23 April 2022 Pujabakti Sadhana Yidam Padmakumara di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

#LiputanTBSSeattleLingShenChingTzeTemple

Gulungan layar langit malam mulai terbentang, nyala lampu menerangi Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (Xiyatu Leizangsi-西雅圖雷藏寺), suara Mantra Hati Padmakumara bergema memecah keheningan malam, segenap umat beranjali khidmat menyambut kedatangan Anuttara Dharmaraja Liansheng Sheng-Yen Lu untuk memimpin pujabakti Sadhana Yidam Padmakumara.

▍Padmakumara Menitis di Dunia Saha – Nidana Istimewa Dharmaraja Menyaksikan Satyakaya

Dalam Dharmadesana, Dharmaraja Liansheng mengisahkan ketika berusia 26 tahun beliau dibawa masuk ke dalam lingkaran cahaya, memasuki Mahapadmini di Sukhavatiloka, Mahadewi Yaochi berbisik: "Engkau adalah Padmakumara." Keadaan saat itu sangat jelas, semenjak saat itu Dharmaraja Liansheng tekun berbhavana, tidak ada sehari tanpa sadhana, ini merupakan sumber dari keuletan tekad beliau. Karena identitas masa lampau adalah Padmakumara, maka kelak harus mencapai keberhasilan bhavana, kembali pada asal, sehingga terus tekun, tidak mau bermalasan, terus konsisten, tidak pernah merasa lelah atau ingin istirahat, atau berhenti, sampai saat ini masih terus berupaya sekuat tenaga, inilah semangat Dharmaraja Liansheng, beliau masih terus tekun!

◎  Interaksi Adalah Kekuatan – Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya:
Setelah manusia meninggal dunia, disebut sebagai tubuh bardo, bertumimbal dalam enam alam sesuai dengan daya karma, selama 49 hari mereka berkelana di alam tak berwujud, apakah roh ini disebut hantu?

Mahaguru Lu pernah mengatakan, ada hantu baik dan ada hantu jahat, tapi kenapa setelah 49 hari, mereka masih berada di alam tak berwujud, dan tidak bertumimbal lahir di enam alam?

Siswa mengetahui bahwa hawa "yang" manusia sangat penting, pikiran mesti lurus, tidak sesat, tidak asusila, tidak menyimpang, jika tidak, bisa mengundang hantu jahat, kenapa mereka masih menetap di alam selain enam alam?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Kita manusia memiliki tubuh jasmani, sedangkan hantu tidak. Berkelana di antara kondisi setelah kematian dan sebelum tumimbal lahir disebut "zhong" (alam antara), sedangkan "yin" berarti sudah meninggal dunia, oleh karena itu disebut "zhongyin" (bardo), orang awam menyebutnya hantu, tapi hantu juga merupakan salah satu jenis dari makhluk, karena kita takut terhadap kematian, kita pun memandangnya sebagai berbeda, sebenarnya kita tidak perlu merasa takut terhadap semua makhluk.

Dalam Sutra Tao dan Tantra ada disebutkan, setelah 49 hari, tubuh bardo akan bertumimbal lahir sesuai daya karma. Menurut Tao, di alam neraka ada "Wangsicheng" (枉死城), jika jangka waktu kehidupan belum waktunya habis tapi meninggal karena musibah atau meninggal tidak wajar, roh akan masuk ke sana. Jika meninggal dengan wajar, memang sudah habis jangka waktu hidupnya, barulah ia akan menjalani 49 masa bardo dan baru kemudian bertumimbal lahir. Banyak yang mati secara tidak wajar tapi tidak masuk ke dalam Wangsicheng, malah menjadi hantu gentayangan, berkelana di alam tak berwujud, menunggu sampai jangka waktu kehidupan yang seharusnya sudah habis, barulah mereka akan bertumimbal lahir.

Sesungguhnya, jika hantu masih menyimpan ingatan di alam manusia, ia akan tetap tamak, benci, dan bodoh, oleh karena itu seorang sadhaka mesti terus berlaku lurus, tidak sesat, tidak asusila, tidak menyimpang, memiliki pikiran benar, sehingga roh jahat tidak akan menempel. Jika muncul pikiran buruk, hantu akan sangat mudah mengganggu Anda.

Siswa bertanya:
Menurut orang tua, jika keluarga meninggal pada tanggal 2 Imlek, tidak peduli pada bulan apa pun, pada saat tujuh harian, sekeluarga harus tidur di luar, tidak boleh berada di dalam rumah, jika tidak, bisa mengundang kesialan, pada hari-hari berikutnya pasti ada anggota keluarga yang menyusul meninggal dunia. Apakah ini benar? Apa sebabnya?

Mahaguru Lu menjawab:
Itu hanya desas-desus, belum tentu benar.

Siswa bertanya:
Fu tumor dari Mahaguru Lu, semula diperuntukkan bagi Si A, tapi karena beberapa hal sehingga Si A tidak bisa mengonsumsinya, apakah fu tersebut boleh dibakar atau diberikan kepada penderita tumor yang lain? Atau bolehkah diberikan untuk dikonsumsi oleh orang yang tidak sakit? (Untuk pencegahan)

Mahaguru Lu menjawab:
Mohon fu mesti memenuhi tiga syarat: Pihak yang menggambar fu, yang memohon fu, dan adhisthana para Buddha Bodhisatwa, jika tidak, fu tidak akan manjur. Pihak yang menggambar fu mesti bervisualisasi para Buddha dan Bodhisatwa mengadhisthana fu, ada cahaya roh pada fu, dengan demikian baru bisa manjur setelah dikonsumsi oleh orang yang memohon fu. Jika fu tersebut digunakan oleh orang yang bukan pemohon, ia tidak akan manjur.

