8 Juli 2023 Pujabakti Sadhana Padmakumara di Seattle

8 Juli 2023 Pujabakti Sadhana Padmakumara di Seattle

Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (Xiyatu Leizangsi/西雅圖雷藏寺)
Oleh Xiaofang (曉芳)

Pada hari Sabtu, 8 Juli 2023, pukul 8 malam, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple menyelenggarakan pujabakti Sadhana Istadewata Padmakumara (Lianhuatongzi/蓮花童子), dalam penyaluran jasa, Dharmaraja Liansheng memanjatkan permohonan kepada Padmakumara untuk mengadhisthana segenap siswa Zhenfo Zong, segala harapan yang baik dan wajar dapat terkabul, berkah dan kebajikan sempurna, mencapai keberhasilan bhavana.

Dharmaraja Liansheng memberitahu semua, mengenai Padmakumara sudah dibabarkan berulang kali, Kumara Daun Teratai minggu lalu (Minggu, 2 Juli 2023, Dharmaraja Liansheng memimpin Homa Pingalakumara) adalah Kumara Pengabul Harapan (Manyuantongzi/滿願童子), dan minggu ini adalah Padmakumara, Kumara teratai dan daun tidak terpisahkan. Ketua Padmakula adalah Buddha Amitabha. Guru Padmasambhava juga menjelma dari padma, oleh karena itu Guru Padmasambhava juga Padmakumara. Selain itu, Ratnamatikumara dan Ratnasamudgatakumara adalah Bodhisatwa Avalokitesvara dan Bodhisatwa Mahastamaprapta, mereka semua adalah Padmakumara. Oleh karena itu, asal-usul Padmakumara sungguh istimewa.

◎  Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya: Dalam karya tulis Dharmaraja Liansheng, buku nomor 240 "Membuka Gerbang Mustika", dalam artikel berjudul: "Yoga Sadhana Japa", Dharmaraja Liansheng menyebutkan:

Saya punya satu kiat paling penting untuk kontak yoga dengan Istadewata. Kiat ini adalah:
Makanan yang Anda persembahkan kepada Istadewata,
Mesti Anda makan sedikit.
Tapi paling baik jika semua bisa dimakan habis.
Jangan dimakan bersama orang lain.

Masih ada satu lagi kiat penting, ikrar Anda mesti sama persis dengan ikrar Istadewata, tidak boleh berbeda, tiap kali bersadhana, ikrarnya sama.

Persamaan makanan (transformasi tubuh)
Persamaan ikrar (transformasi pikiran)
Ini adalah kiat paling penting dalam Sadhana Yoga Istadewata.

Pertanyaan siswa adalah: Jika sarana puja terlampau banyak, diri sendiri tidak sanggup menghabiskan, apakah tidak boleh dibagikan kepada orang lain? Hanya boleh dibuang? Atau diri sendiri makan sebagian, sisanya boleh dibagikan ke orang lain? Selain itu, Mahaguru Lu menyebutkan bahwa tujuan persamaan makanan adalah transformasi tubuh, apa maksudnya?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Tentu saja, mesti diri sendiri yang makan, tapi jika terlampau banyak, boleh saja dibagikan kepada orang lain, tapi jika bisa dihabiskan sendiri adalah yang terbaik. Jika persembahan Anda banyak, seperti dalam Trimulapuja, boleh dimakan bersama orang lain. Jangan dibuang, tidak boleh memboroskan makanan.

Ini adalah pertanyaan dia mengenai transformasi tubuh, transformasi pikiran, ikrar adalah transformasi pikiran. Sesungguhnya bhavana kita Tantra adalah transformasi tubuh, ucapan, dan pikiran. Anda bertransformasi menjadi Istadewata, perlu mengandalkan transformasi tubuh, transformasi pikiran, dan transformasi ucapan.

Pertanyaan kedua:
Apakah Bimasakti nan Indah ada di alam surga sadgati? Atau Buddhaksetra? Jika ada di alam surga, apakah di surga kamadhatu, rupadhatu, atau arupadhatu? Apakah berlokasi di 28 surga? Jika benar, lokasinya ada di surga yang mana?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Anda akan tahu setela pergi ke sana. Selama Anda belum pernah ke sana, sebanyak apa pun yang saya beritahukan kepada Anda, tetap tidak bermanfaat. Jika Anda telah mencapai Bimasakti nan Indah, dengan sendirinya akan tahu.

