24 Oktober 2021 Upacara Agung Homa Bodhisattva Avalokitesvara di Rainbow Temple Seattle Amerika Seri

24 Oktober 2021 Upacara Agung Homa Bodhisattva Avalokitesvara di Rainbow Temple Seattle Amerika Serikat

#LiputanTBSN

Pada sore hari tanggal 24 Oktober 2021, Rainbow Temple (彩虹雷藏寺) dengan tulus mengundang Dharmaraja Liansheng untuk memimpin Upacara Homa Bodhisattva Avalokitesvara (Guanshiyin Pusa-觀世音菩薩), yang teristimewa hari ini bertepatan dengan Hari Peringatan Upasampada Bodhisattva Avalokitesvara. Usai upacara, Dharmaraja memberitahukan bahwa hari Minggu depan adalah Upacara Homa Vidyaraja Acalanatha (Budong Mingwang-不動明王), Vidyaraja Acalanatha adalah penjelmaan dari Buddha Vairocana atau Tathagata Mahavairocana, merupakan Dharmapala yang paling dijunjung tinggi oleh sekte Tantra Timur di Jepang.

Dharmaraja mengenang nidana yang terjalin dengan Vidyaraja Acalantaha saat Dharmayatra ke Kannon Sensoji di Asakusa, Dharmaraja mendengar bahwa yang bershio ayam mesti memuja Vidyaraja Acalanatha sebagai Dharmapala, semenjak saat itu, tiap kali melayani konsultasi siswa, Dharmaraja selalu mengundang Dharmapala Vidyaraja Acalanatha. Di atas Dharmasana, Dharmaraja memperagakan Mudra Pedang Vidyaraja Acalanatha, dan mimik wajah Vidyaraja Acalanatha, bibir bawah menggigit bibir atas, mata menyipit memandang ke samping, paras wajah murka, nampak sungguh berwibawa.

"Saya belum pernah melihat sekian banyak Bodhisattva Avalokitesvara yang hadir, ini adalah upacara homa yang paling istimewa dalam tahun ini." Saat upacara berlangsung, Dharmaraja bahkan membentuk beberapa Mudra Bodhisattva Avalokitesvara yang belum pernah nampak, Dharmaraja menjelaskan: "Upacara hari ini penuh daya spiritual, menengadah ke angkasa, nampak Bodhisattva Avalokitesvara yang tak terhingga banyaknya sedang membentuk berbagai mudra yang berbeda, penuh dengan respon spiritual." Selamat bagi segenap donatur dan pemohon utama bagi upacara hari ini, dapat memperoleh adhisthana dan perlindungan dari upacara, daya adhisthana yang diperoleh sangat besar ibarat suara hujan lebat yang hari ini menyambut kedatangan Dharmaraja di Rainbow Temple, laksana suara gemuruh tepuk tangan puluhan ribu orang.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan – Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya:
Saat bekerja siswa menjapa Mantra Hati Guru, dan baru melakukan pelimpahan jasa saat malam hari bersadhana di altar mandala di rumah, apakah boleh demikian? Tiap kali siswa hendak bersadhana, orang rumah akan bermain gim atau daring di samping, ia juga akan mengeluarkan kata-kata kasar dan makian, tidak bisa diajak berunding, siswa juga tidak ingin dia berbuat karma buruk ucapan, hal ini membuat siswa menjadi serbasalah, Mohon petunjuk Buddha Guru, terima kasih.

Dharmaraja menjawab:
Boleh! Saat bekerja, pikiran mesti fokus pada pekerjaan, sedangkan yang dilafal mulut merupakan pelafalan tidak fokus. Saat bersadhana di depan altar mandala di rumah, pikiran terpusat pada Mantra Hati Guru, ini disebut pelafalan benar. Tidak peduli pelafalan tidak fokus, atau pelafalan benar, di akhir semua boleh dimasukkan dalam pelimpahan jasa kolektif. Mahaguru sendiri mampu fokus menjapa Mantra saat melakukan apa pun, kemampuan ini diperoleh berkat bhavana.

Belajarlah kepada kura-kura! Tempurung kura-kura ibarat hati kita, belajar pada kura-kura yang memasukkan kepalanya, jangan dengar apa yang terjadi di luar, semua jangan dipedulikan, jiwa dan raga dimasukkan ke dalam tempurung kura-kura! Pusatkan perhatian pada sadhana dan penjapaan Mantra Hati, bila bisa sampai tahap ini, maka disebut Sadhana Benar. Saat bersadhana, bisa melepas semua rasa cinta, benci, dan dendam, sepenuhnya fokus pada sadhana, ini adalah satu kali sadhana yang istimewa!

◎ Dharmaraja Mengulas Sutra Vajra

"Bagaimana pendapatmu, Subhuti? Apakah seorang Arahat berpikir seperti ini, 'Aku telah merealisasi buah Kearahatan'?"

