sedikit. Sebenarnya, Ia bukan Bangsa Han, Mahaguru tahu, Beliau adalah Bangsa Xia Barat, lahir dan tumbuh di Gansu, Ia adalah Suku Dangxiang.

Bangsa Kerajaan Xia Barat adalah Suku Dangxiang, salah satunya ada seorang Song Huishou, Ia sejak kecil suka Buddhadharma, Ia mengerti banyak bahasa, Ia mengerti Bahasa Dangxiang, karena Ia lahir di Gansu, Ia mengerti sedikit Bahasa Tibet, juga mengerti sedikit Bahasa Mandarin. Seperti yang tadi saya katakan, Ia belajar Sabda-vidya, yaitu bahasa, Ia telah belajar bahasa banyak negara, termasuk Bahasa Sansekerta, Bahasa Tibet, Bahasa Han, Bahasa Xia Barat, dan tulisan Xia Barat, Ia pun tahu. Ia juga telah belajar Panca-vidya, Ia sejak kecil belajar Buddha. Ia telah belajar adhyātma-vidyā, juga telah belajar cara penyembuhan, yaitu cikitsā-vidyā, juga telah belajar hetu-vidyā, yaitu sebab akibat dan logika; itulah Panca-vidya:  hetu-vidyā, Sabda-vidya, adhyātma-vidyā, śilpa-sthāna-vidya, cikitsā-vidyā,Ia juga telah belajar banyak teknologi. Ia sangat suka belajar, Ia sangat pintar, Ia ingin sekali belajar Buddhadharma yang lebih dalam lagi. Oleh karena itu, Ia juga dari Gansu, terus menelusuri Jalan Sutra hingga ke Afganistan, ketika Ia tiba di Afganistan, tiba-tiba, Avalokitesvara muncul. Orang zaman dulu waktu itu dapat melihat Bodhisattva, lihatlah, Prahevajra melihat Bodhisattva Vajrapani, Bodhisattva Vajrapani membuka otak-Nya, agar Ia tahu, ternyata Ia adalah Pangeran Dewa Shengxin, menyingkap seluruh Sadhana 9 Tingkat Dzogchen-Nya, Ia pun memahami Sadhana 9 Tingkat Dzogchen. Ia dibukakan oleh Vajrapani, maka Ia pun melihat. Guru sesepuh kedua Manjushrimitra, Ia dibimbing oleh Bodhisattva Manjushri untuk segera berguru dengan Prahevajra. Ia juga melihat Bodhisattva Manjushri. Shri Simha di Afganistan melihat Bodhisattva Avalokitesvara muncul dan berkata pada-Nya, "Anda mesti mencari Manjushrimitra, di sana ada Sadhana yang benar-benar sempurna." Pertama kali Bodhisattva Avalokitesvara berkata pada-Nya. Shri Simha berpikir, "Buddhadharma saya sekarang kurang baik, ke mana saya seharusnya?" Ia ingin mengejar Buddhadharma yang paling sempurna, namun, Ia hanya mengerti Buddhadharma biasa. Ia butuh Buddhadharma yang lebih dalam lagi, yang namanya Tantra Luar, Tantra Dalam, Ia tidak belajar, apalagi Sadhana 9 Tingkat Dzogchen? Ia tidak tahu sama sekali tentang Anuyoga, Atiyoga, Mahayoga. Oleh karena itu, Ia ingin belajar Tantra Luar dan Tantra Dalam, di mana bisa belajar Buddhadharma? Yaitu Gunung Wutai. Mengapa di Gunung Wutai bisa belajar Buddhadharma? Karena, saat Buddhadharma tersebar dari India ke Daratan Tengah, pertama adalah ke Gunung Wutai. Itu sebabnya, Shri Simha dari Gansu, Xia Barat ke Gunung Wutai, Shanxi. Ia berguru pada seorang guru, guru ini mengerti sadhana Tantra, Ia juga belajar Tantra Dalam dan Tantra Luar, gurunya bernama