◎  Dharmaraja Liansheng Mengulas Sutra Vimalakirti

Teks Sutra:
"Begawan, saat itu setelah mendengar tuturan Beliau, belum pernah mendengar yang seperti itu, timbul rasa hormat mendalam dalam diri Sarwa Bodhisatwa. Kemudian Saya berpikir: Meskipun seorang perumah tangga, kebijaksanaan dan kefasihan berbicara Beliau sedemikian agung, siapa pun yang mendengarnya pasti akan membangkitkan Anuttara Samyaksambodhicitta. Semenjak saat itu, saya tidak pernah lagi menganjurkan insan untuk mempraktikkan jalan Sravaka atau Pratyekabuddha. Oleh karena itu saya merasa tidak pantas menjenguk Beliau."

Buddha memberitahu Subhuti: "Pergilah menjenguk Arya Vimalakirti yang sedang sakit."
Subhuti menjawab: "Begawan, Saya tidak pantas pergi menjenguk Beliau. Mengapa? Teringat dahulu Saya pergi ke rumah Beliau untuk berpindapatra, saat itu Arya Vimalakirti mengambil patra Saya dan memenuhinya dengan makanan. Kemudian berkata kepada Saya: ‘Wahai Subhuti, jika sanggup bersikap setara terhadap makanan, maka sarwa dharma pun juga setara. Sarwa dharma setara, makanan pun setara. Dengan pemikiran ini berpindapatra, maka boleh menerima persembahan makanan. Jika Subhuti walau tidak memotong berahi, amarah, dan kebodohan, tapi tidak terpengaruh olehnya, tidak merusak diri, mengikuti satu laksana. Tanpa melenyapkan kecintaan dan kebodohan, membangkitkan pembebasan. Dengan atribut lima pelanggaran durhaka, memperoleh pembebasan. Tidak melepas pun tidak mengikat. Tidak melihat empat kebenaran mulia, bukan tidak melihat kebenaran mulia. Bukan memperoleh hasil, bukan pula tidak memperoleh hasil. Bukan awam, pun bukan Dharma meninggalkan keawaman. Bukan Arya, pun bukan bukan Arya. Meskipun mencapai keberhasilan Sarwadharma, meninggalkan semua atribut Dharma. Oleh karena itu boleh menerima persembahan makanan tersebut. Jika Subhuti, tidak melihat Buddha, tidak mendengar Dharma, enam guru tirthika itu."

"Begawan, saat itu setelah mendengar tuturan Beliau, belum pernah mendengar yang seperti itu, timbul rasa hormat mendalam dalam diri Sarwa Bodhisatwa. Kemudian Saya berpikir: Meskipun seorang perumah tangga, kebijaksanaan dan kefasihan berbicara Beliau sedemikian agung, siapa pun yang mendengarnya pasti akan membangkitkan Anuttara Samyaksambodhicitta. Semenjak saat itu, saya tidak pernah lagi menganjurkan insan untuk mempraktikkan jalan Sravaka atau Pratyekabuddha. Oleh karena itu saya merasa tidak pantas menjenguk Beliau."

Kepada Buddha Sakyamuni, Mahakasyapa mengisahkan ucapan Arya Vimalakirti kepada Beliau, bahwa kalimat tersebut belum pernah diengar oleh Mahakasyapa, bisa membuat semua Bodhisatwa timbul rasa hormat kepada Arya Vimalakirti. Kemudian Mahakasyapa berpikir, kebijaksanaan dan kefasihan berbicara tanpa rintangan dari Arya Vimalakirti membuat setiap orang yang mendengarnya membangkitkan Bodhicitta. Oleh karena itu, Beliau merasa tidak panats untuk memandu semua pergi menjenguk Arya Vimalakirti.

Buddha memberitahu Subhuti: "Pergilah menjenguk Arya Vimalakirti yang sedang sakit."
Subhuti menjawab: "Begawan, Saya tidak pantas pergi menjenguk Beliau."

Buddha Sakyamuni memberitahu Subhuti, pergilah memandu semua untuk menjenguk Arya Vimalakirti. Subhuti juga memberitahu Buddha Sakyamuni bahwa dirinya merasa tidak pantas menjenguk.

"Mengapa? Teringat dahulu Saya pergi ke rumah Beliau untuk berpindapatra, saat itu Arya Vimalakirti mengambil patra Saya dan memenuhinya dengan makanan. Kemudian berkata kepada Saya: ‘Wahai Subhuti, jika sanggup bersikap setara terhadap makanan, maka sarwa dharma pun juga setara. Sarwa dharma setara, makanan pun setara. Dengan pemikiran ini berpindapatra, maka boleh menerima persembahan makanan.’"

Subhuti mengatakan: Saya berbeda dengan Mahakasyapa, Mahakasyapa berpindapatra kepada orang miskin, sedangkan saya berpindapatra kepada orang kaya, sebab orang yang kaya baru bisa berdana, selain itu, dengan demikian dapat menambah berkah mereka. Subhuti pergi berpindapatra ke rumah Arya Vimalakirti, sebab Arya Vimalakirti adalah seorang tokoh terhormat yang kaya, Arya Vimalakirti mengisi patra Subhuti penuh dengan nasi dan lauk.

