12 Agustus 2023 Pujabakti Sadhana Bhagavati Cundi di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

12 Agustus 2023 Pujabakti Sadhana Bhagavati Cundi di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple
Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (Xiyatu Leizangsi/西雅圖雷藏寺)
Oleh: Pandita Lokapalasraya Lianhua Yilei (蓮花一蕾助教)

Pada hari Sabtu, tanggal 12 Agustus 2023, Seattle Ling Shen Ching Tze kembali didatangi oleh rombongan baru umat dari berbagai penjuru dunia, antara lain: Hong Kong, Australia, dan Chicago. Seiring dengan berkumandangnya Mantra Hati Padmakumara, semua beranjali dengan penuh khidmat menyambut kehadiran Dharmaraja Liansheng. Mulacarya Dharmaraja Liansheng memandu semua untuk bernamaskara kepada segenap Buddha, Bodhisatwa, Vajra Dharmapala di mandala, kemudian memimpin pujabakti Sadhana Istadewata Bhagavati Cundi.

Usai pujabakti, Dharmaraja Liansheng memberitahukan bahwa besok, hari Minggu, adalah Upacara Homa Jambhala Putih Naga Wahana, dan menuturkan bahwa uang hanya bermanfaat di dunia saha, derma dana memang penting, tapi yang paling penting adalah derma Dharma, derma berupa Buddhadharma barulah abadi. Gelar Vajra dari Bhagavati Cundi adalah Vajra Maha Suci, apa yang Maha Suci? Sunya yang paling suci, sebab sunya tidak berubah, sedangkan yang lainnya ada dalam segala fenomena, semua mengalami perubahan.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya:
Dalam mimpi, siswa menyaksikan tabiat sesungguhnya dari diri sendiri, yaitu egois, suka marah, banyak keraguan, angkuh, munafik, dan gemar berucap yang tidak bermanfaat. Meskipun dalam kehidupan sehari-hari, bisa menggunakan akal sehat untuk mengendalikan diri supaya tidak melakukan itu semua, atau bisa juga melafal Buddha untuk mengatasi pikiran yang kacau, tapi dalam mimpi terseret oleh pergerakan pikiran, tidak sanggup untuk menghindarinya dan tidak bisa mengendalikannya. Aneka mimpi terbentuk mengikuti pikiran diri sendiri, merasa bahwa semua itu merupakan kesan dari masa lampau diri sendiri, sehingga memproyeksikan berbagai macam hal. Namun, saat bermimpi berjumpa dengan Mahaguru Lu, merasa roh yang hidup sedang berbincang, mengapa dalam mimpi bisa berbeda seperti ini?

Mahaguru Liansheng menjawab:
Buku saya yang ke-298 berjudul "Wahyu Mimpi", setelah membacanya Anda akan paham. Saat kita dalam kondisi jaga, bisa menggunakan akal sehat untuk mengendalikan diri, tapi dalam mimpi menjadi kendur, kehilangan akal sehat, tabiat pun muncul. Sesungguhnya, dunia yang kita kendalikan dengan akal sehat juga sebuah mimpi.

Berbhavana sampai tingkat tertentu, dapat menggunakan terang hati untuk mentransformasikan mimpi menjadi mimpi yang baik, inilah Sadhana Pengamatan Mimpi dari Enam Yoga Naropa. Selain itu, dalam Tantra ada Sadhana Cahaya Tidur. Dalam Sutrayana pada umumnya tidak mengajari Anda bagaimana berbhavana dalam mimpi, sedangkan kita sadhaka Tantra di siang hari bisa berbhavana, dan di malam hari, dalam mimpi pun juga bisa berbhavana, ini lebih unggul. Dalam buku terbaru, nomor 298, saya akan membuat Anda semua memahami bagaimana menekuni Sadhana Pengamatan Mimpi.

