13 Januari 2024 Pujabakti Sadhana Buddha Bhaisajyaguru di Seattle

13 Januari 2024 Pujabakti Sadhana Buddha Bhaisajyaguru di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Liputan Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (Xiyatu Leizangsi/西雅圖雷藏寺)

Di tengah dingin malam yang sunyi, sayup terdengar suara mantra berkumandang dari vihara cikal bakal di Seattle, semua dengan rasa bakti menyambut kedatangan Mulacarya Dharmaraja Liansheng melangkah memasuki baktisala untuk memimpin pujabakti Sadhana Istadewata Buddha Bhaisajyaguru (Yaoshifo/藥師佛), serta melanjutkan pengulasan Sutra Vimalakirti.

Sebelum pujabakti dimulai, terlebih dahulu pembawa puja memperkenalkan tamu agung yang hadir mala mini, dan seperti biasa mempersilakan segenap siswa dari berbagai belahan dunia yang datang Berdharmayatra untuk memperkenalkan diri kepada Mulacarya Liansheng, kemudian pujabakti Sadhana Istadewata Buddha Bhaisajyaguru pun dimulai.

Pujabakti berakhir dengan manggala dan sempurna di tengah suara Mantra Paripurna, keempat kelompok siswa dengan sepenuh hati mendengarkan Dharmadesana Mulacarya Liansheng. Dharmaraja Liansheng mengatakan bahwa abdi utama dari Buddha Bhaisajyaguru Vaiduryaprabharaja adalah Bodhisatwa Suryaprabha dan Bodhisatwa Candraprabha, serta Asta Maha Bodhisatwa, Dua Belas Yaksa Dewa Senapati. Dharmaraja mengungkapkan pengalaman pribadi saat mengalami sakit di bagian kepala, setelah menyaksikan kehadiran Buddha Bhaisajyaguru beserta segenap pariwara, Dharmaraja langsung mengetahui bahwa sakitnya akan segera sembuh, dan ternyata tak lama kemudian pulih sepenuhnya.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya:
Beberapa tahun belakangan, melihat umat Sedharma belajar ilmu dari luar, yaitu terapi reiki, menurut sepengetahuan saya, penyembuhan prana ini tergolong qigong, semacam menjadikan diri sendiri sebagai saluran energi, mengerahkan penyembuhan menggunakan prana dari dantian diri sendiri, mereka menyebutnya “daqi”. Mohon petunjuk Mahaguru:
1. Apakah melakukan hal tersebut sesuai tata Dharma? Apakah selaras dengan silsilah Zhenfo?
2. Apakah terapi reiki, untuk membantu orang lain, tidak memerlukan keberhasilan Sadhana Internal?
3. Bagi yang terlibat, apakah terapi reiki semacam ini mengandung unsur sebab akibat?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Qigong jika dibicarakan memang cenderung misterius, seperti saat Gurudara mengalami insomnia, saya menggunakan metode qigong untuk membantunya, saya juga menjapa mantra, menyingkirkan hawa buruk dari tubuh beliau. Kadang saya membantu orang lain, menjapa mantra, menggunakan tapak untuk menepuk punggungnya, ini juga prana. Kita mengerahkan prana diri sendiri ke berbagai organ tubuh, dikerahkan ke mata dapat memperoleh divyacaksu, dikerahkan ke telinga, memperoleh divyasrotra, dikerahkan ke otak, memperoleh kemampuan membaca pikiran, ini manfaat dari mengerahkan prana.


Bisa atau tidaknya menyembuhkan penyakit orang lain, tergantung dengan kuat atau lemahnya prana diri sendiri, jika prana diri sendiri sangat lemah, tidak akan bisa membantu orang lain. Apakah hawa buruk bisa menempel pada diri sendiri? Kadang bisa terjadi penanggungan. Contohnya, jika pasien adalah penderita gangguan kejiwaan, dan ketempelan roh jahat, saat roh jahat itu keluar karena prana dari telapak tangan Anda, karena tidak bisa lagi bersemayam dalam tubuh pasien tersebut, maka roh itu akan datang mencari Anda.