Belagati, ini sangat menakjubkan. Selesai belajar, Avalokitesvara kedua kali muncul, berkata pada-Nya, "Segera pergi ke Sitavana, daerah Shusha, India." Yaitu di sebelah barat Bodhgaya, ada sebuah Sitavana bernama daerah Shusha, di sana bisa belajar Sadhana 9 Tingkat Dzogchen yang sejati, sadhana Tantra yang paling sempurna. Bodhisattva Avalokitesvara telah muncul dan berkata padanya untuk kedua kali, Shri Simha pun meninggalkan daratan tengah, meninggalkan Gunung Wutai, hingga ke Sitavana, daerah Shusha di sebelah barat Bodhgaya. Sampai di sana, ia bertemu Manjushrimitra, Ia pun belajar Dharma di sana. Di sana, Ia telah belajar 25 tahun, belajar Dharma benar-benar tidak mudah. Dulu, dari India ke Shri Lanka, kemudian Atisa belajar Dharma ke Jambi, Indonesia, Ia belajar Dharma dengan Serlingpa, belajar berapa tahun? 12 tahun. Shri Simha belajar Dharma di tempat Manjushrimitra 25 tahun, Atisa belajar dengan Serlingpa selama 12 tahun. Jambi, India, Mahaguru pernah pergi, Bodhgaya, Mahaguru juga pernah pergi. Lantas, Xia Barat, Mahaguru dalam banyak kehidupan sebelumnya di Xia Barat, semua ini ada sedikit hubungan dengan saya, sehingga, saya baru tahu, Ia adalah Suku Dang Xiang, Xia Barat, bukan Bangsa Han sejati. Ini hanya saya yang tahu, hanya saya yang mengatakan, orang lain tidak akan mengatakan. Yang mengajarkan Sadhana 9 Tingkat Dzogchen kepada guru sesepuh pertama di dunia manusia - Prahevajra adalah Vajrapani, yang memberikan petunjuk kepada Guru Sesepuh Kedua Manjushrimitra untuk secepatnya belajar Sadhana 9 Tingkat Dzogchen adalah Bodhisattva Manjushri, yang memberikan petunjuk kepada Guru Sesepuh Ketiga Shri Simha adalah Bodhisattva Avalokitesvara. Ketiga yidam adalah tiga sarana utama. Tidakkah Anda merasa aneh? Mengapa bukan Ksitigarbha? Mengapa bukan Samanthabradha? Mengapa bukan Sarvanivāraņa-Vişkambhin Bodhisattva? Mengapa bukan? Karena, demi memperlihatkan bahwa ini tergolong Tantra, oleh karena itu, 3 pratisarana Tantra muncul, setelah belajar Tantra, 3 pratisarana pun muncul bersamaan, ini hanya Mahaguru yang tahu. Avalokitesvara melambangkan welas asih, Manjushri melambangkan kebijaksanaan, Vajrapani melambangkan Dharmabala, gabungan dari ketiganya adalah Vajrasattva. Sebenarnya 3 pratisarana, semua merupakan jelmaan Vajrasattva. Oleh karena itu, Vajrasattva barulah guru sesepuh Tantra yang sejati. Hanya Mahaguru yang mengatakan, orang lain tidak tahu. Vajrasattva adalah sesosok Bodhisattva yang sangat mulia, Ia adalah pangeran Dharma dari Panca-Buddha, tengah Vairocana, barat Amitabha, timur Aksobhya, selatan Ratnasambhava, utara Amoghasiddhi, Panca-Buddha adalah Buddha Bhumi ke-13, mereka bergabung menjadi Vajrasattva, Vajrasattva dibagi menjadi Avalokitesvara, Manjushri, dan Vajrapani, penjelmaan seperti ini tiada batas, sangat mulia, juga memiliki silsilah.