◎ Dharmaraja Liansheng Mengulas Sutra Vimalakirti

Teks Sutra:
"Buddha memberitahu Arya Ananda: 'Pergilah menjenguk Arya Vimalakirti.' Arya Ananda menjawab Sang Buddha: 'Begawan, saya tidak berkualifikasi untuk menjenguk Beliau. Mengapa demikian? Teringat waktu lampau, tubuh Begawan sedang mengalami sakit ringan, membutuhkan susu sapi. Saya membawa patra pergi dan berdiri di depan pintu rumah Brahmana. Saat itu, Arya Vimalakirti memberitahu saya: 'Wahai Ananda, mengapa sepagi ini sudah ada di sini membawa patra?' Saya menjawab: 'Upasaka, tubuh Begawan sedang sakit, membutuhkan susu sapi. Oleh karena itu saya datang kemari.' Arya Vimalakirti menjawab: 'Hentikan! Hentikan! Wahai Ananda, jangan berkata seperti itu. Tubuh Tathagata adalah Tubuh Vajra, tidak dapat dirusak oleh berbagai hal buruk, bagaimana mungkin bisa berpenyakit? Bagaimana mungkin bisa ada kerisauan? Jangan ucapkan lagi, wahai Ananda, jangan memfitnah Tathagata. Jangan buat orang lain mendengar rumor ini, jangan sampai para Dewata maha daya dan para Bodhisatwa dari berbagai alam suci mendengar yang Engkau ucapkan itu."

“Ananda, bahkan Raja Cakravartin dengan sedikit berkahnya hampir tidak pernah sakit. Apalagi Tathagata yang merupakan timbunan berkah tak terhingga, yang mengungguli semuanya. Oh Ananda, jangan membuat kami semua menjadi malu, jika para tirthika brahmana mendengar ucapan tersebut, apa yang bakal mereka pikirkan? Bagaimana bisa disebut Guru? Bahkan tidak sanggup mengobati penyakitnya sendiri, bagaimana mungkin bisa mengobati berbagai penyakit? Wahai bijaksanawan, segera lah pergi dari sini, jangan sampai ada orang yang mendengarnya lagi. Ketahuilah wahai Ananda, Tubuh sarwa Tathagata adalah Dharmakaya, bukan tubuh yang penuh hawa nafsu. Buddha adalah Begawan yang melampaui triloka. Tubuh Tathagata anasrava, segala tiris telah berakhir.

"Tubuh Buddha tiada pamrih, tidak terjerums dalam berbagai fenomena. Tubuh yang demikian, mana mungkin berpenyakit? Bagaimana mungkin ada kerisauan? Wahai Begawan, saat itu saya sungguh merasa malu, bukankah saya dekat dengan Buddha, tapi bagaimana mungkin bisa memiliki keraguan. Kala itu terdengar suara dari angkasa: 'Benar seperti yang dituturkan oleh Sang Upasaka. Namun, Buddha lahir di dunia dengan lima kekeruhan, dan kini menampilkan peristiwa ini, demi membimbing dan membebaskan semua makhluk. Lakukanlah wahai Ananda, ambillah susu tersebut, jangan malu.' Begawan, demikianlah kefasihan berbicara dan kebijaksanaan Arya Vimalakirti. Oleh karena itu Saya merasa tidak berkualifikasi untuk menjenguk Beliau.' Demikianlah lima ratus siswa utama, masing-masing mengungkapkan alasannya kepada Sang Buddha, menyampaikan apa yang telah dituturkan oleh Arya Vimalakirti, semua menyatakan bahwa dirinya tidak pantas untuk pergi menjenguk."

"Buddha memberitahu Arya Ananda: 'Pergilah menjenguk Arya Vimalakirti.' Arya Ananda menjawab Sang Buddha: 'Begawan, saya tidak berkualifikasi untuk menjenguk Beliau."
Buddha mengatakan kepada Ananda, pergilah memandu para Sangha untuk menjenguk Arya Vimalakirti! Ananda memberitahu Buddha, saya merasa tidak berkualifikasi.

"Mengapa demikian?"
Apa sebabnya?

"Teringat waktu lampau, tubuh Begawan sedang mengalami sakit ringan, membutuhkan susu sapi."
Teringat hal yang lampau, saat itu Buddha Sakyamuni menderita sakit, dan mesti ambil susu sapi untuk kemudian diberikan kepada Buddha Sakyamuni.

