26 Maret 2023 Upacara Homa Acalanatha Pancawarna

26 Maret 2023 Upacara Homa Vidyaraja Acalanatha Pancawarna di Rainbow Temple
#LiputanLihuaTBSN

Pada tanggal 26 Maret 2023, Rainbow Temple (Caihong Leizangsi/彩虹雷藏寺) Seattle, Amerika Serikat, dengan tulus mengundang Mulacarya Dharmaraja Liansheng untuk memimpin Upacara Homa Vidyaraja Acalanatha Pancawarna (Wuse Budong Mingwang/五色不動明王). Usai homa, Dharmaraja mengumumkan bahwa tanggal 2 April, pukul 3 sore adalah Upacara Homa Bodhisatwa Ksitigarbha (Dizangwang Pusa/地藏王菩薩) untuk memperingati Ceng Beng. Dharmaraja menuturkan, tangan kanan Bodhisatwa Ksitigarbha membawa khakkara, tangan kiri menopang maniratna, duduk di atas Diting. Bodhisatwa Ksitigarbha merupakan Istadewata dari Dharmaraja Liansheng. Setelah memperagakan mudra dan mantra Bodhisatwa Ksitigarbha, Dharmaraja mengungkapkan bahwa Bodhisatwa Ksitigarbha merupakan satu-satunya Bodhisatwa dalam jajaran Asta Mahabodhisatwa yang tampil dalam wujud Sravaka atau rupa seorang biksu.

Dharmaraja menyebutkan bahwa Sadhana Vidyaraja Acalanatha Pancawarna telah usai dibabarkan dalam transmisi perdana di Chiayi Municipal Sports Park Gymnasium, dalam upacara yang diselenggarakan oleh The Fahua Buddhist Center (Fahuatang/法華堂). Dharmaraja mengingatkan semua, saat abhiseka mesti membentuk Mudra Khadga Vidyaraja Acalanatha. Dharmaraja mengungkapkan bahwa saat naik Dharmasana, sebelum upacara dimulai, Vidyaraja Acalanatha Pancawarna sudah hadir. Vidyaraja Acalanatha Pancawarna antara lain: Vidyaraja Acalanatha Kuning di tengah, Vidyaraja Acalanatha Biru di timur, Vidyaraja Acalanatha Putih di barat, Vidyaraja Acalanatha Hitam di utara, Vidyaraja Acalanatha Merah di selatan. Sama seperti urutan lima elemen di Tiongkok, atau urutan lima penjuru Wulao (Pancasesepuh).

Gatha atau ikrar utama Vidyaraja Acalanatha adalah:
"Barang siapa melihat tubuh-Ku, membangkitkan Bodhicitta; Mendengar nama-Ku, menghentikan kejahatan, menekuni kebajikan; Mendengar ucapan-Ku, memperoleh Mahaprajna; Memahami Hati-Ku, menjadi Buddha dalam tubuh kini!"

Gatha ini sangat mirip dengan 37 Bodhipaksika, barang siapa melihat Vidyaraja Acalanatha memperoleh 7 Bodhicitta, mendengar nama Vidyaraja Acalanatha memperoleh Catvari-samyak-pradhana, mendengar pembabaran Dharma Acalanatha memperoleh daya kebijaksanaan, memahami Hati Acalanatha memperoleh Mulajnana. Vidyaraja Acalanatha juga merupakan Dharmapala Utama Zhenfo Zong, Dharmaraja mengungkapkan bahwa dulu Vidyaraja Acalanatha dan Vajra Mahabala pernah membantu Beliau mengatasi malapetaka. Vidyaraja Acalanatha sangat agung, merupakan perwujudan dari Tathagata Mahavairocana, oleh karena itu disebut: Maharya Vidyaraja Acalanatha. Asal-usul utama Vidyaraja Acalanatha Pancawarna bersumber dari sadhana yang dilakukan oleh seorang biksu pada zaman Edo untuk melindungi negara.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan – Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya: Pada tanggal 1 Januari 2023, saat transmisi Sadhana Vidyaraja Acalanatha Pancawarna di Chiayi, Dharmaraja membabarkan bahwa Vidyaraja Acalanatha Pancawarna dapat melakukan santika, paustika, abhicaruka, dan menyingkirkan rintangan. Siswa dengan tulus memohon Dharmaraja Liansheng untuk mengupas metode santika, paustika, vasikarana, dan abhicaruka Vidyaraja Acalanatha Pancawarna.