undefined

Ada seseorang dipukul istri, sebabnya adalah diam-diam membaca sebuah buku berjudul "Mengajari Anda Cara Memukul Istri", lalu ketahuan istri, sehingga dipukul. Di belakang buku ini terdapat catatan, "Pembaca buku ini pasti akan dipukul istri". Maksud saya adalah, Buddha dan Bodhisattva menjelma tiada batas, kita tidak mengerti sebab dan kondisinya. Maksud dari lelucon tadi adalah karena Anda telah membaca "Mengajari Anda Cara Memukul Istri", sehingga, istri pasti pukul Anda, ini adalah sebuah logika, sebuah hubungan sebab akibat. Dengan kata lain, penjelmaan Buddha Bodhisattva ada hubungan sebab dan akibat.

Guru sesepuh ketiga juga demikian, Ia tiba di daerah Shusha mencari Manjushrimitra, di sana belajar 25 tahun. Saat Manjushrimitra mau parinirvana, berubah menjadi seberkas sinar pelangi, dari rumah abu daerah Shusha, terbang ke atas. Shri Simha berkata, "Saya belum mencapai pencerahan! Guru, segera turunkan sebuah kunci sadhana untuk saya." Dari dalam sinar pelangi muncullah Manjushrimitra, Ia menuliskan kunci sadhana di sebuah buku kecil, ditaruh di tangan Shri Simha, Shri Simha buka dan melihat, Ia pun mengerti sepenuhnya, mencapai pencerahan. Demikianlah Guru sesepuh ketiga Sadhana 9 Tingkat Dzogchen di dunia manusia mencapai pencerahan, Ia belajar Dharma dari gurunya selama 25 tahun.

Umat Zhenfo Zong kita sangat aneh, bertanya, "Berapa tahun Anda belajar Dharma?" "Tiga tahun. Sedikit kontak batin pun tidak ada, saya mau pergi." Orang lain 25 tahun, tentu saja, setengah tahun di India sama dengan setahun, jadi, 25 tahun dibagi 2, juga waktu yang sangat panjang, semua ini butuh ketrampilan bertahun-tahun.

Saya sering mengatakan "10 menit di atas pentas adalah hasil pelatihan selama 10 tahun di bawah pentas". Kita menyaksikan akrobat China sangat hebat, bola ditaruh di atas kepala, jatuh ke atas pundak, jatuh lagi ke tangan, kemudian, berputar ke sini, berputar sana berputar sini, kemudian berputar ke atas pundak, bola tidak akan jatuh ke lantai, berputar-putar di badan, ini dilatih selama 10 tahun, namun pertunjukan di atas pentas hanya 10 menit! Akrobat seperti ini dilatih dari kecil hingga dewasa, "Sepuluh menit di atas pentas adalah hasil pelatihan selama 10 tahun di bawah pentas", sangat tidak gampang. Kita belajar Dharma juga demikian, diasah sejak kecil, seperti Mahaguru diasah 40 tahun lebih! Akhirnya diasah seperti seorang manusia, tidak berani menyombongkan diri, guru mengajari kita harus rendah hati. Guru sering berkata, "Kita rendah hati karena reputasi kita terlalu besar, menjadi meriam bagi semua orang." Oleh karena itu, kita harus rendah hati, memang benar, reputasi terlalu besar, seperti Yesus Kristus menyebarkan ajaran, begitu Ia keluar, memperlihatkan sepuluh jenis kesaktian agung, Ia bisa berjalan di atas laut. Petrus melihat Yesus berjalan di atas laut, ia pun berkata, "Saya juga bisa berjalan di atas laut?" Yesus berkata, "Asalkan Anda yakin, Anda pun bisa berjalan di atas laut." Petrus pun loncat ke dalam laut, benar-benar berdiri di atas laut. Yesus membuatnya berjalan di atas laut dengan mengandalkan keyakinannya sendiri. Begitu Petrus melihat, ombak laut begitu besar, tubuhnya bergoyang-goyang, ia makin ketakutan, kemudian kehilangan keyakinan! Lalu, jatuh ke dalam laut. Kisah ini tertulis di dalam Alkitab. Namun, kesaktian Yesus Kristus terlalu besar, misalnya seorang penderita sakit jiwa datang, Ia menyembuhkan penyakit sakit jiwa, kemudian mengusir setan di dalam diri penderita sakit jiwa, semua setan pun keluar, banyak setan lari ke tubuh babi, semua babi pun menjadi gila, berubah menjadi crazy pigs, semua loncat ke jurang. Keajaiban yang ditunjukkan oleh Yesus sangat hebat, Ia bisa membangkitkan orang meninggal, seseorang yang sudah meninggal beberapa hari, ia adalah murid dan teman Yesus, Yesus melihatnya, kesaktian yang ditunjukkan oleh-Nya sangat hebat, karena orang ini sudah meninggal 3-4 hari, seluruh badannya sudah dibalut kain. Yesus pergi ke sana, bertanya, "Aduh? Ada apa denganmu?" Mereka berkata, "Ia sudah meninggal dunia 3 hari." Yesus berkata, "Saya menyuruhnya untuk bangkit." Yesus menyuruhnya, "Bangkitlah!" Ia pun bangkit, kesaktian yang Ia tunjukkan sangat besar. Jadi, Ia mesias penyelamat dunia seketika terbesar ke seluruh penduduk setempat. Kekaisaran Roma menganggap-Nya penyelamat dunia, merupakan raja dari segala raja, lebih agung daripada kekaisaran Roma. Sehingga, tentara Roma tentu saja mau menangkap-Nya, reputasi terlalu besar, sehingga, Ia pun ditangkap. Ia baru 3 tahun menyebarkan ajaran sudah disalibkan. Mahaguru membabarkan Dharma 40 tahun lebih, masih belum disalibkan sudah sangat beruntung. Terima kasih Tuhan, terima kasih Allah, terima kasih Yehova, Mahaguru belum disalibkan, benar-benar sangat beruntung, tadi MC berkata, "Menjapa lebih dari 10 ribu kali mantra hati Guru, agar Mahaguru bahagia." Mahaguru senang sekali mendengarnya. Mengapa? Karena, Mahaguru memang sangat bahagia. Dapat membabarkan Dharma 40 tahun lebih, tidak disalibkan, hanya dimaki saja, sudah sangat beruntung. Amin! Amitabha! Sebenarnya, sama saja, Amitabha dan Amin kurang lebih sama, sama-sama ada huruf "A".