"Saya membawa patra pergi dan berdiri di depan pintu rumah Brahmana."
Ananda pun membawa patra dan berdiri di depan pintu rumah seorang Brahmana.

"Saat itu, Arya Vimalakirti memberitahu saya:"
Saat itu, Arya Vimalakirti datang memberitahu Arya Ananda.

"Wahai Ananda, mengapa sepagi ini sudah ada di sini membawa patra?"
Hei, Ananda, mengapa sepagi ini Anda sudah berdiri di sini membawa patra?

"Saya menjawab: 'Upasaka, tubuh Begawan sedang sakit, membutuhkan susu sapi. Oleh karena itu saya datang kemari.'"
Arya Ananda menjelaskan kepada Arya Vimalakirti, bahwa tubuh Buddha Sakyamuni menderita sakit ringan, perlu minum susu, oleh karena itu saya datang kemari membawa patra.

"Arya Vimalakirti menjawab: 'Hentikan! Hentikan! Wahai Ananda, jangan berkata seperti itu.'"
Arya Vimalakirti mengatakan, hentikan! Wahai Ananda, Anda tidak boleh berkata seperti itu.
"Tubuh Tathagata adalah Tubuh Vajra, tidak dapat dirusak oleh berbagai hal buruk, bagaimana mungkin bisa berpenyakit? Bagaimana mungkin bisa ada kerisauan?"
Buddha Sakyamuni adalah Buddha, bertubuh vajra, segala macam kejahatan sudah tidak ada, semua sudah dipatahkan, bahkan, segala kebajikan berhimpun dalam tubuh vajra, dan tidak semestinya berpenyakit, juga tidak semestinya memiliki kerisauan.

"Jangan ucapkan lagi, wahai Ananda, jangan memfitnah Tathagata."
Anda tidak boleh berkata seperti itu, jika Anda mengatakan bahwa tubuh Buddha Sakyamuni berpenyakit, berarti Anda memfitnah Tathagata.

"Jangan buat orang lain mendengar rumor ini."
Jangan membuat orang lain mendengar perkataan Anda itu.

"Jangan sampai para Dewata maha daya dan para Bodhisatwa dari berbagai alam suci mendengar yang Engkau ucapkan itu."
Jangan sampai para Dewata maha daya dan para Bodhisatwa alam suci lainnya mendengar perkataan Anda itu.

"Ananda, bahkan Raja Cakravartin dengan sedikit berkahnya hampir tidak pernah sakit. Apalagi Tathagata yang merupakan timbunan berkah tak terhingga, yang mengungguli semuanya."
Raja dari dunia saha atau Raja Cakravartin yang memperoleh kedudukannya dengan berkah dan kebajikan yang sedikit saja juga tidak berpenyakitan. Apalagi adalah Tathagata! Sebab Tathagata adalah Dharmakaya, dapat memperoleh Dharmakaya, sebab Beliau memiliki berkah dan kebajikan tak terhingga. Dharmakaya adalah tubuh vajra, tidak tiris.

"Oh Ananda, jangan membuat kami semua menjadi malu."
Ananda, cepatlah pergi, karena mengucapkan bahwa Buddha Sakyamuni sakit sungguh merupakan hal yang memalukan.

"Jika para tirthika Brahmana mendengar ucapan tersebut, apa yang bakal mereka pikirkan? Bagaimana bisa disebut Guru? Bahkan tidak sanggup mengobati penyakitnya sendiri, bagaimana mungkin bisa mengobati berbagai penyakit?"
Yang dimaksud tirthika adalah brahmana, dan artinya adalah mereka bertekad untuk terlahir di Surga Mahabrahma. Jika mereka mendengar bahwa Buddha Sakyamuni berpenyakit, mereka akan berpikir: "Mengapa disebut Buddha? Bahkan tidak sanggup menyembuhkan penyakit diri sendiri, mana mungkin bisa menyembuhkan penyakit insan?"