Tentu saja segala sesuatu ada sebab dan akibat, jika Anda membantu orang lain, maka di antara kalian akan terjadi saling memengaruhi. Saat membantu orang lain, kita juga harus menekuni Sadhana Dharmapala untuk melindungi diri sendiri, kita juga memerlukan simabandhana, sehingga terhindar dari gangguan tak kasat mata. Tidak peduli penyembuhan prana sesuai tata Dharma atau tidak, Anda mesti mengukur kemampuan diri sendiri, supaya tidak mengundang petaka, jika Anda mengalami hal yang merepotkan, maka bisa datang ke Seattle mencari Mahaguru Lu.

◎ Dharmaraja Liansheng Mengulas Sutra Vimalakirti

Bagian 6: Varga Adbhuta

“Saat itu, Sariputra, melihat di dalam ruangan tidak ada tempat duduk, berpikir, di mana kah para Bodhisatwa dan siswa utama duduk? Arya Vimalakirti yang mengetahui pikiran tersebut, memberitahu Sariputra: Wahai Arya, datang demi dharma, atau demi tempat duduk? Sariputra mengatakan, saya datang demi Dharma, bukan demi tempat duduk. Arya Vimalakirti mengatakan, wahai Sariputra, ia yang mencari Dharma, tidak tamak akan tubuh dan nyawanya, apalagi hanya untuk tempat duduk. Ia yang mencari Dharma, tidak mendambakan rupa, samjna, vedana, samskara, dan vijnana. Bukan demi berbagai loka, bukan demi kama, rupa, dan arupa. Wahai Sariputra, ia yang mencari Dharma, tidak mengupayakannya dengan melekati Buddha, melekati Dharma, dan melekati makhluk. Ia yang mencari Dharma, tidak mengupayakan melalui pengetahuan akan duka, tidak melalui pemutusan samudaya, tidak melalui pencapaian nirodha, pun bukan melalui penekunan marga.mengapa demikian? Sebab Dharma tiada permainan kata-kata. Jika mengatakan aku akan berbhavana menyadari duka, memutus samudaya, mencapai nirodha, dan menekuni marga, ini hanya permainan kata belaka, bukan mengupayakan Dharma. Wahai Sariputra, Dharma dinamakan pemadaman.”


“Saat itu, Sariputra, melihat di dalam ruangan tidak ada tempat duduk, berpikir, di mana kah para Bodhisatwa dan siswa utama duduk?”

Sariputra yang nomor satu dalam kebijaksanaan, melihat di dalam kamar Arya Vimalakirti tidak ada Dharmasana, kemudian berpikir, di mana kah para Bodhisatwa, para siswa utama, dan Arahat duduk?

“Arya Vimalakirti yang mengetahui pikiran tersebut, memberitahu Sariputra: Wahai Arya, datang demi dharma, atau demi tempat duduk?”

Arya Vimalakirti memiliki kemampuan membaca pikiran, tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Sariputra, sehingga Beliau menjawab Sariputra: “Apakah Anda datang demi tempat duduk? Atau datang demi mendengar Dharma?”

“Sariputra mengatakan, saya datang demi Dharma, bukan demi tempat duduk.”

Sariputra menjawab: “Saya datang demi mendengar tanya jawab Anda dengan Bodhisatwa Manjusri, demi pembabaran Dharma, bukan demi tempat duduk.”

"Arya Vimalakirti mengatakan, wahai Sariputra, ia yang mencari Dharma, tidak tamak akan tubuh dan nyawanya, apalagi hanya untuk tempat duduk.”

Arya Vimalakirti mengatakan: “Jika ingin mendengar pembabaran Dharma Saya dengan Bodhisatwa Manjusri, bahkan nyawa dan tubuh jasmani pun sanggup direlakan, apalagi hanya sebuah tempat duduk.”

Titik berat bagian ini ada pada kata “Dharma”, sebab Bodhisatwa Manjusri adalah Buddha Nagesvararaja, Arya Vimalakirti adalah Tathagata Gandum Emas, oleh karena itu ini adalah perbincangan antara Buddha dengan Buddha, dan temanya adalah Buddhata, tidak bisa disamakan dengan Dharma biasa.

“Ia yang mencari Dharma, tidak mendambakan rupa, samjna, vedana, samskara, dan vijnana.”