Saya tidak merasa hidup saya menyedihkan atau bagaimana. Jika mau sedih, itu urusan TBF, bukan saya. Apa yang TBF sedihkan? Mereka sedih urusan mereka, saya tidak peduli. Mahaguru telah mencapai anutpattika-dharma-kṣānti (kesabaran yang tidak dilahirkan). Apa yang dimaksud  anutpattika-dharma-kṣānti? Kata "tidak dilahirkan" sangat penting, asalkan kita mengerti "tidak dilahirkan", kita pun bisa bahagia; kita tidak mengerti "tidak dilahirkan", kita selamanya menderita. Kita mengira "ada kelahiran", dijamin sengsara; begitu sakit gigi, kita pun sengsara. "Ada kelahiran" dijamin sengsara, jika kita mengubah diri kita menjadi "tiada kelahiran", kita pun tidak akan sengsara, kesabaran ini disebut dharma-ksanti, salah satu kesabaran yang kita kenal dalam Buddhadharma. Telah mencapai pencerahan dan memahami hati, kita pun langsung mendapatkan anutpattika-dharma-kṣānti, pencerahan adalah tingkat pencapaian anutpattika-dharma-kṣānti. Namun, jika Anda masih tidak mampu bersabar, Anda belum mempraktekkan pencerahan Anda.

