14 Agustus 2022 Upacara Homa Amoghapasalokesvara di Rainbow Temple

14 Agustus 2022 Upacara Homa Amoghapasalokesvara di Rainbow Temple

#LiputanTBSN

Pada tanggal 14 Agustus 2022, Rainbow Temple (Caihong Leizangsi-彩虹雷藏寺), Seattle Amerika Serikat, dengan tulus mengundang Dharmaraja Liansheng (蓮生活佛) untuk memimpin Upacara Homa Bodhisatwa Amoghapasalokesvara (Bukongjuansuoguanyin-不空羂索觀音). Dharmaraja Berdharmadesana, Amoghapasalokesvara memiliki Dharmabala yang sangat kuat, dapat menganugerahkan keberhasilan santika, paustika, vasikarana, dan abhicaruka, menggunakan pasa (tali) untuk mengikat semua harapan, supaya semua menjadi sempurna, semua harapan menjadi Amogha (tidak kosong), semua dapat tercapai.

Saat upacara berlangsung, Dharmaraja teristimewa mempersembahkan japamala, pundarika, pasa, dan kalasa kepada Samahita Vajra Amoghapasalokesvara. Dharmaraja memperagakan berbagai mudra, memohon Amoghapasalokesvara dengan pandangan kesetaraan menjemput segenap arwah terlahir di Buddhaksetra nan suci (menjemput semua, tanpa membedakan bajik dan jahat, siapa pun yang berdoa kepada-Nya pasti dapat memperoleh yoga), menganugerahkan berkah supaya semua dapat mencapai keberhasilan bhavana, memercikkan tirta amerta kepada semua, mengadhisthana supaya semua sehat, memancarkan cahaya adhisthana mencapai kesempurnaan dalam bhavana Sadparamita, mengadhisthana supaya semua harapan dapat terkabul.

Sebelum memulai Dharmadesana, Dharmaraja Liansheng mengungkapkan: "Bodhisatwa Suryaprabha dan Bodhisatwa Candraprabha tidak berada dalam jajaran Asta Mahabodhisatwa Tathagata Bhaisajyaguru, kedua Bodhisatwa tersebut merupakan abdi dari Buddha Bhaisajyaguru."

Dharmaraja mengumumkan bahwa tanggal 20 Agustus merupakan Upacara Agung Buddha Amitabha Tahun Renyin untuk Tolak Bala dan Pemberkatan, serta Penyeberangan Ribuan Bahtera Dharma. Selama 3 tahun pandemi ini, setiap malam Dharmaraja Liansheng menggunakan metode Ribuan Bahtera Dharma untuk menyeberangkan semua korban jiwa virus Covid-19. Pada Upacara Agung nanti, Dharmaraja akan membabarkan proses penyeberangan Ribuan Bahtera Dharma, merupakan pembabaran Dharma yang sangat dinantikan oleh segenap siswa.

Tanggal 21 Agustus, merupakan Upacara Agung Musim Gugur Mahadewi Yaochi, Mahadewi Yaochi merupakan Yidam pertama dari Dharmaraja, makhluk yang telah dibimbing sangat banyak. Kedua upacara tersebut akan diselenggarakan di Rainbow Temple pada pukul 3 sore. Tanggal 20 Agustus, pukul 10:30 adalah acara tanda tangan buku, serta pameran buku Tbboyeh, banyak acara yang sangat bermanfaat, menyambut segenap siswa untuk datang merayakan kemeriahan musim gugur di Seattle, dan tentu saja pasti memperoleh banyak manfaat.

◎  Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Pertanyaan siswa dari Taiwan:
Sadhaka menekuni Mahasadhana Avenika Dewi Marici, apakah terlebih dahulu harus merapal Mantra Hati Dewi Marici: "Om. Molizhiyi. Suoha", Mantra Dewi Marici untuk Menyembunyikan Wujud "Om. Amidiye. Molizhiyi. Suoha", Mantra Dewi Marici untuk Mengusir Kantuk "Tanzhita. Yidimidi. Zhidibijiana. Shandibotuochi. Suoha" masing-masing 100,000 kali, baru boleh menekuni Mahasadhana Avenika Dewi Marici?

Dalam buku disebutkan bahwa sadhaka boleh melukis sendiri Bodhisatwa Dewi Marici, digantungkan di mandala Tantra untuk dipuja, apakah perlu terlebih dahulu menulis surat mohon Mahaguru Lu menganugerahkan adhisthana inisiasi ? Apakah tidak ada aturan ukuran lukisan tersebut?

Mohon Mahaguru Lu memperagakan Mudra Mula Dewi Marici dan Mudra Perlindungan Dewi Marici.
Terlebih dahulu, Dharmaraja Liansheng memperagakan Mudra Mula Dewi Marici dan Mudra Perlindungan Dewi Marici, kemudian menjawab pertanyaan:
"Pada umumnya dalam penekunan Tantra, jumlah 100,000 merupakan fondasi, contohnya: Mahapujana, Mahanamaskara, Catursarana, dan Mantra Sataksara dalam Catur Prayoga, semua menggunakan jumlah 100,000 sebagai fondasi. Jika ingin menekuni Mahasadhana Avenika Dewi Marici, boleh langsung bersadhana sembari mengumpulkan rapal mantra sebanyak 100,000 kali. Melukis dengan hati tulus dan khidmat akan menghasilkan manfaat, tidak harus mohon Mahaguru menganugerahkan adhisthana inisiasi, tentu saja boleh menulis surat mohon adhisthana inisiasi. Ukuran lukisan tidak dibatasi besar dan kecilnya." Dharmaraja tertawa menjawab: "Dalam proses bersadhana, dalam ritus tidak dijelaskan detailnya, sadhaka boleh memutuskan sendiri berdasar etiket."