Buddhadharma yang tertinggi, bukan diupayakan dengan pancaskanda, rupa, samjna, vedana, samskara, dan vijnana, tidak ada anubhava, tidak ada atribut, bukan dibuat oleh Anda, dan bukan pula hasil pikiran kesadaran Anda.

“Bukan demi berbagai loka.”

Buddhata yang sejati adalah tak terhingga, 18 loka adalah sunya, dan melampaui 18 loka, sama sekali tidak ada batasan.

“Bukan demi kama, rupa, dan arupa.”

Buddhata bukan kamadhatu, rupadhatu, atau arupadhatu.

“Wahai Sariputra, ia yang mencari Dharma, tidak mengupayakannya dengan melekati Buddha, melekati Dharma, dan melekati makhluk.”

Buddhata bukan didapat dari memohon kepada Buddha, bukan hasil dari mencari Dharma, bukan pula didapat dari berbagai makhluk, semua bukan. Di sini sangat mendalam, Buddhata pada dasarnya tak terpikirkan, tidak tercemar, juga tiada anubhava.

“Ia yang mencari Dharma, tidak mengupayakan melalui pengetahuan akan duka, tidak melalui pemutusan samudaya, tidak melalui pencapaian nirodha, pun bukan melalui penekunan marga.”

Buddhata bukan duka, samudaya, nirodha, dan marga.

Saat awal membabarkan Dharma, Buddha Sakyamuni membabarkan duka, samudaya, nirodha, dan marga. Arahat mencapai keberhasilan melalui penekunan duka, samudaya, nirodha, dan marga, punya kebijaksanaan mengetahui bahwa segala sesuatu adalah duka. Asmara adalah kesenangan, tetapi cinta yang tak sampai menyebabkan derita, oleh karena itu kesenangan membawa benih derita. Segala kesenangan di dunia ini hanya sesaat, seperti harta, ada mendapat dan ada kehilangan, saat mendapatkan akan senang, saat kehilangan akan menderita, suatu hari nanti harta juga bukan menjadi milik Anda, oleh karena itu Buddha Sakyamuni Maha Bijaksana mengatakan: “Segalanya adalah duka.”, duka dan suka adalah sebuah siklus, dan pada akhirnya tetap duka.

“Mengapa demikian? Sebab Dharma tiada permainan kata-kata. Jika mengatakan aku akan berbhavana menyadari duka, memutus samudaya, mencapai nirodha, dan menekuni marga, ini hanya permainan kata belaka, bukan mengupayakan Dharma.”

Buddhata tidak dapat Anda upayakan, bhavana hanya sebuah metode, Buddhata tetap Buddhata. Mengapa demikian? Sebab Buddhata tiada permainan kata.

“Wahai Sariputra, Dharma dinamakan pemadaman.”

Buddhata tiada kelahiran pun tiada kematian, tiada kelahiran dan tiada kematian adalah pemadaman.

Arya Vimalakirti menggunakan Dharma untuk merepresentasikan Buddhata, insan awam tidak memahaminya, demikianlah Buddhata, inilah yang tertinggi, tidak ada yang lebih tinggi dari ini.

Usai mengulas Sutra Vimalakirti, Dharmaraja Liansheng menganugerahkan Abhiseka Sarana kepada segenap umat yang memohon Sarana, kemudian mengadhisthana Air Maha Karuna Dharani, dan menggunakan vyajana-camara untuk mengadhisthana tiap siswa yang hadir.

Berbagai hal di dunia ini, bisa dijabarkan melalui berbagai sudut pandang yang berbeda, tetapi hanya Buddhata yang tanpa permainan kata. Demi semua makhluk, Arya Vimalakirti mengundang berbagai ajaran, demi membantu semua makhluk memperoleh manfaat Dharma dan kedamaian.

Terima kasih atas welas asih Mulacarya Liansheng dalam membimbing kita semua!

------------------------
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 11:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 06:00 WIB

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#BuddhaBhaisajyaguru
#SutraVimalakirti
Istadewata Pujabakti Minggu Depan #BuddhaAmitabha

2024真佛宗為世界祈福 高王經千遍迴向師尊