Sejujurnya, Zhenfo Zong di dunia manusia, tentu harus memiliki power, tidak boleh lemah. Karena Zhenfo Zong menyeberangkan insan di dunia manusia, terhadap orang-orang yang memutuskan jiwa kebijaksanaan manusia, tentu saja harus mengembangkan powernya. (Hadirin tepuk tangan) Banyak orang yang baru masuk Zhenfo Zong, keyakinannya ambruk dalam seketika, inilah memutuskan jiwa kebijaksanaan manusia. Anda memutuskan jiwa kebijaksanaan manusia, tentu saja ada akibat karmanya. Semua umat Zhenfo Zong kita mesti bersatu-padu, tegakkan cita-cita mencapai kebuddhaan, mendukung Dharma Tantra Zhenfo, terus berkesinambungan. Ini harus dilaksanakan, ini wajib didukung. (Hadirin tepuk tangan) Tentu saja, kita tidak seperti muslim, ada perang salib. Kita bukan muslim, kita juga melindungi perkumpulan Sangha kita, melindungi dan melanjutkan jiwa Zhenfo Zong, ini kewajiban, kita wajib bersatu padu, harus mengenal dengan jelas, kita harus tahu, jangan membuat masalah di dalam perkumpulan kita sendiri. Saya mengira aliran Zhenfo Zong di dunia manusia, kita bersadhana di dunia manusia, kita adalah sebuah perkumpulan Sangha, perkumpulan Sangha bersatu dengan semua upasaka-upasika, tidak boleh terpecah-belah. (Hadirin tepuk tangan) Terhadap orang-orang yang menghalangi penyebaran Buddhadharma dan memutuskan jiwa kebijaksanaan manusia, kita harus mengeluarkan tangan besi dan kekuatan kita, aliran kita baru bisa eksis, kalau tidak, terpecah-belah; tidak hanya terpecah-belah, semuanya terpuruk. Yang kita gunakan tentu saja Buddhadharma dan hukum duniawi, inilah yang bisa kita gunakan. Kita tergolong aliran yang benar, maka gunakan cara yang benar untuk mengatasi masalah. Benar tidak? (Benar!) Ini wajib dihimbau, dilaksanakan, keluar dana maupun tenaga adalah kewajiban.

undefined

Walaupun, saya pribadi telah mencapai tingkatan anutpattika-dharma-kṣānti dalam melatih diri, namun, saya merasa Zhenfo Zong di dunia manusia, ada beberapa hal yang harus dihalangi dengan cara duniawi, barulah benar.

Mahaguru tidak ada masalah, penghinaan sebesar apapun terhadap diri saya, saya tetap bahagia. Tidak akan terjadi apa-apa pada diri saya, sesulit apapun masalah di hadapan saya, saya tidak ada masalah. Saya pribadi seperti ini, bahkan karena saya pribadi telah mencapai "tiada kelahiran" dalam melatih diri, jadi, saya pribadi berikrar, "Saya sendiri tidak akan menuntut orang lain."

Namun, TBF dan Vajra Dharmapala, Buddha Bodhisattva melihat di sini, Mereka tidak akan menuntut orang, 7 Buddha di atas kepala kita, setiap Buddha duduk tegak, Mereka tidak akan menuntut orang, Mereka sama sekali tidak mampu menuntut orang. Namun, ada Vajra Dharmapala di sini, Vajra Mahabala di sini, Skanda, Sangharama, dan semua dewa Vajra ada di sini, mereka harus melindungi Buddhadharma. Ini masuk akal! Mahaguru telah mencapai anutpattika-dharma-kṣānti dari bhumi ke-8, bagi yang telah mencapai pencerahan, akan mengerti anutpattika-dharma-kṣānti. Kita mengatakan mencapai pencerahan adalah tiada kelahiran, memang benar! Mencapai pencerahan adalah tiada kelahiran. Namun, bagaimana kondisi tiada kelahiran itu? Kita harus memahaminya. Yang mau saya tanyakan adalah apa itu "tiada kelahiran"? Ini barulah pencerahan. Kita harus memahami 2 kata dari "tiada kelahiran", mengapa bisa "tiada kelahiran"? Jika kita mengerti apa itu "tiada kelahiran", kita baru disebut mencapai pencerahan. Bukan mengatakan, "Saya telah mengerti, pencerahan adalah tiada kelahiran." Namun, mengapa "tiada kelahiran", kita harus jelaskan, barulah disebut pencerahan! Pencerahan adalah "tiada kelahiran" juga "tiada kematian"; pencerahan juga berarti "selalu bahagia dan kesucian diriku", ini barulah disebut pencerahan. Tingkat tertinggi dari "Sadhana 9 Tingkat Dzogchen", Atiyoga, pada akhirnya, setelah kuncinya diajarkan pada Anda, Anda pun mencapai anutpattika-dharma-kṣānti, Anda langsung memahami hati dan menyaksikan Buddhata.