"Wahai bijaksanawan, segera lah pergi dari sini, jangan sampai ada orang yang mendengarnya lagi. Ketahuilah wahai Ananda, Tubuh sarwa Tathagata adalah Dharmakaya, bukan tubuh yang penuh hawa nafsu. Buddha adalah Begawan yang melampaui triloka. Tubuh Tathagata anasrava, segala tiris telah berakhir."

Cepatlah pergi! Jika Anda masih berkata demikian, sungguh tidak baik jika sampai terdengar orang.
Tubuh Tathagata adalah Dharmakaya, bukan tubuh dengan lima hasrat. Lima hasrat antara lain: harta, seks, nama, makan, dan minum.
Buddha Sakyamuni adalah Begawan, Guru para Dewa dan manusia, melampaui kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu.
Tubuh Buddha tidak ada kerisauan.

"Tubuh Buddha tiada pamrih, tidak terjerums dalam berbagai fenomena. Tubuh yang demikian, mana mungkin berpenyakit? Bagaimana mungkin ada kerisauan?"
Tubuh Buddha tiada pamrih, bukan demi apa pun, tidak terjerumus dalam fenomena, juga tidak akan terombang-ambing, ada dalam alam tak tergoyahkan. Dharmakaya yang demikian, masih ada penyakit apa lagi? Masih ada kerisauan apa lagi?

"Semestinya Anda merasa malu, bukankah Anda dekat dengan Buddha, tapi bagaimana mungkin bisa salah dengar. Kala itu terdengar suara dari angkasa: 'Benar seperti yang dituturkan oleh Sang Upasaka. Namun, Buddha lahir di dunia dengan lima kekeruhan, dan kini menampilkan peristiwa ini, demi membimbing dan membebaskan semua makhluk. Lakukanlah wahai Ananda, ambillah susu tersebut, jangan malu.'

Meskipun Anda sedekat itu dengan Buddha, apakah Anda sudah salah dengar? Saat itu, Arya Ananda mendengar dari tengah angkasa ada suara yang memberitahunya: "Ananda, apa yang dikatakan oleh Upasaka Vimalakirti benar adanya. Namun, Buddha lahir di dunia dengan lima kekeruhan, dan di sini pula menampilkan peristiwa sakit, supaya insan melihat adanya penyakit, Beliau menggunakan cara ini untuk membimbing semua makhluk. Lima kekeruhan antara lain: kaspakasaya, drstikasaya, klesakasaya, ayukasaya, dan sattvakasaya. Baiklah, wahai Ananda, segera ambil susu tersebut dan kembalilah!

"Begawan, demikianlah kefasihan berbicara dan kebijaksanaan Arya Vimalakirti. Oleh karena itu Saya merasa tidak berkualifikasi untuk menjenguk Beliau.' Demikianlah lima ratus siswa utama, masing-masing mengungkapkan alasannya kepada Sang Buddha, menyampaikan apa yang telah dituturkan oleh Arya Vimalakirti, semua menyatakan bahwa dirinya tidak pantas untuk pergi menjenguk."

Arya Ananda memberitahu Buddha Sakyamuni, demikianlah kebijaksanaan dan kefasihan berbicara Arya Vimalakirti, oleh karena itu, saya tidak sanggup pergi memandu Sangha untuk menjenguk Beliau. Demikianlah Lima Ratus Arhat, semua mengatakan tidak pantas untuk pergi menjenguk Arya Vimalakirti.

Dharmaraja Liansheng melanjutkan: Saya merasa sangat heran, Buddha Sakyamuni bukan tidak pernah sakit, benar-benar mengalami sakit, menurut yang disebutkan dalam Sutra, tidak sakit, tapi demi membimbing semua makhluk, maka sengaja jatuh sakit. Besok saya akan mengulas apa itu Dharmakaya? Apa itu rupakaya? Apakah Buddha Sakyamuni punya penyakit?

Membawa serta Dharma dari Mulacarya Liansheng, yang patut direnungkan, semua melangkah pulang. Semua menantikan esok hari, untuk lanjut menyimak pengulasan mendalam dari Mulacarya Liansheng. Pujabakti pun usai dengan sempurna.

------------------------
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#BhagavatiCundi
#SutraVimalakirti
Istadewata Pujabakti Minggu Depan #JambhalaKuning

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。