Arya Vimalakirti memberitahunya, bahwa Beliau mesti memahami sarwa dharma setara, dan yang dimakan juga setara. Sebab Beliau pergi berpindapatra ke rumah Arya Vimalakirti dengan sikap hati diskriminasi, khusus berpindapatra kepada orang kaya, tidak berpindapatra kepada orang miskin, tidak berpindapatra sesuai jodoh, sama seperti Mahakasyapa, sama-sama keliru. Jika Beliau berpindapatra berlandaskan pada Dharma kesetaraan, maka boleh menerima makanan tersebut dan memakannya.

"Subhuti, jika tanpa meninggalkan berahi, kebencian, dan kebodohan, Engkau tidak terpengaruh oleh itu semua."
Menyesuaikan dengan berahi, kebencian, dan kebodohan, tidak memutuskannya, tapi tetap mempertahankan terang dalam hati.

"Tidak merusak diri, mengikuti satu laksana."
Meski ada berahi, amarah, dan kebodohan, tapi tidak merusak terang diri, tidak merusak Buddhata, ini adalah satu, bukan dua.

"Tanpa melenyapkan kecintaan dan kebodohan, membangkitkan pembebasan."
Tidak meninggalkan kebodohan dan kecintaan, tapi dapat mencapai pembebasan.

Baik dan buruk saling berlawanan, ini disebut dualism, baik dan buruk, benar dan salah, semua adalah dualism. Buddhadharma yang sesungguhnya, tidak ada baik dan jahat, tidak ada benar dan salah. Yang dibabarkan oleh Arya Vimalakirti adalah menyesuaikan dengan lobha, dvesha, dan moha, tapi tidak merusak terang Buddhata Anda.

"Dengan atribut lima pelanggaran durhaka, memperoleh pembebasan."
Melihat insan yang membunuh ayah, membunuh ibu, membunuh Arhat, melukai tubuh Buddha, merusak pratima Buddha, atau merusak keharmonisan Sangha, tetap mesti menghormati dengan setara, tetap membimbing mereka, ini disebut pembebasan.

"Tidak melepas pun tidak mengikat."
Siapa mengikat Anda? Tidak ada yang mengikat aku, juga tidak perlu dilepas. Tidak perlu mencapai pembebasan, diri sendiri telah terbebaskan.

"Tidak melihat empat kebenaran mulia, bukan tidak melihat kebenaran mulia."
Empat kebenaran mulia yang dibabarkan oleh Buddha Sakyamuni: Duka, samudaya, niroda, dan marga, sesungguhnya tiada duka, samudaya, niroda, dan marga. Tidak melihat empat kebenaran mulia, bukan tidak melihat kebenaran mulia, ini adalah empat kebenaran mulia, tapi tidak menggunakan empat kebenaran mulia, diri sendiri juga dapat mencapai pembebasan.

"Bukan memperoleh hasil, bukan pula tidak memperoleh hasil."
Meskipun memperoleh tingkata tersebut, tapi tidak melekati konsep tingkat spiritual. Berbuat bajik, tapi tidak melekat pada konsep kebajikan; Berderma, tapi tidak melekat pada konsep derma. Ini adalah trimandalaparisuddhi.

"Bukan awam, pun bukan Dharma meninggalkan keawaman."
Orang suci pun menggunakan metode insan awam baru bisa menjadi serupa dengan awam.

"Bukan Arya, pun bukan bukan Arya."
Anda adalah Arya, sesungguhnya juga bukan Arya, di masa lampau Anda juga awam. Ingat, setara! Setara! Di sini dibahas Dharma keseteraan. Bukan Arya, bukan pula bukan Arya, semua setara.

"Meskipun mencapai keberhasilan Sarwadharma, meninggalkan semua atribut Dharma."
Meskipun telah mencapai keberhasilan dalam semua, tapi semua Dharma hanya sebuah istilah belaka, semua di dunia saha ini adalah ilusi.

"Oleh karena itu boleh menerima persembahan makanan tersebut."
Memahami hal tersebut, maka boleh mengonsumsi makanan dalam patra itu.

"Jika Subhuti, tidak melihat Buddha, tidak mendengar Dharma."
Jika hari ini Subhuti tidak berjumpa dengan Buddha Sakyamuni, juga tidak mendengar Buddhadharma.

"Enam guru tirthika itu."
Saat itu ada enam guru sesat.
….

Usai Dharmadesana, Dharmaraja Liansheng berwelas asih mengadhisthana segenap siswa di lokasi dan yang menyaksikan secara daring.

------------------------
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#BuddhaBhaisajyaguru
#SutraVimalakirti
Istadewata Pujabakti Minggu Depan #BuddhaAmitabha

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。