Shri Simha, adalah seorang guru sesepuh yang sangat mulia, Ia adalah Bangsa Xia Barat, setelah Ia menguasai Sadhana 9 Tingkat Dzogchen, banyak orang belajar dengan-Nya. Yang pertama kali belajar dengan-Nya adalah Karmasutra, yang kedua belajar dengan-Nya adalah Vimalamitra, ketiga, Ia mentransmisikan kepada seorang guru sesepuh terpenting, Padmasambhava. Setelah Padmasambhava pergi ke Tibet, Tibet mengutus 5 orang sadhaka untuk mencari Shri Simha, ahlasil ada seorang yang berhasil, bernama Vairocana. Shri Simha mentransmisikan kepada banyak murid, salah satunya Padmasambhava adalah acarya keempat dari Sadhana 9 Tingkat Dzogchen yang paling mulia. Mengapa di dalam sejarah Dinasti Tang tidak ada Song Huishou--guru sesepuh Shri Simha yang begitu mulia ini? Karena Ia bukan orang Dinasti Tang, melainkan bangsa Kerajaan Da Bai Gao, Dinasti Xia Barat di sebelah Dinasti Tang. Seorang pria berkata pada wanita, "Jangan ganggu saya lagi." Si wanita bertanya, "Atas dasar apa?" Si pria menjawab, "Atas dasar saya tidak suka padamu." Si wanita bertanya, "Mengapa tidak suka saya?" Si pria menjawab, "Kamu bukan tipe saya." Si wanita bertanya, "Apa tipemu?" Si pria menjawab, "Kamu bukan pria." Sekarang sudah boleh, sekarang California sudah diizinkan, Washington State kita juga sudah diizinkan. Ketika seorang pria tidak suka pada seorang wanita, lelucon ini boleh digunakan pada zaman sekarang, dulu saya keheranan begitu mendengarnya. "Mengapa wanita itu bukan seorang pria?" "Mengapa ia tidak suka dengannya?" Sekarang ada banyak orang yang menyukai sesama jenis, pria suka dengan pria, wanita suka dengan wanita, zaman telah berubah. Dulu, Tuhan menciptakan seorang pria dan seorang wanita, si pria bernama Adam, si wanita bernama Hawa; saat Yehova menciptakan langit dan bumi, Ia tidak menciptakan seorang banci! Namun, sekarang di dunia ini, tak disangka ada negara mengakui "jenis kelamin ketiga", di dalam kartu imigrasi, boleh tidak perlu mengisi kolom laki-laki, juga tidak perlu mengisi kolom perempuan, karena ia adalah laki-laki dan juga perempuan, ada orang berjenis kelamin ketiga. Oleh karena itu, ini di luar dugaan Tuhan, tiba-tiba keluar orang semacam ini.