Pertanyaan siswa dari Taiwan:
Apakah menekuni Sadhana Simabandhana Buddha Amitabha perlu terlebih dahulu merapal: "Om. Amidiewa. Hum Pan" sebanyak 100,000 kali baru boleh menekuni Sadhana Simabandhana? Apakah mesti terlebih dahulu merapal Mantra Pembersihan, Mantra Mengundang, Mahanamaskara, Mahapujana, Catursarana, baru bervisualisasi, membentuk mudra, kemudian merapal mantra?

Dharmaraja menjawab:
"Menekuni Sadhana Simabandhana Buddha Amitabha juga sama, boleh sambil menekuni sadhana, sambil mengumpulkan rapal mantra sebanyak 100,000 kali, jika ada waktu boleh ditambahkan tahap awal, yaitu merapal Mantra Pembersihan, Mantra Mengundang, Mahanamaskara, Mahapujana, dan Catursarana, jika tidak ada waktu boleh langsung melakukan Sadhana Simabandhana."

◎  Pengulasan Sutra Vimalakirti

Teks Sutra:
Bagian 1, Varga Buddhaksetra: "Masuk dalam nidana, mematahkan semua pandangan sesat."

"Mahabodhisatwa tahu apa itu sifat nidana adalah sunya, kehidupan laksana mimpi dan ilusi, pembabaran Dharma penuh dengan kebijaksanaan, dapat mematahkan semua pandangan sesat." Dharmaraja menjelaskan, setiap corak pikiran merupakan sebuah nidana, tapi sifatnya adalah sunya, laksana mimpi dan ilusi, memahami kebenaran ini, gunakan untuk mematahkan semua pandangan sesat. Pada masa Sang Buddha, ada enam guru tirthika, dalam pembabaran ajaran tirthika ada pandangan sesat, sedangkan Buddhadharma adalah sempurna, dengan jelas mengetahui bahwa semua yang dilihat di dunia ini adalah nidana yang bersifat sunya. Saat ini ada agama yang tidak membabarkan reinkarnasi, pemahaman seperti itu tidak sempurna, tapi sebagai siswa Buddha, kita jangan mengecam agama lain.

Pandangan kelenyapan dan pandangan keabadian adalah pandangan sesat, pandangan kelenyapan hanya mengakui dunia fana yang bisa dirasakan panca indra dan hanya mengakui kehidupan sekarang, menolak reinkarnasi, menolak tubuh bardo, dan segala yang tidak bisa dirasakan oleh panca indra (contoh: Buddha Bodhisatwa dan makhluk halus); Pandangan keabadian mengira bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah abadi dan tidak berubah.

"Dalam pandangan Dewa Mahabrahma, kehidupan manusia singkat seperti kehidupan kunang-kunang." Dharmaraja menuturkan, proses pembentukan, terbentuk, kehancuran, dan kosongnya dunia merupakan satu mahakalpa, sudah termasuk sangat lama, tapi masih tetap jauh lebih singkat jika dibandingkan dengan jangka waktu kehidupan Dewa Mahabrahma yang mencapai 100 triliun tahun, usia Dewa Mahabrahma adalah 10 mahakalpa, tetap tidak kekal, tidak abadi, suatu hari nanti akan berakhir."

Buddhadharma penuh toleransi, pandangan jalan tengah dari Bodhisatwa Nagarjuna melebur dalam Dharma lokiya dan Lokuttara, menitikberatkan pada Lokuttara sekaligus lokiya, dapat melebur dengan semua. Lahir adalah nidana, setiap hari sedang berlalu, terus berubah, tidak kekal, tanpa diri, ini adalah kebenaran. Hidup laksana mimpi, batin trikala tidak bisa diperoleh, segala sesuatu akan berlalu, patahkan semua pandangan sesat. Siswa Buddha mesti menghargai segala sesuatu di dunia, dan harus memahami bahwa kelak harus keluar dari keduniawian.

Di penghujung acara, Dharmaraja Liansheng berjalan ke depan layar Zoom untuk berinteraksi dengan segenap siswa, semua bertepuk tangan sebagai luapan rasa syukur atas Dharmadesana Dharmaraja. Kemudian Dharmaraja Liansheng berwelas asih mengadhisthana dan memberikan restu kepada segenap siswa di lokasi dan yang berpartisipasi secara daring, supaya semua dapat memperoleh adhisthana dan perlindungan Amoghapasalokesvara. Setelah semua siswa yang hadir memperoleh Abhiseka Amoghapasalokesvara, upacara pun berakhir dengan sempurna.

Klik tautan di bawah ini untuk menyimak artikel lengkap Dharmadesana (bahasa Mandarin):
https://tbnewshq.org/epaper_detail2387.htm

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#Amoghapasalokesvara
Yidam Homa minggu depan adalah #MahadewiYaochi
#SutraVimalakirti

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Alamat Tbboyeh: 
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

2024真佛宗為世界祈福 高王經千遍迴向師尊