Dharmaraja Liansheng menjawab, bisa mengundang Vidyaraja Acalanatha Putih untuk melakukan Sadhana Santika, Acalanatha Kuning untuk Sadhana Paustika, Acalanatha Hitam untuk Sadhana Abhicaruka, Acalanatha Hijau untuk menyingkirkan rintangan. Selain itu, Sadhana Simabandhana Vidyaraja Acalanatha adalah Mantra Navaksara, simbandhana dilakukan dengan baik berarti santika, menyingkirkan rintangan dan abhicaruka.

Siswa yang lain memohon Dharmaraja untuk merapalkan Mantra Hati Vidyaraja Acalanatha, supaya segenap siswa bisa merapalnya sesuai dengan suara mantra silsilah dari Dharmaraja Liansheng.

Terlebih dahulu, Dharmaraja merapalkan Mantra Pendek Vidyaraja Acalanatha, kemudian memberitahu semua mengenai pengalaman Beliau saat bertanya kepada Kakek Guru: Antara mantra panjang, mantra pendek, dan mantra hati, mana yang pahalanya lebih besar? Jawaban dari Kakek Guru adalah: Semua sama. Semua boleh menjapa mantra pendek saja.

◎ Dharmaraja Liansheng Mengulas Sutra Vimalakirti

Teks Sutra Vimalakirti:
"37 Bodhipaksika adalah alam suci Bodhisatwa, saat Bodhisatwa menjadi Buddha, melalui catvari-smrti-upasthana, catvari-samyak-prahanani, catvara-rddhi-padah, lima akar, pancabala, sapta-bodhyanga, dan astanga-marga, semua makhluk terlahir di ksetra-Nya."

Kemarin Dharmaraja telah mengulas Dharma-pravicaya-saṃbodhyaṅgam, virya-sambodhyangam, dan priti-sambodhyanga, hari ini dilanjutkan mengulas prasrabdhi-saṃbodhyaṅg, smrti-sambodhyanga, samādhi-sambodhyanga, dan upekṣā-saṃbodhyaṅga.

Dharmaraja menjelaskan: Mengapa sadhaka bisa merasakan prasrabdhi (rileks dan tenang)? Sebab sudah bebas, tercerahkan, sudah mempunyai kondisi pencerahan. Mencerahi apa? Mencerahi segala sesuatu tiada yang diperoleh. Avidya membuat insan mengkhawatirkan perolehan dan kehilangan, tidak peduli memperoleh atau kehilangan, semua menyebabkan kerisauan. Cerahi perolehan dan kehilangan, maka Anda akan memperoleh ketenangan dan rileks. Prasrabdhi merupakan rasa dekat dengan moksa.

Mengenai smrti-sambodhyanga, Dharmaraja mengungkapkan bahwa pikiran manusia laksana air terjun, meskipun mengalir masuk ke dalam danau, tetap saja beriak. Bagaimana supaya bisa mencapai kondisi tiada pikiran? Mesti memahami pratyaveksanajnana, mengamati pikiran diri sendiri tanpa menetap di dalamnya, atau lebih baik meninggalkan pikiran. Mencapai amanasikara, inilah kemurnian.

Berikutnya adalah samādhi-sambodhyanga, meninggalkan pikiran berarti samadhi, sebab pikiran melekat pada konsep perolehan dan kehilangan. Setelah meninggalkan pikiran, mencapai samādhi-sambodhyanga, yang juga merupakan dhyana-paramita.

Di antara saptabodhyanga, yang utama adalah upeksa-sambodhyanga, sepasang tangan terbuka, merelakan segalanya, bahkan dilakukan dengan sikap kesetaraan. Bahkan bisa merelakan apa pun, mendermakannya kepada insan lain. Sampai pada tingkatan tertinggi, tidak ada lagi yang dilepas, sebab tiada suatu yang diperoleh, ini adalah mulajnana. Selama masih berpendapat bahwa diri ini melakukan derma, berarti bukan derma.

Usai Dharmadesana, seketika tepuk tangan membahana, meluapkan rasa sukacita karena telah mendengarkan dan memahami Dharma nan mendalam. Dharmaraja berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Simabandhana Acalanatha Pancawarna kepada segenap siswa yang hadir langsung di lokasi. Upacara pun usai dengan manggala dan sempurna. Kami mengajak Anda semua untuk terus mendukung upacara minggu depan, yaitu Upacara Homa Bodhisatwa Ksitigarbha memperingati hari raya Ceng Beng.

------------------------

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 11:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 06:00 WIB

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#VidyarajaAcalanathaPancaWarna
Yidam Homa minggu depan #BodhisatwaKsitigarbha
#SutraVimalakirti

2024真佛宗為世界祈福 高王經千遍迴向師尊