Shri Simha sering bolak-balik Gunung Wutai dan India. Mengapa Ia bisa sering bolak-balik? Kesaktiannya sangat hebat, Ia bisa mengambil segenggam pasir, ditiup, pasir disebar ke angkasa, ia pun masuk ke dalam pasir, sangat cepat tiba di Gunung Wutai, sangat cepat tiba di India, Ia bisa berjalan di dalam tanah. Ilmu ini disebut "menyusup di tanah", China baru ada, Orang Barat tidak pernah mendengar istilah menyusup di tanah. Ia bisa berjalan di bawah tanah, bahkan sangat cepat. Di dalam Feng Shen Bang, ada seorang bernama Sun yang berjalan di tanah, ia juga bisa berjalan di bawah tanah. Mahaguru juga pernah bermimpi seperti ini, asalkan saya menghilangkan tubuh saya, menyusup ke bawah tanah, sekali mata dipejam, ke mana saya ingin pergi, di sana saya akan muncul; asalkan saya ingin ke sana, asakan saya memejamkan mata, menghilangkan tubuh saya, saya pun menyusup ke bawah tanah, tubuh akan berputar. "Mau ke mana?" "Mau kembali ke Taiwan." Begitu keluar, sudah ada di rumah Taiwan, atau muncul di rumah umat Taiwan, atau muncul di banyak tempat di dunia, saya bisa muncul. Namun, ketahuilah, ini di dalam mimpi, di dalam mimpi, saya bisa. Saya juga sering bermimpi terbang dan menyusup ke bawah tanah, begitu masuk ke dalam tanah, tubuh pun seakan-akan berputar, saya berpikir, "Saya mau ke Singapura!" Satu pikiran saja, saya pun muncul di Singapura, siapapun yang ingin saya temui, saya bisa temui. Namun, ini semua di dalam mimpi. Peminum arak berkata, "Di dalam ceret ada langit dan bumi." Saya adalah "di dalam mimpi ada langit dan bumi", saya di dalam mimpi, ada langit dan bumi. Oh! "Di dalam lengan baju ada langit dan bumi, di dalam ceret ada matahari dan bulan." Benar! Mahaguru juga bisa ramalan dewata, langit dan bumi di dalam lengan baju! Hanya sedikit saja, meramal di dalam lengan baju, saya tahu apa yang harus dilakukan. Peminum arak, terus-menerus mabuk, sebentar saja sudah lewat sehari, dua hari, sebentar saja sudah lewat setahun, setiap hari minum arak, hari berganti hari. Kita tidak boleh bermabuk-mabukan. Umat Buddha, tidak boleh seperti ini, sehari tidak bersadhana, sehari adalah setan. Sehari tidak melatih diri, sehari adalah setan. Oleh sebab itu, kita mesti melatih diri dengan jujur dan sungguh-sungguh.

Shri Simha membagi Sadhana 9 Tingkat Dzogchen menjadi 4 metode: Tantra luar, Tantra dalam, Tantra rahasia, dan Tantra sangat rahasia. Oleh karena itu, sekarang di Tibet yang belajar Sadhana Tantra pun tahu 4 metode dari Tantra luar, Tantra dalam, Tantra rahasia, dan Tantra sangat rahasia. Shri Simha juga menjelaskan 2 macam Nyingthig, satu adalah "Khandro Nyingthig", yakni Sadhana yang diwariskan oleh Padmasambhava kepada Yeshe Tsogyal, "Nyingthig" adalah kunci rahasia yang sangat penting, juga disebut "hati dari hati". Selain itu, masih ada semacam Nyingthing lagi, disebut "Vima Nyingthig", merupakan Nyingthig dari guru sesepuh lain. Oleh karena itu, Shri Simha mewariskan dua Nyingthig, Ia mengerti 2 macam kunci, kelak akan dibahas. Main kartu juga ada kuncinya, play mahjong juga ada kuncinya, ada teknik dan caranya. Permainan kartu yang baik berarti pintar. Main kartu juga perlu kepintaran. "Konsentrasi main kartu berarti pikiran jernih." "Teliti main kartu berarti mengerti ekonomi." "Main kartu tidak takut kalah berarti nekad." Tidak takut dikalahkan. "Menang dan tidak bersuara berarti lihai." "Kalah dan tidak menyerah berarti kuat dalam bersaing." "Baik kalah maupun menang pun tidak berteriak, berarti memiliki etika."

undefined

"Curang dalam bermain kartu berarti berkualitas tinggi. Suka bertengkar kalau main kartu berarti berjiwa muda. Berani bermain tunggal berarti ada pendukung. Baik kalah maupun menang tidak kabur, dapat menjadi nomor satu." Mahaguru baik kalau maupun menang pasti kabur, sudah pasti menang, saya pun kabur; kalah, saya juga cepat-cepat kabur. Tidak mau kalah terlalu banyak. "Para rekan yang suka main kartu, ada peluang, ayo!" Apa maksud dari lelucon ini? Yaitu semacam śilpa-sthāna-vidya, main kartu juga semacam śilpa-sthāna-vidya, main dengan pintar, baik, hebat, barulah ahli dalam permainan kartu.