◎  Dharmaraja Liansheng Mengulas Sutra Vajra

Teks Sutra:
Bagian 30, Bentuk Kombinasi
"Subhuti, jika seorang putri atau putra yang berbudi luhur menghancurkan trisahasra mahasahasra lokadhatu menjadi partikel-partikel debu, apakah engkau berpendapat bahwa partikel-partikel itu banyak sekali?"

Pengulasan Dharmaraja Liansheng:
Tiga ribu ribuan dunia kecil menjadi satu ribuan dunia menengah, tiga ribu ribuan dunia menengah menjadi satu ribuan dunia besar. Luasnya trisahasra mahasahasra lokadhatu tidak terhitung banyaknya, jika trisahasra mahasahasra lokadhatu dihancurkan menjadi debu sekecil pm2.5, Buddha bertanya: "Banyak atau tidak?"

Teks Sutra:
Subhuti menjawab, "Tentu saja banyak sekali, Begawan. Mengapa? Jika partikel-partikel debu benar-benar ada, Buddha tidak akan menyebutnya sebagai partikel-partikel debu. Apa yang Buddha sebut sebagai partikel-partikel debu pada hakikatnya bukanlah partikel-partikel debu. Itulah sebabnya, semua itu dapat disebut partikel-partikel debu."

Pengulasan Dharmaraja Liansheng:
Subhuti menjawab: "Sangat banyak!" Subhuti langsung menjawab, Buddha mengatakan bahwa partikel debu bukan partikel debu, dalam pandangan Buddha, tidak ada partikel-partikel debu, sebab partikel-partikel debu bukan partikel-partikel debu, hanya demi penyebutan, sehingga Begawan memberinya nama sebagai "partikel-partikel debu".

Teks Sutra:
"Begawan, apa yang Tathagata sebut sebagai trisahasra mahasahasra lokadhatu bukan lokadhatu, hanya dinamakan lokadhatu. Mengapa demikian? Jika lokadhatu sungguh ada, semua itu hanya bentuk kombinasi. Apa yang Tathagata sebut sebagai bentuk kombinasi, pada hakikatnya bukanlah bentuk kombinasi, hanya disebut sebagai bentuk kombinasi."
"Subhuti! Bentuk kombinasi, tidak terperikan, tapi manusia awam tamak terhadapnya."

Pengulasan Dharmaraja Liansheng:
Titik berat bagian ini ada pada penjelasan mengenai bentuk kombinasi, bentuk kombinasi adalah gabungan. Contohnya, kita setiap manusia merupakan gabungan dari elemen tanah, air, api, angin, dan sedikit prana. Segala sesuatu, bahkan seluruh bumi, tidak ada yang bukan merupakan bentuk kombinasi (gabungan), dalam pandangan Buddha, bentuk kombinasi adalah sunya, semua yang merupakan gabungan begitu terurai, tidak akan ada lagi.

"Subhuti! Sesungguhnya bentuk kombinasi, tidak terperikan." Semula memang tidak terperikan, "Tapi manusia awam tamak terhadapnya.", manusia punya pikiran tamak. Buddha mengajarkan kita supaya tidak tamak, jangan tamak terhadap segala bentuk kombinasi. Seorang sadhaka, semakin sedikit keinginan, semakin baik, yang terbaik adalah tawar akan nama dan keuntungan, jangan menghalalkan segala cara demi mendapatkan sesuatu, sebab tidak tamak baru bisa mencapai kondisi amanasikara, tidak timbul pikiran tamak, baru bisa tenang mencerahi dan mengamalkan ajaran.

Bagian Sutra Vajra hari ini, mengajarkan kepada semua: "Jangan tamak akan bentuk kombinasi." Jika insan awam memahami kebenaran dibalik bentuk kombinasi, pasti tidak akan tamak, bisa menampakkan Buddhata diri, memancarkan cahaya terang.

Usai Dharmadesana yang sangat berharga, Dharmaraja Liansheng berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sarana kepada siswa baru, dan mengadhisthana Air Maha Karuna Dharani, kemudian menginisiasi pratima dan mengadhisthana segenap siswa.

◎  Mari berdana mendukung karya kebajikan
Sheng-Yen Lu Foundation (盧勝彥佈施基金會)
Pandemi Covid-19 membuat perekonomian menjadi mundur, Dharmaraja Liansheng berwelas asih berdonasi melalui Sheng-Yen Lu Foundation untuk membeli berbagai benda kebutuhan pengobatan Covid-19 dan kebutuhan terkait, serta berdonasi untuk membangun sanatorium di Seattle, dan panti wreda yang dibangun bersama oleh klinik Internasional, untuk membantu supaya setiap orang lanjut usia dapat memperoleh tempat tinggal yang tenteram.
 
Untuk informasi lebih detail, silakan simak melalui situs resmi Sheng-Yen Lu Foundation:
http://sylfoundation.org/

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#Padmakumara

Yidam pujabakti minggu depan adalah #BuddhaBhaisajyaguru
#SutraVajra

Artikel Dharmadesana lengkap (Bahasa Mandarin) bisa disimak melalui tautan berikut:
https://tbnewshq.org/epaper_detail2210.htm

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Alamat Tbboyeh: 
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。