Subhuti menjawab, "Tidak, Bhagavan. Mengapa? Karena tidak ada sesuatu (dharma) yang bisa disebut Arahat. Bhagavan, jika seorang Arahat berpikir: 'Saya telah merealisasi buah Kearahatan.', maka ia masih terperangkap dalam gagasan mengenai adanya suatu diri, sesosok pribadi, sesosok makhluk hidup, dan suatu jangka kehidupan. Bhagavan! Buddha bersabda Aku telah merealisasi Samadhi Tanpa Pertikaian, Aku paling utama di antara umat manusia, Aku adalah Arahat yang terunggul dalam mengatasi hawa nafsu. Bhagavan, saya tidak berpikir: 'Aku telah merealisasi buah Kearahatan.". Bhagavan, jika saya berpikiran: 'Aku telah merealisasi buah Kearahatan.' . Bhagavan, pastilah Engkau tidak akan mengatakan bahwa saya adalah sadhaka yang gemar dalam Aranya. Karena Subhuti tidak melakukan hal tersebut, maka dikatakan bahwa Subhuti adalah sadhaka yang gemar dalam Aranya."

Dharmaraja mengupas makna empat kesucian: Sravaka, Pratyekabuddha, Bodhisattva, dan Buddha. Sravaka adalah Arahat, mencapai keberhasilan bhavana setelah mendengar dan berbhavana sesuai dengan Dharma yang dibabarkan oleh Buddha mengenai: duka, samudaya, nirodha, dan marga. Di antara Arahat, yang paling tinggi adalah Arahat tingkat keempat, yang dapat merealisasi sifat diri nan murni. Pratyekabuddha adalah sadhaka yang mencerahi dan mengamalkan pratityasamutpada. Bodhisattva adalah sadhaka yang mengamalkan bhavana berupa berdana, menjaga kemurnian sila, ksanti, virya, dhyana, dan prajna. Sedangkan yang mencapai keberhasilan dalam bhavana Jalan Mulia Berunsur Delapan adalah Buddha.

"Saya telah merealisasi buah Kearahatan." Kalimat ini sangat penting, Dharmaraja mengingatkan, selama masih ada "Aku" berarti masih melekati nama dan atribut. Lepaskan semua nama dan atribut, tidak lagi melekati semua! Merealisasikan tiada melekati suatu diri dan pribadi, tiada waktu, tiada ruang, dan lain-lain, inilah realisasi kebenaran. Dharmaraja menanyai semua: "Apakah di atas bulan ada Buddhadharma? Apakah mendirikan Hotel Hilton di bulan ada manfaatnya? Di atas bulan, Anda ingin berselisih dengan siapa?" Karena ada "aku" maka ada Buddhadharma, tiada "aku", bahkan Buddhadharma pun tiada, bahkan pembabaran Dharma pun tiada, ini adalah Samadhi Tanpa Perselisihan, tiada suatu yang diperselisihkan.

"Kebijaksanaan Buddhadharma sangat mendalam, tidak sama dengan agama pada umumnya!" Dharmaraja mengatakan: "Pada masa Buddha, bisa membabarkan Dharma yang demikian tinggi dan mendalam, Buddha bukan orang biasa, ajaran Buddha juga bukan agama biasa!" Dharmaraja menyemangati segenap siswa untuk tekun, jangan berselisih, jangan bertikai, pahami kebenaran dalam Buddhadharma, jika tidak, upaya Anda untuk belajar Buddha akan sia-sia belaka.

Usai Dharmadesana, Dharmaraja berjalan ke depan layar Zoom untuk berinteraksi dengan segenap siswa, semua dengan tulus mengungkapkan rasa syukur atas Dharmadesana Mahaguru, Dharmaraja berwelas asih mengadhisthana, menganugerahkan restu kepada segenap siswa yang hadir di lokasi maupun yang berpartisipasi secara daring, berharap semua memperoleh adhisthana dan perlindungan Bodhisattva Avalokitesvara. Upacara Homa Bodhisattva Avalokitesvara telah usai dengan sempurna.

------------------------

Artikel lengkap Dharmadesana dapat disimak melalui situs True Buddha News (Bahasa Mandarin):
https://ch.tbsn.org/news/detail/1513/2021%E5%B9%B410%E6%9C%8824%E6%97%A5%E4%B8%8B%E5%8D%88%E7%BE%8E%E5%9C%8B%E7%9C%9F%E4%BD%9B%E5%AE%97%E8%A5%BF%E9%9B%85%E5%9C%96%E5%BD%A9%E8%99%B9%E9%9B%B7%E8%97%8F%E5%AF%BA%E3%80%8A%E8%A7%80%E4%B8%96%E9%9F%B3%E8%8F%A9%E8%96%A9%E8%AD%B7%E6%91%A9%E6%B3%95%E6%9C%83%E3%80%8B%E6%B3%95%E6%9C%83.html

Marilah kita saksikan berbagai ceramah Dharma berharga yang disampaikan oleh Dharmaraja Liansheng di kanal YouTube:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#TautanPendaftaranUpacaraRainbowTemple: https://tbs-rainbow.org/Donate

Tautan partisipasi dalam upacara homa melalui Zoom: https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。