Istri bertanya pada suami, "Mengapa setiap kali sehabis cuci tangan, merasa tangan sangat putih?" Suami menjawab, "Karena air membasahi tangan." Istri bertanya, "Mengapa setiap kali sehabis cuci kaki, merasa kaki sangat putih?" Suami menjawab, "Karena air membasahi kaki." Istri bertanya, "Megnapa setiap kali sehabis mandi, merasa tubuh saya sangat langsing?" Suami menjawab, "Karena otakmu kemasukan air." Ini masuk akal. Kadang-kadang, kita melihat sesuatu hal adalah masalah sudut pandang, dua orang berdiri seperti ini sedang berdialog, Anda melihat dari belakang, Anda kira mereka berdua sedang kiss berciuman, ini adalah masalah sudut pandang, perbedaan sudut pandang, Anda salah lihat, hanya dua orang sedang berbicara, bukan kiss. Oleh karena itu, jangan salah paham, banyak hal adalah masalah sudut pandang. Anda kira beberapa hari ini tidak makan seporsi nasi, tubuh Anda langsung langsing? Itu berarti otak Anda kemasukan air, beda jauh, masalah sudut pandang. Putri bertanya pada ayah, "Ayah! Ayah! Saya adalah siapanya ayah?" Ia mengira ayahnya akan menjawab, "Kamu adalah buah hati, sweet heart saya, kamu adalah buah hatiku!" Siapa tahu, ayahnya menoleh dan menjawab dengan kesal, "Kamu adalah hukuman atas emosi saya." (Judul lagu) Masalah sudut pandang. Apa yang dikatakan ayahnya juga benar, hukuman atas emosinya barulah melahirkan dirinya.

Kita belajar Buddhadharma, juga harus memandang secara keseluruhan, bukan hanya melihat satu sudut pandang saja. Seperti hari ini saya mengatakan, sudut pandang Mahaguru beda dengan TBF. Sudut pandang Mahaguru adalah tidak ada masalah, tidak menuntut orang. Namun, dari sudut pandang TBF, mesti melindungi seluruh aliran. Mahaguru mengatakan tidak menuntut orang, bukan berarti menyuruh semua umat Zhenfo Zong tidak menuntut orang, tetapi dituntut orang. Anda mengatakan Anda tidak menuntut orang, namun, orang lain menuntut Anda! Kemudian, masalah lain lagi, seperti saat suami istri bercerai, bagaimana? Anda mengatakan, Anda telah belajar Buddha, semua diberikan pada pasangan Anda, sudikah Anda? Ia mau mengambil semuanya! Bagaimana dengan Anda? Jadi, di sudut pandang ini, Anda mesti menuntut. Benar tidak? Sudut pandang Mahaguru tidak ada masalah, anutpattika-dharma-kṣānti saya boleh tidak menuntut orang; sudut pandang Mahaguru harus melihat secara keseluruhan, ada sebagian orang sedang memutuskan jiwa kebijaksanaan manusia! TBF mana boleh berdiam diri? Mahaguru tidak menuntut orang, namun, Vajra Dharmapala TBF harus tampil! Hari ini saya menjelaskan masalah sudut pandang, belajar Buddha harus belajar secara menyeluruh, Mahaguru telah belajar secara menyeluruh, setelah Mahaguru memahami hati dan menyaksikan Buddhata, berikrar "Tidak menuntut orang, juga tidak menfitnah orang." Mahaguru tidak pernah menfitnah orang, juga tidak ingin mengritik orang lain, tidak ingin. Namun, dari sudut pandang TBF mesti berbuat seperti ini, ini adalah masalah sudut pandang. Sekian untuk hari ini, Om Mani Padme Hum.


來源:Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

2024真佛宗為世界祈福 高王經千遍迴向師尊